Semua tulisan dari CIP

PCM Kedungtuban Resmikan Gedung BLK pada Puncak Milad Ke-113 Muhammadiyah

KABARCEPU.ID – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kedungtuban meresmikan Gedung Balai Latihan Kerja (BLK) bersamaan dengan Peringatan Milad Ke-113 Muhammadiyah, Minggu (16/11/2025). Acara berlangsung khidmat dengan dihadiri Forkopimcam, PCM, ortom, dan masyarakat.

Ketua Panitia, Arif Agus Hanafi SPd, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang turut menyukseskan kegiatan. Ia menegaskan bahwa dukungan kolektif menjadi modal penting bagi keberlanjutan program-program Muhammadiyah.

Hanafi juga mengajak jamaah untuk bersama menyukseskan SPMB di wilayah masing-masing. Menurutnya, partisipasi keluarga besar Muhammadiyah sangat menentukan penguatan amal usaha ke depan.

Ketua PCM Kedungtuban, HM. Muharom SAg, menyampaikan kebanggaannya atas kiprah kader muda Kedungtuban di tingkat kabupaten. Ia menilai hal ini menunjukkan kualitas pembinaan dan dinamika positif di lingkungan PCM.

Muharom juga menjelaskan makna logo Milad Ke-113 kepada hadirin. Ia menambahkan bahwa MDMC baru saja memperoleh sertifikasi dari WHO sebagai bentuk pengakuan kualitas layanan kemanusiaan Muhammadiyah.

Selain itu, ia berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kelancaran kegiatan. Menurutnya, kebersamaan dan sinergi menjadi kunci keberhasilan acara.

Camat Kedungtuban, Rajiman SIP MSi, menegaskan bahwa Muhammadiyah telah memberi kontribusi nyata dalam pendidikan, kesehatan, sosial, dan ekonomi. Ia menyampaikan selamat Milad Ke-113 dan apresiasi atas dedikasi Muhammadiyah bagi masyarakat Kedungtuban.

PCM Kedungtuban Resmikan Gedung BLK pada Puncak Milad Ke-113 Muhammadiyah 2

Ketua PDM Blora, HM. Saifuddin MPdI, mengisi pengajian sebagai rangkaian utama kegiatan. Ia menyampaikan bahwa usia 113 tahun menunjukkan keteguhan Muhammadiyah dalam menghadirkan pencerahan bagi umat.

Dalam tausiyahnya, Saifuddin menekankan pentingnya amal saleh sebagai jalan mendekatkan diri kepada Allah. Ia menjelaskan bahwa perjumpaan spiritual dapat dirasakan melalui pengamalan sifat-sifat ilahi dalam kehidupan sehari-hari.

Saifuddin juga menegaskan peran Muhammadiyah dalam layanan kesehatan, pendidikan, dan sosial. Gerakan ini, menurutnya, merupakan buah perjuangan para pendahulu yang harus terus dijaga.

Ia menutup tausiyah dengan menegaskan komitmen Muhammadiyah mendukung program pemerintah di semua tingkatan. Sinergi tersebut disebut sebagai upaya bersama untuk kemaslahatan masyarakat.

Sebagai puncak kegiatan, Gedung BLK PCM Kedungtuban diresmikan secara simbolis melalui pemotongan pita. Prosesi dilakukan oleh Ketua PDM Kabupaten Blora bersama Camat Kedungtuban di depan pintu masuk gedung.

Dengan peresmian ini, PCM Kedungtuban berharap layanan pemberdayaan masyarakat dapat semakin berkembang.***

Perkuat Kemitraan, Gus Arief Sambangi PDM Blora

KABARCEPU.IDBupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, SIP, M.Si, atau yang akrab disapa Gus Arief, melakukan kunjungan silaturahmi ke Kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Blora.

Kedatangannya disambut hangat oleh Ketua PDM Blora, HM. Saifuddin, bersama jajaran pleno pada Jumat (14/11/2025).

HM. Saifuddin menyampaikan bahwa kunjungan tersebut menjadi bentuk perhatian dan sinergi positif antara pemerintah daerah dan Muhammadiyah.

Ia menilai silaturahmi ini membuka ruang dialog konstruktif untuk mendorong kemajuan masyarakat Blora.

PDM Blora juga menyampaikan terima kasih atas jalinan komunikasi yang terus terbangun. Kerja sama di bidang pendidikan, sosial, dan pemberdayaan umat disebut sebagai agenda bersama yang akan terus diperkuat.

