Arsip Tag: PEPC JTB

Program Si Imut My Darling dan Wismandi Bawa PEPC Zona 12 ke Puncak ICSA 2024

KABARCEPU.ID – PT Pertamina EP Cepu (PEPC) Zona 12 kembali mencetak prestasi membanggakan, dengan meraih penghargaan Indonesia Corporate Sustainability Award 2024 (ICSA).

Penghargaan ini diraih melalui dua program unggulan, yakni Si Imut My Darling (Integrasi Ikan Maggot Unggas dan Ternak Bersama Masyarakat Sadar Lingkungan) dan Wismandi (Wirausaha Muda Mandiri Berdikari).

Kedua program tersebut dinilai berhasil menjawab tantangan sosial dan lingkungan sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasinya.

Untuk diketahui, penghargaan diterima langsung oleh Manager Communication, Relations & CID PEPC Rahmat Drajat di Bali, Kamis 21 November 2024.

Dalam kesempatan tersebut, Rahmat menyampaikan bahwa program Si Imut My Darling dan Wismandi merupakan program yang dirancang bersama pemangku kepentingan.

Dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi di sekitar wilayah operasi perusahaan, khususnya sampah dan lapangan kerja untuk kelompok pemuda.

“Sebagai industri hulu migas, kehadiran kami tidak semata untuk mendukung ketersediaan energi negeri, tapi kami juga berharap dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi pemangku kepentingan melalui program yang kami rancang untuk menyelesaikan permasalahan baik sosial maupun lingkungan,” ujar Rahmat.

Ia mengatakan perusahaan memiliki komitmen untuk mewujudkan kinerja keberlanjutan melalui program yang dilaksanakan dengan kerangka Environmental, Social and Governance (ESG).

Juga berkontribusi dalam pencapaian agenda internasional Sustainable Development Goals (SDGs) utamanya tujuan 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, tujuan 12 Konsumsi dan Produksi yang Bertanggungjawab dan tujuan 17 Kemitraan Untuk Mencapai Tujuan.

Si Imut My Darling: Mengubah Sampah Rumah Tangga Menjadi Bernilai Ekonomi

Si Imut My Darling yang meraih penghargaan bronze dalam kategori Best Practice in Circular Economy, merupakan program yang bertujuan mengurangi emisi gas rumah kaca yang berkontribusi terhadap pemanasan global dan pemberdayaan ekonomi lokal dari sampah rumah.

Program yang dilaksanakan di Desa Sendangharjo, Ngasem, Kabupaten Bojonegoro tersebut berangkat dari beberapa permasalahan. Diantaranya tingginya sampah organik yang dihasilkan dari rumah tangga dan ketiadaan bank sampah.

Sampah organik yang dihasilkan tiga pasar tradisional desa di Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro sebesar 1.800 Kg (data Desember 2023), dan produksi sampah domestik non-B3 di Lapangan JTB sebesar 23.800 Kg (data Desember 2023).

Dari permasalahan tersebut, dilaksanakan program pengelolaan sampah berbasis masyarakat sadar lingkungan, pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengelolaan Bank Sampah, dan penerapan Biokonversi BSF (Black Soldier Fly).

Program ini berawal dari Gerakan pilah sampah yang dilakukan BSM-KH (Bank Sampah Mandiri Keluarga Harapan).

Sampah organik dikembangkan menjadi budidaya maggot dengan teknologi alami lalat black soldier flay yang menghasilkan pakan ternak dan pupuk.

Dari program tersebut, menghasilkan dampak lingkungan berupa 23 ton sampah dikelola, 17,4 ton sampah organik dimanfaatkan menjadi media budidaya maggot, dan 340 Rumah tangga melakukan pemilahan sampah secara mandiri.

Program ini juga menghasilkan dampak ekonomi Rp 4,7 juta/bulan omset penjualan magot dan olahan maggot, Rp 3,5 juta/bulan penghematan operasional kendaraan pengangkut sampah dengan memanfaatkan hasil olahan sampah plastik dengan mesin pyrolysis dan Rp 47,9 pendapatan bank sampah dalam enam bulan.

Wismandi: Mendorong Kemandirian Ekonomi Melalui Usaha Ayam Petelur

Sedangkan Program Wismandi merupakan pemberdayaan ekonomi melalui budidaya ayam petelur di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro.

