Arsip Tag: ASN Blora

ASN Blora Perlu Tahu! Blora Luncurkan Gerakan ASN Belanja ke Pasar Tradisional, Catat Jadwalnya

KABARCEPU.ID – Gerakan Aparatur Sipil Negara (ASN) belanja ke Pasar Tradisional khususnya bagi ASN Blora mulai diluncurkan Bupati Arief Rohman, di halaman Pasar Sido Makmur Blora, Jumat (23/1/2026).

Peluncuran Gerakan ASN Blora belanja ke pasar tradisional itu dilakukan setelah senam pagi bersama yang dihadiri Sekda, Ketua TP PKK Kabupaten Blora, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Blora, seluruh Kepala OPD dan seluruh ASN.

Kepada seluruh ASN Blora, Bupati menyampaikan bahwa gerakan ini sebagai wujud dukungan pemerintah untuk meningkatkan geliat perputaran ekonomi di pasar tradisional.

“Setiap Jum’at kami himbau ASN untuk belanja ke pasar tradisional terdekat. Terimakasih Pak Sekda atas inovasinya. Biar pasar kita semakin ramai. Sebut saja ASN Blora jumlahnya 11.000 orang. Jika satu ASN sehari belanja 50 ribu ke pasar tradisional, akan ada perputaran uang sebesar Rp 550 juta sehari. Perekonomian pasar akan lebih hidup. Kita akan ajak juga PKK dan Dharma Wanita, akan kita gilir di pasar pasar lainnya,” ucap Bupati.

Sementara itu, Sekda Komang Gede Irawadi, menyampaikan bahwa gerakan ini sebagai wujud syukur ASN untuk membantu para pedagang kecil yang ada di pasar tradisional.

“Di tengah kondisi ekonomi daerah yang tidak pasti ini. Alhamdulillah Pak Bupati tidak memotong TPP ASN, sedangkan daerah lain banyak yang dipotong. Sehingga sebagai wujud syukur mari kita belanja ke pasar tradisional agar ekonomi pedagang juga ikut terbantu. Kalau ibu ibu belanja Rp 100 ribu, ya bapak bapaknya sekitar Rp 50 ribuan. Kalau saja ada 1000 orang ASN yang belanja, bisa Rp100 juta lebih. Bisa membantu ekonomi pedagang kira. Apalagi sebentar lagi bulan Ramadhan,” ungkap Sekda Komang.

ASN Blora Perlu Tahu Blora Luncurkan Gerakan ASN Belanja ke Pasar Tradisional Catat Jadwalnya 2

Sementara itu, Kiswoyo, selaku Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM, memaparkan bahwa Pasar Sido Makmur akan terus ditata dan diperbaiki pengelolaannya agar konsumen atau pembeli merasa aman dan nyaman ketika belanja.

“Untuk parkir, alhamdulilah sekarang sudah berlaku e parkir. Keamanan dan kenyamanan parkir sudah banyak berubah. Sebelum lebaran nanti akan kita tambah dua pintu keluar agar antrian tidak memanjang. Kemarin saat peresmian masih 30 persen yang pakai e-money, 70 persen kupon manual. Selanjutnya kita tingkatkan 50:50, semoga kedepan bisa 70:30 agar semakin sedikit transaksi tunainya,” terang Kiswoyo.

“Untuk hal kebersihan, kita pakai tenaga outsourcing. Termasuk pengelolaan toilet umumnya. Jika dulu ke toilet bayar, sekarang gratis dan kebersihannya terjaga oleh petugas kebersihan dari outsourcing. Jika ada yang kurang baik, dilaporkan saja kepada pengelola pasar agar kami bisa mengevaluasi. Terimakasih Pak Bupati dan Pak Sekda atas peluncuran gerakan ASN Belanja ke Pasar Tradisional ini. Selain membantu nglarisi pedagang, juga membantu peningkatan PAD dari sisi parkir,” tambahnya.