Dalam sambutannya, Gus Arief mengungkapkan rasa syukur dapat hadir secara langsung ke kantor PDM.

“Alhamdulillah sore hari ini kami, saya didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Bapak Agus Puji Mulyono, bisa hadir di kantor PDM Kabupaten Blora,” ujarnya.

Ia sempat berkelakar bahwa biasanya ia belum sampai naik ke lantai atas saat berkunjung ke kantor PDM. “Beberapa kali pertemuan di bawah, sambil bercanda,” tambahnya disambut tawa para pengurus.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Blora, Gus Arief menyampaikan apresiasi tinggi kepada Muhammadiyah.

“Kami menyampaikan terima kasih, apresiasi, dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran PDM yang selama ini sudah bersinergi dan berkolaborasi,” tegasnya.

Kunjungan tersebut juga menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat kemitraan strategis dengan organisasi keagamaan.

Pemerintah menilai Muhammadiyah telah menjadi mitra penting yang konsisten mendorong kemajuan pendidikan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat.

PDM Blora menyatakan kesiapannya melanjutkan kolaborasi dengan pemerintah daerah. Sinergi ini diharapkan mampu memajukan Kabupaten Blora sebagai daerah yang inklusif, berdaya saing, dan berkemajuan.***

Duta Literasi Blora 2025 Siap Gerakkan Gen-Z

KABARCEPU.ID – Enam finalis Duta Literasi Blora 2025 telah terpilih. Bunda Literasi Kabupaten Blora, Hj. Ainia Shalichah Arief Rohman mengatakan bahwa pemilihan Duta Literasi ini diikuti 170 peserta dan menyisakan 6 finalis.

“Duta Literasi diharapkan mampu menguatkan dan meningkatkan daya literasi di wilayah Blora, khususnya angkatan Gen-Z dan pelajar secara spesifik,” ungkap Ainia.

Pemilihan Duta Literasi ini adalah kolaborasi yang didukung banyak pihak, yakni Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Dinas Pendidikan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, dan Bunda Literasi Blora.

Kegiatan ini juga didukung penuh oleh komunitas literasi Satupena Blora. Visi mereka menumbuhkan budaya literasi berbasis kearifan lokal di kalangan pelajar Blora.

Gunawan Trihantoro, Ketua Satupena Blora, dalam pembekalannya (8/11/2025), menekankan visi yang reflektif, realistik, dan berdampak.

“Penumbuhan budaya literasi memanfaatkan potensi budaya lokal,” ungkap Gunawan di hadapan para finalis Duta Literasi Blora 2025 yang mencermati paparannya.

Potensi itu seperti Budaya Samin, cerita rakyat (Sungai Lusi, Samin Surosentiko, Blora tempo dulu). “Juga seni Barongan, dan permainan tradisional beserta khasanah edukasionalnya,” lanjut Gunawan.

Contoh aksi nyatanya beragam. Misalnya, menghidupkan kembali tradisi membaca dongeng rakyat Blora, mendorong pelajar menuliskan karya dengan jelas dan inspiratif, serta meningkatkan partisipasi siswa dalam kegiatan baca kreatif digital.

Duta Literasi Blora 2025 Siap Gerakkan Gen-Z 2

Sementara itu Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Blora, Mohamad Toha Mustofa, menegaskan bahwa prioritas kegiatan ini adalah membangun peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). “Literasi adalah salah satu komponen penting yang memengaruhi IPM,” katanya.

Sebab, lanjut Toha, kemampuan literasi yang baik akan mendukung peningkatan IPM. Ini berkaitan erat dengan pendidikan dan pengetahuan yang lebih luas.

Di Indonesia, pengukuran literasi diwakili oleh Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM). IPLM berfungsi mengukur sejauh mana pemerintah daerah membina dan mengembangkan perpustakaan, serta mengukur efektivitas program dalam menumbuhkan budaya literasi.

Inilah yang dijawab DPK Blora melalui strategi nyata dengan menegaskan pentingnya jumlah koleksi, pengunjung, dan layanan perpustakaan (SD, MI, MTs, SMP, hingga Perpustakaan Desa). “Idealnya jumlah koleksi buku sejumlah 2 kali jumlah penduduk Blora,” ujar Toha.

