KABARCEPU.ID – Bawang putih (Allium sativum) telah digunakan sebagai bahan makanan dan obat tradisional selama ribuan tahun.
Selain memberikan cita rasa khas pada masakan, bawang putih mengandung senyawa bioaktif yang menawarkan beragam manfaat kesehatan.
Melansir dari sejumlah sumber, berikut rangkuman khasiat bawang putih untuk kesehatan yang didukung oleh penelitian dan praktik tradisional.
1. Menurunkan Risiko Penyakit Kardiovaskular
Bawang putih dapat membantu menurunkan tekanan darah, kadar kolesterol total, dan LDL (kolesterol “jahat”). Senyawa allicin—yang terbentuk saat bawang putih dihancurkan atau dicincang—berperan dalam melebarkan pembuluh darah dan mengurangi peradangan. Konsumsi bawang putih secara rutin, baik segar maupun dalam bentuk suplemen yang terstandarisasi, dapat menjadi bagian dari strategi pencegahan penyakit jantung.
2. Bersifat Antimikroba dan Antivirus
Sejak lama bawang putih dipakai untuk melawan infeksi. Allicin dan senyawa sulfur lainnya menunjukkan aktivitas terhadap bakteri, jamur, dan beberapa virus dalam penelitian laboratorium. Meskipun bukan pengganti terapi medis untuk infeksi berat, bawang putih bisa berguna sebagai langkah tambahan untuk meningkatkan pertahanan tubuh.
3. Meningkatkan Fungsi Kekebalan Tubuh
Konsumsi bawang putih dikaitkan dengan peningkatan respons imun, termasuk stimulasi sel-sel kekebalan seperti makrofag dan limfosit. Beberapa studi menunjukkan pengurangan durasi dan keparahan gejala flu dan pilek pada orang yang mengonsumsi suplemen bawang putih dibandingkan plasebo.
4. Bersifat Antioksidan dan Antiinflamasi
Bawang putih mengandung antioksidan yang membantu menetralkan radikal bebas, mengurangi stres oksidatif, dan menekan jalur peradangan kronis. Efek ini penting dalam pencegahan penyakit degeneratif seperti penyakit jantung, beberapa kanker, dan kondisi terkait penuaan.
5. Potensi Menurunkan Risiko Beberapa Jenis Kanker
Beberapa penelitian observasional mengaitkan konsumsi bawang putih dengan penurunan risiko kanker saluran pencernaan (misalnya lambung dan kolorektal). Senyawa sulfur dalam bawang putih diyakini membantu menghambat pertumbuhan sel kanker, meningkatkan detoksifikasi karsinogen, dan memperbaiki mekanisme perbaikan DNA. Namun, bukti belum konklusif dan diperlukan penelitian lebih lanjut.
6. Mengatur Gula Darah dan Metabolisme
Bawang putih dapat berdampak positif pada metabolisme glukosa dan sensitivitas insulin. Beberapa studi pada manusia dan hewan menunjukkan bahwa konsumsi bawang putih membantu menurunkan kadar gula darah puasa dan memperbaiki profil metabolik pada individu dengan diabetes atau resistensi insulin.
7. Mendukung Kesehatan Pencernaan
Senyawa aktif dalam bawang putih dapat membantu keseimbangan mikrobiota usus dengan sifat antimikrobanya yang selektif. Selain itu, bawang putih merangsang sekresi cairan pencernaan, yang dapat membantu pencernaan makanan.
Efek Samping dan Kontraindikasi
Bawang putih umumnya aman dalam jumlah kuliner, tetapi konsumsi berlebih dapat menyebabkan bau mulut, gangguan pencernaan, atau reaksi alergi pada sebagian orang. Penggunaan dalam dosis terapeutik sebaiknya didiskusikan dengan profesional kesehatan terutama bagi ibu hamil, menyusui, atau pasien dengan gangguan pembekuan darah.
Bawang putih adalah bahan alami dengan beragam khasiat kesehatan yang didukung oleh bukti biologis dan penelitian. Mengintegrasikannya sebagai bagian dari pola makan sehat dapat memberikan manfaat pada kesehatan jantung, sistem kekebalan, dan pencegahan penyakit kronis. Namun, penggunaannya tidak menggantikan pengobatan medis profesional—terutama bila Anda memiliki kondisi kesehatan yang memerlukan perawatan khusus.***