Usai peluncuran gerakan ASN Belanja ke Pasar Tradisional, Bupati langsung praktek belanja ke dalam pasar. Bersama Ketua TP PKK Kabupaten Blora, Hj. Aini Sholihah, Bupati nampak belanja kebutuhan dapur seperti cabai merah, aneka bumbu, jajanan hingga berkuliner sarapan pagi lontong sayur di Warung Bu Sri.

Sedangkan ASN Blora lainnya juga banyak yang menyebar membeli berbagai kebutuhan dapur dan rumah tangga lainnya.

Darni (43), salah satu pedagang mengaku senang dengan adanya gerakan ASN belanja ke Pasar Tradisional ini.

“Kalau bisa jangan hanya hari Jum’at saja Pak. Hari hari lainnya juga. Biar pasar lebih ramai lagi, apalagi sebulan lagi Ramadhan disusul Lebaran,” ungkap Darni singkat.***

Perubahan Struktural: 4 Pejabat Eselon II Pemkab Blora Resmi Berganti

KABARCEPU.ID – Perubahan struktural yang baru saja diumumkan Pemkab Blora menandai momen penting dalam tata kelola Pemerintah Kabupaten Blora, di mana empat pejabat eselon II resmi mengalami rotasi dan pengisian jabatan baru.

Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya meningkatkan efektivitas birokrasi, memperkuat sinergi antar-organisasi perangkat daerah, dan menjawab dinamika kebutuhan pelayanan publik yang semakin kompleks di lingkungan Pemkab Blora.

Gerbong Pemerintah Kabupaten Blora di bawah kepemimpinan Bupati Dr. H. Arief Rohman, dan Wakil Bupati Hj. Sri Setyorini, sedikit mengalami perubahan yang ditandai dengan adanya pelantikan dan pengambilan sumpah janji jabatan terhadap empat pejabat eselon II yang dilaksanakan Selasa sore (13/1/2026) di Gedung Keuangan Daerah, Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD).

“Alhamdulillah sore ini telah kami bersama Bu Wakil Bupati dan Pak Sekda telah melaksanakan Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Janji Jabatan terhadap 4 Pejabat Eselon II di lingkungan Pemerintah Kabupaten Blora. Ada Bu Retno di Capil, Pak Pitoyo di BPPKAD, Pak Djoko dan Pak Catur di Staf Ahli Bupati. Kami berharap 4 pejabat baru ini bisa segera menyesuaikan dengan tugas dan kewajibannya di kantor yang baru,” ucap Bupati Blora Arief Rohman.

“Utamanya Pak Pitoyo di BPPKAD yang menjadi tumpuan pengelolaan keuangan daerah. Tahun 2026 menghadapi efisiensi anggaran, harus bisa melahirkan inovasi inovasi untuk peningkatan PAD. Oleh karena itulah pelantikan sengaja kami laksanakan di Gedung Keuangan BPPKAD ini, agar tahun 2026 ini keuangan daerah kita bisa lebih baik. Semuanya harus bisa saling membantu, mana mana saja yang punya potensi PAD harus berinovasi, bagi seluruh dinas,” tegas Bupati.

“Begitu juga untuk Kepala Dindukcapil yang baru, Bu Retno harus siap melayani masyarakat dengan baik. Sebagai Kepala Dindukcapil harus 24 siap merespon aduan masyarakat terkait pelayanan catatan sipil. Hp nya harus aktif, karena selama ini masih banyak yang lapor tentang pelayanan capil ini,” lanjut Bupati.

“Sedangkan untuk Staf Ahli nanti bisa membantu saya dan Bu Wakil Bupati di berbagai kegiatan. Mari bersama sama untuk Nyawiji mBangun Blora Akur Makmur Misuwur, Sesarengan mBangun Blora Maju dan Berkelanjutan,” tambahnya.

Menurut Bupati, ini bukan merupakan pelantikan yang terakhir. Dimungkinkan masih akan ada evaluasi dan penataan jabatan hingga eselon 3 dan eselon 4, sekaligus pengisian jabatan eselon 2 yang masih kosong seperti DPUPR, Dinrumkimhub, Dindalduk KB, dan BPBD, yang saat ini masih dipimpin Pelaksana Tugas (Plt).