Pada tahun ketiga program tersebut telah berhasil menembus omzet Rp73,78 juta per bulan atau Rp 884,2 juta per tahun. Dari jumlah tersebut rata-rata dapat menjual telur sebanyak 2.500 butir lebih atau hampir 150 kilogram telur setiap harinya.

Di awal program, PEPC memfasilitasi pelatihan budidaya ayam petelur dan bibit ayam sekitar 2000 ekor.

Di tahun kedua dilakukan pengembangan program dengan pembangunan kandang baru yang menampung ayam sebanyak sekitar 1200 ekor.

Keberhasilan ini kemudian juga menginspirasi individu di luar kelompok binaan untuk melakukan usaha ayam petelur juga.

“Kami bersyukur program ini telah memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat desa di sekitar wilayah operasi untuk menciptakan kemandirian dan mendapatkan penghargaan tertinggi yakni Gold dari dewan juri dalam kategori Best Practice in Community Development,” tambah Rahmat.

Penghargaan ini menegaskan akan pentingnya peran sektor industri dalam mendukung terwujudnya tujuan pembangunan secara berkelanjutan, terutama dalam hal keseimbangan lingkungan, ekologis, dinamika sosial, dan ekonomi.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban penghargaan ini, PEPC Zona 12 akan terus bekerja sama dengan pemangku kepentingan dan seluruh pihak untuk memperkuat agenda program yang berkelanjutan.***

Mitigasi Risiko Operasi, Pertamina EP Cepu JTB Gelar Simulasi Kebocoran Gas

KABARCEPU.ID –  PT Pertamina EP Cepu (PEPC) menggelar simulasi kebocoran gas di Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) Bojonegoro, pada Kamis 29 Agustus 2024 dalam rangka meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko operasional.

Simulasi kebocoran gas yang digelar Pertamina EP Cepu ini mencakup skenario pengendalian situasi darurat seperti mustering, rescue, dan evakuasi medis.

Seluruh komponen tim lintas fungsi yang ada di Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru terlibat secara aktif melakukan respon cepat menanggulangi peristiwa ini.

Kegiatan emergency drill ini selain dilakukan oleh pekerja PEPC JTB juga turut melibatkan stakeholder yang ada di sekitar wilayah operasi.

Emergency drill dilaksanakan secara lancar dan sukses di lokasi Gas Processing Facility (GPF) dan Well Pad East di Desa Bandungrejo, Ngasem, Bojonegoro.

Manager Communication Relations & CID PEPC Rahmat Drajat menjelaskan, perusahaan berusaha terus meningkatkan respon tim yang tangguh dalam mengantisipasi setiap kondisi darurat yang terjadi di lapangan.

Dimana kegiatan emergency drill ini wujud dari upaya mitigasi risiko sebagai standar operasi excellent yang ada dilingkungan hulu migas.

Pertamina EP Cepu JTB Gelar Simulasi Kebocoran Gas

Selain untuk melatih kesiapan anggota Site Emergency Response Team (SERT) pelatihan ini juga bertujuan melatih bagaimana alur komunikasi dalam situasi emergency ini dapat dilakukan secara berjenjang. Dengan demikian manajemen bisa memberikan arahan yang tepat dalam mengurangi berbagai risiko.

Ditambahkan, kegiatan ini dilakukan secara terjadwal sebagai bagian dari aspek keselamatan di lingkungan hulu migas. Pelatihan seperti ini, seluruh tim akan semakin paham peran dan tugasnya dalam menghadapi kondisi darurat.

“Kami bisa mengetahui alur komunikasi maupun peran dan tugas masing-masing tim dalam merespon situasi yang darurat,” kata dia.

Pihaknya sengaja melibatkan stakeholder eksternal seperti pihak desa, fasilitas kesehatan di sekitar dan petugas keamanan agar bisa terbangun pemahaman maupun kesiapsiagaan dalam merespon kondisi tertentu.

Sementara itu, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Paratazkia yang turut mengkoordinir tim Taruna Siaga Bencana (Tagana) mengungkapkan, penanganan situasi kondisi kebencanaan perlu penanganan secara komprehensif dengan melibatkan berbagai komponen sesuai konsep pentahelix.

