KABARCEPU.ID – Pembangunan Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) di Kabupaten Blora memasuki fase akselerasi.
Pasca tuntasnya proses hibah lahan melalui Berita Acara Serah Terima (BAST), pemerintah daerah dan pihak universitas kini fokus pada persiapan teknis untuk segera memulai konstruksi fisik.
Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini, menegaskan bahwa penyerahan lahan seluas 10.000 meter persegi tersebut tidak boleh berhenti sebagai dokumen administratif belaka.
Dalam Focus Group Discussion (FGD) tindak lanjut BAST yang digelar di Hotel UNY, Selasa 30 Juni 2026, l ia menyatakan komitmen penuh Pemkab Blora untuk mengawal setiap tahapan agar pembangunan berjalan lancar.
“Kita tidak ingin penyerahan lahan ini berhenti di atas kertas. Pertemuan hari ini menjadi momentum penting untuk melangkah ke tahap taktis selanjutnya,” ujar Sri Setyorini.
Untuk memastikan hal tersebut, Pemkab Blora telah mengerahkan berbagai perangkat daerah mulai dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), BPPKAD, hingga Dinas Lingkungan Hidup.
Fokus utama saat ini adalah percepatan perizinan, termasuk penyusunan dokumen UKL-UPL dan Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin), serta penyelesaian legalitas balik nama aset.
Rektor UNY, Prof. Dr. Sumaryanto, memberikan target waktu yang jelas terkait progres fisik. Ia mengungkapkan bahwa pengurukan lahan direncanakan rampung pada minggu kedua Oktober 2026.
“Setelah lahan selesai diurug, kami akan menggelar senam bersama masyarakat. Kemudian, momen peletakan batu pertama atau groundbreaking ditargetkan berlangsung bertepatan dengan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Blora,” jelas Sumaryanto.
Langkah cepat Blora ini mendapat apresiasi dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Kepala Biro Keuangan dan BMN Kemdiktisaintek, Dr. Agus Sunarya Sulaeman, menilai sinergi antara pemda dan perguruan tinggi ini sebagai model efisien yang menghasilkan manfaat maksimal bagi peningkatan sumber daya manusia daerah. (red)