Harapannya, kebutuhan buku akan tercapai dalam waktu yang tidak lama. Karena substansi peningkatan kegemaran membaca masyarakat adalah satu, yaitu meningkatnya jumlah masyarakat pembaca buku.***

Revitalisasi, Harapan Baru Sekolah Makin Hidup

Angin segar telah datang. Suasana pendidikan di Kabupaten Blora akan semakin berwarna. Program revitalisasi satuan pendidikan yang dijalankan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) kini benar-benar membawa angin segar dan menyejukkan bagi dunia pendidikan.

Tidak hanya bangunan yang diperbaiki, tapi juga semangat belajar yang ikut tumbuh. Guru makin kreatif, siswa makin bersemangat, dan masyarakat pun merasa bangga. Multiplayer Effect benar-benar terwujud. Lingkungan belajar menjadi lebih baik dan menyenangkan hasil dari kebersamaan sekolah dan masyarakat.

Kegembiraan makin terasa ketika Staf Ahli Bidang Manajemen Talenta Kemendikdasmen, Mariman Darto, berkunjung langsung ke beberapa sekolah penerima program revitalisasi di Blora pada Kamis 6 November 2025. Dalam kunjungan itu, Mariman menyampaikan pesan penting kepada para guru dan kepala sekolah.

“Revitalisasi sekolah bukan hanya soal bangunan yang bagus, tapi tentang menciptakan suasana belajar yang menggembirakan. Sekolah harus jadi tempat yang membuat anak-anak aman, nyaman, dan gembira. Revitalisasi sekolah memberi kesempatan pada warga sekitar, sungguh kebersamaan yang besar manfaatnya,” ujarnya penuh semangat.

Kehadirannya disambut hangat oleh para guru dan siswa. Banyak yang mengaku kunjungan ini menjadi energi baru untuk terus berinovasi dalam mengajar dan membangun sekolah yang ramah bagi peserta didik yang sedang belajar di 66 satuan pendidikan, dan tersebar di 16 kecamatan di Kabupaten Blora.

Anggaran sebesar 62,4 miliar rupiah dialokasikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI untuk merevitalisasi 66 satuan pendidikan di Kabupaten Blora. Sungguh nilai yang fantastis bagi kabupaten yang wilayahnya 50,6 persen adalah kawasan hutan ini.

Sebegitu pentingkah revitalisasi sekolah di Kabupaten Blora? Ada 66 satuan pendidikan yang mendapatkan bantuan revitalisasi terdiri dari 4 Taman Kanak-kanak (TK), 27 Sekolah Dasar (SD), 27 Sekolah Menengah Pertama (SMP), 3 Sekolah Menengah Atas (SMA), serta 5 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Gelontoran dana 62,4 miliar rupiah tersebut, tentu akan membuat wajah dunia pendidikan di Kabupaten Blora berubah lebih cerah. Guru semakin bersemangat dalam menyampaikan ilmu, dan murid semakin ceria dengan fasilitas baru yang lebih mentereng. Tentu saja bangga dengan tempatnya menimba ilmu.

Revitalisasi satuan pendidikan telah membuktikan bahwa perubahan bisa dimulai dari langkah nyata. Kunjungan Mariman Darto menjadi bukti bahwa pemerintah serius mengawal transformasi pendidikan hingga ke daerah. Blora kini punya harapan besar: sekolah makin hidup, menyenangkan, dan mencerahkan bagi generasi masa depan.***

Mariman Darto: Revitalisasi Sekolah Berikan Manfaat bagi Warga Lokal

KABARCEPU.ID – Pelaksanaan program revitalisasi satuan pendidikan untuk meningkatkan kualitas dan fasilitas pendidikan di sekolah-sekolah berjalan dengan lancar.

“Kami selalu monitor, alhamdulillah sesuai progres,” ungkap Staf Ahli Manajemen Talenta Kemendikdasmen RI, Mariman Darto, ketika berkunjung di SMP Muhammadiyah Kedungtuban Kabupaten Blora, pada Kamis (6/11/2025).

Menurut Mariman, program untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan hasil belajar siswa ini salah satu manfaatnya adalah meningkatkan akses dan kesetaraan pendidikan.

“Termasuk untuk meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan,” imbuh alumnus S2 Perencanaan dan Kebijakan Publik Universitas Indonesia (UI) ini.

Tahun ini pengelolaan program revitalisasi melibatkan warga sekitar. “Warga sekitar dilibatkan dalam pelaksanaan revitalisasi, minimal sebagai pekerja pembangunannya. Atau kesempatan untuk memasok material yang dibutuhkan,” katanya. “Jadi warga sekitar sekolah ikut merasakan manfaatnya,” imbuh Mariman.

