Blora Wedding Festival 2025 Sukses Digelar, Dorong Industri Ekonomi Kreatif di Blora

KABARCEPU.ID – Pelaksanaan Blora Wedding Festival (BWF) 2025 yang berhasil digelar 22 hingga 24 Agustus 2025 menjadi tonggak penting dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Kabupaten Blora.

Blora Wedding Festival tahun 2025 ini tidak hanya menampilkan rangkaian kegiatan pameran produk pernikahan, fashion show, dan workshop bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), tetapi juga berfungsi sebagai platform strategis untuk mempertemukan pelaku industri kreatif lokal dengan calon klien, investor, dan mitra bisnis potensial.

BWF telah memperkuat kapasitas sumber daya manusia lokal melalui sesi pelatihan tentang pemasaran digital, pengemasan produk, dan manajemen event sehingga pelaku usaha memiliki keterampilan yang lebih siap bersaing di pasar regional dan nasional.

Blora Wedding Festival 2025 dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Blora Hj. Sri Setyorini pada Jumat (22/8/2025) di Gedung Graha Larasati Blora. Wakil Bupati mengungkap bahwa penyelenggaraan BWF 2025 dinilai mampu menghadirkan ruang kreatif dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

“Blora Wedding Festival bukan sekadar pameran pernikahan, tetapi merupakan wujud nyata kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan komunitas kreatif. Melalui kegiatan ini, kita berharap industri pernikahan di Blora bisa tumbuh lebih terintegrasi, melibatkan banyak sektor mulai dari wedding organizer, fashion designer, dekorator, fotografer, hingga UMKM kuliner, catering, dan kerajinan tangan,” ungkapnya.

Festival ini menjadi penyelenggaraan tahun kedua, setelah sukses memikat perhatian masyarakat dan pelaku industri kreatif pada gelaran perdana tahun lalu.

Pada acara pembukaan BWF tersebut, juga dihadiri oleh Ketua Pengadilan Negeri Blora Nunung Kristiyani, SH., MH., Ketua Dekranasda Hj. Ainia Shalichah Arief Rohman, perwakilan Kodim, perwakilan Polres, serta sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Di kesempatan yang sama, Ketua Panitia BWF 2025, Nesya, menegaskan bahwa sektor pernikahan dinilai memiliki ekosistem ekonomi yang luas. Pasalnya, banyak pelaku usaha yang nantinya terlibat hingga mendorong perekonomian daerah.

“Kita percaya industri kreatif, terutama bidang pernikahan dan event, menyimpan potensi luar biasa untuk menggerakkan ekonomi daerah. Melalui festival ini, kita ingin menunjukkan bahwa Blora mampu menjadi pusat kreativitas, inovasi, sekaligus destinasi menarik untuk wedding tourism,” ujarnya.

Nesya menambahkan, Tahun ini, BWF 2025 mengusung tema “Sasmitaning Lembayung”. Menurutnya, dalam filosofi Jawa, sasmitaning berarti tanda atau isyarat, sementara lembayung merujuk pada warna senja yang indah, penuh ketenangan, sekaligus melambangkan peralihan dari satu fase ke fase berikutnya. Senja selalu menjadi pengingat bahwa setiap akhir adalah awal baru.

Dengan mengusung filosofi Sasmitaning Lembayung, Blora Wedding Festival 2025, Ia berharap, dapat menjadi wadah inspiratif bagi pasangan calon pengantin, ruang tumbuh bagi pelaku usaha, sekaligus momentum bagi Blora dalam memperkuat identitas budaya dan daya saing ekonomi kreatifnya.

“Blora Wedding Festival memiliki visi besar, menjadikan event ini ruang tumbuh bagi generasi muda kreatif Blora. Inilah panggung yang menyatukan semangat cinta dan semangat berkarya, sebagai momentum Blora mempertegas jati diri sebagai kabupaten yang peduli pada pemuda kreatif dan berdaya saing,” tandasnya.

