FKMC Jadi Wadah Mahasiswa Asal Cepu

KABARCEPU.ID – Forum Komunikasi Mahasiswa Cepu ( FKMC ) telah lama dikenal masyarakat. Keberadaannya telah banyak membantu lulusan SLTA di wilayah Cepu untuk memilih kampus sebagi pertimbangan melanjutkan pendidikannya. Dengan mengenalkan universitas melalui program campus expo yang dilaksanakan tiap tahun.

“Banyak adik-adik tingkat kita memanfaatkan kesempatan itu untuk mengenal kampus dari luar kota tanpa harus datang ke daerah kampus itu bertempat,” kata Irfan Randika Eka Laksono, salah seorang pengurus FKMC.

Dengan FKMC ini, lanjut dia, bisa menjadi wadah bagi mahasiswa asal Cepu yang kuliah di luar kota. “Mereka bisa berkontribusi dengan menunjukkan jalur adik tingkat,” terang mahasiswa Sekolah Tinggi Teknologi Ronggolawe (STTR) Cepu ini.

Bukan hanya itu, menurut dia, masing-masing organisasi daerah (orda) juga mempunyai program lain. “Contohnya dari Orda mahasiswa Surabaya, yang saat ini menyelenggarakan kompetisi futsal tingkat pelajar,” jelasnya. Hal itu bisa bisa dimanfaatkan untuk mengenalkan kampus.

Sebagai mahasiswa yang lahir di Cepu, pihaknya berharap, kedepannya bisa mempromosikan Cepu agar lebih dikenal masyarakat luas. “Terlebih, saat ini Cepu mempunyai beragam potensi yang luar biasa,” ungkapnya disela-sela acara halal bihalal FKMC di Pendopo Kecamatan Cepu, Sabtu siang (22/7/2017) .

“Banyak momen-momen festival yang bisa kita ikuti dengan membawa nama Cepu. Seperti di beberapa tempat lain, para mahasiswa mengikuti event, dengan menunjukkan potensi serta budaya daerah asal,” timpal Emil Bachtiar, mahasiswa Politeknik Negeri Malang.***

Polisi Layangkan 110 E-Tilang

KABARCEPU.ID – Ratusan pengendara motor, terjaring operasi gabungan yang dilaksanakan polisi dan petugas gabungan dari Satuan Lalulintas (satlantas) Polres Blora bersama samsat Cepu, laksanakan operasi rutin di simpang 4 Kantor Posa Cepu.

Dalam operasi tersebut, sebanyak 110 pengendara dikenai tilang Elektronik (E-tilang) atas pelanggaran yang dilakukan . Dari pantauan, operasi tersebut difokuskan bagi pengendara yang berasal dari arah timur.

Ipda Zaiul Arifin, Kanit Laka Satlantas Polres Blora, menjelaskan, operasi rutin ini dilaksanakan untuk menekan angka kecelakaan dan kriminalitas di jalan raya, serta menjaga ketertiban dalam berkendara.

Menurutnya, Simpang 4 tersebut menjadi jalur utama titik temu dari berbagai arah. Serta manjadi kawasan tertib lalulintas.

Pihaknya mengaku, dalam operasi yang dilaksanakan selama dua jam tersebut, sebenarnya difokuskan pada pelanggaran kasat mata. Seperti tidak memakai helem, tidak memasang spion, tidak menyalakan lampu saat siang (light on), serta pelangaran kasat mata lainnya.

“Setelah kami periksa ternyata mereka juga tidak bisa menunjukkan kelangkapan surat-surat,” ujarnya, Sabtu (22/7/2017) disela-sela pelaksanaan operasi.

Menurutnya, pelanggaran masih didomonasi kelengkapan kendaran. Namun dia menilai, memskipun angka pelanggaran masih cukup tinggi, pengendara di Cepu sudah mulai tertib. “Kami harpkan, ketertiban itu bisa terjaga, ” ungkapnya.

Khusus pelanggaran light on, kata dia, langsung dilakukan penindakan. “Karena sosialisasi sudah dilakukan cukup lama,” ujarnya.

Sekadar diketahui, petugas layangkan 110 E-Tilang dengan perincian barang bukti 106 STNK, 2 buah SIM, serta 2 unit sepeda motor.

Samat, warga Kasiman Bojonegoro, sempat mengeluh dengan tindakan tilang tersbut.

