KABARCEPU.ID – Warga Lingkungan Megalrejo RW 14, Kelurahan Balun, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora kembali menggelar tradisi Sedekah Bumi sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rezeki dan keselamatan yang diberikan kepada masyarakat.
Kegiatan tersebut berlangsung pada Jumat (24/7/2026) di Sendang Tirta Panguripan dan diikuti ratusan warga dengan suasana penuh kebersamaan dan kekeluargaan. Acara Sedekah Bumi turut dihadiri Camat Cepu Rajiman, Lurah Balun Eki Novita Maya Sari, serta jajaran Muspika Kecamatan Cepu.
Ketua RW 14 Lingkungan Megalrejo, Wakirin, mengatakan bahwa Sedekah Bumi merupakan tradisi yang telah berlangsung secara turun-temurun. Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi sarana mempererat silaturahmi, melestarikan budaya, sekaligus memperkuat semangat gotong royong warga.
“Sedekah bumi ini rutin kami laksanakan setiap tahun sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas segala nikmat yang diberikan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momen untuk mempererat persaudaraan dan menjaga tradisi,” ujar Wakirin.
Pria yang akrab disapa Mbah Garin ini menegaskan bahwa penyelenggaraan Sedekah Bumi sepenuhnya merupakan hasil kebersamaan masyarakat. Seluruh rangkaian kegiatan dipersiapkan secara swadaya dengan melibatkan seluruh warga.
“Acara sedekah bumi ini pelaksanaannya berasal dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat. Seluruh warga ikut berpartisipasi, baik dalam tenaga, pikiran, maupun materi sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik,” kata Mbah Garin penuh haru.

Menurut Mbah Garin, semangat gotong royong sudah menjadi budaya yang mengakar di tengah masyarakat Megalrejo. Kekompakan tersebut tidak hanya terlihat saat pelaksanaan Sedekah Bumi, tetapi juga dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan lainnya.
“Masyarakat Megalrejo selalu semangat bergotong royong dalam setiap kegiatan kemasyarakatan. Kebersamaan inilah yang menjadi kekuatan kami untuk terus membangun lingkungan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, antusiasme warga juga tampak dalam setiap upaya pembangunan lingkungan. Warga RW 14 selalu bahu-membahu menggalang dana secara swadaya demi mewujudkan berbagai fasilitas yang bermanfaat bagi kepentingan bersama.
“Bahkan untuk pembangunan lingkungan, warga RW 14 selalu semangat dalam menggali dan mengumpulkan dana untuk kepentingan bersama. Alhamdulillah, semangat kebersamaan itu masih terus terjaga hingga sekarang,” tambah Mbah Garin.
Suasana perayaan semakin semarak dengan penampilan kesenian Barongan “Singo Lumaksono” dari Megalrejo yang berhasil memikat perhatian masyarakat. Atraksi para pemain barongan disambut gembira dari penonton yang memadati area Sendang Tirta Panguripan.
Mbah Gain berharap tradisi Sedekah Bumi dapat terus dilestarikan oleh generasi muda agar nilai-nilai gotong royong, kepedulian sosial, dan kecintaan terhadap budaya lokal tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
“Kami berharap anak-anak muda ikut menjaga dan melestarikan tradisi ini. Sedekah bumi bukan hanya agenda tahunan, tetapi juga menjadi warisan budaya yang mengajarkan rasa syukur, kebersamaan, dan kepedulian terhadap sesama,” pungkasnya.*