“Februari nanti saya genap satu tahun bersama Bu Wakil Bupati Sri Setyorini. Nanti akan kita evaluasi bersama perjalanan satu tahun ini sekaligus menata gerbong selanjutnya agar kedepan kinerja bisa semakin baik dalam melayani masyarakat,” pungkasnya.

Perubahan Struktural 4 Pejabat Eselon II Pemkab Blora Resmi Berganti 2

Pelantikan empat pejabat eselon II Pemkab Blora itu dipimpin langsung oleh Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman, didampingi Wakil Bupati Hj. Sri Setyorini, dan Sekda Komang Gede Irawadi.

Pelantikan juga disaksikan oleh para Asisten Sekda, seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah, dan seluruh Camat se Kabupaten Blora.

Adapun empat pejabat eselon II Pemkab Blora yang dilantik yaitu:

1. Retno Kusumowati, S.Sos, jabatan lama Staf Ahli Bupati bidang Sosial Budaya dan Kemasyarakatan, kini dilantik sebagai Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dindukcapil).

2. Drs. Pitoyo Trusingtyas Sarodjo, jabatan lama Kepala Dinas Perumahan Permukiman dan Perhubungan, kini dilantik sebagai Kepala Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD).

3. Catur Pambudi Amperawan, S.Sos, jabatan lama Sekretaris Dewan, kini dilantik sebagai Staf Ahli Bupati bidang Ekonomi dan Pembangunan.

4. Drs. Djoko Sulistiyono, jabatan lama Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, kini dilantik sebagai Staf Ahli Bupati bidang Sosial Budaya dan Kemasyarakatan.

Pada kesempatan tersebut, Drs. Pitoyo Trusingtyas Sarodjo, usai dilantik, mengaku siap menjalankan tugas barunya sebagai Kepala BPPKAD, menggantikan Plt. Kepala BPPKAD yang sebelumnya dijabat Bawa Dwi Raharja.

“Kami siap menjalankan tugas dari Pak Bupati, insyaAllah siap. Ini merupakan amanah yang diberikan kepada kami demi pembangunan Kabupaten Blora yang lebih baik. Mohon doanya semoga kami diberikan kelancaran dalam menjalankan tugas kedepannya,” ucap Pitoyo, yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Setda Blora.***

Setiap Jumat, ASN Blora Kenakan Sarung Batik

KABARCEPU.ID – Ratusan ASN baik PNS maupun PPPK tampak kompak mengenakan pakaian sarung batik, pada Jumat 2 Januari 2026, di halaman Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Blora.

ASN laki-laki mengenakan kemeja putih lengan panjang maupun pendek, dengan bawahan sarung batik khas Blora. Tidak diwajibkan memakai peci, namun memakai atribut ASN lengkap mulai pin korpri, nametag, dan kartu ID ASN.

Sedangkan untuk ASN perempuan, juga mengenakan bawahan kain sarung batik khas Blora. Dengan atasan baju polos lengan panjang dominan putih atau cerah. Bagi yang berjilbab menyesuaikan, lengkap dengan atribut ASN.

Semuanya dengan rapi berbaris mengikuti apel pagi yang dipimpin oleh Asisten Sekda Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Dasiran.

Tampak, Sekda Komang Gede Irawadi, tampak mengenakan sarung khas Blora bermotif cap jati lestari warga hijau tua, dengan atasan kemeja putih.

“Selamat Tahun Baru 2026 untuk semuanya. Hari pertama masuk kerja ini ada yang baru. Mulai hari ini setiap Jum’at kita semua mengenakan pakaian khas ASN Jawa Tengah,” ucap Dasiran saat memimpin apel.

Dengan sarung batik khas Blora. Kata Dasiran, sebagai wujud melestarikan adat budaya lokal dan mendukung pertumbuhan ekonomi UKM batik Blora.

Sementara itu, Asisten Sekda Bidang Administrasi Umum, Bawa Dwi Raharja, menyampaikan, bahwa pakaian ASN bersarung ini bukan pakaian muslim.

Menurut Bawa, ini bukan pakaian muslim. Ini adalah pakaian dinas ASN khas Jawa Tengah. “Oleh karena itu kali ini saya tidak memakai peci. Karena peci bukan hal yang wajib,” ujarnya.