Blora Wedding Festival 2025 Berlangsung Tiga Hari

Blora Wedding Festival 2025 Sukses Digelar Dorong Industri Ekonomi Kreatif di Blora 2Blora Wedding Festival 2025 yang dihelat selama tiga hari (22 hingga 24 Agustus 2025) menghadirkan beragam rangkaian kegiatan yang dirancang untuk menghibur sekaligus memberikan edukasi.

Beberapa agenda utama yang digelar antara lain Wedding Expo yang diikuti 25 vendor pernikahan, menampilkan layanan mulai dari tata rias, dekorasi, fotografi, busana pengantin, hingga penyedia katering.

Fashion Show menampilkan karya desainer lokal dan regional, memperlihatkan inovasi gaun pengantin, busana adat, dan kreasi kontemporer. Lalu, seminar dan Talkshow menghadirkan narasumber berpengalaman di bidang pernikahan, memberikan tips dan inspirasi bagi calon pengantin maupun pelaku usaha.

Workshop Kreatif seperti tata rias pengantin, pembuatan hantaran, hingga fotografi wedding. Pagelaran Seni Budaya yang menampilkan kesenian tradisional Blora, menjadi daya tarik tersendiri sekaligus memperkuat identitas lokal.
Food & Fashion Bazaar diikuti lebih dari 30 tenant kuliner, fashion, dan UMKM Blora serta sekitarnya.

Tidak hanya di dalam gedung, area luar Graha Larasati juga diramaikan dengan stand UMKM yang menawarkan kuliner khas, produk kreatif, serta fasilitas nongkrong yang nyaman dan instagramable. Spot-spot foto estetik disediakan agar pengunjung dapat mengabadikan momen selama festival berlangsung.

Keberhasilan Blora Wedding Festival memberikan kontribusi pada peningkatan potensial bagi industri pernikahan dan kreativitas budaya di Kabupaten Blora. Diharapkan, melalui festival ini mampu menembus pasar yang lebih luas dan memberikan manfaat ekonomi jangka panjang bagi masyarakat setempat.***

Dihelat 2 Hari! Karnaval Blora 2025 Sukses Digelar, Ini Daftar Juara Karnaval Blora 2025

KABARCEPU.IDKarnaval Blora 2025 yang digelar selama dua hari (23-24 Agustus 2025) berhasil menyedot perhatian ribuan warga.

Acara yang merupakan rangkaian peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Blora ini menampilkan ragam kreativitas seni, budaya, dan nilai-nilai kebangsaan.

Dengan partisipasi ratusan peserta mulai dari kelompok seni tradisional hingga komunitas modern, Karnaval Blora 2025 menjadi momen kebersamaan sekaligus ajang unjuk karya masyarakat Blora.

Karnaval Blora 2025 berlangsung meriah dengan alur rute yang strategis di pusat kota. Panitia menyiapkan panggung utama, pos kesehatan, area kuliner, dan fasilitas penunjang lain sehingga para pengunjung dapat menikmati acara dengan nyaman.

Cuaca yang bersahabat selama dua hari penyelenggaraan turut mendukung kelancaran kegiatan. Selain pawai kostum dan mobil hias, terdapat pula penampilan kesenian tradisional, tari-tarian daerah, serta pertunjukan musik lokal yang memperkaya pengalaman pengunjung.

Kesuksesan acara tampak dari tingginya animo masyarakat. Ribuan warga tumpah di sepanjang rute karnaval untuk menyaksikan ragam atraksi budaya, penampilan sekolah, organisasi masyarakat, serta kreasi kendaraan hias yang memadukan tema kemerdekaan, kearifan lokal, dan inovasi modern.

Pawai dibuka secara resmi oleh Bupati Blora Arief Rohman dengan ditandai pelepasan balon udara dan pengibaran bendera start di depan kantor Bupati Blora. Turut mendampingi jajaran Forkopimda Blora dan organisasi wanita.

