CILS Panen 17 Medali, Sirkuit Sepatu Roda Kini Jadi Harapan

CILS Panen 17 Medali Sirkuit Sepatu Roda Kini Jadi Harapan

KABARCEPU.ID – Prestasi Cepu Inline Skate (CILS) kini semakin membanggakan. Baru-baru ini, klub sepatu roda yang bernaung di bawah Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (PORSEROSI) Kabupaten Blora itu sukses memboyong 17 medali.

Kebanggaan ini didapatkan dalam ajang Indonesia Roller Speed Piala Bupati Bantul yang dihelat 2-4 Oktober 2026 di Sirkuit Sepatu Roda Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul.

CILS berhasil memborong empat medali emas, satu medali perak, dan 12 medali perunggu. Kompetisi bergengsi ini diikuti oleh 727 peserta dari 66 klub seluruh Indonesia (termasuk 400 peserta kategori pemula).

Namun, di balik prestasi tersebut, ada harapan besar yang disampaikan Ketua CILS, Dirja Tri Putra, kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora.

Ia berharap pemerintah daerah memberikan dukungan nyata bagi pembinaan atlet dengan memfasilitasi pembangunan sirkuit sepatu roda.

Menurut Putra, keberadaan sirkuit yang memadai akan menjadi dorongan penting bagi atlet untuk meningkatkan kemampuan dan mengejar prestasi yang lebih tinggi.

KONTEN MENARIK UNTUK ANDA

“Fasilitas yang memadai akan memacu semangat anak-anak untuk berlatih. Tentu saja, dengan adanya sirkuit yang layak, mereka juga akan lebih mudah mengembangkan kemampuan dan mengejar prestasi,” ujar Putra.

Selama ini, CILS menggelar latihan di Soos Sasono Suko Cepu. Putra berharap pembinaan yang telah berjalan dapat ditunjang fasilitas yang lebih representatif, sehingga para atlet memiliki tempat latihan yang sesuai untuk mengembangkan potensi mereka.

Keberhasilan membawa pulang 17 medali dari Bantul menjadi bukti semangat para atlet dalam mengikuti kompetisi.

Dalam ajang Indonesia Roller Speed Piala Bupati Bantul 2026, mereka bertanding pada nomor 100 meter dan 200 meter kategori pemula U6, KI, dan KII, serta kategori standard team relay U14 dengan jarak 1.800 meter.

Sebelumnya, peserta CILS juga mengikuti kompetisi tingkat nasional Piala Gubernur Jawa Timur di Malang. Keikutsertaan dalam berbagai kejuaraan di luar daerah menjadi kesempatan untuk menguji hasil latihan, menambah pengalaman, dan membangun mental bertanding.

Bagi Putra, pembinaan sepatu roda tidak boleh hanya berorientasi pada perolehan medali. Ada tujuan lebih besar yang ingin ditanamkan kepada anak-anak, yakni keberanian menghadapi tantangan dan kemauan untuk terus berkembang.

“Melalui latihan sepatu roda ini, saya ingin melihat anak-anak punya nyali. Mereka harus berani mencoba, berani menghadapi tantangan, dan terus belajar untuk menjadi lebih baik,” tegasnya.

Menurutnya, olahraga sepatu roda mengajarkan anak-anak untuk tidak mudah menyerah. Kemampuan tidak bisa diperoleh secara instan, tetapi harus melalui latihan, kedisiplinan, dan proses yang berkelanjutan.

Ada misi lain yang diusung CILS melalui pembinaan sepatu roda. Putra ingin anak-anak memiliki kegiatan positif sehingga tidak terlalu banyak menghabiskan waktu hanya untuk bermain handphone.

Putra menilai latihan sepatu roda juga menjadi sarana untuk menanamkan kedisiplinan sejak dini. Anak-anak belajar mengikuti arahan pelatih, menaati aturan, dan menjalani latihan secara teratur.

CILS pun mengusung tagline “Bermain, Bersenang-senang, dan Belajar”. Slogan ini menggambarkan semangat klub dalam menciptakan suasana latihan yang menyenangkan sekaligus mendukung perkembangan kemampuan atlet.

Raihan 17 medali di Bantul menjadi modal berharga bagi CILS untuk terus mengembangkan pembinaan atlet sepatu roda di Cepu dan Kabupaten Blora.

Dukungan fasilitas menjadi salah satu harapan yang ingin diwujudkan. Kehadiran sirkuit sepatu roda diharapkan bukan hanya membantu atlet berlatih secara lebih optimal, tetapi juga membuka kesempatan bagi lebih banyak anak untuk menekuni olahraga tersebut.*

KONTEN UNIK DARI SPONSOR UNTUK ANDA