Konsep tersebut telah diimplementasikan melalui pelibatan pemerintah Desa Bandungrejo, puskesmas, Koramil dan Polsek daerah sekitar operasi.

“Masyarakat dilibatkan dalam drill ini seperti Tagana yang berasal dari penduduk desa, NGO, media dan akademisi akademisi yang diperankan oleh Mahasiswa sebagai Relawan Siaga Bencana Stikes Maboro juga terlibat. Jadi ini sangat lengkap dan bagus,” terangnya.

Pertamina EP Cepu JTB Gelar Simulasi

Manager HSSE Operations PEPC Zona 12 Benny Rahadian mengatakan, pihaknya menggelar program major emergency drill ini dengan tujuan untuk mengkalibrasi seluruh komponen emergency response team yang ada dalam menghadapi kondisi darurat.

Menurutnya, secara berjenjang apa saja yang harus dilakukan bisa disimulasikan disini agar kesiapsiagaan tim bisa terjaga.

“Kami berusaha untuk menjaga kesiapan dan kesiagaan dalam merespon situasi darurat apapun dengan cepat dan tepat. Untuk itu latihan seperti ini penting untuk dilakukan. Sekaligus dengan latihan ini bisa mengetahui hambatan dan masalah apa saja yang perlu di improve dalam menangani situasi emergency,” jelasnya.

Diharapkan, emergency drill ini mampu meningkatkan kewaspadaan dan kesiapan tim PEPC JTB serta memberikan  pengalaman melakukan respon situasi tertentu kepada pihak eksternal secara tepat.

Dengan terlatihnya personil dan respon mitigasi yang baik, maka diharapkan operasi hulu migas dari Lapangan Gas JTB dapat berjalan secara sukses dan lancar.***

PEPC Tebar Kebahagian, Buka Besama dan Berbagi Bingkisa kepada Warga Desa Sekitar Lapangan

KABARCEPU.ID – Momentum bulan Ramadan yang akrab disebut sebagai bulan penuh berkah ini menjadi saat yang istimewa bagi masyarakat di Indonesia, tidak terkecuali bagi PT Pertamina EP Cepu (PEPC) Zona 12 operator lapangan gas Jambaran Tiung – Biru (JTB).

Bersama pemerintahan desa sekitar wilayah operasi, PEPC JTB menggelar kegiatan safari Ramadhan dengan berbuka bersama warga serta membagikan bingkisan Ramadan kepada anak yatim dan kaum dhuafa.

Ramadhan tahun ini, PEPC Zona 12 secara bergantian melakukan safari ke lima desa terdekat, yaitu Desa Kaliombo dan Desa Pelem, yang berada di Kecamatan Purwosari, Desa Dolokgede yang ada di Kecamatan Tambakrejo, serta Desa Bandungrejo dan Desa Ngasem yang berada di Kecamatan Ngasem.

Dari masing-masing desa ini PEPC berbagi santunan dan bingkisan kepada anak-anak yatim dan para kaum dhuafa.

Head Of Comm. Relations & CID PEPC Zona 12 Weanny Hikmat menyampaikan kegiatan ini untuk menjaga silaturahmi dengan desa tetangga sekitar agar dalam momentum Ramadan ini dapat saling sapa dan saling berbagi.

Untuk itu pihaknya bersama pemerintahan desa mengundang para warga ke dalam kegiatan buka bersama ini.

Demikian dikatakan pada acara Safari Ramadan 1445 H di Desa Ngasem, Bojonegoro, Jawa Timur, Senin 25 Maret 2024.

“Kami harap dengan hikmah Ramadan ini dapat semakin mempererat hubungan kita dengan warga masyarakat sekitar. Terima kasih dukungan dan doa yang diberikan kepada kami selama ini, sehingga JTB dapat menjalankan operasinya dengan aman dan lancar,” katanya.

Kepala Desa Kaliombo, Rochmat Edi Susanto, dalam kesempatan ini menyampaikan ucapan terima kasih karena program dari PEPC kepada warganya selama ini dapat dirasakan manfaatnya secara nyata.

Selain itu juga dirinya mewakili warga akan terus mendukung operasi JTB agar dapat berjalan lancar dan aman.

“Kami sangat berterima kasih, karena PEPC selama ini telah memberi program yang bermanfaat kepada desa kami dan termasuk program di Ramadan ini dimana telah ikut berbagi dengan warga kami, ungkapnya.

