Arsip Tag: Kawasan Cepu Raya

Cepu Raya, Selagi Masih Bisa Bermimpi

Oleh: Djati Sucipto

Mimpi ini masih terus berlanjut. Entah kapan terbangun, entah kapan pula bisa terwujud. Kawasan Cepu Raya merupakan sebuah kawasan yang sangat menggiurkan.

Dibahas setiap hari, diperdebatkan di warung kopi, dan didiskusikan kaum intelek di ruang mewah.

Diimpikan setiap waktu. Jika terwujud, Cepu Raya akan memiliki peran penting dalam sejarah, ekonomi, serta budaya di Bumi Arya Penangsang ini.

Sebagai salah satu sentra kegiatan industri perminyakan di Indonesia, Cepu terkenal karena keberadaan ladang minyak yang telah beroperasi sejak zaman kolonial.

Keberadaan industri ini menjadikan Cepu memiliki peran strategis dalam penyediaan energi nasional, yang tentunya berdampak pada perkembangan ekonomi lokal.

Cepu Raya yang meliputi Ngawi, Bojonegoro, Tuban, dan Blora ini semakin memantapkan diri sebagai kawasan yang diperhitungkan.

Benarkah hal ini akan segera terwujud? Ataukah mimpi ini masih akan terus berlanjut?

Sebagian tergelitik, beberapa terusik, sebagian lagi terobsesi, ada lagi yang berambisi, namun tak sedikit yang mulai gelisah karena belum beranjak dari mimpi. Dan tentu saja, belum siap mental.

Konon katanya Cepu memiliki potensi wisata yang kaya. Wilayah ini menawarkan perpaduan antara warisan sejarah, seperti bangunan peninggalan Belanda, keindahan alam, termasuk kawasan hutan jati dan sungai Bengawan Solo.

Inilah sebabnya Cepu menjadi tujuan menarik bagi mereka yang ingin mengenal sejarah dan keindahan alam.

Mimpi harus terhenti. Cepu Raya dengan segala potensinya, memerlukan perhatian khusus dari berbagai pihak, baik pemerintah, masyarakat, maupun industri, untuk menjadikannya kawasan yang lebih maju tanpa melupakan kesejahteraan masyarakat.

Masyarakat Cepu memiliki harapan besar agar daerah mereka semakin maju dan berkembang, baik dari segi ekonomi, pendidikan, maupun infrastruktur.

Salah satu harapan utama adalah peningkatan kesejahteraan melalui pembangunan industri dan perputaran roda perekonomian yang kian pesat.

Tepatkah kebijakan mewujudkan Kawasan Cepu Raya? Sebagai kawasan yang menjadi pusat industri minyak, masyarakat berharap agar manfaat industri ini lebih merata.

Berharap terbukanya lebih banyak peluang kerja bagi penduduk lokal serta peningkatan keterampilan melalui pelatihan.

Cepu Raya itu harapan. Masyarakat berharap pembangunan yang lebih baik. Infrastruktur yang memadai akan mempermudah mobilitas dan membuka peluang bagi berkembangnya sektor pariwisata dan UMKM yang potensinya cukup besar.

Harapan lain juga mencakup peningkatan daya saing UMKM sebagai salah satu pilar penting ekonomi lokal.

Mereka berharap ada dukungan yang lebih besar dari pemerintah, sektor swasta, dan industri untuk mengembangkan UMKM, baik dari segi akses modal, pelatihan keterampilan, maupun pemasaran produk.

Dengan adanya dukungan ini, UMKM di Cepu dan sekitarnya bisa lebih kompetitif dan mampu menghadapi tantangan pasar, baik di tingkat lokal, nasional, maupun global.
Salah satu hal yang sangat diharapkan adalah peningkatan akses teknologi dan digitalisasi bagi UMKM.

Harapan besar masyarakat Cepu juga didorong oleh keberadaan sarana transportasi yang semakin lengkap.

Setelah memiliki Bandara Ngloram, Terminal Bus, Stasiun Kereta Api, sebagai transportasi publik, keberadaan jasa travel dan biro perjalanan juga memainkan peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat.

Disamping itu, ojek online telah menjadi bagian penting transportasi. Masyarakat semakin dimudahkan dengan layanan transportasi yang bisa diakses melalui aplikasi, baik untuk bepergian dalam kota maupun pengantaran barang.

Ojek online juga mendukung sektor UMKM, terutama dalam hal distribusi produk.