Bagi perempuan yang tidak berhijab, atau bagi non muslim juga bisa menyesuaikan pakai bawahan kain sarung batik.

Setiap Jumat ASN Blora Kenakan Sarung Batik 2

Aturan pemakaian sarung batik khas Blora inipun telah dituangkan dalam Surat Edaran Bupati Blora nomor 025.1/1638 Tahun 2025 yang diterbitkan pada tanggal 30 Desember 2025.

Yang merupakan turunan dari Surat Edaran Gubernur Jawa Tengah nomor B/800.1.12.25/83/2025 tentang Penggunaan Pakaian Dinas Harian Khas ASN.

Sementara itu, Ragil SA., salah satu staf ASN Setda Blora mengaku nyaman memakai pakaian khas sarung daerah. Menurutnya ini menjadi tampilan baru di awal tahun 2026.

“Rasanya ada yang baru saat apel pagi tadi. Seperti mau ikut pesantren kilat. Memang edarannya diminta memakai sarung batik khas Blora. Tetapi karena belum banyak perajin batik Blora yang punya kain sarung jadi. Sehingga hari ini belum banyak yang pakai batik khas Blora. Pakai sarung batik seadanya dulu. Ini saya pakai sarung batik motif sapu jagad. Sambil memesan kain batik khas Blora ke para perajin batik, semoga Minggu depan bisa jadi,” ungkapnya.

Suasana apel pagi dengan bersarung juga tampak di Sekretariat DPRD, Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Dinas PUPR, dan Kantor Camat Bogorejo.

Terpisah, Yanik Mariana selaku perajin batik khas Blora “Nimas Barokah” mengaku senang ketika mendengar ada edaran penggunaan kain batik khas daerah sebagai sarung ASN.

“Selasa sore lalu, sudah ada beberapa ASN yang datang kesini mau beli sarung batik Blora. Saya tanya untuk apa? Ternyata ada edaran seragam sarung batik khas Blora,” ungkapnya.

Dia dan perajin batik lainnya, menyambut baik edaran ini. Produksi kain sarung dengan motif batik khas Blora akan kami tingkatkan lagi. Beda dengan kain untuk kemeja, untuk sarung ada kainnya khusus.

“Semoga program ini bisa membangkitkan ekonomi UKM batik Blora,” ungkap Yanik Mariana.***

Pakaian Khas ASN Blora Resmi Ditetapkan, Berlaku Mulai 2 Januari 2026

KABARCEPU.ID – Pemerintah Kabupaten Blora resmi menetapkan penggunaan pakaian khas Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui Surat Edaran Nomor 025.1/1638 Tahun 2025. Kebijakan ini mulai diberlakukan pada 2 Januari 2026 dan dikenakan setiap hari Jumat di lingkungan Pemkab Blora.

Penetapan tersebut bertujuan untuk mengekspresikan identitas ASN dengan ciri khas filosofi Jawa Tengah yang religius, sekaligus selaras dengan semangat modernisasi. Kebijakan ini juga merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Gubernur Jawa Tengah Nomor B/800.1.12.5/83/2025 tentang penggunaan pakaian dinas harian khas ASN.

Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman menegaskan bahwa penggunaan pakaian khas ini tidak hanya sebagai seragam kerja, tetapi juga menjadi sarana pelestarian budaya lokal, khususnya batik khas Blora, sekaligus memperkuat identitas ASN sebagai pelayan masyarakat.

Pakaian Khas ASN Blora 2026

Dalam surat edaran tersebut, diatur bahwa ASN pria dapat mengenakan beberapa alternatif pakaian khas, antara lain kemeja kerah berdiri atau kerah shanghai, lengan panjang atau pendek, berwarna putih, dipadukan dengan sarung batik khas Blora.

Atasan batik khas Blora, lengan panjang atau pendek, dengan bawahan sarung batik khas Blora. Pakaian khas ASN dilengkapi atribut resmi. Pegawai pria diperbolehkan menggunakan peci. Alas kaki berupa sandal selop, sepatu sandal, atau sepatu.