“Padahal lampu sudah menyala, meskipun kurang terang. surat-surat juga lengkap, helm maupun spion. Tapi tetap saja kena tilang. Tapi ya sudahlah,” ungkapnya. Dia harus membayar denda tilang sebesar Rp.75.000, yang dibayarkan melalui Bank.***

Kesadaran Beragama Warga Jipang Meningkat

KABARCEPU.ID – Kesadaran menjalankan kegiatan keagamaan warga Jipang belakangan semakin meningkat. Hal ini seperti yang disampaikan salah seorang tokoh agama, Anwar.

“Alhamdulillah, kami semua senang melihat perkembangan ini,” katanya, ketika ditemui KabarCepu belum lama ini.

Perkembangan kehidupan beragama yang menggembirakan ini, diimbangi dengan bertambahnya tempat ibadah di desa yang berbatasan dengan Desa Getas tersebut.

“Hingga tahun ini, Desa Jipang telah memiliki tiga masjid dan delapan mushola. Saya yakin kedepannya masih akan bertambah lagi,” ujar pria yang pernah menimba ilmu di Pondok Pesantren Ketawang, Bojonegoro ini.

Anwar mengungkapkan, kegiatan keagamaan yang semakin padat, membuat situasi desa semakin nyaman dan damai. “Warga mulai mudah diajak beribadah, tidak sesulit seperti dulu lagi,” ujar pria 72 tahun ini.

Kegiatan pengajian pun, lanjut dia,  semakin ramai. “Sepertinya sudah menjadi kebutuhan,” imbuh kakek empat cucu ini.

Istighosah Malem Jumat Pahing di Pendopo Makam Aryo Penangsang, kata dia,  menjadi salah satu momen yang paling banyak diikuti warga. Lebih dari 200 warga mengikuti acara doa bersama tersebut.

Acara yang menghadirkan kyai besar dari luar Desa Jipang tersebut juga dimanfaatkan menjadi ajang silaturahim.

Peningkatan kesadaran beribadah ini disikapi para sesepuh dan tokoh agama sebagai angin sejuk perkembangan kehidupan yang lebih baik.

“Kami bersyukur, Desa Jipang sekarang jauh lebih damai dan nyaman,” ujar warga yang tinggal di Dusun Judan RT 05 RW 02 Desa Jipang ini.***

Satpol PP Bersihkan Reklame Ilegal

KABARCEPU.ID – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Blora, lakukan pembersihan reklame milik pengusaha yang tidak lagi membayar pajak. Hal itu dilalakukan untuk memberikan pembelajaran kepada para pengusaha.

Penertiban tersebut dilakukan di sepanjang Jalan Surabaya, Ketapang Kecamatan Cepu. Dua reklame ukuran besar, dicopot oleh petugas dan selanjutnya diamankan di Kantor Satpol PP Kecamatan Cepu.

Suripto, Kabid Penegakan Peraturan Daerah (Perda) , Satpol PP Blora, menjelaskan,  penertiban itu bukan hanya dilakukan pada reklame ukuran besar, melainkan juga pada reklame ukuran kecil maupun sedang.

Pihaknya menyatakan, bahwa penertiban itu menyasar sejumlah titik yang disilir terdapat reklame tanpa ijin dan tidak membayar pajak. “Tim menertipkan 2 buah reklame yang nota bene sudah tidak membayar Pajak reklame,” katanya.

Penertiban itu, lanjut dia, juga dimaksudkan untuk memberi sok terapi bagi para pengusaha. “Agar dalam memasang Reklame untuk meminta ijin dan membayar pajak daerah,” teranganya.

Karena, menurut dia, Pajak daerah merupakan sumber pendapatan asli daerah guna pembiayaan pelaksanan pemrintahan Kabupaten Blora.

Penertiban yang dilakuan jajaran Satpol PP tersebut untuk menjaga ketertiban umum, sesuai dengan Perda nomor 1 tahun 2017 tentang ketertiban umum.

Dia menambahkan, sesuai tugas pokok dan fungsinya, Satpol PP sebagai Pembina, pengawas dan Penegak Perda,  terus berupaya menciptakan suasana yang tertib, aman,  tentram, dan keindahan.  (*)

Hari Pertama Masuk Sekolah di SD Negeri 1 Cepu Tak Ada Upacara Bendera

KABARCEPU.ID – Di SD Negeri 1 Cepu upacara bendera yang biasanya dilaksanakan setiap hari Senin, ternyata tidak dilaksanakan pada hari pertama masuk sekolah tahun 2017 ini.

