KABARCEPU.ID – Pertandingan instalasi berskala nasional yang pertama di Indonesia, Kompetisi Installer Indonesia, yang diselenggarakan di Blora menandai tonggak penting dalam pengembangan tenaga kerja terampil dan peningkatan standar profesional industri instalasi teknis di tanah air.
Kompetisi Installer Indonesia yang pertama kali dan digelar di Blora ini tidak hanya menjadi ajang kompetitif bagi para installer dari berbagai daerah untuk menunjukkan kemampuan teknis, presisi kerja, dan inovasi solusi instalasi tetapi juga berfungsi sebagai platform kolaborasi antara pelaku industri, institusi pendidikan vokasi, dan pemerintah daerah dalam upaya memperkuat kapasitas lokal, standarisasi prosedur keselamatan kerja, serta adopsi praktik terbaik dan teknologi terbaru.
Dengan dukungan penyelenggara yang profesional dan fasilitas penilaian yang objektif serta juri berkompeten, Kompetisi Installer Indonesia ini diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas pelayanan, menciptakan benchmark kompetensi nasional, dan membuka peluang pengembangan karier bagi para peserta melalui pengakuan sertifikasi dan jejaring industri yang terjalin selama kegiatan.
Kompetisi ini diselenggarakan oleh Komunitas Installer Nasional (KOIN) selama tiga hari, 29–31 Agustus 2025, bertempat di Gedung Olahraga (GOR) Mustika Blora, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.
Acara bertajuk Tech & Security Expo 2025 ‘Kompetisi Installer Indonesia’ di buka secara resmi oleh Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman, yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Hukum dan Pemerintahan Setda Blora, Hendi Purnomo, Jumat (29/8/2025).
Ketua Umum Komunitas Installer Nasional (KOIN) Agus Arianto mengatakan bahwa acara kompetisi Installer ini pertama kali digelar di Indonesia dan berlangsung di Blora.
“Ini dihadiri teknisi profesional. Mereka akan berlomba. Merakit Installer. Yang sesuai keselamatan kerja, kerapian instaler dan efisiensi waktu,” katanya.
Acara itu diikuti oleh peserta dari berbagai provinsi di Indonesia. “Ada Medan, Samarinda, Lampung, Bali. Jateng pasti,” jelasnya.
Selain perlombaan acara dikemas dengan berbagai kegiatan. Seperti stand-stand peralatan elektronik. “Ada CCTV, GPS, barrier gate, finger print, alarm sistem, dan lain-lain,” imbuhnya.
Tujuan acara itu adalah mengenalkan kepada masyarakat agar tak ketinggalan teknologi. Terutama yang berkaitan dan dibutuhkan dengan kehidupan keseharian. “Kita undang juga pelajar, mereka kita ajak belajar teknologi agar gak ketinggalan,” tambahnya.
Staf Ahli Bupati Bidang Hukum, Pemerintahan, dan Politik Hendi Purnomo mengatakan dengan perkembangan teknologi, masyarakat dan pemerintah harus adaptasi.
“Acara ini selaras dengan visi misi Bupati. Salah satu di antaranya mewujudkan pemerintahan berintegritas adaptif dan kolaboratif. Salah satu programnya digitalisasi sistem layanan publik,” jelasnya.
Menurutnya digitalisasi ini juga sangat penting dalam aspek mendukung pemerintahan dan untuk kepentingan masyarakat. Ia mencontohkan penggunaan CCTV untuk pemantauan jalan.
“Semoga ini bisa berkembang ke sistem di Blora. Karena kamu punya comand center. Blora satu data,” paparnya.
Bahkan ia berharap dengan kolaborasi dengan para instaler bisa merambah aspek lebih luas. Seperti pemasangan alat pemantau di pasar.
“Bisa memantau pasar. Dari pembeli dan penjual, harga sembako bisa terpantau. Sehingga harga stabil,” imbuhnya.
Kompetisi Installer Indonesia yang pertama kali diselenggarakan di Blora menandai tonggak penting bagi pengembangan kapasitas teknis dan profesionalisme sektor instalasi di Indonesia.
acara ini bukan hanya menjadi wadah kompetisi semata tetapi juga berfungsi sebagai platform strategis untuk mempertemukan praktisi, pelaku industri, akademisi, dan pembuat kebijakan dalam rangka meningkatkan standar kompetensi, berbagi praktik terbaik, serta mendorong inovasi teknologi dan keselamatan kerja di lapangan.
Penyelenggaraan Kompetisi Installer Indonesia pertama di Blora menjadi contoh inisiatif progresif yang tidak hanya mengangkat reputasi daerah sebagai tuan rumah acara nasional, tetapi juga berkontribusi nyata pada penguatan ekosistem tenaga kerja terampil yang lebih kompetitif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan berorientasi pada keselamatan serta kualitas layanan.***