Cepu juga tengah berkembang sebagai pusat kuliner yang semakin inovatif. Masyarakat Cepu mulai mengembangkan aneka kuliner lokal dengan sentuhan kreatif, baik dari segi rasa, tampilan, maupun penyajian.

Sepertinya inovasi kuliner ini tiada henti. Nasi pecel, soto, srabi, lontong tahu, dan sate ayam merupakan legenda kuliner yang tak tergerus zaman.

Pelaku usaha kuliner di Cepu semakin kreatif dalam mengolah dan memodifikasi makanan tradisional agar lebih sesuai dengan selera modern, tanpa menghilangkan cita rasa aslinya.

Tren kuliner kekinian seperti kopi kekinian, jus aneka buah, minuman boba, dan dessert modern juga mulai merambah Cepu, terutama di kalangan anak muda.

Kafe dan gerai makanan ringan mulai menjamur, menawarkan suasana nyaman dan instagrammable yang menarik banyak pengunjung.

Inovasi ini menjadi bukti bahwa industri kuliner di Cepu mampu mengikuti perkembangan tren nasional, yang pada akhirnya meningkatkan daya tarik wilayah ini sebagai destinasi kuliner. Benarkah ini salah satu selling point Cepu Raya?

Pelaku UMKM di bidang kuliner juga semakin memanfaatkan teknologi digital untuk memasarkan produk mereka.

Melalui platform media sosial dan aplikasi pemesanan makanan online, masyarakat lokal dapat menjual produk kuliner khas Cepu ke pasar yang lebih luas.

Semakin inovatifnya kuliner di Cepu, masyarakat berharap sektor ini tidak hanya menjadi daya tarik lokal tetapi juga bisa dikenal di tingkat nasional.

Kuliner yang kreatif dan modern, dengan tetap mempertahankan ciri khas lokal, bisa menjadi salah satu daya tarik utama untuk mewujudkan Kawasan Cepu Raya.

Taman Seribu Lampu, Lapangan Serbaguna Tuk Buntung, Lapangan Ronggolawe, serta Lapangan Serbaguna Sorogo tersedia untuk menjadi ajang eksibisi, berkreativitas, serta unjuk kebolehan dalam berinovasi.

Semoga ini menjadi penunjang agar Cepu Raya segera terwujud!

Terminal Cepu, Geliat Ekonomi Baru Menuju Kawasan Cepu Raya

KABARCEPU.ID – Setelah Bandara Ngloram, satu lagi ikon baru muncul di Cepu, yaitu Terminal Cepu.

Diharapkan ini akan menjadi geliat ekonomi baru di wilayah yang akan menjadi Kawasan Cepu Raya.

Seperti diketahui, kawasan Cepu Raya sudah digadang-gadang banyak pihak kelak akan menjadi wilayah baru perekonomian.

Kawasan Cepu Raya adalah kawasan perekonomian bergengsi yang akan mendongkrak perekonomian berskala nasional.

Bupati Blora Arief Rohman ketika mengadakan peninjauan mengatakan bahwa Terminal Cepu nantinya bisa dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan positif masyarakat. Sehingga selain ekonomi bergeliat, diharap Cepu bisa semakin ramai.

“Terminal Cepu akan jadi terminal yang indah, kami juga mohon kedepan bisa kita manfaatkan selain untuk UMKM, nanti hari Minggu biar ada car free day dan sebagainya. Biar Cepu ini ekonominya semakin menggeliat dan ramai,” jelasnya.

Arif Rohman menambahkan, Cepu lebih ramai dari Blora. “Cepu menjadi pusat ekonomi, ada bandara, ada stasiun kereta api dan ada terminal. Cepu ini kota migas, ada banyak sekolah dan pusat pelatihan migas disini,” terangnya.

Bupati mengaku terkesan dengan hasil pembangunan Terminal Cepu oleh Kementerian Perhubungan. Dia menilai ini menjadi terminal terbaik di wilayah perbatasan Jateng-Jatim.

“Semoga semakin banyak armada bus antar kota antar provinsi yang membuka jalur dan singgah kesini. Apalagi ini sangat strategis di persimpangan Kawasan Cepu Raya,” katanya.

Tak sekadar jadi infrastruktur transportasi tempat naik turun penumpang, tetapi diharapkan juga berkontribusi secara ekonomi dengan memberikan ruang bagi pelaku UMKM.

