Hadir di Karangboyo Cepu, Mas Danang Digempur Uneg-Uneg Warga

Hadir di Karangboyo Cepu Mas Danang Digempur Uneg-Uneg Warga
Perwakilan Warga RW 05 Karangboyo Cepu saat menyampaikan aspirasi dalam dialog Serap Aspirasi bersama Danang Wicaksana Sulistya (Mas Danang) Anggota Komisi V DPR RI.

KABARCEPU.ID – Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Danang Wicaksana Sulistya atau yang akrab disapa Mas Danang, menyerap aspirasi masyarakat Kelurahan Karangboyo, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Senin (26/10/2026). Dalam kegiatan reses tersebut, warga menyampaikan sejumlah usulan pembangunan dan perbaikan fasilitas umum di lingkungan mereka.

Kegiatan serap aspirasi yang berlangsung di Balai Kelurahan Karangboyo itu dihadiri Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blora Lenova Chandra, anggota DPRD Blora Galuh Saraswati dari Komisi A, Adiria dari Komisi C, dan Ika Dewi dari Komisi D, serta Lurah Karangboyo Sri Kartini.

Dalam pertemuan tersebut, sejumlah perwakilan masyarakat menyampaikan kebutuhan dan persoalan yang dihadapi di wilayah masing-masing. Aspirasi yang muncul meliputi pengembangan usaha produktif masyarakat, peningkatan sarana olahraga, hingga perbaikan infrastruktur lingkungan.

PKK Usulkan Perbaikan Kebun dan Pengembangan Budidaya Lele
Ketua PKK Kelurahan Karangboyo, Suwar, menyampaikan sejumlah kendala yang dihadapi dalam pengelolaan kebun PKK. Menurutnya, meskipun berstatus kelurahan, sebagian masyarakat Karangboyo masih menggantungkan mata pencaharian pada sektor pertanian.

Ia menjelaskan, kebun PKK Karangboyo pernah mendapatkan bantuan dari program Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) tingkat Provinsi Jawa Tengah sekitar tiga tahun lalu. Sejak saat itu, kebun tersebut dikelola secara gotong royong oleh para anggota PKK.

Namun, keterbatasan sarana dan prasarana menjadi kendala dalam pengembangan kebun tersebut. Sejumlah fasilitas, seperti pagar dan rak pembibitan, membutuhkan perbaikan. Selain itu, ketersediaan air untuk menyiram tanaman juga masih menjadi persoalan, terutama saat musim kemarau.

KONTEN MENARIK UNTUK ANDA

“Yang paling utama adalah air. Saat ini kami masih menumpang menggunakan sumur milik warga. Ketika musim kemarau, pasokan air sering terkendala,” ujar Suwar.

Ia berharap adanya dukungan untuk pembangunan sumur sendiri, perbaikan fasilitas kebun, serta pengembangan tanaman produktif seperti terong dan tomat. PKK Karangboyo juga mengusulkan pembangunan kolam lele dengan sistem bioflok sebagai upaya meningkatkan produktivitas dan menambah pendapatan kelompok.

Hadir di Karangboyo Cepu Mas Danang Digempur Uneg-Uneg Warga
Perwakilan PKK Karangboyo Cepu dalam dialog Serap Aspirasi bersama Danang Wicaksana Sulistya (Mas Danang) Anggota Komisi V DPR RI.

Karang Taruna Minta Atap Lapangan Voli
Aspirasi berikutnya disampaikan Teguh, perwakilan Karang Taruna Karangboyo. Ia mengusulkan pembangunan atap atau ruang tertutup di area lapangan bola voli yang selama ini digunakan untuk menyelenggarakan turnamen tahunan.

Menurutnya, fasilitas tersebut dibutuhkan untuk mendukung kelancaran kegiatan olahraga sekaligus menjadi sarana pembinaan atlet muda di wilayah Cepu dan Kabupaten Blora.

“Kami berharap ada dukungan pembangunan atap lapangan agar kegiatan turnamen tahunan bisa berjalan lebih baik. Kami juga ingin mengembangkan pembinaan olahraga di Karangboyo, khususnya untuk wilayah Cepu dan Blora,” kata Teguh.

Warga RW 05 Usulkan Pavingisasi, Renovasi WC Komunal, dan Embung
Sementara itu, Didik, perwakilan warga RW 05 Karangboyo, menyampaikan tiga usulan utama. Pertama, penyelesaian pembangunan pavingisasi jalan lingkungan di RT 01 dan RT 09 yang hingga kini masih menyisakan sekitar 30 meter jalan yang belum dipaving.

Kedua, renovasi bangunan WC komunal yang sejak awal pembangunan belum dimanfaatkan. Warga mengusulkan agar bangunan tersebut dialihfungsikan menjadi balai pertemuan atau balai serbaguna untuk menunjang kegiatan posyandu, taman baca, serta pertemuan RT dan RW.

Ketiga, pembangunan embung di wilayah Jatirejo untuk membantu mengurangi risiko banjir yang kerap menggenangi kawasan Turibang, Kampung Baru, dan Ngareng saat hujan deras.