Senada dengan Edi, Kepala Desa Dolokgede, Nunuk Sri Rahayu juga menyampaikan ucapan terima kasih atas kegiatan Safari Ramadan di Desa Dolokgede.

“Kami bangga dan senang dapat terlibat dalam kegiatan ini. PEPC telah banyak memberikan program ke Desa Dolokgede dan juga bantuan langsung kepada masyarakat. Kami mendoakan sukses selalu bagi PEPC yang menjadi pejuang di bidang energi migas,” ucapnya.

Ucapan terima kasih juga disampaikan oleh para kepala desa lainnya yang juga bersama PEPC saat menggelar kegiatan serupa.

Sejak 20 Maret selama lima hari secara bergilir PEPC melakukan silaturahmi ke desa-desa untuk saling berbagi kepada masyarakat sekitar.

Setiap sore itu dalam kehangatan dan kebersamaan PEPC menyerahkan santunan Ramadhan berupa paket sembako dan bersama warga masyarakat sekitar mendengarkan tausyiah yang disampaikan secara ringan dengan tema-tema kesalehan yang sangat penting untuk diteladani.

Acara berlanjut dengan buka bersama ketika bunyi bedug memecah keheningan langit desa.

Sembari menikmati hidangan hasil tangan warga desa yang bercita rasa istimewa, para pekerja PEPC bersama wargapun berbincang satu sama lain menambah keakraban dan kebersamaan.

Diharapkan dengan berkah Ramadan ini harmoni semakin terjaga diantara warga dengan Perusahan, sehingga dari Lapangan Gas JTB ini kelancaran produksi untuk mendukung ketahanan energi nasional Indonesia dapat terpenuhi. **

Sinergi PEPC dan Media: Menyajikan Informasi Industri Hulu Migas yang Utuh dan Akurat

KABARCEPU.ID – Industri hulu migas di Indonesia memiliki peran penting dalam menggerakkan roda perekonomian nasional.

Kontribusinya tak hanya melalui produksi migas, tetapi juga melalui program pengembangan masyarakat, penerimaan negara bukan pajak (PNBP), dan pajak.

Dalam menjalankan kegiatannya, industri hulu migas tak lepas dari peran media. Media berperan penting dalam menyampaikan informasi kepada publik secara utuh dan akurat.

PT Pertamina EP Cepu (PEPC) memandang media sebagai pilar penting dalam membangun sinergi demi kemajuan bersama.

Hal ini disampaikan General Manager PEPC Zona 12 Mefredi, yang mewakili Zona 11, pada acara silaturahmi dan buka puasa bersama media di Bojonegoro, Jawa Timur, Rabu 27 Maret 2024.

Mefredi mengatakan, sinergi antara PEPC dan media sangat penting untuk memberikan informasi yang utuh dan akurat kepada publik tentang industri hulu migas.

“Media juga memiliki peran edukasi sehingga pemahaman publik terkait industri hulu migas dapat tersampaikan dengan baik,” kata Mefredi.

Mewakili media, Sasmito Anggoro, Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Bojonegoro, mengapresiasi kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama ini.

Menurutnya, kegiatan ini memudahkan para jurnalis untuk mendapatkan informasi langsung dari sumbernya.

“Sehingga, masyarakat dapat memperoleh berita dan fakta yang tepat,” ujar Sasmito.

Erwin Andrianto, perwakilan SKK Migas Jabanusa, turut memberikan apresiasi atas kekompakan antara media dan pelaku industri hulu migas.

Menurutnya, hal ini menunjukkan sinergi positif yang telah terjalin dan terpelihara dengan baik.

“SKK Migas terus berupaya menjaga kemitraan dengan media. Kegiatan ini telah menjadi program kerja tahunan kami,” kata Erwin.

Kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama ini dihadiri oleh berbagai media di Bojonegoro, seperti AJI, PWI, AMSI, SMSI, dan JMSI.

Diharapkan, sinergi antara PEPC, SKK Migas, dan media akan semakin erat sehingga kebutuhan publik dalam memperoleh informasi yang utuh dan akurat dapat terpenuhi. ***

Operator Lapangan Gas JTB Pastikan Kontraktor Patuhi Aspek Keselamatan Kerja

KABARCEPU.ID – Operator Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) Pertamina PT Pertamina EP Cepu (PEPC) Zona 12, terus memperkuat aspek keselamatan kerja di lingkungan perusahaan untuk memastikan keandalan operasi. Terlebih, setelah dimulainya fase operasi.

