Arsip Tag: Gempa

Bojonegoro Diguncang Gempa Tektonik M3,3, Getaran Dirasakan Hingga Tuban

KABARCEPU.ID – Bojonegoro diguncang gempa bumi tektonik berkekuatan M3,3 pada Senin, 22 April 2024 pukul 16.05.16 WIB.

Menurut data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa di Bojonegoro dan sekitarnya ini terjadi akibat aktivitas sesar lokal dengan kedalaman 9 km.

Episenter gempa terletak di darat, 7 km barat laut Bojonegoro.

Guncangan gempa dirasakan di Bojonegoro dengan skala III MMI (Getaran III MMI dirasakan seperti terdapat truk melintas) dan Tuban dengan skala II-III MMI.

Hingga saat ini, belum ada laporan kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut.

BMKG menghimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Masyarakat juga diimbau untuk menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa.

Imbas Gempa 6,0 Magnitudo di Timur Laut Tuban, Sejumlah Bangunan di Gresik dan Tuban Rusak Berat

KABARCEPU.ID – Gempa berkekuatan 6,0 magnitudo yang tejadi di Timur Laut Tuban pada Jumat, 22 Maret 2024 sekira pukul 11.22 WIB berdampak pada rusaknya sejumlah bangunan di wilayah Gresik dan Tuban.

Berdasarkan analisis Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa berlokasi pada koordinat 5,79° Lintang Selatan, 112,32° Bujur Timur, atau tepatnya pada jarak 126 Km arah Timur Laut Tuban, Jawa Timur pada kedalaman 10 km.

Kepala Bidang Mitigasi Gempa dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan, gempa susulan berkekuatan 3,2 magnitudo dan 5,3 magnitudo terjadi sebanyak 8 kali hingga pukul 13.10 WIB.

Pada pukul 15.52 WIB, gempa berkekuatan 6,5 magnitudo kembali mengguncang Timur Laut Tuban, Jawa Timur.

Episenter gempa terletak pada koordinat 5,76° Lintang Selatan, 112,33° Bujur Timur, atau pada jarak 130 Km arah Timur Laut Tuban, Jawa Timur pada kedalaman 10 Km.

Gempa ini berdampak dan dirasakan di daerah Tuban dengan skala intensitas IV-V MMI, Bawean dengan skala intensitas III-IV MMI, daerah Jepara, Lamongan, Bojonegoro, Surabaya, Kudus, Blora, Pekalongan, Nganjuk, Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Sidoarjo, Madiun, Pasuruan, Malang, Semarang, dan Yogyakarta dengan skala intensitas II-III MMI.

Daryomo mengungkapkan, hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa berkekuatan 6,5 magnitudo tersebut tidak berpotensi tsunami.

“Masyarakat diimbau tetap tenang, tetap beraktivitas seperti biasa gempa ini tidak berpotensi tsunami. Tetap beraktivitas seperti biasa di pantai dan laut,” ucap Daryomo.

Di wilayah Gresik, Jawa Timur, Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) mencatat sebanyak 5 Kepala Keluarga terdampak imbas gempa tersebut.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan di Kabupaten Gresik, 1 orang mengalami luka ringan imbas gempa tersebut.

“Di Kabupaten Gresik satu orang luka ringan, atas nama Ibu Hasi’ah P (71),” kata Abdul Muhari, seperti dikutip CNN Indonesia.

Abdul Muhari juga melaporkan, masih di wilayah Kabupaten Gresik, akibat gempa tersebut dua unit rumah rusak sedang, empat unit rumah rusak ringan, satu unit SMA 1 Sangkapura rusak ringan, dan satu unit SD Muhammadiyah rusak ringan.

Di Pulau Bawean, Desa Gunungteguh, Kecamatan Sangkapura, Kabupaten Gresik, Masjid Jami’ Al Muhajirin terlihat rusak berat akibat gempa tersebut.

Sementara itu, di Kecamatan Soko, Tuban, Jawa Timur, dua bangunan dilaporkan mengalami kerusakan akibat gempa yang terjadi pada pukul 11.22 WIB tersebut.