Menurut Luluk Widayati, Guru kelas di SD tersebut, upacara sengaja tidak dilaksanakan karena hari ini masih dalam suasana orientasi bagi siswa baru yang masuk kelas 1. Mereka diajak keliling sekolah, supaya mengenal lingkungan.

“Anak-anak masih harus menyesuaikan diri, tidak memingkinkan kami melaksanakan upacara. Tapi kami ganti dengan acara halal-bihalal di tengah lapangan, karena masih dalam suasana lebaran,”  katanya, Senin (17/7/2017).

Selama tiga hari kedepan, lanjut dia, belum dilaksanakan pembelajaran sekolah. Sebab, anak-anak belum terbiasa. “Bukan hanya kelas baru, tapi juga kelas-kelas lain,” ujarnya.

Bahkan, kata dia, para orang tua masih menunggui anak-anak mereka sampai terbiasa sekolah di SD. “Pengalaman tahun kemarin, ada juga anak yang masih ditunggui orang tuanya di dalam kelas hingga pulang sekolah.  Itu tidak apa-apa dan itu dibolehkan,” ungkapnya.

Tri (32) salah satu wali murid di SDN 1 Cepu tersebut, mengaku, tidak ada persiapan khusus untuk anaknya di hari pertama masuk SD. Dia menyatakan, bahwa anaknya lebih heboh ketimbang orang tuanya jelang masuk sekolah hari pertamanya.

“Terlebih saat dia minta seragam baru. Bahkan, anak saya bangun lebih pagi dari hari biasanya,” kata wanita yang akrab disapa mamah Putri ini, saat menunggui anaknya.

Hari pertama masuk SD ini, kata dia, selama tiga hari ke depan masih harus menunggui. Disamping belum ada pelajaran, juga pulangnya lebih pagi dari hari biasa.

“Pulangnya jam 9. Dari pada cuma sebentar, saya tunggu di sini sampai pulang,” pungkasnya.***

Pembangunan Lapangan Tukbuntung Korbankan Dua Pohon Tua

KABARCEPU.ID – Pembangunan lapangan Tukbuntung Cepu telah mencapai 40 persen. Namun dalam pembangunnanya harus mengorbankan dua pohon tua di lapangan tersebut.

Menurut Langgeng Warsito, Kabid Pertamanan dan Kelistrikan Dinas PerumahannPemukiman dan Perhubungan (Dnrumkimhub) Blora, pohon yan gberada di ujung utara lapangan Tukbuntung merupakan permintaan dari pelaksana, CV Mutiara Persada, pelaksana proyek.  Hal itu dilakukan, lantaran keberadaan pohon tersebut dianggap mengganggu pengerjaan.

“Untuk penebangan pohon ini dari dinas sudah turun dilapangan,” ujarnya, yang juga mengaku pekerjaan taman Tukbuntung telah mencapai 40 persen. Untuk penebangannya, lanjut dia, dilakukan langsung oleh pihak pelakasana pekerjaan.

Lucky, pimpinan CV Mutiara Persada, menyatakan, jika dalam pemotongannya telah mendapat ijin dari dinas terkait. “Jadi kami menebang sudah ada izinnya,”mtuturnya.

Pohon yang ditebang sendiri lanjut Lucky, adalah pohon yang berada di sebelah utara yang berdekatan dengan Panggung taman Tuk Buntung. karena pohon itu dinilai mengenai pangung kemudian dia memotong pohon-pohon tersebut.

Dia menambahkan, kayu pohon-pohon trembesi yang telah dipotong itu dijual dan dibelikan pohon kembali untuk penghijauan. “ Trembesinya dijual, dibelikan bibit penghijauan,” ujarnya.

Untuk diketahui, pembangunan taman Tuk buntung ini dengan anggaran Rp1,5 miliar. Yang dikerjakan dari 17 Mei sampai 16 November 2017.***

Pilkades Jipang, Ngadi Jadi Nomor Satu

KABARCEPU.ID – Dalam tahapan ke -22 pemilihan kepala desa atau Pilkades Jipang Kabupaten Blora Jawa Tengah, yang akan dilaksanakan pada tanggal 29 Juli 2017 mendatang.

