Mampu Gerakkan Perekonomian, DPRD Blora Apresiasi Program BSPS

Mampu Gerakkan Perekonomian, DPRD Blora Apresiasi Program BSPS
Anggota DPRD Blora, Galuh Saraswati. (red)

KABARCEPU.ID – Anggota DPRD Kabupaten Blora memberikan apresiasi terhadap program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah.

Program tersebut, tidak hanya membantu masyarakat memiliki hunian layak, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian di tingkat desa.

Anggota DPRD Blora, Galuh Saraswati, menjelaskan, program BSPS dari pemerintah pusat ini bertujuan membantu masyarakat berpenghasilan rendah meningkatkan kualitas rumah mereka dari tidak layak huni menjadi hunian yang aman, sehat, dan nyaman.

Adapun nilai bantuan yang diberikan mencapai Rp20 juta per unit, dengan rincian Rp17,5 juta untuk pembelian material bangunan dan Rp2,5 juta untuk biaya tenaga kerja.

“Program ini memberikan stimulus agar masyarakat bergerak bersama-sama memperbaiki rumahnya. Yang menarik, skema penyalurannya juga dirancang untuk menggerakkan ekonomi desa,” ujar politisi Partai Gerindra ini, Jumat 31 Juli 2026.

Untuk diketahui, Kabupaten Blora mendapatkan alokasi BSPS terbanyak di Jawa Tengah pada tahun 2026, dengan total sasaran mencapai 2.282 unit rumah dan nilai bantuan sekitar Rp45,6 miliar. Alokasi ini diberikan secara bertahap oleh pemerintah pusat melalui 10 tahap pepenyaluran.

KONTEN MENARIK UNTUK ANDA

Blora menerima alokasi pada tahap kedua sebanyak 1.410 unit, tahap ketiga 40 unit, tahap kelima 433 unit, tahap keenam 80 unit, tahap ketujuh 264 unit, dan tahap kedelapan 55 unit.

Galuh, sapaan akrabnya, mengapresiasi mekanisme penyaluran yang tepat sasaran. Bantuan tidak diberikan dalam bentuk uang tunai kepada masyarakat, melainkan disalurkan dalam bentuk material bangunan dan biaya tenaga kerja.

“Ini untuk memastikan dana benar-benar digunakan untuk perbaikan rumah,” kata dia.

Pelaksanaan program dilakukan secara berkelompok. Dalam satu desa dibentuk ketua kelompok yang bertugas mengoordinasikan kebutuhan material maupun pengerjaan rumah.

Ketua kelompok bekerja sama dengan toko bangunan setempat untuk memenuhi kebutuhan material renovasi.

Sementara, material bangunan dibeli dari toko di wilayah setempat, sementara tenaga kerja juga berasal dari warga sekitar. Sehingga program ini bisa berdampak pada perekonomian lokal.

Selain dampak ekonomi, suasana gotong royong juga kembali terasa dalam proses pembangunan rumah warga penerima bantuan.

Galuh berharap program BSPS dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan. Program ini menjadi salah satu solusi penting dalam upaya mengurangi angka rumah tidak layak huni di daerah tersebut.

“Kami mengapresiasi program yang sangat membantu pemerintah daerah ini. Jika harus diakomodir sendiri melalui APBD kabupaten, anggaran kita tidak akan cukup untuk menangani ribuan rumah yang memerlukan perbaikan,” pungkas wanita ramah ini. (red)

KONTEN UNIK DARI SPONSOR UNTUK ANDA