Mengutip dari Tubankab, Kalaksa BPBD Tuban Sudarmaji mengatakan, gempa dengan skala 6,0 magnitudo tersebut telah merusak satu rumah warga di Desa Glagahsari, Kecamatan Soko, dan Balai Desa Dagangan, Kecamatan Parengan yang tidak lagi terpakai.

“Yang rumah itu bagian dapur ambruk dan yang balai desa itu memang sudah tidak digunakan,” ujar Sudarmaji.

Imbas Gempa 6,0 Magnitudo di Timur Laut Tuban
Balai Desa Dagangan, Kecamatan Parengan, Tuban.

Darmaji menegaskan, tim BPBD terus menyisir kecamatan-kecamatan untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan akibat gempa yang dirasakan hampir di seluruh wilayah Jawa Timur ini.

Sudarmaji mengonfirmasi, total telah terjadi 17 kali gempa susulan dengan intensitas kekuatan gempa yang terus melemah.

Pihaknya terus melakukan koordinasi dengan BMKG Tuban dan BMKG Pasuruan terkait monitoring gempa susulan tersebut.

Ia juga mengimbau agar masyarakat tidak panik dan terus memantau informasi resmi dari BMKG Tuban dan DBPB Kabupaten Tuban.

“Jangan percaya berita hoax yang kemungkinan besar akan timbul nantinya,” pungkas Sudarmaji.***

Gempa Magnitudo 6,5 Kembali Guncang Laut Tuban Jawa Timur, Terasa Hingga Jakarta

KABARCEPU.ID – Gempa berkekuatan magnitudo 6,5 kembali mengguncang laut Tuban Jawa Timur pada Jumat 22 Maret 2024 pukul 15.52.58 WIB.

Hasil analisis Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo 6,5.

Episenter gempabumi terletak pada koordinat 5,76° LS ; 112,33° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 130 Km arah Timur Laut Tuban, Jawa Timur pada kedalaman 10 Km.

Kepala Bidang Mitigasi Gempa dan Tsunami BMKG Daryono menyebutkan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar aktif di laut Jawa.

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa memiliki mekanisme pergerakan geser (strike-slip),” terangnya.

Gempa ini berdampak dan dirasakan di daerah Tuban dengan skala intensitas IV-V MMI, Bawean dengan skala intensitas III-IV MMI, daerah Jepara, Lamongan, Bojonegoro, Surabaya, Kudus, Blora, Pekalongan, Nganjuk, Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Sidoarjo, Madiun, Pasuruan, Malang, Semarang, dan Yogyakarta dengan skala intensitas II-III MMI.

“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa tidak berpotensi tsunami,” katanya.

Sebelumnya, gempa Magnitudo 6 dengan pemutakhiran M5,9 mengguncang wilayah Tuban Jawa Timur, Jumat (22/3/2024), pukul 11.22.45 WIB.

BMKG menyebutkan, gempa berlokasi pada koordinat 5,79° LS ; 112,32° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 126 Km arah TimurLaut Tuban, Jawa Timur pada kedalaman 10 km.

Daryono mengatakan, hingga pukul 13.10 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 8 kali aktivitas gempa susulan dengan magnitudo terbesar M5,3 dan terkecil M3,2.

Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

BMKG menghimbau agar masyarakat menghindari dari bangunan yang retak atau rusak yang diakibatkan oleh gempa.

Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun  tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah.

“Masyarakat diimbau tetap tenang, tetap beraktivitas seperti biasa gempa ini tidak berpotensi tsunami. Tetap beraktivitas seperti biasa di pantai dan laut,” pungkasnya.***

Gempabumi Tektonik M6,0 di Laut Jawa Tidak Berpotensi Tsunami

KABARCEPU.ID – Hari ini Jumat 22 Maret 2024 pukul 11.22.45 WIB wilayah laut Jawa tepatnya Pantai Barat Gresik, Jawa Timur diguncang gempabumi tektonik.