Upaya ini merupakan bentuk komitmen dan konsistensi Operator Lapangan Gas JTB untuk mewujudkan kinerja keberlanjutan mengingat aspek keselamatan kerja merupakan salah satu indikator Environmental, Social & Governance (ESG).

Untuk itu, PEPC Zona 12 menggelar HSSE Contractor Forum & Join MWT yang diikuti para Pimpinan Tertinggi kontraktor yang berada di lingkungan lapangan gas berkategori risiko menengah tinggi dan dilaksanakan di fasilitas produksi Lapangan Gas JTB, Desa Bandungrejo, Ngasem, Bojonegoro, Jawa Timur, belum lama ini.

Kegiatan HSSE Contractor Forum & Joint MWT ini juga menjadi wadah pembinaan yang dilakukan PEPC kepada para kontraktornya agar terus memperkuat komitmennya dalam aspek HSSE.

Sebanyak 36 perusahaan dari tingkat lokal maupun nasional mengikuti forum ini. Mereka semua telah berkontrak dengan PEPC untuk melaksanakan bidang kerja masing-masing di Lapangan Gas JTB.

Seluruh perusahaan juga mematuhi pakta integritas terkait keselamatan yang terus dikedepankan oleh manajemen PEPC maupun industri hulu migas.

Dalam kesempatan ini, Direktur Utama PEPC Muhamad Arifin mengapresiasi para peserta yang menunjukan komitmennya untuk bersama-sama terus menjaga kerja selamat di lingkungan PEPC.

Pada saat tanya jawab interaktif antara manajemen PEPC dan perwakilan perusahaan vendor, Arifin berpesan supaya seluruh perusahaan kontraktor agar dapat memberikan kenyamanan kepada seluruh pekerjanya dalam menunjang keselamatan kerja.

“Terima kasih selama ini aspek HSSE telah berjalan dengan baik. Saya mohon kita semua di sini dapat terus menjaganya serta meningkatkan kesadaran terhadap aspek ini. Semua capaian ini terwujud berkat kesadaran seluruh tim yang terlibat,” ujarnya.

General Manager PEPC Zona 12 Mefredi menjelaskan jumlah kontraktor pada saat fase operasi bertambah signifikan dibandingkan dengan fase project, sehingga pengawasan terkait keselamatan kerja semakin meningkat.

Dia menambahkan fase operasi ini setiap pihak perlu saling peduli dan mengingatkan untuk sama-sama menjaga performance HSSE Excellence. Mefredi juga mengapresiasi feedback dari vendor selama melaksanakan MWT.

“Semua yang kita temukan selama MWT harus disampaikan secara terbuka untuk perbaikan. Itulah subtansi dari MWT, komunikasi dua arah dalam menyempurnakan HSSE di fase operasi ini,” ujarnya.

Komisaris Utama PT Daya Patra Muhammad Fauzan yang hadir dan mengikuti seluruh rangkaian HSSE Contractor Forum & Joint MWT menilai kegiatan yang berupakan best practice dalam perusahaan migas ini sangatlah bagus.

Selain untuk meningkatkan kesadaran keselamatan dalam bekerja, melalui forum ini dapat mempererat kebersamaan antar mitra bisnis.

“Kegiatan seperti ini penting dan sangat berharga bagi perusahaan yang bermitra dengan PEPC JTB, karena dengan demikian dapat meningkatkan komitmen perusahaan mitra PEPC dalam melaksanakan tugas keseharian mendukung operasi migas dengan aman,” katanya.

Hal senada juga disampaikan perwakilan manajemen PT Elco Prima Prabu Erna Listyawati yang mengaku puas dapat mengikuti forum ini.

Sebagai perusahaan lokal dari Bojonegoro yang tengah melaksanakan kegiatan di lingkungan PEPC Zona 12, kontraktor semakin paham bagaimana standar sebuah keselamatan diterapkan dalam setiap tahap operasinya.