Aktivitas revitalisasi, lanjutnya, menjangkau lebih banyak sasaran. “Di Kabupaten Blora sampai kehabisan material karena dilaksanakan secara bersamaan. Masyarakat diberi kesempatan berpartisipasi sebagai bentuk upaya gotong royong,” katanya. “Inilah manfaat dan nilai tambah revitalisasi,” tegas Mariman.

Dia menambahkan, dulu pengelolaan revitalisasi diserahkan pada pihak ketiga. “Sehingga biasanya jumlahnya pasti fix. Maka 10.440 satuan pendidikan ya jadinya pasti akan sama dengan jumlah itu,” ujar mantan Kepala Pusat Pengembangan Kader Aparatur Sipil Negara LAN tersebut.

Tahun ini, anggaran sebesar Rp 62,4 miliar dialokasikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI untuk merevitalisasi 66 satuan pendidikan di Kabupaten Blora.

Mariman Darto mengungkapkan bahwa 66 satuan pendidikan yang mendapatkan bantuan revitalisasi terdiri dari 4 taman kanak-kanak (TK), 27 sekolah dasar (SD), 27 sekolah menengah pertama (SMP), 3 sekolah menengah atas (SMA), serta 5 sekolah menengah kejuruan (SMK).

“Alhamdulillah, Blora ini paling tinggi. Ada 66 satuan pendidikan dan total keseluruhan dana yang digelontorkan dari pemerintah Rp 62,4 miliar,” ucap Mariman.

Dia menjelaskan bahwa awalnya terdapat 10.440 satuan pendidikan yang direncanakan untuk direvitalisasi pada tahun 2025 secara nasional. Namun, berkat sistem swakelola yang diterapkan, jumlah tersebut meningkat menjadi 16.140 satuan pendidikan.

“Dengan pendekatan swakelola, ada efisiensi yang cukup besar di hampir 5.700 dari total keseluruhan 16.140,” imbuhnya. Lebih lanjut, Mariman menyampaikan bahwa revitalisasi pada periode ini juga mencakup sekolah swasta, berbeda dengan periode sebelumnya yang hanya difokuskan pada sekolah negeri.

“Tentu kita bersyukur disaat ekonomi sedang tidak baik-baik saja, pemerintah bisa membantu revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan sebagai salah satu unsur terpenting dari peningkatan mutu pendidikan di Indonesia,” jelas Mariman.***

Mariman Darto: Revitalisasi Membuat Sekolah Lebih Aman, Nyaman, dan Menggembirakan

KABARCEPU.ID – Staf Ahli Bidang Manajemen Talenta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Mariman Darto, melakukan kunjungan kerja ke SMK NU Kedungtuban, Kabupaten Blora pada hari Kamis (6/10). Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau langsung program revitalisasi yang sedang berjalan.

Mariman didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blora Sunaryo dan Kepala BBPMP Jawa Tengah Nugraheni Triastuti. Pihak sekolah menyembut hangat dan gembira dengan adanya kunjungan ini. Program revitalisasi di SMK NU Kedungtuban meliputi rehabilitasi Ruang Kelas I, II, III, dan IV, pembangunan Laboratorium IPA baru, serta pembangunan toilet baru.

“Setelah dilakukan pengecekan, progres revitalisasi di SMK NU Kedungtuban ini sudah sampai 70% lebih, akhir bulan kemungkinan sudah selesai. Kami akan koordinasikan agar nanti Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah dapat hadir untuk meresmikan,” jelas alumnus S3 Ilmu Manajemen Universitas Mulawarman ini.

SMK NU Kedungtuban mendapatkan dana Rp 1.552.000.000,- untuk program revitalisasi tahun ini. “Kami berharap akan selesai tepat waktu seperti yang sudah direncanakan,” ujar pria yang sangat peduli dengan dunia pendidikan ini.

Menurut Mariman, selain untuk memastikan progres revitalisasi yang sedang berjalan, pihaknya juga memastikan bahwa program ini dapat meningkatkan ekonomi lokal dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.

Mariman Darto Revitalisasi Membuat Sekolah Lebih Aman Nyaman dan Menggembirakan 2

“Program revitalisasi kali ini berbeda dengan sebelumnya. Terutama dalam hal pengelolaan. Kalau ini revitalisasi dilakukan dengan swakelola, di mana kepala sekolah berperan sebagai penanggung jawab,” ujarnya.

