KABARCEPU.ID – Memiliki rumah dan mobil pribadi sering kali dianggap sebagai parameter kesuksesan atau kemapanan finansial bagi banyak orang di Indonesia.
Pertanyaan yang kerap muncul di benak para profesional muda adalah: “Kapan usia yang tepat untuk memiliki keduanya?” dan “Mana yang harus diprioritaskan?”
Dikutip dari Forbes, berikut mengenai perspektif usia ideal serta bagaimana Anda dapat memaksimalkan potensi diri untuk mencapai kemapanan finansial tersebut tanpa mengorbankan masa depan.
Secara sosiologis dan ekonomis, rentang usia 25 hingga 35 tahun sering dianggap sebagai periode emas untuk mulai merencanakan atau memiliki aset besar.
- 1. Usia 25-28 Tahun (Fase Akumulasi): Pada usia ini, individu biasanya baru memasuki dunia kerja. Fokus utama adalah membangun dana darurat dan mulai menabung untuk uang muka (Down Payment).
- 2. Usia 30-35 Tahun (Fase Konsolidasi): Dengan karier yang lebih stabil dan penghasilan yang meningkat, usia ini dianggap ideal untuk mengambil Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Memulai KPR di awal usia 30-an memungkinkan Anda menyelesaikan cicilan sebelum memasuki masa pensiun.
Namun, perlu diingat bahwa “usia ideal” setiap orang berbeda, tergantung pada kondisi finansial, tanggung jawab keluarga, dan prioritas hidup masing-masing.
Rumah atau Mobil: Mana yang Didahului?
Secara nilai investasi, rumah adalah prioritas utama. Rumah adalah aset yang nilainya cenderung meningkat (apresiasi), sementara mobil adalah aset yang nilainya menurun (depresiasi) setiap tahunnya. Jika mobilitas kerja masih bisa ditunjang oleh transportasi publik atau layanan ride-sharing, maka mengalokasikan dana untuk rumah terlebih dahulu adalah langkah finansial yang jauh lebih bijak.
Tips Maksimalkan Potensi Diri untuk Mencapai Aset Impian
Untuk mempercepat pencapaian target tersebut, mengandalkan gaji bulanan saja terkadang tidak cukup. Berikut adalah cara memaksimalkan potensi diri:
1. Investasi pada Leher ke Atas (Up-skilling)
Potensi penghasilan Anda sangat bergantung pada nilai diri Anda di pasar tenaga kerja. Ikuti sertifikasi profesional, pelajari bahasa asing, atau kuasai teknologi terbaru di bidang Anda. Semakin tinggi keahlian Anda, semakin besar daya tawar Anda untuk mendapatkan penghasilan yang lebih tinggi.
2. Membangun Rekam Jejak Kredit yang Sehat
Bank akan melihat credit scoring Anda sebelum menyetujui pinjaman. Pastikan Anda tidak memiliki tunggakan pada kartu kredit atau pinjaman online. Kedisiplinan finansial sejak usia muda akan memudahkan Anda mendapatkan persetujuan KPR atau KKB (Kredit Kendaraan Bermotor) di masa depan.
3. Diversifikasi Penghasilan
Jangan hanya terpaku pada satu sumber pendapatan. Gunakan bakat atau hobi Anda untuk menciptakan aliran pendapatan tambahan (side hustle). Di era digital, potensi untuk menjadi konsultan lepas, pembuat konten, atau pelaku e-commerce sangat terbuka lebar.
4. Gaya Hidup Frugal yang Strategis
Banyak anak muda terjebak dalam gaya hidup “FOMO” (Fear of Missing Out) yang menghabiskan pendapatan untuk hal konsumtif. Berlatihlah untuk menunda gratifikasi. Mengurangi frekuensi kopi kekinian atau ganti gadget setiap tahun dapat dialihkan menjadi instrumen investasi seperti reksa dana atau saham.
Usia hanyalah angka, namun kesiapan finansial adalah realitas. Memiliki rumah dan mobil di usia muda bukanlah sebuah kompetisi, melainkan hasil dari perencanaan yang matang dan kerja keras dalam memaksimalkan potensi diri.
Mulailah dengan menetapkan target yang realistis, tingkatkan nilai diri Anda, dan disiplinlah dalam mengelola arus kas. Dengan strategi yang tepat, memiliki hunian nyaman dan kendaraan pribadi di usia produktif bukan lagi sekadar impian, melainkan pencapaian yang nyata.***