Dengan mengikuti rangkaian kegiatan ini manajemen menjadi paham situasi lapangan yang dihadapi tim nya selama melaksanakan pekerjaan setiap hari, sehingga manajemen lebih memiliki kepedulian untuk meningkatkan aspek safety.

“Dengan MWT sangat membantu manajemen mengetahui berbagai detail lapangan. Di Pertamina ini penerapan HSSE sudah bagus, semoga kegiatan ini semakin dapat meningkatkan komitmen kami,” ungkapnya.

Hingga kini, Lapangan Gas JTB telah berhasil mencapai lebih dari 66 juta jam kerja aman.

Dengan excellent performance ini manajemen berpesan kepada semua pihak agar tidak lengah dan tetap terus mengedepankan safety dalam bekerja.

Sejak awal tahun ini Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) yang dioperatori oleh PEPC Zona 12 secara resmi telah masuk dalam fase operasi penuh.

Sebagai tambahan informasi gas dari Lapangan JTB saat ini sudah mengalir melalui pipa transmisi Cirebon-Semarang (Cisem) tahap I dan mendukung kebutuhan gas untuk Kawasan Indonesia Terpadu (KIT) Batang, Jawa Tengah. ***

Melihat Antusiasme Siswa SMA Negeri 1 Bojonegoro Ikuti Edukasi Migas

KABARCEPU.ID – Ratusan siswa SMA Negeri 1 Bojonegoro antusias mengikuti kegiatan edukasi migas yang diadakan oleh PT Pertamina EP Cepu (PEPC) Zona 12, Regional Indonesia Timur, Subholding Upstream Pertamina, pada Kamis 22 Februari 2024.

Para peserta terlihat serius mengikuti pemaparan materi yang disampaikan oleh narasumber yang berasal dari pekerja PEPC Zona 12.

Salah satu peserta kegiatan Kenal Migas, Muhammad Alfarezel, 18 tahun, dari kelas XII Mipa, mengaku baru pertama kali mengikuti kegiatan edukasi terkait industri hulu minyak dan gas bumi.

Menurutnya, kegiatan ini sangat bermanfaat karena menambah wawasan dan membangun jejaring dengan pemateri. Kemasan acara yang diselingi permainan juga menyegarkan suasana.

“Kegiatan ini selain menambah wawasan, juga memperluas relasi, dan memberikan pandangan baru untuk setelah lulus nanti. Ternyata bidang pekerjaan dalam industri migas cukup beragam,” ungkap siswa yang pernah menjadi Ketua OSIS tersebut.

Dalam sambutannya, Deputy Manager Field PEPC Zona 12 Juristiawan Fitriansyah menyemangati para peserta untuk terus mempertahankan dan meningkatkan prestasinya demi meraih cita-cita, terutama bagi kelas XII yang tengah mempersiapkan jenjang selanjutnya usai lulus SMA.

Disampaikan pula bahwa saat ini PEPC Zona 12 telah memasuki fase operasi penuh. “Semoga adik-adik semakin bertambah pengetahuannya tentang industri hulu migas, dan bermanfaat untuk menambah referensinya,” kata Juristiawan.

Kegiatan edukasi kenal migas ini diinisiasi oleh komunitas 4 twelve PEPC Zona 12 berkolaborasi dengan beberapa fungsi internal lain. Kegiatan ini juga merupakan bagian dari Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Pada kesempatan ini, panitia menggandeng Satuan Lalu Lintas dari Polres Bojonegoro untuk memberikan materi tentang safety riding kepada para peserta. Petugas dari Satlantas menyampaikan berbagai pengetahuan baru terkait peraturan lalu lintas dan cara berkendara yang aman.

Apresiasi dari SMA Negeri 1 Bojonegoro

Kepala SMA Negeri 1 Bojonegoro Samarmin menyampaikan apresiasinya kepada panitia yang telah memberikan edukasi terkait minyak dan gas bumi kepada siswa-siswinya.

Terlebih, Bojonegoro merupakan salah satu penghasil migas terbesar di Indonesia. Menurutnya, penting bagi para siswa sebagai generasi calon pemimpin masa depan untuk memahami dan mengetahui dengan benar potensi yang ada di wilayahnya.

Hal ini agar mereka dapat mengelola potensi tersebut dengan benar ketika menjadi pemimpin.