Kabupaten Blora termasuk Kabupaten dengan jumlah revitalisasi terbanyak di Jawa Tengah. Ada 61 satuan pendidikan yang mendapatkan bantuan revitalisasi sekolah. 3 sekolah untuk jenjang SLTA, 27 sekolah untuk jenjang SMP, 27sekolah untuk jenjang SD, dan 4 sekolah untuk jenjang TK.

Dia menambahkan, revitalisasi bagi sekolah tentu akan memberikan banyak dampak baik. Ruang kelas yang aman dan nyaman, murid akan lebih mudah menyerap pengetahuan dan mengembangkan keterampilan yang diperlukan untuk menunjang kehidupan di masa mendatang.

“Sekolah itu harus aman, nyaman, dan menggembirakan,” tuturnya di hadapan kepala sekolah, guru, dan pejabat Dinas Pendidikan Kabupaten Blora.

Sementara itu Kepala SMK NU Kedungtuban, Mundhofar, menyambut baik program revitalisasi sekolah ini. “Kami merasa menerima banyak manfaat dari program ini. Kedepan dengan peningkatan fasilitas ini proses pembelajaran lebih menyenangkan,” ujarnya disela-sela acara kunjungan staf ahli Kemendikdasmen ini.***

Santri Ponpes Al-Ittihad Cepu Gelar Pengabdian di Tujuh Kecamatan

KABARCEPU.ID – Dalam semangat dakwah dan kepedulian sosial, para santri Pondok Pesantren Al-Ittihad Cepu melaksanakan program Pengabdian Santri yang berlangsung mulai tanggal 1 hingga 27 November 2025.

Kegiatan ini dilaksanakan di tujuh kecamatan, yaitu Jiken, Jepon, Sambong, Kasiman, Padangan, Kedungtuban, dan Randublatung.

Program ini menjadi wujud nyata kontribusi santri terhadap masyarakat luas, terutama dalam bidang keagamaan, pendidikan, dan sosial kemasyarakatan.

Para santri diterjunkan langsung ke berbagai desa untuk berinteraksi dan berperan aktif dalam kegiatan masyarakat.

Koordinator program, Ikhsan Fauzan Ma’ruf, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pembentukan karakter dan penguatan jiwa sosial para santri.

“Melalui pengabdian ini, santri belajar hidup di tengah masyarakat, mengamalkan ilmu yang diperoleh di pondok, sekaligus menumbuhkan semangat berdakwah dan berkhidmat untuk umat,” ujar pria yang akrab disapa Ustadz Fauzan ini, Sabtu (1/11/2025).

Fauzan menambahkan, program ini juga bertujuan untuk menambah wawasan para santri serta melatih mereka berinteraksi langsung dengan masyarakat umum.

“Santri tidak hanya belajar teori di pesantren, tetapi juga belajar mengamalkan ilmunya dalam kehidupan nyata. Dengan begitu, mereka akan lebih siap menjadi pribadi yang mandiri dan bermanfaat,” jelasnya.

Sebanyak 52 santri diterjunkan ke berbagai wilayah, diantaranya Kelurahan Wulung Kecamatan Randublatung, Desa Ngraho Kecamatan Kedungtuban, Desa Sonorejo Kecamatan Padangan, Desa Kasiman Kecamatan Kasiman, Desa Brabowan Kecamatan Sambong, Desa Nglebur Kecamatan Jiken, Desa Genjahan Kecamatan Jiken, dan Desa Tempellemahbang Kecamatan Jepon.

Selama masa pengabdian, para santri terlibat dalam berbagai kegiatan seperti mengajar di TPQ dan madrasah, membantu penyelenggaraan majelis taklim, membersihkan masjid setempat, hingga ikut serta dalam kegiatan sosial masyarakat.

Fauzan berharap, program Pengabdian Santri dapat mempererat hubungan antara pesantren dengan masyarakat serta menjadi sarana santri menebar manfaat dan kebaikan di lingkungan tempat mereka mengabdi.

Sementara itu Pengasuh Pondok Pesantren Al-Ittihad Cepu, KH Chasbullah, mengatakan bahwa Pengabdian Santri ini sebagai bentuk kepedulian pondok pesantren kepada masyarakat.

“Pesantren dan masyarakat itu harus bisa menyatu, sama-sama mencetak generasi berakhlakul karimah serta bersama-sama membangun negeri ini,” katanya.

