KABARCEPU.ID – Upah Minimum Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026 atau UMK Jateng 2026 resmi ditetapkan dan diumumkan oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, di kantornya, Semarang, pada Rabu, 24 Desember 2025.
Penetapan UMK Jateng 2026 tersebut bersamaan dengan penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP), Upah Minimum Sektoral Provinsi (UMSP), dan Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) 2026.
Melansir dari portal resmi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng), UMP dan UMSP Jawa Tengah 2026, ditetapkan melalui Keputusan Gubernur Nomor 100.3.3.1/504. Sedangkan UMK dan UMSK ditetapkan dengan Keputusan Gubernur Nomor 100.3.3.1/505.
Disampaikan, UMP Jateng 2026 ditetapkan sebesar Rp2.327.386,07, atau naik Rp158.037,07 (7,28 persen) dari UMP Jateng 2025 yang sebesar Rp2.169.349,00.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, mengemukakan bahwa, penetapan UMP Jateng 2026 dihitung sesuai formula pengupahan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2025 tentang Pengupahan, dengan mempertimbangkan inflasi provinsi sebesar 2,65 persen, pertumbuhan ekonomi sebesar 5,15 persen, serta nilai alfa 0,90.
“Nilai alfa 0,90 ini tidak ditentukan secara sembarangan, tetapi melalui perhitungan dan parameter yang jelas,” ujar Gubernur Jateng Ahmad Luthfi
Untuk UMK Jateng 2026, lanjutnya dikatakan, dihitung berdasarkan inflasi provinsi, pertumbuhan ekonomi masing-masing kabupaten/ kota, serta nilai alfa. Nilai alfa untuk penentuan UMK ini bervariasi, sesuai dengan kabupaten/ kota masing-masing.
Ahmad Luthfi menegaskan, kebijakan pengupahan, khususnya penetapan upah minimum, merupakan bagian dari program strategis nasional. Maka, dalam penetapannya, pemerintah daerah wajib berpedoman pada kebijakan pengupahan dari pemerintah pusat. Tujuannya, memberikan perlindungan bagi pekerja, dan memberi kepastian hukum bagi dunia usaha.
Lebih lanjut, pihaknya menegaskan, upah minimum hanya berlaku bagi pekerja dengan masa kerja kurang dari satu tahun, agar pekerja baru memperoleh penghasilan yang layak, sesuai standar yang ditetapkan pemerintah.
Bagi pekerja dengan masa kerja satu tahun atau lebih, pengusaha wajib menyusun dan menerapkan struktur dan skala upah. Kebijakan tersebut disusun dengan mempertimbangkan berbagai aspek, antara lain masa kerja, kompetensi, jabatan, serta kinerja.
“Kebijakan ini mulai berlaku efektif pada 1 Januari 2026. Kami berharap seluruh perusahaan dapat mematuhi dan melaksanakan ketentuan ini, sehingga perusahaan dapat tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan,” tegas Ahmad Luthfi.
Berikut ini daftar besaran UMK Jateng 2026:
1. UMK 2026 Kab. Cilacap: 2.773.184,00..
2. UMK 2026 Kab. Banyumas: 2.474.598,99.
3. UMK 2026 Kab. Purbalingga: 2.474.721,94.
4. UMK 2026 Kab. Banjarnegara: 2.327.813,08.
5. UMK 2026 Kab. Kebumen: 2.400.000,00.
6. UMK 2026 Kab. Purworejo: 2.401.961,91.
7. UMK 2026 Kab. Wonosobo: 2.455.038,01.
8. UMK 2026 Kab. Magelang: 2.607.790,00.
9. UMK 2026 Kab. Boyolali: 2.537.949,00.
10. UMK 2026 Kab. Klaten: 2.538.691,00.
11. UMK 2026 Kab. Sukoharjo: 2.500.000,00.
12. UMK 2026 Kab. Wonogiri: 2.335.126,00.
13. UMK 2026 Kab. Karanganyar: 2.592.154,06.
14. UMK 2026 Kab. Sragen: 2.337.700,00.
15. UMK 2026 Kab. Grobogan: 2.399.186,00.
16. UMK 2026 Kab. Blora: 2.345.695,00.
17. UMK 2026 Kab. Rembang: 2.386.305,00.
18. UMK 2026 Kab. Pati: 2.485.000,00.
19. UMK 2026 Kab. Kudus: 2.818.585,00.
20. UMK 2026 Kab. Jepara: 2.756.501,00.
21. UMK 2026 Kab. Demak: 3.122.805,00.
22. UMK 2026 Kab. Semarang: 2.940.088,00.
23. UMK 2026 Kab. Temanggung: 2.397.000,00.
24. UMK 2026 Kab. Kendal: 2.992.994,00.
25. UMK 2026 Kab. Batang: 2.708.520,00.
26. UMK 2026 Kab. Pekalongan: 2.633.700,00.
27. UMK 2026 Kab. Pemalang: 2.433.254,00.
28. UMK 2026 Kab. Tegal: 2.484.162,00.
29. UMK 2026 Kab. Brebes: 2.400.350,47.
30. UMK 2026 Kota Magelang: 2.429.285,00.
31. UMK 2026 Kota Surakarta: 2.570.000,00.
32. UMK 2026 Kota Salatiga: 2.698.273,24.
33. UMK 2026 Kota Semarang: 3.701.709,00.
34. UMK 2026 Kota Pekalongan: 2.700.926,00.
35. UMK 2026 Kota Tegal: 2.526.510,00.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menegaskan, penetapan upah minimum diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan buruh, sekaligus menjaga kondusivitas wilayah dan iklim investasi di Jawa Tengah.
“Harapan kita, kesejahteraan dan pendapatan buruh meningkat, wilayah tetap kondusif, dan investasi di Jawa Tengah semakin berkembang,” tandasnya.***







