Gaya Hidup

Digoreng, Dibakar atau Direbus: Melihat Kandungan Gizi Ikan Air Tawar Setelah Diolah

KABARCEPU.ID – Ikan air tawar merupakan sumber protein hewani yang populer di banyak wilayah Indonesia. Selain mudah diperoleh dan relatif terjangkau, ikan air tawar juga kaya akan nutrisi penting seperti protein berkualitas tinggi, asam lemak tak jenuh, vitamin, dan mineral.

Namun, cara pengolahan baik digoreng, dibakar, atau direbus dapat memengaruhi kandungan gizi dan manfaat kesehatan ikan tersebut.

Dilansir dari sejumlah sumber, berikut perbandingan ketiga metode pengolahan tersebut, dampaknya terhadap zat gizi utama, serta tips memilih teknik memasak yang lebih sehat tanpa mengorbankan cita rasa.

Perubahan Kandungan Gizi Akibat Pengolahan
– Protein: Protein pada ikan relatif stabil terhadap panas, sehingga ketiganya—menggoreng, membakar, maupun merebus—umumnya tidak banyak menurunkan total protein. Namun, metode dengan suhu sangat tinggi dan waktu memasak lama dapat menyebabkan denaturasi berlebih yang sedikit mengurangi kecernaan protein.

– Lemak dan asam lemak: Ikan air tawar umumnya memiliki lemak total lebih rendah dibanding ikan laut, tetapi masih mengandung asam lemak tak jenuh (termasuk omega-3 dalam jumlah bervariasi). Menggoreng dapat menambah kandungan lemak total dan kalori karena penyerapan minyak, serta berpotensi mengubah komposisi asam lemak jika minyak terlalu panas atau digunakan berulang. Membakar cenderung mempertahankan lemak alami lebih baik tanpa penambahan, meski sebagian lemak bisa menetes dan hilang. Merebus umumnya tidak menambahkan lemak sehingga tetap rendah lemak.

– Vitamin larut air (B kompleks, vitamin C): Vitamin ini sensitif terhadap panas dan larut dalam air. Merebus dapat menyebabkan kehilangan vitamin B dan vitamin C ke dalam air rebusan, terutama jika direbus lama atau air rebusannya dibuang. Menggoreng dan membakar juga dapat menurunkan vitamin sensitif panas, tetapi karena prosesnya lebih singkat dan tanpa pelarutan ke air, kehilangan bisa lebih kecil dibanding merebus.

KONTEN MENARIK UNTUK ANDA

– Mineral (kalsium, fosfor, zat besi): Mineral relatif stabil terhadap panas dan umumnya tidak banyak berkurang oleh pemasakan biasa. Namun, jika tulang dimasak dan dimakan (mis. ikan kecil yang digoreng atau direbus hingga empuk), asupan kalsium dan fosfor bisa meningkat.

– Senyawa berbahaya: Menggoreng pada suhu tinggi atau penggunaan minyak bekas dapat meningkatkan pembentukan produk oksidasi lipid dan senyawa berpotensi karsinogenik seperti akrilamida atau hidrokarbon aromatik polisiklik (PAH) jika terjadi pembakaran. Membakar juga berpotensi menghasilkan PAH dan amina heterosiklik (HCA) terutama bila permukaan ikan gosong. Merebus relatif paling aman dari sisi pembentukan senyawa berbahaya karena suhu lebih rendah dan tidak ada pembakaran langsung.

Kelebihan dan Kekurangan Tiap Metode Pengolahan

Menggoreng
– Kelebihan: Tekstur renyah dan rasa khas yang disukai banyak orang; waktu memasak cepat.
– Kekurangan: Menambah kalori dan lemak dari minyak; risiko oksidasi lemak dan pembentukan senyawa berbahaya jika minyak terlalu panas atau dipakai berulang.

Membakar
– Kelebihan: Rasa asap yang khas tanpa perlu menambah minyak banyak; menjaga sebagian nutrisi lebih baik dibanding menggoreng.
– Kekurangan: Risiko pembentukan PAH/HCA pada bagian gosong; perlu teknik agar tidak terlalu kering.

Merebus
– Kelebihan: Menjaga rendah lemak dan kalori; paling aman terhadap pembentukan senyawa berbahaya.
– Kekurangan: Risiko hilangnya vitamin larut air ke dalam air rebusan jika air dibuang; tekstur yang mungkin kurang menarik bagi sebagian orang.

Praktik Memasak Sehat untuk Memaksimalkan Nilai Gizi

  • – Pilih ikan segar berkualitas dan sumber yang bertanggung jawab untuk meminimalkan paparan kontaminan.
  • – Saat menggoreng, gunakan minyak dengan titik asap tinggi (mis. minyak kanola atau minyak jagung), hindari penggunaan minyak berulang, dan pertahankan suhu agar tidak terlalu tinggi.
  • – Untuk membakar, hindari gosong berlebihan; gunakan marinasi dengan bahan yang dapat mengurangi pembentukan senyawa berbahaya (mis. rempah-rempah tertentu seperti kunyit, jahe, dan bawang putih).
  • – Saat merebus, pertimbangkan menggunakan kaldu atau air rebusan sebagai bagian dari hidangan (mis. sup ikan) sehingga nutrisi yang larut tidak terbuang.
  • – Kombinasikan sayuran dan bumbu segar untuk meningkatkan kandungan vitamin, mineral, dan antioksidan dalam sajian akhir.
  • – Mengolah dengan metode rendah lemak seperti panggang dengan sedikit minyak, kukus, atau poaching bisa menjadi alternatif sehat yang mempertahankan tekstur dan nutrisi.

Tidak ada satu metode pengolahan yang sempurna, setiap teknik memiliki kelebihan dan kekurangan nutrisi. Jika tujuan utama adalah menurunkan asupan lemak dan mengurangi risiko pembentukan senyawa berbahaya, merebus atau mengukus adalah pilihan terbaik, disusul memanggang/ membakar dengan teknik yang tepat.

Jika menginginkan rasa dan tekstur renyah, menggoreng tetap bisa dilakukan dengan modifikasi sehat (minyak baik dan suhu terkontrol). Mengkombinasikan variasi metode memasak dan memperhatikan bahan serta teknik dapat membantu menjaga nilai gizi ikan air tawar sekaligus menghasilkan hidangan yang lezat dan seimbang.***

KONTEN UNIK DARI SPONSOR UNTUK ANDA

POSTINGAN TERKAIT