Arsip Tag: Bojonegoro

Ajak Santri Berpola Hidup Sehat, YASSIN Terjun Langsung ke Pondok Pesantren

KABARCEPU.ID – Yayasan Santri Sehat Indonesia (YASSIN) berharap semua santri di pondok pesantren yang ada di Indonesia berpola hidup sehat. Gerakan YASSIN ini sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan santri di Indonesia yang sering mengalami masalah kesehatan.

Ketua YASSIN Joko Suprianto berharap kelak di Indonesia tidak ada lagi santri yang terjangkit penyakit kulit. “Setidaknya dalam sehari, santri minimal mandi dua kali,” ungkap Ketua YASSIN, Joko Suprianto.

Harapan Joko Suprianto ini disampaikan ketika menjadi nara sumber pada acara penyuluhan kesehatan di Pondok Pesantren Al Ma’ali Bojonegoro, Jumat (5/5/2023). “Jika santri sehat, maka Indonesia akan kuat,” ujar dokter muda ini bersemangat.

Yayasan Santri Sehat Indonesia (YASSIN)

Pondok Pesantren Al Ma’ali yang berada di Dukuh Slembi Desa Mayangrejo Kecamatan Kalitidu Kabupaten Bojonegoro inipun menjadi salah satu contoh tempat santri berpola hidup sehat. “Mengapa santri harus sehat? Karena santri adalah harapan utama Bangsa Indonesia,” katanya.

Sosialisasi tentang penyakit gudik (scabies) di pondok pesantren menjadi tema menarik bagi santri. “Penyakit gudik itu penularannya tidak harus menempel pada anak yang sudah terkena sebelumnya. Tetapi bisa melalui media yang lain,” terang Dokter Joko.

Sementara itu Pengasuh Pondok PesantrenPondok Pesantren Al Ma’ali Bojonegoro KH Mashlahan Masyhad mengatakan, santri dan masyarakat memang harus menjalani pola hidup sehat. “Jagalah sehatmu sebelum sakitmu,” pesannya.

YASSIN saat ini sudah berkembang di 38 propinsi di Indonesia. “Selanjutnya kami akan mengembangkan di semua kabupaten dan kotamadya di seluruh Indonesia,” ungkap Suko Cahyono, SH MBA selaku Ketua Satgas Nasional YASSIN yang bertugas untuk membentuk Koordinator YASSIN se-Indonesia.***

Wisata Alam Tersembunyi di Bojonegoro, Air Terjun Mirip Niagara

KABARCEPU.ID – Wisata alam tersembunyi di Bojonegoro memilik daya tarik seperti air terjun Niagara di Kanada.

Akan tetapi, belum banyak orang yang tahu, potensi wisata alam yang ada di wilayah Kabupaten Bojonegoro ini.

Kabupaten yang dikenal sebagai penghasil Minyak dan Gas atau Migas ini, memiliki wilayah yang cukup luas dan banyak potensi wisata alam tersembunyi.

Satu diantara wisata alam yang belum banyak orang tahu adalah air terjun Kedung Maor, berlokasi di Desa Kedungsumber Kecamatan Temayang Kabupaten Bojonegoro.

Memang belum banyak penataan, namun perlahan, wisata alam di Bojonegoro ini mulai dilirik banyak wisatawan lokal.

Kedung Maor, menyuguhkan pemandangan yang bisa memanjakan mata. Air terjun di Kedung Maor ini, terbentuk karena proses alam, yang sudah lama ada.

Yakni, karena adanya limpasan air dari tempat lain, mengalir ke Air Terjun Kedung Maor, karena ada peristiwa banjir.

Pihak pengelola mulai menata kawasan tersebut,  penataannya baru sampai di jalur tracking saja, dilengkapi dengan anak tangga.

Sekarang ini, lokasi lokasi tersebut menjadi tujuan wisata, pengunjung harus hati-hati untuk mencapai lokasi.

Untuk menuju air terjun Kedung Maor, bisa diakses menggunakan kendaraan roda dua, maupun roda empat hingga area parkir.

Jarak tempuh dari pusat kota Bojonegoro atau dari Alun-Alun Bojonegoro, ke Air Terjun Kedung Maor berjarak 27 kilometer, dengan waktu tempuh 45 menit.

Sampai di area parkir,  lanjutkan perjalanan menuju lokasi utama Air Terjun Kedung Maor, dengan cara berjalan kaki menyusuri jalur yang sudah ditentukan.