Sementara itu, bagi ASN wanita, pakaian khas yang ditetapkan meliputi gamis berbahan batik atau dominan batik khas Blora dengan warna bebas tunik atau kemeja polos warna putih dengan bawahan batik khas Blora. Atasan batik khas Blora, lengan panjang atau pendek, dengan bawahan batik khas Blora panjang hingga mata kaki atau di bawah lutut. Pakaian khas dilengkapi atribut resmi.

Pakaian Khas ASN Blora 2026 Cewek

Bagi ASN wanita berjilbab, diwajibkan mengenakan jilbab polos dengan warna menyesuaikan pakaian. Alas kaki berupa sandal selop atau sepatu.

Pemkab Blora memberikan pengecualian penggunaan pakaian khas ASN bagi pegawai yang bertugas di sektor tertentu, yakni bidang perhubungan, Penegakan peraturan daerah dan ketertiban umum, Pemadam kebakaran dan penanggulangan bencana daerah, Pelayanan kesehatan.

Pengecualian tersebut diberikan dengan mempertimbangkan aspek keselamatan, fungsionalitas, dan kebutuhan pelayanan publik.

Pakaian Khas ASN Blora 2026 Cowok

Bupati Blora juga menginstruksikan kepada seluruh pimpinan perangkat daerah untuk melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap penerapan penggunaan pakaian khas ASN di instansi masing-masing agar dilaksanakan dengan baik dan benar.

Surat edaran tersebut ditetapkan di Blora pada 30 Desember 2025 dan ditandatangani langsung oleh Bupati Blora Arief Rohman.

Dengan kebijakan ini, Pemkab Blora berharap nilai-nilai kearifan lokal dapat terus hidup dan menjadi bagian dari budaya kerja ASN di Bumi Samin.***

Kontrak 286 PPPK Blora Diperpanjang hingga 2030

KABARCEPU.ID – Sebanyak 286 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) formasi tahun 2020, melakukan penandatanganan perpanjangan masa perjanjian kerja dengan Pemerintah Kabupaten Blora, dalam hal ini dengan Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman, Selasa (30/12/2025) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora.

PPPK formasi tahun 2020 tersebut masa kontraknya akan diperpanjang selama lima tahun, terhitung mulai 1 Januari 2026 sampai dengan 31 Desember 2030. Dari total 286 PPPK yang diperpanjang, rinciannya terdiri dari 269 orang tenaga guru dan 17 orang tenaga kesehatan.

Adapun prosesi penandatanganan perjanjian kerja tersebut dihadiri oleh Inspektur Daerah Kab.Blora, Kepala BKPSDM Kab.Blora beserta Kabid.

“Alhamdulillah pada pagi yang berbahagia ini kita masih diberikan kesehatan, kesempatan bisa melakukan acara ini, dan ini adalah merupakan momentum yang penting untuk kita, bahwa 286 PPPK yang merupakan bagian formasi tahun 2020 sudah menunjukkan dedikasi dalam pekerjaanya selama ini, selama masa perjanjian kerja,” papar Bupati.

Bupati Arief menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dedikasi dan kontribusi dari para PPPK atas kinerjanya selama lima tahun terakhir ini untuk Kabupaten Blora.

“Dan sesuai dengan komitmen kita, bahwa ketika dedikasi kinerjanya baik, tentunya kita akan melakukan perpanjangan. Dan hari ini kita lakukan perpanjangan masa perjanjian kerja dari Bapak, Ibu, Semuanya berdasarkan hasil evaluasi yang sudah dilakukan oleh OPD terkait dan juga dari BKPSDM,” terang Bupati.

Menurut Bupati, para PPPK yang melakukan perpanjangan kinerja pada hari ini telah memenuhi sejumlah ketentuan, beberapa diantaranya seperti halnya kinerja minimal baik, kesesuaian kompetensi, memiliki integritas yang mana tidak terjadi hukuman disiplin dari instansinya masing-masing, dan sehat jasmani dan Rohani.

