Balado Baby Cumi Petai: Kreasi Olahan Petai Khas Nusantara Berpadu Modern Kekinian

KABARCEPU.ID – Balado Baby Cumi Petai merupakan sebuah inovasi kuliner yang berhasil memadukan kekayaan rasa tradisional Nusantara dengan sentuhan modern yang kekinian, menghasilkan sebuah hidangan yang tidak hanya menggugah selera tetapi juga menyajikan pengalaman gastronomi yang berlapis dan bernilai kultural tinggi.

Menggunakan baby cumi segar yang dimasak dengan teknik tepat sehingga teksturnya tetap lembut dan tidak alot, dipadu dengan bumbu balado autentik yang kaya akan cabai merah, bawang, tomat, serta bumbu rempah khas Indonesia yang disangrai dengan proporsi seimbang untuk mencapai harmoni antara pedas, asam, dan manis.

Kehadiran petai sebagai unsur khas Nusantara menambah aroma khas yang kuat sekaligus menghadirkan dimensi rasa pahit-manis serta sensasi aftertaste yang khas, sementara sentuhan modern diberikan melalui penyajian estetis, penggunaan minyak berkualitas untuk menonjolkan kilau saus, serta penyesuaian tingkat kepedasan agar sesuai preferensi konsumen urban.

Dari sisi gizi, perpaduan protein laut dan sayuran polong ini menawarkan kandungan protein, vitamin, dan mineral yang relevan bagi gaya hidup aktif masa kini, sedangkan nilai budaya yang melekat pada petai memberikan narasi otentik yang kuat untuk pemasaran serta pengembangan produk makanan siap saji atau menu restoran tematik.

Balado baby cumi petai menghadirkan kombinasi gurih, asin, dan pedas yang kuat. Cumi asin memberikan rasa khas laut, sementara petai menghadirkan sensasi renyah dan aroma unik. Menu ini cocok disantap sebagai lauk utama saat makan malam keluarga atau ketika ingin menyajikan hidangan sedikit lebih istimewa.

Untuk Anda yang tertarik mencoba menu Balado Baby Cumi Petai di rumah, berikut resepnya:

Bahan-bahan:
– 200 gram baby cumi asin, cuci bersih
– 3 papan petai, kupas (±120 gram)
– 5 buah tomat hijau, potong-potong (±250 gram)
– 50 ml minyak goreng

Bumbu halus:
– 12 buah cabai rawit merah (±30 gram)
– 6 buah cabai merah keriting (±40 gram)
– 5 butir bawang merah (±35 gram)
– 3 siung bawang putih (±15 gram)
– Garam, gula, penyedap rasa secukupnya

Langkah Memasak: goreng cumi sebentar, tumis bumbu halus hingga harum, masukkan cumi, lalu tambahkan tomat dan petai. Masak hingga petai berubah warna dan bumbu meresap.

Balado Baby Cumi Petai memiliki potensi tinggi untuk menjadi signature dish karena dapat diadaptasi dalam berbagai format di antaranya sebagai lauk nasi hangat, topping roti lapis modern, hingga hidangan tapas untuk konsep fusion dining, ditambah peluang inovasi dalam pengemasan vakum atau frozen ready-to-cook yang mendukung distribusi lebih luas.

Oleh karena itu, kreasi ini bukan sekadar kombinasi bahan, melainkan representasi evolusi kuliner Nusantara yang mampu menjembatani tradisi dan tren kontemporer, serta menawarkan pengalaman rasa yang kuat, otentik, dan relevan bagi konsumen masa kini.***

Resep Oseng Teri Petai: Hidangan Harian Praktis dan Nikmat Khas Nusantara

KABARCEPU.ID – Oseng Teri Petai merupakan salah satu sajian Nusantara yang memadukan kesederhanaan bahan dengan kekayaan cita rasa, sehingga cocok dijadikan hidangan harian bagi keluarga maupun santapan praktis untuk keperluan bekal.

Kombinasi ikan teri yang gurih dan renyah dengan petai yang khas aromanya menghasilkan harmonisasi rasa asin, pahit lembut, dan sedikit manis dari bumbu kecap atau gula merah, sementara penggunaan cabai, bawang merah, bawang putih, serta tomat atau daun bawang menambah lapisan rasa segar dan pedas yang menggugah selera.