Jalur tracking-nya  masih berupa lapisan tanah, di bagian samping sudah dipasangi pagar pembatas untuk pegangan tangan.

Selain itu juga terdapat anak tangga,  hanya di beberapa titik yang dianggap paling curam. Jalan menuju lokasi utama akan terus menurun menuju sebuah sungai besar.

Sampai di sungai tersebut, lanjutkan perjalan menapaki bebatuan. Jika debit airnya sedang tinggi akan tersaji pemandangan air yang indah.

Tidak ada tiket masuk, untuk menuju air terjun Kedung Maor, alias gratis. Para pengunjung hanya dikenakan biaya parkir motor sebesar Rp5.000 dan parkir mobil Rp10.000.

Wisata ini buka, untuk beroperasi mulai pagi hari hingga sore hari pukul 7.00 WIB – 16.00 WIB. Karena fasilitas di Air Terjun Kedung Maor Bojonegoro masih minim, disarankan mempersiapkan perbekalan yang dibutuhkan sebelumnya.

Sejarah penamaan air terjun Kedung Maor,  diambil dari dua kata, aitu Kedung yang bermakna kubangan air yang besar.

Adapun Maor, adalah suara macan atau bisa disebut juga suara yang bergemuruh. Jika debit airnya sedang tinggi memang terdengar suara yang bergemuruh di lokasi utama.

Air terjun ini,  sangat lebar dan tinggi,  airnya bersumber dari Kali Soko, dan limpasan air dari Waduk Pacal. Jadi sangat bergantung dengan musim, untuk menikmati keindahan Kedung Maor.

Jika musim hujan, maka debit airnya sangat tinggi, Pemandangan yang tersaji bisa dikatakan sebagai Little Niagara dari Bojonegoro.

Air yang turun akan langsung menuju sungai dan terdapat bebatuan besar, yang bisa dijadikan tempat duduk sekaligus spot foto.

Jangan lupa, untuk tetap memperhatikan faktor keselamatan. Dan jangan sampai membuang sampah sembarangan. ***

GAK ADA LAWAN! Atraksi Barongsai dan Gemerlap Lampion Meriahkan Perayaan Imlek di Thamrin Bojonegoro

KABARCEPU.ID – Atraksi Barongsai dan gemerlap lampion meriahkan perayaan imlek di Thamrin Bojonegoro yang digelar pada Sabtu, 4 Februari 2023 malam.

Para peserta parade yang berasal dari berbagai kelompok turut memeriahkan kawasan Thamrin Bojonegoro dengan menampilkan atraksi Barongsai dan gemerlap lampion.

Kawasan MH Thamrin yang menjadi ikon baru Kota Bojonegoro ini pun semakin semarak dengan adanya parade atraksi Barongsai dan gemerlap lampion pada perayaan imlek tersebut.

Atraksi Barongsai, Liang-liong atau Tari Naga, parade lampion, Seni Oklik dan Reog menyemarakkan perayaan imlek atau Tahun Baru Cina 2.574 di kota Bojonegoro itu.

Nyala kembang api menjadi penanda dimulainya parade atraksi Barongsai dan lampion pada Gemerlap Thamrin Bojonegoro.

Ornamen tempat untuk menyalakan kembang api pun disesuaikan dengan Imlek tahun ini yaitu Tahun Kelinci Air.

Berbalut busana khas Tionghoa yaitu Cheongsam, parade bernuansa merah emas ini melambangkan keberuntungan, perayaan, dan kegembiraan.

Peserta 18 grup parade dari unsur siswa SMP, SMA/SMK, Kecamatan Bojonegoro, dan perwakilan Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Hok Swie Bio.

Selain itu juga ada peserta dari Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PMSTI), Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) serta Perkumpulan Pedagang Pengusaha Tionghoa di Bojonegoro.

Koordinator TITD Hok Swie Bio Bojonegoro Dwi menjelaskan, penampilan dari TITD Hok Swie Bio ialah penampilan atraksi naga dan singa (barongsai).

Secara kepercayaan warga Tionghoa, dua binatang ini untuk menghilangkan hal-hal yang kurang baik.

Kedua tradisi juga disimbolkan untuk mendapatkan keberkahan. Itulah salah satu dari ciri khas Tionghoa.

Dwi mengatakan, sesuai kepercayaan warga Tionghoa dengan adanya penampilan kedua binatang ini otomatis yang pasti hal-hal yang kurang baik utamanya di Kabupaten Bojonegoro ini akan tidak terjadi.