Bapak, Ibu, semuanya mendapatkan kinerja minimal baik semuanya dan juga selain capaian kinerja, ini terkait banyak dengan kesesuaian kompetensi baik yang guru, tenaga kesehatan. Ini sudah memiliki kualifikasi akademik dan sertifikasi sesuai dengan kebutuhan jabatan Bapak, Ibu, Semuanya.

“Oleh karena itu, berdasarkan hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Blora memberikan kepercayaan melalui perpanjangan masa perjanjian kerjasama selama lima tahun ke depan,” jelasnya.

PPPK Blora Terus Dievaluasi

Kontrak 286 PPPK Blora Diperpanjang hingga 2030Bupati mengungkapkan bahwa di Kabupaten Blora masa kontrak PPPK mencapai lima tahun, sementara di kabupaten lain bahkan ada yang hanya satu tahun. Ia menjelaskan bahwa PPPK yang masa kontraknya diperpanjang kali ini, masa kontraknya akan terhitung mulai 1 Januari 2026 sampai dengan 31 Desember 2030.

Meski demikian, Bupati Arief tegaskan akan lakukan evaluasi kinerja bagi PPPK Kabupaten Blora setiap tahunnya.

“Karena walaupun diperpanjang 5 tahun, tapi kita juga setiap tahun akan melakukan evaluasi terhadap kinerja dari Bapak/Ibu, semuanya. Untuk para guru, tenaga guru, tolong kami dibantu bagaimana membentuk SDM, anak-anak Blora yang berkarakter, pastikan bahwa kualitas pendidikan kita ini terus meningkat, sehingga dengan perkembangan zamannya ada,” ungkapnya.

“Untuk tenaga kesehatan pelayanan kesehatan adalah garda terdepan untuk bagaimana masyarakat ini terlayani dengan baik kami minta untuk terus berinovasi dan memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat,” tambahnya.

Bupati Arief meminta agar para PPPK Blora yang telah diperpanjang masa kontraknya tersebut dapat bersyukur, yakni dengan meningkatkan kinerjanya dan pelayanan.

“Jadi kami tentunya berpesan dengan diperpanjangnya masa kerja Bapak Ibu semuanya, bahwa perjanjian kerja ini menjadi ruang untuk menunjukkan kinerja yang lebih baik lagi, menjaga profesionalisme dan terus meningkatkan kompetensi. Tentunya kami mohon untuk Bapak, Ibu memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat,” pinta Bupati.

Pihaknya juga meminta agar mereka dapat menjadi contoh yang baik kepada para PPPK yang masih baru, dengan cara memberikan pelayanan yang prima, pelayanan dengan hati, untuk kemanfaatan bagi masyarakat.

“Tentunya disiplin kerja tanggung jawab, kepatuhan terhadap semua aturan yang berlaku,” pungkasnya.***

9 Hari Digodok: 240 PPPK Blora Resmi Ikuti Orientasi, Plt. Bupati Sri Setyorini Tegaskan Pentingnya Kompetensi dan Nilai BerAKHLAK

KABARCEPU.ID – Sebanyak 240 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Blora resmi memulai kegiatan Orientasi Kurikulum Pengenalan Nilai dan Etika pada Instansi Pemerintah Tahun 2025.

Orientasi ini dibuka secara resmi oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Blora, Sri Setyorini, di Aula BKPSDM Kabupaten Blora pada Senin, 10 November 2025.

Dalam sambutannya, Plt. Bupati Sri Setyorini memberikan penekanan tajam mengenai peran vital Aparatur Sipil Negara (ASN), termasuk PPPK, dalam mewujudkan good governance di tengah tantangan globalisasi dan disrupsi digital.

“Untuk menghadapi tantangan tersebut, kita membutuhkan ASN yang kompeten, profesional, dan adaptif terhadap perubahan,” tegas Sri Setyorini.

Orientasi yang akan berlangsung selama sembilan hari dengan metode blended learning ini menjadi tahapan krusial bagi para PPPK untuk memahami nilai-nilai dasar ASN.

Plt. Bupati secara spesifik menyoroti pentingnya penanaman core values “BerAKHLAK” — singkatan dari Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif.