Proses memasaknya relatif singkat dan tidak membutuhkan teknik rumit, cukup menumis bahan-bahan sampai harum, memasukkan teri yang sudah digoreng atau disangrai, lalu menambahkan petai pada tahap akhir agar teksturnya tetap renyah.

Oleh sebab itu, Oseng teri petai menjadi menu rumahan sederhana yang cocok untuk hidangan sehari-hari. Teri goreng kering memberikan rasa gurih yang berpadu dengan segarnya tomat hijau dan aroma daun salam.

Untuk Anda yang ingin menyajikan petai sebagai menu harian yang praktis dan nikmat, berikut resep Oseng Teri Petai yang wajib Anda coba:

Bahan-bahan:
– 150 g teri jengki, buang kepala, goreng kering
– 1 papan petai, kupas (±40 g)
– 3 buah tomat hijau (±150 g)
– 3 butir bawang merah, iris tipis (±20 g)
– 2 lembar daun salam
– 2 ruas lengkuas, memarkan (±10 g)
– ½ sdm gula pasir (±7 g)
– 4 sdm minyak goreng (±40 ml)

Langkah Memasak: tumis bawang merah hingga harum, masukkan petai, tomat, daun salam, dan lengkuas. Tambahkan gula, lalu masukkan teri goreng. Aduk rata hingga bumbu meresap.

Secara gizi hidangan ini menawarkan asupan protein dari teri, serat dan fitonutrien dari petai, serta sejumlah mineral penting, menjadikannya pilihan praktis untuk memenuhi kebutuhan nutrisi sehari-hari, sementara fleksibilitas resep memungkinkan variasi lokal dengan menambahkan santan kental untuk versi lebih lembut, irisan jeruk nipis untuk menonjolkan rasa asam segar, atau kacang panjang dan terong sebagai pelengkap sayur.

Kepraktisan bahan yang mudah ditemukan di pasar tradisional maupun warung modern menjadikan oseng teri petai tidak hanya sebagai hidangan nostalgia yang mengingatkan pada cita rasa rumah, tetapi juga sebagai solusi masak cepat yang tetap mempertahankan karakter kuliner Nusantara yang kaya dan beragam.***

Khas Nusantara: Resep Sambal Bajak Petai, Menu Harian yang Bikin Lidah Bergoyang

KABARCEPU.ID – Sambal Bajak Petai merupakan salah satu warisan kuliner Nusantara yang memadukan kekayaan rempah, tekstur unik, dan aroma khas petai sehingga layak menjadi pilihan menu harian bagi mereka yang mencari cita rasa intens namun bernuansa tradisional.

Dengan dasar cabai yang diolah bersama bawang merah, bawang putih, gula merah, dan terasi, Sambal Bajak Petai menghadirkan keseimbangan antara pedas, manis, dan gurih yang semakin hidup, memberikan sentuhan pahit-manis dan nuansa tanah yang kuat, sekaligus memperkaya pengalaman makan melalui sensasi tekstural.

Dalam perspektif kuliner modern, Sambal Bajak Petai tidak hanya sekadar pelengkap, melainkan komponen utama yang fleksibel yaitu dapat dipadukan dengan nasi hangat, ikan goreng, ayam bakar, ataupun sebagai pengiring tahu dan tempe, sehingga memudahkan adaptasi pada pola makan sehari-hari tanpa mengorbankan nilai gizi dan kenikmatan.

Selain itu, keberadaan petai sebagai bahan utama menambah dimensi budaya dan kearifan lokal, menegaskan bahwa masakan sederhana dari bahan lokal dapat menghasilkan profil rasa kompleks yang diminati lintas generasi.

Hal ini juga membuka peluang bagi pengembangan varian yang lebih sehat, misalnya menggunakan minyak yang lebih baik, mengurangi garam, atau menambah sayuran pelengkap untuk meningkatkan kandungan serat.

Rasa pedas cabai yang dipadukan dengan gurih terasi dan segarnya tomat membuat sambal ini pas dijadikan pelengkap nasi hangat. Kehadiran petai memberi tekstur berbeda sekaligus aroma khas yang menambah selera makan. Menu ini cocok untuk disantap saat makan siang bersama lauk sederhana seperti ikan goreng atau ayam goreng.