“Sebanyak 30 peserta atraksi. Kami pastinya mengucapkan Selamat Hari Imlek kepada saudara, utamanya warga Tionghoa dan juga kepada teman dan saudara dari suku lain karena di Bojonegoro ini toleransinya sangat tinggi. Sebab, tiap kali Imlek dan kami tampil selalu masyarakat bersama-sama kami untuk merayakan,” ujarnya.

Sementara Kepala SMPN 1 Bojonegoro Munir sebagai koordinator salah satu peserta parade menjelaskan, penampilan dari siswa-siswi membawakan Tari Lampion dan miniatur Klenteng bertuliskan ucapan Selamat Tahun Baru Imlek 2023.

Penampilan tarian diiringi musik lagu Gong Xi Fa Cai. Sepuluh siswa dan sepuluh tim pendamping turut memeriahkan parade.

“Anak-anak merasa senang karena ini merupakan pengalaman baru dalam memperingati Imlek,” katanya.

Pihaknya berharap, agar kegiatan perayaan Imlekperayaan Imlek dan Cap Go Meh ini bisa berkelanjutan dan semakin meriah.

“Semoga tahun ini dan selanjutnya semakin berbahagia,” imbuhnya.***

KEREN! Kampus Ungu di Bojonegoro Ini Beri Layanan Kesehatan Untuk 100 Lansia Lebih di Cepu

KABARCEPU.ID – Lebih dikenal dengan nama Kampus Ungu, Institut Sains Teknologi Kesehatan Insan Cendekia Husada atau ISTeK ICsada Bojonegoro, gelar program pengabdian masyarakat di Desa Cabean Kecamatan Cepu Kabupaten Blora, Minggu 29 Januari 2023.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan Kampus Ungu tersebut merupakan salah satu bagian dari tri dharma perguruan tinggi yang wajib dilaksanakan oleh civitas akademika khususnya para tenaga pendidik.

ISTeK ICsada Bojonegoro atau lebih dikenal dengan Kampus Ungu itu mengadakan kegiatan yang melibatkan mahasiswa serta masyarakat di sekitar Cabean Cepu, salah satunya memberikan layanan kesehatan kepada lebih dari 100 lansia di desa tersebut.

Layanan kesehatan Kampus Ungu di Cepu tersebut juga didukung oleh Wakil Bupati Blora Tri Yuli Setyowati dan anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Sulistyorini.

Kegiatan tersebut, melibatkan seluruh dosen Fakultas Kesehatan baik dari Program Studi Ilmu Keperawatan dan Program Studi Kebidanan serta mahasiswa, alumni, mitra sekolah, dan petugas kesehatan setempat yakni dokter dan perawat Puskesmas Kapuan Cepu.

Ketua pelaksana kegiatan Ahmad Zainal Abidin mengatakan, kegiatan berjalan lancar sesuai rencana, serta mendapat dukungan penuh dari masyarakat di desa tersebut.

“Alhamdulillah acara berjalan dengan lancar sesuai dengan tujuan dan harapan dari program ini. Tercatat ada 12 anak dari keluarga kurang mampu yang mengikuti kegiatan khitanan massal mulai dari anak usia SD hingga usia SMP,” katanya.

Kegiatan Abdimas Tingkat Nasional oleh ISTeK ICsada Bojonegoro atau Kampus Ungu tersebut menjalankan Program Layanan Kesehatan pada Lansia dan Khitan Massal.

“Lebih dari 100 lansia mendapatkan kemanfaatan program pemeriksaan dan pengobatan gratis mulai dari pengecekan tekanan darah, kadar gula darah, asam urat, dan konsultasi kesehatan,” tambah dosen pengajar mata kuliah Keperawatan Komunitas ini.

kampus ungu istek icsada bojonegoro
Program Pengabdian Masyarakat ISTek ICsada Bojonegoro atau Kampus Ungu di Cabean, Cepu, Jawa Tengah.

Alumni IIK Strada Kediri ini menuturkan, sesuai dengan tujuan dilaksanakannya pengabdian masyarakat oleh perguruan tinggi yang berada di Jalan Dr Wahidin Bojonegoro tersebut, capaian hasil kegiatan diharapkan mampu untuk dimanfaatkan para sejawat.

Civitas akademika perlu juga memberikan implementasi kesehatan tidak hanya di rumah sakit, akan tetapi juga di lingkup masyarakat.

“Hasil kegiatan ini menjadi bahan ajar dalam pengembanan keilmuan kesehatan, khusunya bidang keperawatan dan kebidanan,” imbuh Ahmad.

