VIRAL! Jalan Cepu Randublatung Rusak Parah, Warga Beraksi Tanami Puluhan Pohon Pisang

Viral Jalan Cepu Randublatung Rusak Parah Warga Beraksi Tanami Puluhan Pohon Pisang
Aksi warga memanam pohon pisang di ruas jalan Cepu Randublatung yang rusak parah (dok foto by Aria Rusta/Kompas).

KABARCEPU.ID – Kondisi infrastruktur pada ruas jalan provinsi yang menghubungkan Cepu dan Randublatung di Jawa Tengah kini tengah menjadi sorotan tajam publik setelah aksi protes warga setempat menjadi viral di berbagai media sosial.

Ketidakpuasan masyarakat memuncak akibat kerusakan jalan Cepu Randublatung yang dinilai sudah sangat kronis dan terbiarkan tanpa perbaikan signifikan selama hampir satu dekade, sehingga mendorong warga untuk melakukan aksi simbolis dengan menanam puluhan pohon pisang di tengah jalan yang berlubang sebagai bentuk desakan kepada pemerintah daerah.

Fenomena ini mencerminkan adanya stagnasi dalam pemeliharaan aset transportasi strategis yang berdampak langsung pada terhambatnya konektivitas ekonomi dan meningkatnya risiko keselamatan bagi para pengguna jalan di wilayah Blora dan sekitarnya.

Melansir dari Kompas.com, ruas jalan Cepu Randublatung sepanjang 2,5 kilometer yang ditanami sekitar 30 pohon pisang itu dilakukan oleh warga karena kondisinya rusak.

Sebelum ditanami banyak pohon pisang, ruas jalan tersebut juga di timbun batu/kerikil oleh warga dengan uang hasil swadaya.

“Yang grosok (batu/krikil) ini dana swadaya masyarakat,” ucap salah seorang warga setempat, Sunoto, saat ditemui wartawan di lokasi, Minggu (31/5/2026).

KONTEN MENARIK UNTUK ANDA
Viral Jalan Cepu Randublatung Rusak Parah Warga Beraksi Tanami Puluhan Pohon Pisang
Aksi warga memanam pohon pisang di ruas jalan Cepu Randublatung yang rusak parah (dok foto by Aria Rusta/Kompas).

Sementara itu, salah seorang sopir yang sering melewati ruas jalan tersebut, Dika, menanggapi pembiaran kondisi akses yang rusak.

“Enggak cuma jelek, sudah ampun. Lubang semua,” kata dia yang seorang sopir ekspedisi pengiriman paket jurusan Surabaya-Jakarta. Baginya, ruas jalan provinsi Randublatung-Cepu merupakan akses utama yang sering dilaluinya daripada ruas jalan yang lain.

“Soalnya jalan kalau tidak di sini mau lewat mana lagi, kalau lewat utara kita lebih jauh lagi. Lewat sini jalan seperti gini ampun sebenarnya. Mulai tahun berapa kebijakan pemerintah enggak ada. Jalan sini itu sudah terkenal (rusaknya),” terang dia.

Bahkan, kendaraan dengan muatan berat juga mesti berhati-hati saat melewati ruas jalan provinsi tersebut. “Pokoknya ampun. Makanya, kalau ada muatan berat-berat begitu kadang orang-orang enggak berani lewat sini,” kata dia.

Hal senada juga disampaikan oleh Beni yang merupakan sopir kontainer jurusan Surabaya-Jakarta. Dia yang setiap seminggu sekali melewati ruas jalan tersebut juga merasa resah dengan kondisi jalan yang rusak dan berlubang itu.

“Hampir 10 tahun mungkin ya. Ya mudah-mudahan dicor saja ini, Pak. Biar bagus jalannya,” ujar dia pneuh harap.

Fenomena “menanam pohon di jalan” adalah sinyal kebuntuan komunikasi antara masyarakat dan pemangku kebijakan. Infrastruktur jalan provinsi merupakan urat nadi vital; penundaan perbaikan selama bertahun-tahun tentu berdampak domino pada penurunan produktivitas wilayah dan meningkatnya biaya operasional kendaraan.

Situasi ini menuntut transparansi dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terkait alokasi anggaran dan prioritas pembangunan, mengingat aksesibilitas jalan raya merupakan pilar utama dalam mendukung mobilitas logistik serta kesejahteraan sosial masyarakat yang seharusnya tidak terabaikan dalam kurun waktu yang sedemikian lama.***

KONTEN UNIK DARI SPONSOR UNTUK ANDA