Berikut resep Sambal Bajak Petai yang bisa menjadi pilihan sebagai sajian praktis dan nikmat untuk keluarga Anda di rumah:

Bahan-bahan:
– 20 buah cabai rawit merah (±50 g)
– 5 buah cabai merah keriting (±30 g)
– 2 papan petai, kupas (±80 g)
– 5 buah tomat merah ukuran besar, potong kecil (±400 g)
– 7 butir bawang merah (±50 g)
– 3 siung bawang putih (±15 g)
– 1 sdt terasi bakar (±5 g)
– 1 sdt kaldu jamur (±4 g)
– ½ sdt garam (±3 g)
– 1 sdt gula merah serut (±6 g)
– 1 sdt gula pasir (±4 g)
– 50 ml minyak goreng

Langkah Memasak: rebus cabai sebentar, haluskan bersama bawang dan terasi, lalu tumis hingga harum. Masukkan tomat, biarkan air keluar, tambahkan petai dan bumbu lainnya. Aduk rata hingga matang.

Dengan menjaga metode memasak tradisional namun tetap membuka ruang untuk inovasi, Sambal Bajak Petai berpotensi menjadi menu harian yang tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga memperkuat identitas kuliner Nusantara di tengah arus globalisasi gastronomi.***

3 Olahan Petai untuk Menu Sehari-hari yang Wajib Dicoba

KABARCEPU.IDPetai, dengan cita rasa khas yang kuat dan aroma yang mudah dikenali, merupakan bahan pangan yang serbaguna dan kaya akan manfaat gizi sehingga olahan petai layak menjadi salah satu elemen utama dalam perencanaan menu harian.

Untuk itu, pengolahan petai dapat disesuaikan dengan berbagai teknik kuliner mulai dari tumisan sederhana hingga sajian berkreasi yang lebih kompleks, seperti Sambal Bajak Petai, Balado Baby Cumi Petai, atau Oseng Teri Petai berbahan dasar sayuran segar yang menyeimbangkan rasa pahit, pedas, dan gurih.

Ketika disajikan sebagai lauk pendamping nasi, petai mampu memberikan tekstur renyah dan sensasi rasa yang menonjol, sementara bila dipadukan dalam masakan tersebut, petai menyumbangkan dimensi rasa baru yang memperkaya rasa serta meningkatkan kandungan protein dan serat pada hidangan.

Dari perspektif nutrisi, petai mengandung serangkaian vitamin dan mineral penting seperti vitamin C, kalium, dan serat pangan yang mendukung fungsi pencernaan dan kesehatan jantung, sehingga integrasinya ke dalam menu sehari-hari tidak hanya memuaskan selera tetapi juga memberikan nilai kesehatan.

Meskipun aromanya cukup tajam, cita rasa petai justru menghadirkan sensasi unik yang membuatnya sering dijadikan campuran dalam berbagai hidangan. Tidak hanya cocok untuk menu sehari-hari, petai juga mampu membuat nasi hangat langsung habis karena kelezatannya.

Berikut beberapa resep olahan petai yang bisa menjadi pilihan untuk sajian rumahan praktis dan nikmat:

1. Sambal Bajak Petai
Sambal bajak dengan tambahan petai bisa jadi pilihan untuk pecinta makanan pedas. Rasa pedas cabai yang dipadukan dengan gurih terasi dan segarnya tomat membuat sambal ini pas dijadikan pelengkap nasi hangat. Kehadiran petai memberi tekstur berbeda sekaligus aroma khas yang menambah selera makan. Menu ini cocok untuk disantap saat makan siang bersama lauk sederhana seperti ikan goreng atau ayam goreng.

Bahan-bahan:
– 20 buah cabai rawit merah (±50 g)
– 5 buah cabai merah keriting (±30 g)
– 2 papan petai, kupas (±80 g)
– 5 buah tomat merah ukuran besar, potong kecil (±400 g)
– 7 butir bawang merah (±50 g)
– 3 siung bawang putih (±15 g)
– 1 sdt terasi bakar (±5 g)
– 1 sdt kaldu jamur (±4 g)
– ½ sdt garam (±3 g)
– 1 sdt gula merah serut (±6 g)
– 1 sdt gula pasir (±4 g)
– 50 ml minyak goreng

Cara membuat: rebus cabai sebentar, haluskan bersama bawang dan terasi, lalu tumis hingga harum. Masukkan tomat, biarkan air keluar, tambahkan petai dan bumbu lainnya. Aduk rata hingga matang.