Menurutnya revitalisasi tersebut selain bisa meningkatkan pelayanan transportasi, juga bisa berfungsi untuk menumbuhkan ekonomi masyarakat setempat.

“Terminal ini bukan hanya berfungsi untuk naik turun penumpang saja tapi ada kegunaan-kegunaan disitu. Ada fungsi-fungsi ekonomi yang tumbuh, ada UMKM, ada kegiatan masyarakat ada ruang pertemuan yang mungkin bisa 200-250 orang yang bisa ditampung. Silakan masyarakat Cepu memanfaatkan,” jelasnya.

Nantinya tidak hanya sekedar berfungsi sebagai tempat untuk naik-turun penumpang saja. Terminal Cepu diharapkan bisa memiliki fungsi-fungsi lainnya. Seperti menggeliatkan ekonomi di Cepu, dengan turut memberikan ruang bagi UMKM, serta kegiatan-kegiatan sosial masyarakat.

Dia berharap Terminal Cepu tersebut selain bisa meningkatkan pelayanan transportasi, juga bisa berfungsi untuk menumbuhkan ekonomi masyarakat.

Bahkan, dia juga ingin agar nantinya pemerintah daerah bisa mendorong UMKM untuk meramaikan terminal, misalnya dengan menjadikan pusat kuliner.

Belakangan terlihat data pergerakan bis dan masyarakat cukup tinggi di Cepu. Ini menandakan bahwa pertumbuhan ekonomi di Cepu sangat bagus.

Perputaran ekonomi semakin meningkat seiring bertumbuhnya usaha. Geliat ekonomi inilah yang akan mempercepat terwujudnya kawasan Cepu Raya.***

Bukan Loco Tua! Reaktivasi Jalur Kereta Api Cepu Blora, Bakal Menggunakan Trem Listrik Modern

KABARCEPU.ID – Jalur kereta api Cepu Blora yang melintasi hutan jati nan eksotis dan lebat memiliki sejarah yang panjang dan kaya.

Dibangun pada era kolonial Belanda pada tahun 1901, jalur kereta api Cepu Blora menjadi tulang punggung transportasi antara dua kota penting di kabupaten tersebut.

Kereta api Cepu-Blora berperan penting dalam mendukung industri perkebunan, perminyakan, dan aktivitas ekonomi lainnya di wilayah ini selama puluhan tahun.

Namun, seiring dengan perkembangan zaman serta berbagai faktor, jalur ini perlahan-lahan ditinggalkan atau dinonaktifkan tepatnya pada tahun 1984.

Selama bertahun-tahun, rel kereta api ini terbengkalai dan hanya dimanfaatkan sesekali untuk keperluan tertentu seperti wisata loco tour milik Perhutani Cepu.

Kini, setelah sekian lama terbengkalai, jalur kereta api Cepu-Blora kembali mendapat perhatian.

Pemerintah Kabupaten Blora, bersama dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI), berencana untuk mereaktivasi jalur bersejarah ini.

Rencana ini tidak hanya bertujuan untuk menghidupkan kembali konektivitas antara dua kota tersebut, tetapi juga untuk menghadirkan solusi transportasi yang lebih modern, efisien, dan ramah lingkungan.

Salah satu moda utama dalam rencana reaktivasi jalur kereta api Cepu-Blora ini adalah penggunaan teknologi trem listrik berbasis energi baru dan terbarukan.

Perihal ini diungkap oleh Teguh Yuwono, salah satu Tim TLC (Trem Listrik Cepu) yang juga sebagai Dosen di Sekolah Tinggi Teknologi Ronggolawe atau STTR Cepu.

Teguh menuturkan bahwa reaktivasi jalur kereta api bersejarah ini merupakan rencana nasional bagian dari program pemerintah di tahun 2030.

Reaktivasi jalur kereta api Cepu-Blora ini sudah masuk dalam Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (RIPNAS) Tahun 2018, sehingga juga dimasukkan dalam RJPMD Kabupaten Blora Tahun 2021-2026.

Studi kelayakan terkait reaktivasi jalur kereta api Cepu-Blora ini, lanjut Teguh, juga telah dilakukan oleh tim ahli gabungan dari STTR Cepu dan alumni Departemen Teknik Elektro dan Departemen Mesin Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada.

“Kita membutuhkan moda transportasi massal terpadu, merata, energi efisien, berkeadilan dan ramah lingkungan di Kabupaten Blora. Maka reaktivasi ini sangat dibutuhkan,” kata Teguh, Minggu, 23 Juni 2024.

