Giatkan Literasi, Ramadhan Ega Saputra Takut Menjadi Orang Bodoh

Giatkan Literasi Ramadhan Ega Saputra Takut Menjadi Orang Bodoh

KABARCEPU.ID – Semangat literasi terus tumbuh di kalangan generasi muda Kabupaten Blora. Salah satu sosok yang aktif mengampanyekan budaya membaca dan belajar adalah Ramadhan Ega Saputra atau yang akrab disapa Ega. Pemuda berusia 23 tahun ini terpilih menjadi Relawan Literasi Masyarakat (RELIMA) Kabupaten Blora.

KabarCepu berkesempatan mewawancarai Ega di Taman Baca Cethik Geni Cepu. Dalam perbincangan tersebut, Ega menceritakan perjalanan hidupnya hingga akhirnya aktif dalam dunia literasi.

Ega merupakan alumni SMA Negeri 1 Jepon dan anak pertama dari dua bersaudara. Kecintaannya terhadap literasi tumbuh sejak dirinya aktif sebagai pengurus Remaja Masjid Baitunnur Blora. Dari berbagai kegiatan di masjid itulah ia mulai gemar membaca, berdiskusi, dan memperluas wawasan.

“Saya takut menjadi orang bodoh. Karena itu saya terus berusaha belajar dan mencari ilmu dari berbagai sumber,” ujar Ega.

Menurutnya, literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami informasi serta menggunakannya dengan bijak dalam kehidupan sehari-hari. Ia mengaku tertarik bergabung dengan RELIMA karena kecintaannya terhadap dunia literasi.

“Saya menjadi RELIMA karena suka dengan dunia literasi. Saya ingin mengajak lebih banyak masyarakat, terutama anak-anak dan generasi muda, untuk gemar membaca dan belajar,” katanya.

KONTEN MENARIK UNTUK ANDA

Dalam menjalankan aktivitasnya sebagai relawan, Ega banyak melakukan pendekatan kepada anak-anak melalui kegiatan mendongeng. Selain itu, ia juga aktif berdialog dengan mahasiswa dan kalangan kampus mengenai pentingnya budaya literasi di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi yang begitu cepat.

Ega menilai literasi memiliki peran penting dalam membentuk masyarakat yang kritis dan berpengetahuan. Ia juga menegaskan bahwa ilmu pengetahuan harus digunakan untuk membawa manfaat bagi sesama.

“Saya tidak mau membuat orang lain dalam bahaya. Justru dengan pengetahuan dan literasi, kita bisa membantu orang lain mengambil keputusan yang tepat dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar,” ungkapnya.

Di balik aktivitasnya sebagai pegiat literasi, Ega ternyata memiliki cita-cita masa kecil yang cukup unik. Saat masih kecil, ia bercita-cita menjadi seorang astronot karena tertarik dengan dunia antariksa dan berbagai pengetahuan tentang alam semesta.

Meski kini fokus di bidang literasi, semangat belajarnya tidak pernah surut. Ia memiliki impian besar untuk mendirikan sebuah perpustakaan yang dapat diakses oleh semua kalangan tanpa memandang latar belakang ekonomi maupun sosial.

“Saya ingin suatu saat memiliki perpustakaan yang bisa diakses oleh semua orang. Tempat yang nyaman untuk belajar, membaca, berdiskusi, dan mengembangkan pengetahuan,” tutur Ega.

Melalui keterlibatannya di RELIMA Kabupaten Blora, Ega berharap budaya membaca dan belajar dapat semakin berkembang di masyarakat. Ia meyakini bahwa kemajuan daerah sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya.

Dengan semangat belajar yang terus dijaga, Ega ingin menjadi bagian dari gerakan yang mampu melahirkan generasi muda Blora yang cerdas, kritis, berkarakter, serta memiliki kepedulian terhadap sesama dan kemajuan daerah.***

KONTEN UNIK DARI SPONSOR UNTUK ANDA