2. Balado Baby Cumi Petai
Balado baby cumi petai menghadirkan kombinasi gurih, asin, dan pedas yang kuat. Cumi asin memberikan rasa khas laut, sementara petai menghadirkan sensasi renyah dan aroma unik. Menu ini cocok disantap sebagai lauk utama saat makan malam keluarga atau ketika ingin menyajikan hidangan sedikit lebih istimewa.

Bahan-bahan:
– 200 g baby cumi asin, cuci bersih
– 3 papan petai, kupas (±120 g)
– 5 buah tomat hijau, potong-potong (±250 g)
– 50 ml minyak goreng

Bumbu halus:
– 12 buah cabai rawit merah (±30 g)
– 6 buah cabai merah keriting (±40 g)
– 5 butir bawang merah (±35 g)
– 3 siung bawang putih (±15 g)
– Garam, gula, penyedap rasa secukupnya

Cara membuat: goreng cumi sebentar, tumis bumbu halus hingga harum, masukkan cumi, lalu tambahkan tomat dan petai. Masak hingga petai berubah warna dan bumbu meresap.

3. Oseng Teri Petai
Oseng teri petai merupakan menu rumahan sederhana yang cocok untuk hidangan sehari-hari. Teri goreng kering memberikan rasa gurih yang berpadu dengan segarnya tomat hijau dan aroma daun salam. Hidangan ini pas dijadikan lauk sarapan maupun makan siang, karena praktis dibuat namun tetap kaya rasa.

Bahan-bahan:
– 150 g teri jengki, buang kepala, goreng kering
– 1 papan petai, kupas (±40 g)
– 3 buah tomat hijau (±150 g)
– 3 butir bawang merah, iris tipis (±20 g)
– 2 lembar daun salam
– 2 ruas lengkuas, memarkan (±10 g)
– ½ sdm gula pasir (±7 g)
– 4 sdm minyak goreng (±40 ml)

Cara membuat: tumis bawang merah hingga harum, masukkan petai, tomat, daun salam, dan lengkuas. Tambahkan gula, lalu masukkan teri goreng. Aduk rata hingga bumbu meresap.

Kunci sukses memasukkan petai ke dalam rutinitas kuliner adalah pengelolaan aromanya melalui teknik pra-persiapan yang tepat dengan kombinasi bumbu beraroma kuat seperti bawang putih, bawang merah, cabai, dan terasi, serta penyesuaian porsi agar tidak mendominasi seluruh komponen rasa.

Bagi mereka yang ingin mengeksplorasi variasi tanpa meninggalkan kebiasaan sehat, kombinasi petai dengan sumber protein rendah lemak, sayuran berdaun, dan karbohidrat kompleks dapat menghasilkan hidangan seimbang yang layak dimasukkan dalam menu harian sesuai selera dan kebutuhan gizi keluarga.***

Perangi Penyakit TBC di Blora, Dinkes Blora Sampaikan Hal Ini

KABARCEPU.ID – Pemerintah Kabupaten Blora melalui Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) mencatat hingga September 2025, sebanyak 1.144 warga Blora positif menderita penyakit Tuberkulosis (TBC), tersebar pada 16 kecamatan yang dipantau dan mendapatkan pelayanan pengobatan secara intensif di 12 Puskesmas.

Hal itu mengemuka dalam pertemuan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Rencana Aksi Daerah (RAD) Penanggulangan Tuberkulosis serta koordinasi Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis, Rabu, (24/9/2025), bertempat di Aula Bawah Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Blora.

“Penyakit TBC, Mamalia adalah satu kesatuan penyakit yang luar biasa, untuk di Kabupaten Blora sudah ada 1.144 positif tersebar 16 kecamatan di 12 Puskesmas,” terang Sekdin Dinkes Blora.

Sekretaris Dinkes Blora dr. Nur Betsia Bertawati memaparkan pertemuan ini bertujuan untuk meninjau kembali pelaksanaan Rencana Aksi Daerah (RAD) TBC yang telah dijalankan, mengevaluasi capaian, serta mengidentifikasi tantangan dan kendala di lapangan.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah koordinasi antar sektor, guna memperkuat kolaborasi dan sinergi dalam upaya percepatan eliminasi TBC di Kabupaten Blora.