Teguh menambahkan, reaktivasi rel kereta api ini sebagai bentuk tersedianya konektivitas infrastruktur transportasi di wilayah Kabupaten Blora.

Berbeda dengan lokomotif diesel atau uap yang digunakan di masa lalu, trem listrik modern akan menjadi andalan dalam mengoperasikan jalur kereta api Cepu-Blora di masa depan.

Trem listrik menggunakan energi listrik sebagai sumber dayanya, sehingga lebih efisien dalam penggunaan bahan bakar dan menghasilkan emisi yang lebih rendah dibandingkan dengan lokomotif berbahan bakar fosil.

Dengan menggunakan listrik sebagai sumber daya, trem listrik tidak menghasilkan emisi gas buang yang berbahaya bagi lingkungan.

Hal ini berkontribusi pada upaya pengurangan polusi udara dan emisi karbon di wilayah Cepu-Blora.

Rencana reaktivasi jalur kereta api Cepu-Blora dengan trem listrik modern ini merupakan langkah penting dalam mewujudkan sistem transportasi yang lebih modern, efisien, dan ramah lingkungan di Kabupaten Blora.

Kerja sama antara Pemerintah Daerah dan PT PLN sebagai pendukung infrastruktur tenaga listrik dalam merealisasikan proyek ini menjadi kunci utama dalam mewujudkan mimpi ini.

Kehadiran jalur kereta api Cepu-Blora yang teraktivasi akan mendorong pertumbuhan ekonomi di sekitar koridor, membuka peluang bagi pengembangan industri, pariwisata, dan aktivitas ekonomi lainnya.

Dengan adanya komitmen yang kuat dari pemerintah dan dukungan dari masyarakat, diharapkan reaktivasi jalur kereta api Cepu-Blora dapat segera terwujud.

Tidak hanya sebagai solusi transportasi, tetapi juga sebagai katalisator bagi pembangunan ekonomi dan peningkatan destinasi wisata di wilayah tersebut.

Jalur kereta api Cepu-Blora yang teraktivasi dengan trem listrik modern akan menjadi simbol kebangkitan dan kemajuan ekonomi bagi wilayah Kabupaten Blora.**

Melewati Hutan Belantara Nan Eksotis! Jalur Kereta Api Cepu Blora Ini Bakal Diaktifkan Kembali di Tahun ‘Ini’

KABARCEPU.ID – Jalur kereta api Cepu Blora direncanakan akan direaktivasi kembali sebagai bagian dari pengembangan potensi ekonomi dan pariwisata daerah.

Jalur kereta api Cepu Blora yang melewati hutan lebat nan eksotis ini berhenti beroperasi atau dinonaktifkan pada tahun 1984 karena berbagai faktor.

Namun, kabar gembira bagi para pecinta kereta api dan wisata alam, jalur bersejarah ini akan segera diaktifkan kembali oleh Pemkab Blora di tahun mendatang.

Perjalanan kereta api lintas Cepu-Blora di Jawa Tengah telah lama menjadi ikon dan kenangan tersendiri bagi banyak orang.

Pemerintah Kabupaten Blora Provinsi Jawa Tengah, bersama dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI), telah merancang dan mempersiapkan rencana reaktivasi jalur kereta api Cepu-Blora.

Proyek ini bertujuan untuk menghidupkan kembali konektivitas transportasi antara dua kota di kabupaten tersebut, sekaligus membuka potensi pariwisata dan ekonomi daerah di Kawasan Cepu Raya.

Reaktivasi jalur kereta api Cepu-Blora ini disampaikan oleh Teguh Yuwono selaku Tim Trem Listrik Cepu (Tim TLC).

“Reaktivasi rel kereta api dari Cepu menuju Blora ini tidak lama lagi segera terealisasi,” ungkap Teguh pada Minggu, 23 Juni 2024.

“Ini rencana nasional, program pemerintah tahun 2030,” imbuh Teguh yang juga sebagai Dosen di Sekolah Tinggi Teknologi Ronggolawe ini.

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa studi kelayakan terkait reaktivasi jalur kereta api bersejarah ini sudah dilakukan oleh para tim ahli.

“Studi kelayakan telah dilakukan tim ahli gabungan Sekolah Tinggi Teknologi Ronggolawe Cepu dan alumni Departemen Teknik Elektro dan Departemen Mesin Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada,” tandas Teguh.