“Nilai-nilai tersebut penting untuk membangun karakter ASN yang profesional dan berintegritas,” jelasnya.

Menurutnya, keberhasilan pemerintahan yang baik dan bertanggung jawab (good governance) sangat bergantung pada ASN yang memiliki kompetensi memadai, bekerja secara tepat dan akurat, serta bebas dari praktik KKN.

Kepala BKPSDM Kabupaten Blora, Heru Eko Wiyono, menjelaskan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 240 peserta PPPK Tenaga Teknis yang dibagi menjadi tiga angkatan, Angkatan I: 11–21 November 2025, Angkatan II: 17–28 November 2025, Angkatan III: 24 November–8 Desember 2025.

Heru menambahkan, pembiayaan kegiatan ini bersumber dari APBD Perubahan Kabupaten Blora Tahun 2025. Tenaga pengajar dan narasumber melibatkan profesional dari Widya Iswara BPSDMD Provinsi Jawa Tengah, pejabat struktural Pemkab Blora, hingga personel TNI Kodim 0721/Blora.

Orientasi ini diharapkan membekali para PPPK agar mampu mengimplementasikan nilai dan etika ASN demi mendukung visi-misi Pemerintah Kabupaten Blora.

Di akhir acara, Plt. Bupati Blora resmi membuka kegiatan, menandai dimulainya proses pembentukan karakter dan kompetensi bagi ratusan ASN baru di Blora.***

Rayakan Hari Santri 2025, ASN Setda Blora Tampil Beda Kenakan Sarung dan Peci

KABARCEPU.ID – Memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2025, seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Blora menunjukkan semangat kebangsaan dengan mengenakan pakaian khas santri.

Kegiatan apel pagi yang digelar di halaman Setda Blora, Rabu 22 Oktober 2025, pun berlangsung khidmat dan penuh nuansa religius.

Staf Ahli Bidang Hukum dan Pemerintahan Setda Blora, Hendi Purnomo, yang memimpin apel, menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat Hari Santri kepada seluruh santri, ulama, dan masyarakat Blora.

Tema dan Semangat Hari Santri 2025

Peringatan HSN tahun ini mengusung tema besar “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia”.

Tema ini menjadi penegas bahwa peran santri tidak hanya dalam lingkup keagamaan, tetapi juga dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan dan berkontribusi aktif bagi kemajuan peradaban global.

“Kami mengucapkan selamat Hari Santri Nasional 2025. Semoga semangat juang dan keikhlasan para santri terus hidup dalam diri kita semua, dalam mengawal kemerdekaan dan membangun bangsa menuju peradaban dunia,” ujar Hendi Purnomo di hadapan peserta apel.

Nuansa Religius dan Kebersamaan

Tampak berbeda dari hari biasanya, halaman Setda Blora dipenuhi oleh ASN yang berbusana layaknya santri.

Para pria tampak mengenakan sarung dan peci, sementara para wanita mengenakan busana muslimah lengkap dengan kerudung.

Hal ini menciptakan atmosfer kebersamaan dan refleksi atas peran besar kaum santri dalam sejarah Indonesia.

Rangkaian Acara Puncak di Alun-Alun Blora

Selain apel internal di Setda, Peringatan Hari Santri Nasional 2025 tingkat Kabupaten Blora juga digelar secara lebih besar di Alun-Alun Blora. Acara puncak ini dipimpin langsung oleh Bupati Blora, Arief Rohman.

Kegiatan tersebut diikuti oleh ribuan peserta, yang terdiri dari para santri dari berbagai pondok pesantren, perwakilan organisasi keagamaan, pelajar madrasah, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Blora.

Sejarah dan Makna Hari Santri Nasional

Hari Santri Nasional yang diperingati setiap 22 Oktober ditetapkan oleh pemerintah melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 22 Tahun 2015.

Penetapan ini merupakan bentuk penghargaan negara atas jasa dan perjuangan para santri dan ulama dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

HSN tidak hanya sekadar peringatan seremonial, melainkan juga momentum untuk meneladani semangat perjuangan para santri dan ulama.