“Kami sampaikan terima kasih untuk kehadirannya kepada tim percepatan penanggulangan TBC Kabupaten Blora, pentingnya komitmen bersama dari seluruh pemangku kepentingan, baik dari sektor kesehatan maupun non-kesehatan, dalam memerangi TBC yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat,” jelasnya.

Ia menyebut, program ini merupakan bagian dari program Presiden Indonesia Prabowo Subianto, yang mana harus ada penurunan 80 persen se indonesia.

Perangi Penyakit TBC di Blora Dinkes Blora Sampaikan Hal Ini 2

“Penanggulangan TBC tidak bisa dilakukan oleh sektor kesehatan saja. Diperlukan dukungan lintas sektor agar upaya kita lebih terarah dan berdampak nyata di masyarakat. Harapannya dari kemungkinan yang tertular, kita mencari bersama-sama agar tidak banyak yang tertular,” jelasnya.

Subkoordinator Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Blora, Sutik, S.Kep., Ns., MM., mengungkapkan, untuk pencegahan penanggulangan TBC dalam satu minggu dievaluasi dari provinsi, dan dari dinas kesehatan blora sendiri baru sekali di evaluasi.

“Rencana aksi daerah sudah dibuat tahun 2018, karena adanya penyakit corona kita ulangi kembali untuk penanggulangan kembali. Hingga saat ini sudah ada 1.144 kasus positif TBC yang tersebar di 16 Kecamatan di 12 Puskesmas, mereka, mendapatkan pelayanan kesehatan. Targetnya adalah 1.774,” kata Sutik.

Sehingga untuk eliminasi TBC, perlu membuat rencana aksi daerah dan membuat tim percepatan aksi daerah, karena, ini merupakan bagian program prioritas utama.

“Penderita TBC rangking kedua sedunia. Untuk menuju eliminasi, perlu adanya penyediaan alat-alat kesehatan, pengobatan, pencegahaan,” jelasnya.

Sementara itu Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Blora, Agus Puji Mulyono, S.Sos, M.Si. menyatakan program ini menjadi kewajiban kita semua untuk menanggulangi TBC, karena semakin hari, semakin bulan, semakin meningkat.

“Penanggulangannya bagaimana? Tentu membutuhkan edukasi yang seperti apa agar kedepannya kasus TBC segera menurun dan terlaksana, juga membutuhkan semangat dan kerja keras kita, paling tidak mencapai angka 30 persen di Kabupaten Blora. Karena satu orang bisa menularkan 1.000 orang,” terangnya.***

Prestasi Membanggakan Blora: Perpustakaan Lentera Raih Predikat Perpustakaan Terbaik Tingkat Nasional

KABARCEPU.IDPerpustakaan Lentera yang terletak di Desa Balong, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, telah mencatatkan pencapaian yang sangat membanggakan dengan meraih predikat Perpustakaan Terbaik Tingkat Nasional.

Prestasi ini bukan hanya merupakan pengakuan atas kualitas layanan dan pengelolaan perpustakaan yang profesional, tetapi juga menjadi bukti nyata komitmen kuat komunitas setempat, pemerintah daerah, dan para relawan dalam mendorong literasi, akses informasi, serta pengembangan sumber daya manusia di wilayah pedesaan.

Perihal tersebut disampaikan Nyomo selaku Kepala Desa Balong, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, prestasi gemilang terus diraih oleh Perpustakaan Lentera Desa Balong yang berdiri pada 2017 lalu, dan bahwa baru-baru ini, Perpustakaan Lentera mewakili Jawa Tengah untuk maju dalam kejuaraan perpustakaan terbaik tingkat nasional.

“Perpustakaan Lentera dibentuk pertama kali oleh Mbah Kasdi, pemilik lahan yang mempunyai pondok baca yang dinamakan Taman Baca (Manca) yang bertempat di tepi Jl Seso-Sayuran,” terang Nyomo, di Blora, Jumat (19/9/2025).

Nyomo, adalah sosok kepala desa yang mementingkan literasi untuk warga dan anak-anak desa. Ia mempunyai kedekatan dengan salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Blora Jayadi dan Kepala Dinas Perpustakaan Blora saat itu.