Bakal calon kepala desa (balon kades) incumbent Desa Jipang Kecamatan Cepu, Ngadi, memperoleh nomor urut satu dalam pengundian nomor urut yang akan digunakan dalam kartu suara pilkades. Yang dilakukan pada Jum’at (14/7/2017) di Balai Desa Jipang.

Adapun nomor urut dua, dipegang oleh Herdaru Budhy Wibowo yang diketahui pernah menjabat Kepala Desa Jipang,  Hariyono yang merupakan Kamituwo (Kepala dusun) Desa Jipang pada  nomor urut tiga.

Ketua Patia Pilkades Desa Jipang, Sukarji, menjelaskan, bahwa pengundian nomor urut tersebut dirangkai dengan penetapan balon kades menjadi calon kades, penandatanganan pakta integritas, penentuan tanda gambar, serta penyerahan visi misi tertulis kepada panitia pilkades.

Pelaksanaan tahpan tersebut mundur dari rencana yang telah dijadwalkan sebelumnya, yakni pada tanggal (12/7/2017). Pasalnya Bupati Blora, Djoko Nugroho, mengumpulan para calon kades serta pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan pilkades mentang. “Jadi baru bisa terlaksana,” ujarnya.

Sekadar diketahui, dalam pelaksanaan pilkades Jipang, bakal menelan biaya Rp89 juta. Dana tersebut diperoleh dari APBD Blora sebesar Rp29 juta, Iuran masing-masing calon sebesar Rp15 juta serta dari Pendapatan Asli Desa (PADes) sebesar Rp15 juta.

Camat Cepu, Joko Sulistiyono, berpesan kepada panitia, supaya menjaga netralitas dan tidak melanggar tahapan pilkades. “Supaya pilkades kondusif dan tidak terjadi kisruh. Jangan sampai pilkades kisruh gara-gara patia tidak netral. Haknya nanti saat pelaksanaan pemilihan,” ujarnya.

Kepada masyrakat, Joko juga berpesan, supaya memilih calon yang bisa membawa kemajuan Desa Jipang. “Pilih calon yang memiliki program bagus,” ungkapnya.***

Monumen Ronggolawe Lenyap

KABARCEPU.ID – Patung Kuda Monumen Ronggolawe-Cepu, saat ini sudah tidak ada ditempat. Sejak sepekan terakhir, monument tersebut telah dihancurkan dan patung kuda yang juga menjadi Ikon Kota Cepu  tersebut telah dipindahkan.

Supardi, pelaksana proyek penataan bundaran patung Ronggolawe Cepu, mengungkapkan bahwa patung tersebut telah dipindahkan pada  Rabu (5/7/2017) lalu.

“Saat ini dititipkan di Kampus II (dua) Sekolah Tinggi Ronggolawe (STTR) Cepu,” katanya saat berada di lokasi kegiatan, Selasa (11/7/2017).

Informasi yang dihimpun, patung kuda tersebut direncanakan akan dipasang dan ditata pada lokasi kampus yang berada di Jalan Bay pass Cepu. Menggunakan biaya dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Blora.

Sebagaimana diketahui, proses pemindahan patung yang dianggap masyarakat Cepu bersejarah karena merupakan peninggalan Devisi Ronggolawe pada masanya, sempat mengalami pro dan kontra. Lantaran akan diganti dengan patung Arjuna Wiwaha yang dianggap tidak ada nilai sejarahnya.

Langgeng Warsito, Kepala Bidang Pertamanan Dinas Perumahan, Pemukiman dan Perhubungan (Dinrumkimhub) Blora, membenarkan jika patung tersebut telah dititipkan di kampus II STTR Cepu.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, proyek penataan tersebut telah mencapai 40%. Pihaknya mengaku optimis, pengerjaan tersebut bisa selesai tepat waktu dan bisa menjadi contoh perusahaan di Cepu untuk berpartisipasi dalam memperindah Cepu.

“Saya yakin, degan adanya contoh seperti ini bisa memancing perusahaan untuk turut serta memperindah Cepu,” ujarnya. Terutama, kata dia, bisa mengalokasikan sebagian anggaran Corporate Social and Responsiblity (CSR)-nya untuk penataan Cepu.***

Informasi Kuliner, Wisata, Zodiak dan Gaya Hidup