Sementara itu Kepala Desa Cabean Kusmiyati menyampaikan terimakasih kepada Kampus Ungu yang telah mengadakan kegiatan sosial di wilayahnya.

“Saya mewakili seluruh masyarakat Desa Cabean mengucapkan terimakasih dan sangat mengapresiasi atas terselenggaranya acara  ini,” ujarnya.

Kusmiyati merasa bangga menjadi tuan rumah diselenggarakannya program pengabdian masyakat yang memberi banyak manfaat di desanya tersebut.

“Semoga kegiatan ini tidak menjadi kegiatan pertama dan terakhir. Saya berharap hubungan baik ini akan tetap berlanjut sehingga kemanfaatan dapat dirasakan oleh semua masyarakat yang lebih luas lagi,” tambahnya.

Setelah kegiatan pembukaan, dilanjutkan dengan edukasi kesehatan Dosen Prodi Ilmu Keperawatan, Angger Anugerah mengenai kolesterol, DM, dan hipertensi serta dari dosen Prodi Kebidanan Andin Ajeng R mengenai penyakit menular dan penyakit tidak menular.***

Bikin ADEM! 6 Rekomendasi Wisata Alam di Bojonegoro Berikut, Cerita Cinta Tumbuh Bersemi

KABARCEPU.ID – Potensi wisata alam di Bojonegoro bisa menjadi pilihan alternatif untuk menghabiskan akhir pekan bersama keluarga maupun teman dekat.

Ada banyak pilihan wisata alam di Kabupaten Bojonegoro. Mengingat, kabupaten lumbung energi tersebut memiliki wilayah cukup luas dengan dataran tinggi yang masih alami.

Berikut 6 rekomendasi wisata alam di Kabupaten Bojonegoro, bikin adem siapapun yang berkunjung kesana bersama keluarga maupun teman dekat.

Dilansir dari Bojonegoro, destinasi wisata alam ini penuh cerita cinta yang tumbuh bersemi dengan pesona dan keindahan alamnya sebagai pilihan liburan di akhir pekan.

1. Negeri Atas Angin

negeri atas angin

Negeri atas angin, adalah menjadi salah satu obyek wisata andalan Kabupaten Bojonegoro. Saat ini menjadi primadona wisata alam.

Negeri atas angin,  merupakan bukit yang berada di Desa Deling Kecamatan Sekar. Berbatasan dengan Kabupaten Madiun.

Destinasi wisata ini, memberikan pemandangan alam dari ketinggian sekitar 650mdpl, dengan panorama alam yang alami.

Kawasan wisata ini, berupa bukit indah nan sejuk. Dengan panorama alam yang mampu membius setiap pengunjung.

Bukitnya yang terjal, tidak menyurutkan niat pengunjung. Untuk mendakinya demi mendapat sebuah pemandangan alam yang masih perawan.

Bukit ini biasa di sebut bukit cinta. Karena konon bukit tersebut merupakan tempat bertemunya Raden Atas Aji dan ratu Sekar Sari. Berdua sering menikmati indahnya sunshine dan sunrise berdua di puncak bukit cinta.

2. Kedung Maor

kedung maor
Destinasi yang tidak kalah menarik, warisan alam Kabupaten Bojonegoro adalah adanya Kedung Maor.

Kedung Maor, merupakan aliran kali Soko yang merupakan limpahan dari Waduk Pacal. Berlokasi di pertengahan hutan atau tepatnya hutan RPH Tretes KPH Bojonegoro.

Bertempat di Desa Kedungsumber Kecamatan Temayang. Destinasi wisata Kedung Maor, merupakan wisata air yang berasal dari aliran sungai Soko.

Jatuh menggerus bebatuan kapur di atas tebing. Sehingga tampak indah dan memesona. Air yang jatuh dari atas tebing, kemudian di tampung oleh sebuah danau kecil di bawahnya.

Kawasan ini masih dalam penelitian ahli Geologi Indonesia, karena di yakini kawasan ini merupakan peninggalan purba atau grand canyonya Bojonegoro. Butuh waktu tempuh sekira satu jam setengah dari Kota Bojonegoro. Untuk mencapai lokasi ini.

3. Watu Gandul

watu gandul
Batu-batu besar yang tertata indah, bak sentuhan arsitek professional masa lampau menjadi daya tarik wisata ini.

Watu Gandul. Begitu orang biasa menyebutnya. Sebab posisi bebatuannya yang tersusun menggandul atau menggantung.