Spirit ini diharapkan terus hidup dalam membangun karakter bangsa yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia, serta aktif merawat keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dengan dirayakannya HSN 2025 secara khidmat dan penuh makna di Blora, diharapkan dapat semakin memperkuat persatuan dan menginspirasi semua elemen masyarakat untuk turut serta “mengawal Indonesia merdeka” menuju masa depan yang lebih baik. ***

Gencarkan Gerakan Subuh Sejahtera, ASN di Blora Diminta Biasakan Berinfak

KABARCEPU.ID – Pemerintah Kabupaten Blora terus mendorong gerakan kepedulian sosial melalui Gerakan Subuh Sejahtera (GASTRA), sebuah program inisiatif Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, bersama dengan Wakil Ketua KPK RI, Fitroh Rohcahyanto.

Gerakan ini mengajak Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk membiasakan diri berinfak setiap subuh melalui kaleng yang dibagikan tiap orangnya. Infaq yang dikumpulkan akan diarahkan bagi kesejahteraan anak yatim di Kabupaten Blora, sehingga mereka bisa tumbuh dan menempuh pendidikan tanpa kekurangan.

Program ini, Senin (30/9/2025), disosialisasikan oleh Baznas Blora, di pendopo Rumah Dinas Bupati Blora, dengan melibatkan para tenaga pendidik. Hadir para Korwil Bidang Pendidikan se-Kabupaten Blora, Ketua K3S SD, Kepala SMP, serta Kepala SKB.

Ketua Baznas Blora, H. Sutaat, menyampaikan, bahwa kontribusi terbesar zakat, infaq, dan sedekah (ZIS) di Kabupaten Blora selama ini berasal dari dunia pendidikan.

“Sekitar 52 persen ZIS yang kami terima bersumber dari tenaga pendidik. Maka kami berharap GASTRA ini akan semakin memperkuat dukungan untuk program pendidikan, kemanusiaan, ekonomi, dan kesehatan, khususnya bagi anak-anak yatim piatu. Prinsip kami, jangan sampai ada anak yatim di Blora yang tidak bisa membeli kebutuhan sekolahnya,” ungkapnya.

Mewakili para guru, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blora, Sunaryo, menegaskan, dukungan penuh atas program tersebut. Bahkan, ia berharap program ini dapat dikembangkan hingga ke tingkat siswa di sekolah, tentunya dengan mengikuti peraturan yang berlaku.

“Selama dijalankan sesuai aturan, melalui kesepakatan bersama komite, dan ini bersifat sukarela,” tegasnya.

Bupati Arief Rohman dalam arahannya mengajak seluruh ASN yang jumlahnya mencapai 11 ribu orang untuk berpartisipasi aktif. Ia memberikan gambaran sederhana, betapa besar dampak jika kebiasaan kecil ini dijalankan bersama.

“Coba dihitung, kalau setiap orang hanya menyisihkan Rp2.000 saja setiap hari, jumlahnya akan luar biasa. Itu hanya sisa uang belanja bapak-ibu. Tapi masa pejabat-pejabat hanya Rp2.000, insyaAllah bisa lebih. Intinya bukan nominalnya, tetapi kepeduliannya. Sebagai bapak, kita harus bisa membantu dan membahagiakan anak yatim kita. Kalau bukan kita, siapa lagi?” tegas Bupati.

Bupati menambahkan, Gerakan Subuh Sejahtera bukan sekadar amal, melainkan strategi jangka panjang untuk memutus rantai kemiskinan.

“Kalau anak yatim ini bisa kita sekolahkan hingga bekerja, maka mereka akan keluar dari kemiskinan. Itu berarti kita sedang membangun sumber daya manusia Blora yang lebih kuat,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Arief juga menyinggung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia meminta para korwil biddik dan kepala sekolah ikut mengawal agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh para siswa.

“Kita akan membuka ruang aduan terkait menu, harus ada standar, sehingga anak-anak kita mau dan benar-benar bermanfaat bagi kita semua. Program ini baik dan kita harus mengawal program ini, kami mohon dukungannya agar di Blora bisa berjalan dengan lancar,” pungkasnya.***