“Terima kasih sudah hadir di sekolah ini memberikan pengetahuan yang baik kepada para siswa. Semoga dapat bermanfaat bagi anak-anak didik kami,” ungkap Samarmin.

Tentang Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB)

Sejak awal tahun ini, Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) yang dioperatori oleh PEPC Zona 12 secara resmi telah memasuki fase operasi penuh.

Banyak pekerja yang menjadi operator di Lapangan Gas JTB ini berasal dari putra putri terbaik Bojonegoro yang terpilih untuk mengikuti Program Apprentice.

Sebanyak 108 lulusan SLTA dari Bojonegoro lolos seleksi dalam Program Apprentice dan kini telah mengoperasikan fasilitas produksi di JTB.

Sebagai informasi tambahan, gas dari Lapangan JTB saat ini sudah mengalir melalui pipa transmisi Cirebon-Semarang (Cisem) tahap I dan memenuhi kebutuhan gas untuk Kawasan Indonesia Terpadu (KIT) Batang, Jawa Tengah.***

PEPC JTB Gelar Tasyakuran dan Santunan Anak Yatim di Sekitar Wilayah Kerja

KABARCEPU.ID – Tahun ini Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) yang dioperatori oleh PT Pertamina EP Cepu (PEPC) Zona 12, Regional Indonesia Timur, Subholding Upstream Pertamina telah berhasil memasuki fase operasi.

Dalam momentum yang baik, sekaligus menyambut tahun baru 2024, PEPC JTB mengadakan tasyakuran doa bersama dan santunan anak yatim dari 4 desa di sekitar wilayah operasi.

Kegiatan tasyakuran dan santunan anak yatim ini untuk menyongsong semangat baru memasuki fase operasi ini dilangsungkan di lingkungan perkantoran PEPC JTB, Desa Bandungrejo, Ngasem, Bojonegoro, Jawa Timur, Selasa 6 Februari 2024.

Hadir dalam tasyakuran ini antara lain Komisaris Utama PEPC Taufan Hunneman, perwakilan PT Pertamina Hulu Energi (PHE) sebagai Subholding Upstream, serta perwakilan manajemen Regional Indonesia Timur dan Zona 12.

Sementara, dari dalam jaringan (daring) Direktur Utama PEPC Muhammad Arifin hadir dan mengikuti hingga acara usai bersama General Manager PEPC Zona 12 Mefredi.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama PEPC Muhammad Arifin menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung kesuksesan Lapangan Gas JTB memasuki fase operasi.

Menurutnya, keberhasilan ini berkat dukungan semua pihak terutama pemerintah dan warga masyarakat sekitar.

“Semoga dengan kegiatan ini kita semua dapat keberkahan, diberi kesuksesan dan kemudahan dalam memperjuangkan masa depan yang lebih gemilang,” jelasnya.

Sementara Komisaris Utama PEPC Taufan Hunneman memberikan semangat kepada para pekerja yang berada di lingkungan PEPC JTB dalam menghadapi tantangan ke depan.

Disampaikan bahwa waktu telah membuktikan, di mana semangat para perwira PEPC inilah perusahaan mampu mengemban amanat negara dalam merampungkan Proyek Strategis Nasional (PSN) JTB dari mulai fase proyek hingga produksi.

Dirinya bangga atas kegigihan para pekerja serta mengapresiasi dukungan seluruh pihak hingga JTB dapat masuk ke fase operasi.

“Pada hari ini kita semua mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat-Nya-lah JTB berhasil masuk ke dalam fase operasi,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Sekretaris Desa Pelem Irnani Hayati yang hadir bersama perwakilan desa sekitar menyambut positif kegiatan PEPC memberikan perhatian kepada warga masyarakat sekitar.

Menurut Irnani, selama ini PEPC sudah banyak memberikan program yang bermanfaat bagi warga masyarakat sekitar sehingga sinergi dengan warga selalu terjaga.

Dirinya mengaku cukup bangga di daerahnya memiliki tetangga seperti PEPC JTB.

“Saya mewakili pemerintah Desa Pelem menyampaikan terima kasih atas perhatian yang diberikan selama ini. Semoga ke depan PEPC dapat semakin maju,” ungkapnya.

Baik Taufan maupun Arifin keduanya berpesan kepada seluruh pekerja untuk senantiasa dapat meningkatkan kesadaran dalam aspek keselamatan kerja atau HSSE.