Bentuk wisata ini, sangat unik. Sebab selain di kelilingi oleh pohon-pohon besar yang rindang, batuan ini tertata begitu artistik.

Ada tiga buah batu besar menggantung secara berundak dengan jarak dua meteran. Wisata ini bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi mereka yang menyukai tantangan.

Ketinggiannya mencapai 45 sampai 50 meter dari dasar tanah. Adanya batuan yang tersusun apik ini. Konon katanya merupakan hasil dari letusan gunung berapi pada masa lampau. Diperkirakan dari letusan gunung Pandan.

Wisata ini, berlokasi di kawasan selatan Kabupaten Bojonegoro perbatasan tepatnya di Desa Sambongrejo Kecamatan Gondang.

4. Wisata alam Growgoland

growgoland
Merupakan wisata ngintir yang berlokasi di Desa Ngunut Dander, kurang lebih berjarak tempuh 30 menit dari Kota Bojonegoro.

Wisata ini sangat tepat bagi mereka yang suka adrenalin air. Sebab, di sediakan ban donat sebagai media untuk ngintir.

Meski arusnya tidak begitu deras, karena adanya bebatuan besar di kali tersebut. Membuat wisata ini cukup menantang.

Obyek wisata ini menawarkan wahana ngintir dengan panjang jalur trek sekitar 300 meter. Di dampingi oleh petugas yang profesional di bidangnya. Selain ngintir, pengunjung juga bisa berenang di kawasan ini. Karena kedalamannya hanya 1,5 meter.

Area Obyek wisata ini cukup luas. Dengan pohon-pohon rindang di sekelilingnya. Sehingga pengunjung bisa menikmati camping bersama keluarga.

5. Waduk Pacal

waduk pacal
Objek wisata Waduk Pacal, terletak kurang lebih 35 km dari arah selatan Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur.

Waduk Pacal, merupakan obyek wisata alam yang di miliki Kabupaten Bojonegoro. Untuk menuju ke obyek wisata tersebut dapat ditempuh dengan kendaraan pribadi atau dengan angkutan umum.

Mengambil arah  Bojonegoro-nganjuk. Kemudian turun pertigaan waduk pacal dan menuju lokasi waduk dengan jalan kaki sejauh 2 km.

Waduk Pacal, memiliki luas sekitar 3,878 kilometer persegi dengan kedalaman 25 meter. Merupakan bangunan sarana pengairan peninggalan zaman belanda.

Dibangun pada tahun 1933 dengan manfaat multifungsi. Daya tarik wisata ini, adalah kemegahan dan kekokohan bangunan peninggalan zaman Belanda. Hamparan air yang melimpah dengan panorama alam dan hutan jati yang memesona.

Ada agenda wisata waduk pacal yang dilaksanakan secara rutin. Yaitu pada setiap Oktober bersamaan dengan hari jadi Kabupaten Bojonegoro.

Digelar acara ritual Larung Sengkolo dan Jamasan Waranggono Tayub. Guna penegasan Wisuda Waranggono Tayub.

Fasilitas yang tersedia di lokasi wisata adalah pesanggrahan atau tempat menginap, arena memancing, perahu dayung, tempat jajanan dan kenyamanan.

Pengembangan wisata waduk pacal, diarahkan pada pengembangan fasilitas tranportasi, akomodasi, telekomunikasi yang memadai. Serta peningkatan fasilitas obyek wisata.Wisata Indonesia Surga Dunia

6. Tirtawana Dander

tirtawana dander
Objek Wisata Tirtawana Dender, merupakan wisata yang terletak di Kecamatan Dander.  Berjarak 11 Km dari kota Bojonegoro Jawa Timur.

Tempat wisata ini, memiliki keunggulan secara geografis. Dikarenakan alamnya yang sejuk dan kondisi lingkungannya yang asri.

Pemandian ini airnya, mengambil dari sumber air alami yang sangat bersih dan jernih. Sehingga dapat semakin menambah kesegaran bila kita mandi di kolam ini.

Adapun fasilitas pendukungnya, antara lain: Kamar ganti pakaian, Ban atau pelampung, tangga disertai papan loncat indah, mainan anak-anak Shelter atau tempat berteduh,  pertokoan, tempat pertemuan, dan lapangan golf.

Lapangan Golf ini terletak di sebelah barat Taman Wana Wisata Dander yang memiliki potensi 9 hole dan diharapkan akan terus berkembang.

