Alita dan PLN Electricity Services Perkuat Pemanfaatan Teknologi Bagi Sektor Ketenagalistrikan

Alita dan PLN Electricity Services Perkuat Pemanfaatan Teknologi Bagi Sektor Ketenagalistrikan
(Kiri - Kanan) : (Kiri - Kanan) ANDI AHMAD FAUZAN - MANAGER BUSDEV & MUTU; ⁠SIGIT ARIMURTI - VP Perencanaan, PLN Electricity Service; ⁠ROBERT APRIANTO PURBA - DIREKTUR PERENCANAAN DAN BISNIS INOVATIF, PLN Electricity Service; ⁠Susiana Mutia - Direktur Utama, PLN Electricity Service; ⁠Joseph Lumban Gaol - Direktur Utama PT Alita Praya Mitra; Syaiful Wahyu Sitorus - Partner, PT Alita Praya Mitra; ⁠Mimin Aminah - Direktur Operational PT Alita Praya Mitra; Wibowo Poedjianto

KABARCEPU.ID – PT Alita Praya Mitra (Alita) resmi menggandeng PLN Electricity Services (PLN ES) dalam kemitraan jangka panjang.

Penandatanganan Strategic Partnership Signing Ceremony digelar di Jakarta, Kamis 27 Agustus 2026 menandai dimulainya kolaborasi kedua perusahaan di bidang teknologi dan infrastruktur untuk mendukung perkembangan sektor ketenagalistrikan di Tanah Air.

Mengusung semangat “Powering Progress Through Strategic Collaboration”, kemitraan ini mempertemukan kapabilitas PLN ES di bidang engineering ketenagalistrikan dengan pengalaman Alita dalam network engineering, ICT, system integration, infrastruktur, serta managed services.

Sebagai langkah awal, kedua belah pihak akan menjalankan validasi teknologi bersama atau proof of concept di bidang Surveillance Asset Management untuk aset jaringan ketenagalistrikan.

Melalui pendekatan ini, teknologi yang dikembangkan Alita diuji secara terukur terhadap kebutuhan operasional di lapangan.

Solusi ini diharapkan mampu memangkas waktu pengerjaan pemantauan aset, meminimalisir risiko pekerjaan, serta menghadirkan data analitik untuk pemeliharaan aset yang lebih terencana.

KONTEN MENARIK UNTUK ANDA

President Director PT Alita Praya Mitra, Joseph Lumban Gaol, menyampaikan bahwa kolaborasi ini menjadi momentum penting untuk membangun kemitraan jangka panjang sekaligus membuktikan kapabilitas teknologi dalam negeri.

Pihaknya meyakini talenta dan teknologi dalam negeri memiliki kapabilitas untuk menjawab kebutuhan operasional sektor ketenagalistrikan.

“Melalui kolaborasi dan proses validasi bersama, kami berharap solusi yang dikembangkan dapat memberikan manfaat yang terukur serta nilai tambah bagi peningkatan layanan ketenagalistrikan di Indonesia,” ujar Joseph.

Dasar kerja sama ini adalah konvergensi dua kompetensi di domain Operational Technology (OT), yaitu Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA) yang membutuhkan keahlian kelistrikan, dengan kapabilitas jaringan komunikasi data yang menjadi kekuatan Alita.

Pertemuan dua kompetensi ini membuka ruang bagi kedua perusahaan untuk membangun solusi terintegrasi.

Pada tahap validasi, solusi manajemen aset berbasis teknologi pengawasan ini memanfaatkan drone yang dilengkapi sensor LIDAR (Light Detection and Ranging), sensor termal, serta sensor visual.

Data yang terkumpul kemudian diintegrasikan dan diolah Alita melalui perangkat lunak pengolah data, sebelum akhirnya ditampilkan dalam Dashboard Operasional OASIS milik PLN ES.

Sistem ini memberikan gambaran kondisi aset yang akurat dan terkini bagi para pengambil keputusan.

Tahap pengolahan data ini menuntut kemampuan engineering yang komprehensif, mengingat volume data yang dihasilkan sangat besar.

Aspek ketersediaan (availability), keandalan (reliability), serta keamanan (security) data menjadi perhatian utama demi menjaga keandalan operasional sektor ketenagalistrikan.

Ke depan, kedua perusahaan akan mengembangkan kolaborasi pada area yang relevan dengan kebutuhan sektor, mencakup modernisasi infrastruktur jaringan dan konektivitas untuk aset ketenagalistrikan, integrasi sistem pemantauan berbasis data, serta layanan terkelola untuk mendukung keandalan operasional.

Direktur Utama PLN ES, Susiana Mutia, menilai kemitraan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat sinergi antara kapabilitas ketenagalistrikan dan teknologi nasional.

Menurutnya, kebutuhan ketenagalistrikan ke depan tidak hanya menuntut keandalan dari sisi engineering, tetapi juga dukungan teknologi, infrastruktur, dan kemampuan integrasi sistem.

Kemitraan dengan Alita merupakan langkah strategis untuk memperkuat sinergi antara kapabilitas PLN Electricity Services di sektor ketenagalistrikan dengan kompetensi teknologi dan engineering nasional.

“Kami melihat kolaborasi ini sebagai bagian dari upaya mengoptimalkan kapabilitas dalam negeri untuk menjawab tantangan sektor yang terus berkembang,” kata Susiana.

Susiana menambahkan, kemitraan ini juga mencerminkan peluang yang lebih luas bagi penguatan ekosistem teknologi nasional di sektor ketenagalistrikan.

Ia berharap kerja sama ini tidak berhenti pada seremoni belaka, melainkan menjadi pintu masuk bagi komunikasi yang lebih konstruktif dan produktif ke depannya.

“Kami mengapresiasi inisiatif PT Alita Praya Mitra untuk membuka komunikasi dan penjajakan bersama. Pemanfaatan teknologi harus tetap ditempatkan dalam kerangka kebutuhan operasional dan tata kelola perusahaan, sehingga setiap solusi yang dikembangkan dapat menjawab kebutuhan nyata, memberikan manfaat terukur, serta tetap memperhatikan aspek keamanan dan kepatuhan. Kami berharap MoU ini tidak berhenti pada seremoni, melainkan menjadi pintu masuk bagi komunikasi yang lebih konstruktif dan produktif ke depannya,” pungkas Susiana. (*)

KONTEN UNIK DARI SPONSOR UNTUK ANDA