Diharapkan dengan adanya kegiatan seperti ini dapat memupuk semangat para pekerja yang ada di PEPC JTB untuk meraih hasil terbaik pada tahun 2024 ini.

Selain itu juga, komunikasi, silaturahmi antara perusahaan dengan warga sekitar dapat terus terjaga baik.

Sehingga situasi yang kondusif bisa tercipta untuk berkontribusi nyata dalam kegiatan operasi dan produksi migas dari Lapangan Gas JTB demi ketahanan energi nasional.

Berkomitmen Terhadap Keselamatan Kerja, PEPC JTB Diganjar Penghargaan Oleh Kementerian ESDM

KABARCEPU.ID – PT Pertamina EP (PEPC) Zona 12, Regional Indonesia Timur, Subholding Upstream Pertamina telah menunjukkan komitmennya terhadap keselamatan kerja dalam kegiatan usaha hulu migas.

Hal tersebut membuahkan hasil dengan suksesnya PEPC Zona 12 meraih penghargaan Patra Nirbhaya Karya Utama Adinugraha l dari Kementerian Energi & Sumber Daya Mineral (ESDM).

Penghargaan Patra Nirbhaya Karya Utama Adinugraha I merupakan apresiasi dari Kementerian ESDM terhadap Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) dalam menjalankan keselamatan kerja di lingkungannya.

Penghargaan ini diserahkan oleh Sekjen Kemeneg BUMN Susyanto dan Direktur Teknik dan Lingkungan Migas Mirza Mahendra, dan diterima oleh General Manager Gas Project JTB Ruby Mulyawan di Bandung, Jawa Barat pada Jumat (04/11).

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Tutuka Ariadji mengatakan, penghargaan ini merupakan apresiasi dan dukungan pemerintah dalam atas prestasi keselamatan kerja yang dicapai oleh industri. Pemerintah mengharapkan penghargaan ini akan menjadi pemacu dan semangat bagi industri migas.

“Penghargaan Keselamatan Migas ini merupakan apresiasi kepada industri hulu migas yang berhasil menjamin keselamatan kerja,” ungkapnya.

General Manager Gas Project JTB Ruby Mulyawan dalam Town Hall Meeting PEPC Zona 12 secara khusus menyampaikan kabar pencapaian ini kepada seluruh pekerja di Zona 12.

Ruby memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja secara baik dan benar dengan konsisten sehingga PEPC Zona 12 mampu menorehkan jam kerja selamat lebih dari 60 juta jam yang diapresiasi oleh Kementerian ESDM.

Selain itu, dirinya juga menyampaikan terima kasih kepada jajaran HSSE Zona 12 atas best effort yang dilakukan atas tercapainya prestasi ini.

Sementara itu, Manager HSSE PEPC Zona 12 Benny Rahadian menyampaikan rasa syukurnya atas keberhasilan ini. Menurut Benny, pencapaian ini berkat kerja sama serta koordinasi dari seluruh Perwira dan Pertiwi PEPC Zona 12.

“Kami sampaikan terima kasih kepada seluruh pihak dan tim yang bekerja keras sehingga dapat memperoleh penghargaan ini. Ini adalah penghargaan seluruh insan PEPC Zona 12,” urainya. Selain itu, Benny juga meminta semua pihak untuk saling mengingatkan dalam menjaga aspek HSSE di lingkungan kerja. “Mari kita semua tetap istiqomah dalam melaksanakan pekerjaan secara aman,” imbuhnya.

Diharapkan, dengan pencapaian ini, seluruh insan di PEPC Zona 12 tetap senantiasa meningkatkan kewaspadaan serta bekerja secara baik sesuai dengan aturan dan prosedur keamanan yang berlaku.

Menurut catatan, selama tiga tahun berturut-turut PEPC Zona 12 berhasil meraih penghargaan sejenis dari Kementerian ESDM.

Sebelumnya, penghargaan Patra Nirbhaya Karya Madya di peroleh PEPC pada 2020. Kemudian tahun berikutnya PEPC juga berhasil meraih Patra Nirbhaya Karya Utama. Dan tahun ini, PEPC kembali meraih penghargaan yang lebih tinggi yakni Patra Nirbhaya Karya Utama Adinugraha I dari Kementerian ESDM.***