Ia meminta aspirasi dan dukungan untuk mendirikan gedung perpustakaan. Akhirnya, aspirasi didengar dan berdirilah Perpustakaan Lentera dengan luas 9×6 yang dibangun didepan kantor Pemerintah Desa Balong.

“Filosofi lentera ini diambil sebagai wujud lilin yang dapat menerangi dengan terang dan jelas masa depan bangsa. Setelah dibangun, akhirnya kami komunikasi dengan pemilik taman baca untuk mengambil buku yang dapat bermanfaat,” jelasnya.

Ia menyampaikan, setelah pembangunan perpustakaan ada support dari Dinas Perpustakaan dengan menghibahkan rak dan buku. Sebagai wujud asli perpustakaan desa, Nyomo menyampaikan keterlibatan anggaran desa untuk membiayai pengelolaan perpustakaan.

“Perbedaan kami dengan perpustakaan desa lain yakni APBDes kami ambilkan untuk pengelolaan perpustakaan. Setiap tahun kami anggarkan Rp 5 juta dari APBDes, dan honor pengelola,” ujarnya.

Pada tahun 2019, Perpustakaan Lentera ditunjuk untuk mengikuti lomba perpustakaan desa terbaik. Pada 2020, Perpustakaan Lentera mendapat akreditasi A. Mendapatkan penilaian baik karena buku yang ada mampu menjawab semua persoalan di Desa Balong. Mulai dari pertanian, perkebunan, dan sosial masyarakat.

“Setelah mendapat akreditasi, pada 2021 kami berhasil juara kembali di tingkat kabupaten. Dilanjutkan mewakili Kabupaten Blora dalam penilaian Perpustakaan Terbaik tingkat Provinsi Jawa Tengah,” ucapnya.

Pada tahun yang sama, Perpustakaan Lentera berhasil menyabet juara harapan III pada kejuaraan perpustakaan desa terbaik tingkat Jawa Tengah. Saat itu, berbagai bantuan dan dukungan untuk memperbaiki kualitas perpustakaan.

“Tahun 2022 kami berhasil menjadi juara III terbaik di Jawa Tengah dan membersamai Wonosobo serta Magelang maju dalam kompetisi Perpustakaan Terbaik Tingkat Nasional. Kami ingin perpustakaan yang menjadi kebanggaan ini dapat memberikan manfaat untuk semua masyarakat,” tuturnya.

Keberhasilan tersebut tercapai melalui penerapan praktik-praktik manajemen perpustakaan modern, program-program literasi yang inklusif bagi segala usia, inovasi dalam pengelolaan koleksi dan layanan digital, serta sinergi yang efektif antara pemangku kepentingan mencakup sekolah, LSM, dan lembaga pemerintahan, yang secara konsisten memfasilitasi kegiatan edukatif, pelatihan keterampilan, serta pembentukan jejaring pembaca.

Penghargaan nasional ini tidak hanya meningkatkan reputasi Kabupaten Blora di ranah pendidikan dan kebudayaan, tetapi juga menjadi momentum strategis yang mendukung investasi berkelanjutan pada infrastruktur literasi, serta menegaskan bahwa kualitas layanan publik yang unggul dapat lahir dari kolaborasi lokal yang kuat dan inovasi yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.***

Hidup Sebatang Kara di Gubuk Sederhana, Tarso Warga Tempellemahbang Blora Terima Bantuan

KABARCEPU.ID – Tarso, seorang warga Desa Tempellemahbang, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, yang selama ini hidup seorang diri di sebuah gubuk sederhana dengan kondisi ekonomi dan sosial yang sangat terbatas, kini menerima perhatian serta bantuan dari Pemerintah Kabupaten Blora.

Wakil Bupati Blora, Hj. Sri Setyorini, bersama Kepala Dinsos P3A, Baznas Blora, Forkopimcam Jepon, Serta Pemdes Tempellemahbang, Jumat (19/9/2025) terjun langsung guna menindaklanjuti laporan seorang warga yang hidup sebatang kara di rumah gubuk sederhana tersebut.