Dengan kegiatan ini, pondok pesantren yang berada di Kelurahan Tambakromo Kecamatan Cepu ini menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi santri yang berilmu, berakhlak, dan peduli terhadap kehidupan sosial masyarakat.***

Semarak Hari Santri Nasional 2025, Rangkaian Lomba Dihelat di MTs Darul Falah Cepu

KABARCEPU.ID – Memperingati Hari Santri Nasional 2025, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Cepu menyelenggarakan rangkaian lomba yang bertujuan memperkuat semangat kebersamaan, kecintaan pada tradisi keagamaan, dan pengembangan kompetensi siswa.

Dengan tajuk NU Festival 2025, kegiatan yang dihelat pada Minggu (26/10/2025) di halaman MTs Darul Falah Cepu ini tidak hanya menjadi momen perayaan, tetapi juga wadah pembelajaran yang mendorong kreativitas, disiplin, dan jiwa kepemimpinan para santri.

Rangkaian lomba meliputi perlombaan Mewarnai, Adzan, Tartil Al-Qur’an, hingga Khitobah. Setiap ajang dirancang untuk menumbuhkan pemahaman terhadap nilai-nilai keislaman sekaligus mengasah keterampilan akademik dan nonakademik.

Partisipasi 159 santriwan dan santriwati dari berbagai TPQ dan Madrasah Diniyah ikut ambil bagian dalam ajang tahunan tersebut.

Lebih menarik lagi, beberapa peserta non-Muslim dengan penuh antusias juga turut serta dalam lomba mewarnai, sebuah simbol nyata bahwa NU adalah rumah besar yang terbuka untuk siapa pun.

Keterlibatan lintas agama dalam lomba mewarnai tersebut, menjadi wujud nyata semangat toleransi dan kebersamaan dalam bingkai kebangsaan di momen perayaan nasional umat Muslim ini.

Kegiatan ini dibuka secara langsung oleh Wakil Ketua Tanfidziyah MWC NU Cepu, Sugeng Priyanto. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai agama, kejujuran, dan adab kepada generasi muda sejak dini.

“Masa depan Indonesia ada di tangan anak-anak kita hari ini. Mereka harus dibekali ilmu agama, dibentuk menjadi pribadi jujur dan beradab. Jangan biarkan praktik korupsi dan bullying tumbuh di lembaga pendidikan kita,” tegas Sugeng.

Semarak Hari Santri Nasional 2025 Rangkaian Lomba Dihelat di MTs Darul Falah Cepu

Ketua Panitia sekaligus Wakil Ketua IPNU Cepu, Ahmad Badarudin, mengemukakan bahwa NU Festival bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga sarana pembinaan karakter serta mempererat ukhuwah antarlembaga pendidikan Islam.

“Kami ingin adik-adik belajar berkompetisi dengan sehat, sambil mempererat silaturahmi. Kehadiran peserta non-Muslim juga menunjukkan bahwa NU selalu membuka ruang kebersamaan tanpa sekat,” ucapnya.

Sementara itu, Burhan Musyafa’, Ketua PAC GP Ansor Cepu sekaligus penanggung jawab rangkaian HSN 2025 tingkat kecamatan, menyampaikan bahwa peringatan tahun ini dikemas dalam beberapa kegiatan berkesinambungan.

“Kami memulai dengan upacara Hari Santri pada 22 Oktober, dilanjutkan sarasehan pemuda pada 25 Oktober, dan ditutup dengan NU Festival serta bakti sosial hari ini,” terang pria yang akrab disapa Gus Burhan.

Lebih lanjut, ia berharap NU Festival tahun depan dapat digelar dengan skala yang lebih besar dan partisipasi yang lebih luas dari seluruh TPQ, Madin, dan pondok pesantren di Cepu.

“Semoga tahun depan lebih meriah, lebih inklusif, dan semakin memperkuat semangat santri untuk mengawal Indonesia menuju peradaban dunia,” harapnya.

Semarak NU Festival 2025 dalam memeriahkan Hari Santri Nasional di Cepu bukan sekadar kompetisi, melainkan investasi karakter yang memperkuat identitas santri sebagai penjaga tradisi keislaman dan agen perubahan bagi masa depan.

Selain berkompetisi, kegiatan ini juga dirangkai dengan bakti sosial berupa pembagian sandal wudhu untuk masjid dan mushola di wilayah Cepu dan sekitarnya.

Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk membumikan semangat Hari Santri Nasional di kalangan generasi muda, menggabungkan kreativitas dengan penguatan identitas keagamaan dan kebangsaan.***