Menurut rencana, proses reaktivasi akan dilakukan dalam beberapa tahap dengan dilakukan perbaikan dan pemeliharaan infrastruktur rel kereta api yang telah lama tidak digunakan.

Perbaikan ini mencakup penggantian bantalan rel, penguatan jembatan, serta perbaikan sistem persinyalan dan telekomunikasi.

Selain itu, proses revitalisasi juga akan dilakukan pada stasiun-stasiun di sepanjang jalur dari Cepu menuju Blora, agar dapat kembali berfungsi dengan baik.

Salah satu daya tarik utama jalur kereta api Cepu-Blora adalah pemandangan alam yang sangat indah dan menakjubkan.

Perjalanan melintasi hutan lebat diantara pepohonan jati nan hijau akan memanjakan mata dan jiwa para penumpang.

Selama perjalanan, kereta akan melewati beberapa wilayah yang dikenal dengan kekayaan alam dan keanekaragaman hayati di tengah hutan jati yang tersebar luas.

Selain keindahan alam, jalur kereta api ini juga menyimpan banyak cerita sejarah yang sangat menarik.

Beberapa stasiun-stasiun tua yang masih berdiri kokoh menjadi saksi bisu perjalanan transportasi paling populer dan favorit di masa lalu ini.

Menjelajahi jalur ini layaknya menembus lorong waktu, menyatukan nostalgia masa lalu dengan pesona alam masa kini.

Dengan diaktifkannya kembali jalur kereta api Cepu-Blora, diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian dan konektivitas di wilayah Kabupaten Blora.

Akses transportasi yang lebih baik akan memfasilitasi pergerakan orang dan barang, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi di kedua kota ini.

Reaktivasi jalur kereta api yang direncanakan di tahun 2030 ini juga berpotensi menjadi daya tarik wisata yang dapat meningkatkan jumlah pengunjung ke Cepu, Blora, dan sekitarnya.

Keindahan alam, stasiun bersejarah, serta pengalaman perjalanan kereta menjadi modal utama untuk mengembangkan pariwisata di wilayah ini.

Berbagai upaya promosi dan pengembangan paket wisata terintegrasi, juga akan dilakukan Pemkab Blora untuk menarik minat wisatawan.

Kolaborasi antara pemerintah daerah, pengelola kereta api, masyarakat serta pelaku industri pariwisata maupun investor menjadi kunci sukses dalam memanfaatkan potensi ini.***

Wujudkan Kawasan Cepu Raya, Jalur Kereta Api Cepu-Blora Akan Diaktifkan Kembali

KABARCEPU.ID – Kawasan Cepu Raya yang digadang-gadang banyak pihak, tidak lama lagi bakal terwujud.

Untuk mewujudkan kawasan ekonomi bergengsi tersebut, segala fasilitas penunjang di Kawasan Cepu Raya segera dipersiapkan.

Salah satu fasilitas penunjang di Kawasan Cepu Raya yang akan segera dipersiapkan adalah diaktifkannya kembali jalur kereta api dari Blora menuju Cepu.

“Saat ini sudah tahap studi kelayakan terkait reaktivasi jalur rel kereta api Cepu-Blora,” ungkap Teguh Yuwono, salah satu Tim TLC (Trem Listrik Cepu).

Menurut Teguh, reaktivasi rel kereta api dari Cepu menuju Blora ini tidak lama lagi segera terealisasi.

“Ini rencana nasional, program pemerintah Tahun 2030,” ujar dosen Sekolah Tinggi Teknologi Ronggolawe (STTR) Cepu ini.

Dia menambahkan, untuk tahap awal akan diaktifkannya jalur dari Blora ke Cepu.

“Sehingga penumpang dari Blora menuju Bandara Ngloram bisa turun di Stasiun Kapuan, selanjutnya menggunakan jasa ojol menuju Bandara Ngloram,” ujar Teguh.

“Reaktivasi berikutnya rencana jalur Purwodadi-Blora serta Rembang-Blora segera menyusul,” imbuhnya.

Studi kelayakan reaktivasi jalur kereta api Blora-Cepu dengan moda trem listrik berbasis energi baru dan terbarukan telah dilakukan tim ahli gabungan Sekolah Tinggi Teknologi Ronggolawe (STTR) Cepu dan alumni Departemen Teknik Elektro dan Departemen Mesin Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM).