Itulah daftar 6 wisata alam di Bojonegoro, Jawa Timur yang dapat Anda kunjungi jelang akhir pekan maupun libur panjang.***

Edy Sastro Bertekad Majukan Desa Kasiman Pasca Menangkan Pilkades

KABARCEPU.ID – Setelah memenangkan kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Kasiman Tahun 2022, Edy Sukarmanto berkeinginan kuat untuk membenahi Desa Kasiman Kecamatan Kasiman Kabupaten Bojonegoro.

Pria yang akrab disapa Edy Sastro ini mengatakan, Desa Kasiman harus lebih baik. “Pada dasarnya, Insya Allah dalam pemerintahan desa kedepannya, saya ingin memajukan Desa Kasiman lebih makmur di berbagai bidang,” ungkapnya.

Ketika ditemui KabarCepu di rumahnya, Jumat (28/10/2022), Edy Sastro menyampaikan banyak hal tentang Desa Kasiman. “Pertanian, usaha kecil, mikro, dan menengah harus ditingkatkan hasilnya,” ujar suami Wahyu Putri Unicosari ini.

Sebagai alumni STTR Cepu, dia akan mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang pernah didalaminya. “Saya akan merangkul banyak pihak untuk membangun Kasiman ini, termasuk karang taruna,” tegas Edy yang pernah merantau ke Sumatera tersebut.

Dalam merangkul karang taruna, Edy juga akan memaksimalkan potensi yang ada. “Peran serta pemuda karang taruna itu penting sekali. Maka kedepannya karang taruna terlibat penuh dalam peningkatan bidang agama, olahraga, seni budaya dan pembangunan,” beber pria 35 tahun tersebut.

Dia juga mengingatkan warganya untuk tidak larut dalam euforia kemenangan pilkades. “Monggo mbangun Kasiman sareng-sareng. Jangan terjebak perselisihan yang berkepanjangan hanya karena pilkades,” pesan Edy mengingatkan.***

Raih 1.353 Suara, Edy Berhasil Menangkan Pilkades Kasiman

KABARCEPU.ID – Pilkades Kasiman atau Pemilihan Kepala Desa Kasiman yang digelar Rabu (26/10/2022) berlangsung seru. Tiga kandidat bersaing mendapatkan suara terbanyak dalam pesta demokrasi tingkat desa tersebut.

Kandidat bernomor urut 1, HR Ghozali Dwianto bersaing ketat dengan kandidat bernomor urut 2, Edy Sukarmanto. Sementara kandidat bernomor urut 3, Pardi, tertinggal jauh dari kedua lawannya.

Bersaing ketat memperebutkan 2.997 suara pemilih yang terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT), Edy berhasil meraup suara terbanyak di 4 TPS. Sedangkan 3 TPS lainnya dikuasai Ghozali.

Berdasarkan rekapitulasi hasil penghitungan suara, akhirnya Edy Sukarmanto dinyatakan sebagai pemenang dengan perolehan total 1.353 suara. Ghozali Dwianto meraih 1.043 total suara. Sedangkan Pardi di urutan paling buncit dengan 65 suara.

“Berdasarkan rekapitulasi hasil penghitungan suara, maka Bapak Edy Sukarmanto kami nyatakan sebagai pemenang Pilkades Kasiman,” ujar panitia.

“Kami juga berterima kasih kepada semua pihak karena Pilkades Kasiman aman dan kondusif,” katanya menambahkan.***

Bersaing Ketat, Pilkades Beji Dimenangkan Petahana

KABARCEPU.ID – Pilkades Beji atau Pemilihan Kepala Desa Beji Kecamatan Kedewan Kabupaten Bojonegoro berlangsung seru. Kedua kandidat masing-masing Ladi dan Rahayuningsih berupaya maksimal merebut hati pemilih.

Bersaing ketat memperebutkan 2.006 suara pemilih yang terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT), Ladi berhasil meraup suara terbanyak di 2 TPS. Sedangkan 3 TPS lainnya dimenangkan Rahayuningsih.

Rabu (26/10/2022) merupakan hari kemenangan bagi Rahayuningsih. Kandidat bernomor urut 2 ini memantapkan dirinya dengan kemenangan di 3 TPS yakni TPS 2, 3, dan 4. Petahana ini berhasil mempertahankan kursinya sebagai Kepala Desa Beji.

Berdasarkan rekapitulasi hasil penghitungan suara, akhirnya Rahayuningsih dinyatakan sebagai pemenang dengan perolehan total 860 suara. Sedangkan Ladi meraih 823 total suara.***