Langkah ini merupakan wujud nyata dari komitmen pemerintah daerah dalam menjamin kesejahteraan dan perlindungan bagi seluruh warga, terutama mereka yang rentan dan terpinggirkan, melalui pendataan terpadu dan sinergi antar dinas terkait yang memungkinkan penyaluran bantuan sosial, perbaikan tempat tinggal, dan penyediaan akses layanan dasar seperti kesehatan serta administrasi kependudukan.

“Alhamdulillah, hari ini kita bersama Dinsos P3A, Baznas, Forkopimcam Jepon dan Pemdes Tempel lemahbang menindaklanjuti laporan adanya warga yang hidup sendiri di rumah sederhana. Setelah kami cek, memang benar adanya. Kami juga sempat bertemu dengan keluarga Pak Tarso. Beliau dulunya pernah menikah dan mempunyai anak, namun kini sudah berpisah dengan istrinya,” ujar Wakil Bupati yang akrab disapa Budhe Rini.

Diketahui, Tarso sebelumnya tinggal bersama orang tuanya. Namun sejak ayahnya meninggal, ia memilih hidup sendiri dan menetap di rumah sederhana. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Tarso bekerja sebagai pemulung barang bekas (rosok).

Hidup Sebatang Kara di Gubuk Sederhana Tarso Warga Tempellemahbang Blora Terima Bantuan 2

Budhe Rini menambahkan, sesuai arahan Gubernur Jawa Tengah, Pemkab Blora bersama tim gabungan dari TNI, Polri, dan pemerintah daerah terus melakukan pendataan warga miskin ekstrem. Proses pendataan dilakukan oleh Bhabinkamtibmas dan Babinsa, kemudian hasilnya diserahkan kepada pemerintah daerah untuk ditindaklanjuti.

“Pesan saya kepada masyarakat Blora, khususnya, segera laporkan kepada kami apabila ada warga yang membutuhkan perhatian lebih dari Pemda. Dengan begitu, kita bisa bergerak cepat untuk memberikan solusi,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial P3A Blora, Luluk Kusuma Agung Ariadi, AP, menegaskan pihaknya akan melakukan pendampingan terhadap Tarso.

“Kami akan menindaklanjuti sesuai arahan Bapak Bupati. Dengan kejadian ini, kami berharap masyarakat aktif mengawasi lingkungan sekitar. Jika ada tetangga atau warga yang membutuhkan perhatian, segera lapor ke Dinsos. Untuk Pak Tarso, kami akan lakukan pendampingan, pemeriksaan psikologis, serta memasukkan datanya dalam DTKS,” jelasnya.

Sebagai bentuk kepedulian, Baznas Blora menyerahkan bantuan uang senilai Rp20 juta untuk pembangunan rumah layak huni bagi Pak Tarso. Lahan pembangunan telah disiapkan di tanah milik orang tuanya. Selain itu, Dinas Sosial P3A juga memberikan bantuan paket sembako.

Upaya tersebut tidak hanya meringankan beban hidup Tarso secara langsung, tetapi juga mengangkat harkat kemanusiaan serta memperkuat rasa kepedulian masyarakat setempat, sehingga diharapkan tercipta lingkungan yang lebih inklusif dan berkelanjutan, sementara tindak lanjut dari program ini akan melibatkan monitoring berkala dan pemberdayaan agar bantuan yang diberikan dapat mendorong kemandirian dan memperkecil risiko kembalinya kondisi rentan, sekaligus mewujudkan pemerataan kesejahteraan di seluruh wilayah Kabupaten Blora.***

Garda Terdepan Deteksi Dini, Siskamling Bakal Digiatkan di Seluruh Kabupaten Blora

KABARCEPU.ID – Dalam upaya memperkuat sistem keamanan dan ketertiban masyarakat secara berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Blora akan menggiatkan kembali pelaksanaan Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) sebagai garda terdepan dalam deteksi dini potensi gangguan kamtibmas di seluruh desa dan kelurahan.

Perihal tersebut disampaikan Bupati Blora H. Arief Rohman, dalam Apel Pengamanan (Pam) Swakarsa di halaman Kantor Bupati Blora Kamis (18/9/2025). Turut mendampingi Wakil Bupati Blora, Hj. Sri Setyorini, beserta Forkopimda Blora.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Blora Arief Rohman mendorong agar Pam Swakarsa dapat diaktifkan dan digiatkan di seluruh wilayah di Kabupaten Blora.