Reaktivasi rel kereta api ini sebagai bentuk tersedianya konektivitas infrastruktur transportasi di wilayah Blora

“Kita membutuhkan moda transportasi massal terpadu, merata, energi efisien, berkeadilan dan ramah lingkungan di Kabupaten Blora. Maka reaktivasi ini sangat dibutuhkan,” katanya.

Reaktivasi jalur kereta api Cepu-Blora ini sudah masuk dalam Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (RIPNAS) Tahun 2018, sehingga juga dimasukkan dalam RJPMD Kabupaten Blora Tahun 2021-2026.

Selain itu, jalur Cepu-Blora adalah tulang punggung konektivitas transportasi Kabupaten Blora, dengan potensi perluasan jangkauan pelayanan hingga Bandara Ngloram dan Blora-Purwodadi serta Blora-Rembang.

Infrastruktur tenaga listrik untuk trem selain akan mengambil daya dari jaringan PT PLN, juga direncanakan untuk membangun sumber tenaga listrik EBT.

Dengan pola ini, akan dimungkinkan kemitraan antara segenap pemangku kepentingan yang terkait, yaitu PT KAI, Perum Perhutani,  BUMD Kabupaten Blora, dan investor.***

Jembatan Kare Atau Jembatan Terusan Bojonegoro-Tuban, Tempat Ngabuburit Asyik yang jadi Simbol Konektivitas dan Perekonomian

KABARCEPU.ID – Jembatan Kare Atau Jembatan Terusan Bojonegoro-Tuban (TBT) atau Jembatan Kare (Kanor-Rengel) atau merupakan sebuah infrastruktur penting yang menghubungkan dua kabupaten, Tuban dan Bojonegoro.

Jembatan ini bukan hanya menjadi simbol konektivitas, tetapi juga berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.

Memperkuat Konektivitas dan Aksesibilitas

Desain Jembatan Kare yang kokoh dan modern memfasilitasi pergerakan orang dan kendaraan dengan lebih mudah dan efisien.

Hal ini memperpendek waktu tempuh antara Tuban dan Bojonegoro, serta meningkatkan aksesibilitas ke berbagai wilayah di sekitarnya.

Konektivitas yang lebih baik ini mendorong mobilitas masyarakat, membuka peluang baru untuk perdagangan dan investasi, serta meningkatkan akses terhadap layanan publik seperti pendidikan dan kesehatan.

Meningkatkan Perekonomian Lokal dan Antar Wilayah

Jembatan Kare menjadi jalur vital bagi distribusi barang dan jasa.

Kemudahan akses ini membantu para pengusaha lokal untuk memasarkan produk mereka ke pasar yang lebih luas, membuka peluang usaha baru, dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

Selain itu, jembatan ini juga membuka akses ke sumber daya alam dan area potensial untuk pengembangan industri, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi di kedua kabupaten.

Menawarkan Keindahan Alam dan Ruang Sosial

Keindahan alam sekitar Jembatan Kare, terutama saat matahari terbenam, memberikan pemandangan yang memukau bagi para pengguna jembatan.

Hal ini menjadikannya sebagai tempat wisata baru yang menarik dan ruang publik yang nyaman bagi masyarakat untuk bersantai dan menikmati waktu bersama.

Sangat cocok untuk menikmati waktu ngabuburit, menunggu waktu berbuka puasa. ***

Cepu Raya Mart Dukung Pengembangan Ekonomi Lokal

KABARCEPU.ID – Cepu Raya Mart merupakan pusat perbelanjaan modern yang menyediakan berbagai kebutuhan rumah tangga, kosmetik, fashion, hingga pojok kopi.

Pembukaan Cepu Raya Mart disambut antusias oleh masyarakat Cepu. Banyak masyarakat yang datang untuk mengunjungi pusat perbelanjaan di bawah naungan koperasi pegawai Migas Cepu ini.

Pengelola Cepu Raya Mart, Ariraya Sulistya Sedayu, menyampaikan bahwa akan banyak inovasi untuk menarik pelanggan. Salah satunya adalah dengan menggelar event setiap minggu.

“Selain sebagai sarana promosi, juga untuk memberi hiburan kepada masyarakat,” katanya.

Sebagai bentuk komitmen dukungan kepada pengembangan UMKM, pihaknya menyediakan tempat khusus untuk produk-produk UMKM.

“Tempat ini, nantinya gratis atau tidak dipungut biaya khusus UMKM lokal,” ungkapnya.

