Tiga Bulan Terakhir Tercatat 176 Kecelakaan, Depan PT Pentawira Jiken Ditetapkan Sebagai ‘Blackspot’ Jalur Blora-Cepu

Tiga Bulan Terakhir Tercatat 176 Kecelakaan, Depan PT Pentawira Jiken Ditetapkan Sebagai 'Blackspot' Jalur Blora-Cepu
Kanit Gakkum Satlantas Polres Blora, Ipda Bayu Destya. (red)

KABARCEPU.ID – Mobilitas warga diprediksi akan meningkat tajam menjelang berbagai kegiatan perayaan HUT RI ke-81 pada bulan Agustus 2026 ini.

Mengantisipasi hal tersebut, Satlantas Polres Blora mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra di jalan raya, mengingat angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Kabupaten Blora tercatat masih cukup tinggi.

Berdasarkan data dihimpun dari Satlantas Polres Blora, selama tiga bulan terakhir (Mei-Juli 2026), telah terjadi sedikitnya 176 kasus kecelakaan.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Blora, Ipda Bayu Destya, memaparkan bahwa tren insiden lalu lintas di Blora hingga pertengaahan tahun 2026 ini terpantau fluktuatif.

Pada bulan Mei tercatat ada 62 kasus kecelakaan. Angka ini sempat menurun menjadi 50 kasus pada bulan Juni, namun kembali mengalami lonjakan menjadi 64 kasus pada bulan Juli.

Sebagai langkah mitigasi dan peringatan dini bagi para pengguna jalan, pihak kepolisian telah memetakan kawasan yang paling rawan terjadi kecelakaan (blackspot).

KONTEN MENARIK UNTUK ANDA

“Titik blackspot saat ini terpusat pada satu lokasi, yaitu di Jalur Blora-Cepu, tepatnya di depan PT Pentawira, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora,” ungkap Ipda Bayu Destya saat dikonfirmasi, Rabu 12 Agustus 2026.

Berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan evaluasi yang dilakukan kepolisian, faktor dominan penyebab rentetan kecelakaan di titik-titik tersebut bermuara pada kelalaian manusia (human error).

Bayu menyebutkan, bahwa kurangnya kehati-hatian, hilangnya konsentrasi, serta kondisi fisik pengemudi yang kurang istirahat atau mengantuk menjadi pemicu utama.

Guna menekan angka fatalitas dan mencegah jatuhnya korban, Satlantas Polres Blora melakukan sejumlah rekayasa dan menggencarkan edukasi keselamatan berlalulintas.

Mulai dari pemasangan banner dan billboard peringatan keselamatan berkendara di ruas-ruas jalan rawan, hingga turun langsung ke masyarakat.

“Kami juga intensif melakukan pembinaan, penyuluhan (binluh), dan kampanye safety riding ke berbagai lapisan masyarakat, mulai dari sekolah, perguruan tinggi, pondok pesantren, instansi pemerintah, hingga ke pabrik-pabrik,” jelas Ipda Bayu.

Menghadapi padatnya agenda perayaan kemerdekaan dalam beberapa hari ke depan, Ipda Bayu memberikan imbauan kepada seluruh pengguna jalan agar mematuhi prinsip keselamatan sebelum mulai berkendara.

Pihaknya menekankan beberapa poin penting yang wajib diperhatikan oleh pengendara.

Diantaranya, kesiapan diri. “Pastikan kondisi jasmani dan rohani dalam keadaan sehat, serta wajib menggunakan helm berstandar SNI bagi pengendara roda dua,” kata dia.

Lalu kesiapan kendaraan dengan makukan pengecekan menyeluruh pada komponen vital kendaraan, termasuk fungsi rem, tekanan ban, lampu utama, lampu rem (stop lamp), hingga lampu sein (ritting).

Selanjutnya kesiapan administrasi, yakni selalu membawa kelengkapan surat berkendara yang sah, yakni SIM dan STNK.

Terakhir, dsiplin di jalan, dengan cara mematuhi seluruh rambu-rambu lalu lintas dan jaga fokus serta konsentrasi secara penuh saat mengemudi.

“Pesan kami yang paling utama bagi para pengguna jalan adalah: utamakan keselamatan daripada kecepatan,” pungkasnya. (red)

KONTEN UNIK DARI SPONSOR UNTUK ANDA