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M6,0.

Episenter gempabumi terletak pada koordinat 5,79° LS; 112,32° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 126 Km arah Timur Laut Tuban, Jawa Timur pada kedalaman 10 km.

Jenis dan Mekanisme Gempabumi:
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar aktif di laut Jawa.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan geser (strike-slip).

Dampak Gempabumi:
Gempabumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Tuban dengan skala intensitas IV-V MMI (Getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk), Bawean dengan skala intensitas III-IV MMI (Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah).

Daerah Jepara, Lamongan, Bojonegoro, Surabaya, Kudus, Blora, Pekalongan, Nganjuk, Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Sidoarjo, Madiun, Pasuruan, Malang, Semarang, dan Yogyakarta dengan skala intensitas II-III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu).

Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami.

Gempabumi Susulan:
Hingga pukul 11.50 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya satu aktivitas gempabumi susulan (aftershock) dengan M4,4.

Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun  tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah.

Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id), telegram channel (https://t.me/InaTEWS_BMKG) atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg atau infobmkg.***

Kembali Terjadi! Gempa Bumi Tektonik M4,3 Dirasakan di Bantul

KABARCEPU.ID – Gempa bumi kembali terjadi, mengguncang wilayah wilayah Bantul, DIY dan sekitarnya, Jumat 14 Juli malam, pukul 20.30 WIB.

Hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter dengan magnitudo M4,3.

Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 8.60° LS; 110.10° BT tepatnya di laut pada jarak 82 km arah baratdaya Bantul, DIY dengan kedalaman 25 Km.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas pada zona subduksi.

Guncangan gempabumi ini dirasakan di daerah Wonosari, Imogiri, Pacitan II MMI (Getaran dirasakan sedikit orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).

Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut.

Hingga hari Jumat 14 Juli 2023 pukul 20.43 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan belum ada aktivitas gempabumi susulan (aftershock).

“Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” ujar Kepala Stageof Sleman Setyoajie Prayoedhie.

Selai itu, di mengimbau agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

“Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah,” tambahnya.***

Dua Gempa Susulan Guncang Wilayah Bantul Yogyakarta, BMKG Imbau WASPADA

KABARCEPU.ID – Dua gempa susulan masing-masing bermagnitudo 3,5 dan 3,4 mengguncang wilayah Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pasca wilayah tersebut diguncang gempa berkekuatan 6,4 Magnitudo pada Jumat 30 Juni 2023 malam pukul 19.57 WIB.

Melansir dari , adapun gempa susulan masing-masing bermagnitudo 3,5 dan 3,4 itu ditulis oleh akun Twitter BMKG.

Gempa susulan pertama terjadi sekira pukul 20.19 WIB. Enam menit berselang, pukul 20.25 WIB, gempa susulan kedua mengguncang mengguncang wilayah Bantul, Yogyakarta.

BMKG menjelaskan, gempa susulan pertama berpusat di laut berjarak 55 kilometer barat daya Bantul dengan kedalaman 37 kilometer.

Episenternya berada di koordinat 8.36 Lintang Selatan (LS) dan 110,16 Bujur Timur (BT).

Sementara gempa susulan kedua juga berpusat di laut sekitar 79 kilometer barat daya Bantul dengan kedalaman 43 kilometer dengan episenternya di koordinat 8,55 LS dan 110,05 BT.

Sementara itu, gempa berkekuatan 6,4 Magnitudo yang terlebih dulu mengguncang Bantul berpusat di laut berjarak 86 kilometer barat daya Bantul dengan kedalaman 25 kilometer.

Sedangkan, episenter gempa berada pada koordinat 8,63 Lintang Selatan dan 110,08 Bujur Timur.

BMKG menyebutkan gempa itu tidak berpotensi tsunami, namun warga diminta waspada akan gempa susulan yang mungkin akan terjadi.

“Hati-hati terhadap gempa bumi susulan yang mungkin terjadi,” demikian tulis BMKG mengingatkan.***