Bupati Blora Arief Rohman meresmikan Cepu Raya Mart pada hari Minggu, 14 Januari 2024, pukul 15.00 WIB.

Dalam sambutannya, Bupati Arief Rohman menyampaikan harapannya agar Cepu Raya Mart dapat menjadi pendukung perkembangan ekonomi wilayah sekitar.

Menurutnya, Cepu Raya Mart harus terus berinovasi dan menggandeng UMKM lokal.

Selain itu, Cepu Raya Mart juga diharapkan dapat menggelar berbagai _event_ yang dapat menarik minat pengunjung.

“Saya berharap Cepu Raya Mart dapat menjadi pendukung perkembangan ekonomi di Kabupaten Blora. Intinya terus ada inovasi, menggandeng UMKM, ada event. Semoga mampu bermanfaat, mampu membangkitkan ekonomi di Cepu ini,” kata Bupati Arief Rohman.

Kesempatan itu, sebagai awal dibukanya pusat perbelanjaan tersebut, ditandai dengan pemotongan pita dan pemotongan tumpeng oleh Bupati Blora Arief Rohman, kemudian potongan tumpeng diserahkan kepada Pengelola Cepu Raya Mart, Ariraya Sulistya Sedayu. ***

Langkah Awal Digitalisasi Museum Migas di Kawasan Cepu Raya

KABARCEPU.ID – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membuka babak baru dalam sejarah migas di Indonesia. Yakni dengan memunculkan gagasan mendigitalisasi Museum Migas di Kawasan Cepu Raya.

Langkah inovatif ini terungkap dalam rapat yang dipimpin oleh Dirjen Migas Kementerian ESDM, Tutuka Ariadji, di ruang Rektorat Politeknik Energi dan Mineral (PEM) Akamigas Cepu pada Jumat, 10 November 2023, dalam rangka mematangkan konsep Cepu Raya.

Rapat dalam rangka mematangkan konsep Cepu Raya ini dihadiri oleh berbagai pihak strategis, termasuk Pemerintah Kabupaten Blora dan Bojonegoro, PPSDM Migas, Pertamina, Perhutani, serta aktor-aktor kunci lainnya.

Kesempatan itu, muncul kesepakatan branding Kawasan Cepu Raya adalah Sumur Tua dan konsep pariwisata turut menjadi tonggak penting dalam rapat ini. Salah satu poin utama yang mencuri perhatian adalah gagasan digitalisasi Museum Migas di Cepu.

Menurut Dirjen Migas Tutuka Ariadji, museum tersebut nantinya akan menjadi penjelajahan visual yang menggambarkan perjalanan industri migas dari masa lalu, masa kini, hingga masa depan.

“Kita bisa memanfaatkan gedung yang ada di lingkungan PPSDM Migas Cepu untuk merealisasikan Museum Migas Digital ini. Konsepnya perlu segera dimatangkan,” ungkapnya.

Bupati Blora, Arief Rohman, memberikan dukungan penuh terhadap gagasan ini. “Perlu segera direalisasi dan dibentuk kepala proyek pendirian museum,” tandasnya dengan antusias.

Proses digitalisasi museum melibatkan transformasi benda-benda fisik menjadi format digital.
Layar-layar besar dalam ruangan gedung museum akan memungkinkan pengunjung untuk mengakses koleksi secara interaktif.

Teknologi mutakhir seperti Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR) akan digunakan untuk memberikan pengalaman yang lebih mendalam.

Dalam konteks branding Cepu Raya terkaSumur Tua, Bupati Blora juga meminta bantuan untuk penataan sumur tua. Ia menginginkan keterlibatan paguyuban penambang dan koneksi dengan Geo Heritage Bojonegoro untuk menjadikan Sumur Tua lebih menarik.

Sementara itu, terkait konsep Cepu Raya, Bupati Blora menyatakan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Blora. Ia mengharapkan agar penataan kawasan ini dapat dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan lintas kementerian dan BUMN.

Bupati juga menyampaikan bahwa sudah banyak investor yang tertarik berbisnis di Kawasan Cepu Raya, sehingga penataan fasilitas seperti terminal, Stasiun KA, dan sarana prasarana lainnya harus dimatangkan.

Dengan langkah-langkah inovatif ini, Kawasan Cepu Raya semakin kokoh sebagai pusat sejarah migas yang tidak hanya merekam masa lalu, tetapi juga memandang ke masa depan dengan terobosan digital yang menarik.***