Didik mengatakan, usulan pembangunan embung tersebut sebelumnya telah disampaikan kepada lurah setempat dan sempat dilakukan survei. Selain berfungsi sebagai upaya pengendalian banjir, embung diharapkan dapat dikembangkan menjadi ruang rekreasi masyarakat dengan melibatkan pemuda setempat.

Keluhkan Drainase dan Talud
Aspirasi lainnya datang dari Sudikno, perwakilan warga RW 02 Karangboyo. Ia mengungkapkan, persoalan drainase dan talud di lingkungannya telah diusulkan selama bertahun-tahun, tetapi belum terealisasi.

Menurutnya, kondisi drainase yang belum memadai menyebabkan air dari area persawahan mengalir ke jalan saat hujan, sehingga mengganggu aktivitas warga.

Selain perbaikan drainase dan pembangunan talud, warga juga mengusulkan penyediaan tandon air di sekitar makam untuk menunjang kebutuhan air ketika warga melakukan kegiatan pemakaman dan membersihkan area tersebut.

Hadir di Karangboyo Cepu Mas Danang Digempur Uneg-Uneg Warga
Danang Wicaksana Sulistya (Mas Danang) Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Partai Gerindra saat menjawab keluhan warga Karangboyo Cepu.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Mas Danang menyatakan sejumlah usulan dapat ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan pemerintah daerah maupun kementerian terkait, sesuai dengan kewenangan masing-masing.

Terkait pengembangan budidaya lele sistem bioflok, ia menjelaskan bahwa terdapat program tematik dari Kementerian Kelautan dan Perikanan yang dapat dijajaki melalui pengajuan proposal.

Menurutnya, program tersebut berpotensi dikembangkan melalui kolaborasi antara kelompok wanita tani (KWT), PKK, dan Karang Taruna. Namun, pelaksanaannya perlu didukung ketersediaan lahan yang memadai, diperkirakan sekitar 1.000 meter persegi.

“Program bioflok ini bisa didorong melalui pengajuan proposal. KWT atau PKK bisa berkolaborasi dengan pemuda, termasuk mengusulkan kebutuhan bibitnya. Harapannya, program ini dapat menambah kegiatan produktif sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat,” ujarnya.

Mengenai usulan pembangunan atap lapangan bola voli, Mas Danang menyampaikan akan meninjau lokasi terlebih dahulu. Ia juga membuka kemungkinan penggunaan tenda sebagai solusi sementara sembari mengupayakan dukungan untuk pembangunan fasilitas permanen.

Adapun terkait pembangunan embung di wilayah RW 05, ia menjelaskan bahwa usulan tersebut perlu disampaikan melalui pemerintah kabupaten, termasuk bupati, agar dapat dikoordinasikan dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Jika terealisasi, embung tersebut diharapkan tidak hanya berfungsi membantu pengendalian banjir, tetapi juga berpotensi dikembangkan sebagai kawasan wisata masyarakat yang dikelola bersama Karang Taruna.

“Untuk embung, perlu ada usulan dari bupati agar bisa saya dorong ke Kementerian PU. Semoga lahannya mencukupi. Jika terealisasi, kawasan itu juga bisa dimanfaatkan bersama Karang Taruna sebagai tempat wisata, misalnya dengan menyediakan wahana perahu bebek,” jelasnya.

Sementara itu, mengenai persoalan drainase dan talud di RW 02, Mas Danang menyebut bahwa berdasarkan informasi dari Lurah Karangboyo, usulan tersebut telah mulai disampaikan melalui program pemerintah kabupaten. Adapun kebutuhan tandon air dapat dikoordinasikan lebih lanjut dengan pihak kelurahan.

Ia menegaskan, setiap usulan masyarakat perlu ditindaklanjuti dengan mempertimbangkan pembagian kewenangan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Persoalan yang dapat diselesaikan melalui pemerintah kabupaten, menurutnya, perlu didorong agar mendapat penanganan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Blora.

“Tidak semua usulan harus ditangani pemerintah pusat. Kita perlu melihat kewenangannya masing-masing. Jika memang menjadi kewenangan kabupaten, kita akan berkoordinasi dengan bupati agar dapat ditindaklanjuti melalui APBD Kabupaten Blora,” ungkapnya.

Menutup dialog, Mas Danang menyampaikan bahwa komunikasi dengan masyarakat tidak berhenti setelah kegiatan reses selesai. Ia mempersilakan warga menyampaikan persoalan yang belum sempat dibahas melalui tim dan perwakilannya yang berada di Kabupaten Blora.

Menurutnya, kegiatan reses menjadi bagian dari upaya menyerap kebutuhan masyarakat sekaligus menjembatani aspirasi warga agar dapat ditindaklanjuti sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.

“Pertemuan singkat ini bukan akhir dari segalanya. Jika ke depan saya belum bisa hadir secara langsung, ada perwakilan dan tim saya di Blora yang bisa membantu menyampaikan aspirasi. Yang terpenting, program-program yang kami dorong bisa hadir di tengah masyarakat dan memberikan manfaat,” pungkasnya.***

KONTEN UNIK DARI SPONSOR UNTUK ANDA