Menurut Bupati, keberadaan dari Pam Swakarsa baik itu Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling), Satuan Keamanan Lingkungan (Satkamling), Satuan Pengamanan (Satpam), Pranata Sosial, bukan hanya menjadi pelengkap keamanan, tetapi memiliki peran yang strategis.

“Pam Swakarsa menjadi komponen strategis yang menjadi garda terdepan dalam deteksi dini, serta bisa menginformasikan terhadap potensi-potensi gangguan keamanan yang ada di wilayahnya masing-masing, di lingkungannya masing-masing,” terang Bupati.

Bupati pada kesempatan tersebut memberikan arahan, agar seluruh Camat hingga RT/RW di seluruh Kabupaten Blora untuk proaktif dalam menggiatkan Pam Swakarsa di wilayahnya masing-masing.

Mulai dari menghidupkan kembali Pos Kamling hingga giatkan Jogo Tonggo untuk menjaga keamanan dan kondusifitas di lingkunganya.

“Kita juga mendorong para Camat, Kades dan seluruh Lurah, hingga RT RW untuk lebih proaktif dalam menghidupkan kembali Pos Kamling dan kegiatan Jogo Tonggo, kegiatan Patroli Swakarsa dan sebagainya,” ungkapnya.

Selain itu, Ia meminta agar Satkamling harus menjadi colling system, ikut meredam masyarakat agar kondusif.

“Jadi Satkamling juga harus jadi colling system di tengah-tengah masyarakat, jaga suasana tetap kondusif, hindari adanya provokasi, dan juga tolong dibantu kaitannya dengan penguatan solidaritas,” pesan Bupati.

Kebijakan Bupati untuk mengaktifkan Pam Swakarsa tersebut selaras dengan arahan dari Menteri Dalam Negeri RI untuk mengaktifkan kembali terkait dengan Pam Swakarsa, Siskamling, dan Satpam di daerah-daerah.

Bupati mengungkap bahwa keberadaan Pam Swakarsa juga menjadi representasi kehadiran negara, dan TNI Polri di tengah-tengah masyarakat. Tentunya semua pihak berharap agar kondisi Blora akan terus aman dan kondusif.

“Untuk meningkatkan pelaksanaan Pam Swakarsa harus disertai dengan semangat silaturahim dan Gotong Royong, guna mencegah timbulnya gangguan keamanan,” imbuhnya.

Lanjutnya, Pemerintah Kabupaten Blora akan terus mendukung program pembinaan Pam Swakarsa. Termasuk dengan adanya dukungan dari Kapolres Blora dan Dandim Blora, yang sudah menginisiasi, memprakarsai, dan mendorong penguatan peran pengamanan swakarsa sebagai upaya menjaga keamanan di Kabupaten Blora.

Bupati juga meminta agar kolaborasi lintas sektor harus terus diperkuat. Sinergi antara pemerintah daerah,TNI Polri, Satpam, Pranata sosial, dan unsur masyarakat lainnya harus dijaga agar adanya potensi gangguan meski sedikit apapun agar bisa cepat ditanggulangi.

Pihaknya bersyukur saat ini suasana Blora aman dan kondusif, yang mana salah satunya karena kekompakan dan guyub rukunnya semua pihak.

“Alhamdulillah suasana Blora aman dan kondusif. Itu terjadi karena kekompakan kita semua, guyub rukun kita semuanya, TNI Polri, dan juga seluruh masyarakat semua yang terlibat. Apresiasi dan terima kasih pada seluruh elemen dari Satpam, Siskamling dan Satkamling, Pranata Sosial yang selama ini sudah bersinergi dengan aparat keamanan, dengan TNI Polri, dengan Satpol PP, dan juga unsur-unsur yang lain,” ujarnya.

Keberhasilan program Siskamling ini diharapkan tidak hanya menurunkan angka kejadian kriminalitas, tetapi juga memperkuat ikatan sosial, meningkatkan rasa aman warga, dan menciptakan lingkungan yang lebih tangguh terhadap berbagai ancaman di seluruh wilayah Kabupaten Blora.

Inisiatif ini menekankan pentingnya peran aktif warga, sinergi antarinstansi, serta pemanfaatan teknologi informasi untuk meningkatkan efektivitas patroli dan pelaporan, sehingga respons terhadap indikasi kejahatan, bencana, atau konflik sosial dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.***