Kepala Dinporabudpar Blora Iwan Setiyarso, menyampaikan, pawai pembangunan (karnaval) dalam rangka HUT ke-80 RI dilaksanakan dua hari, yakni Sabtu 23 Agustus 2025 untuk kategori PAUD/TK, SD dan SMP dan Minggu 24 Agustus 2025, untuk kategori SMA / Sederajat, Perguruan Tinggi, OPD dan Umum.

Pawai pembangunan tahun ini mengambil tema Nguri-uri Budaya, Sesarengan Mbangun Blora, Maju dan Berkelanjutan. Kreativitas peserta menjadi daya tarik utama.

Banyak kostum dan hiasan mobil yang mengangkat tema sejarah kemerdekaan, kekayaan budaya Blora, hingga isu-isu kontemporer seperti pelestarian lingkungan dan promosi produk lokal. Penjurian menilai aspek estetika, originalitas, kesesuaian tema, serta kemampuan atraksi di jalur pawai.

Panitia telah mengumumkan daftar pemenang dari berbagai kategori. Berikut para juara pawai pembangunan Kabupaten Blora dalam rangka HUT ke-80 RI Tahun 2025:

Kategori A (PAUD/TK):
– Juara I, TKIT dan KBIT Permata Mulia (A4).
– Juara II, TK Islam Baitunnur Blora (A11).
– Juara III, TK Negeri Pembina (A3).

Kategori B (SD/Sederajat):
– Juara I, SD Muhammadiyah Blora (B3).
– Juara II, SD Negeri 5 Karangjati (B2).
– Juara III, SD Negeri Tempelan (B12).

Kategori C (SMP/Sederajat):
– Juara I, SMP Negeri 2 Blora (C3).
– Juara II, SMP Negeri 1 Blora (C4).
– Juara III, SMP Negeri 3 Blora (C8).

Kategori A (SMA/Sederajat/Pergurua Tinggi):
– Juara I, SMA Negeri 2 Blora (A2).
– Juara II SMK Muhammadiyah 1 Blora (A3).
– Juara III, SMK Negeri 1 Blora (A5).

Kategori B (OPD/Instansi Vertikal):
– Juara I, BPPKAD (B6).
– Juara II, Dinkesda Blora (B12).
– Juara III, Bapperida Blora (B14)

Kategori C (Umum/BUMD/BUMN/Perbankan):
– Juara I, Pemuda Seloganti Kelurahan Tegalgunung.

Karnaval Blora 2025 sebagai bagian dari rangkaian HUT ke-80 Kemerdekaan RI sukses menyajikan perayaan yang meriah, edukatif, dan berdampak positif bagi masyarakat setempat.

Penghargaan bagi para juara menjadi pengakuan atas kerja keras, kreativitas, dan semangat kebersamaan. Momentum ini mampu mendorong pelestarian budaya, penguatan ekonomi lokal, dan pengembangan kegiatan seni yang inovatif di Kabupaten Blora.***

Karnaval Blora 2025 Tingkat SMA Umum Makin Seru, Memikat Antusias Ribuan Masyarakat

KABARCEPU.IDKarnaval Blora 2025 tingkat SMA umum tampil semakin semarak dan inovatif, menghadirkan deretan peserta yang menampilkan kreativitas, kebersamaan, serta kebanggaan lokal yang berhasil memikat antusias ribuan warga.

Rangkaian pawai yang berlangsung di pusat kota tersebut tidak hanya menonjolkan kostum dan dekorasi bertema kemerdekaan, tetapi juga mengintegrasikan elemen pendidikan, seni, dan penggalangan wawasan kebangsaan melalui penampilan drama singkat, tarian kolosal, serta orasi pelajar yang sarat pesan persatuan dan semangat berkontribusi untuk negeri.

Karnaval Blora 2025 tingkat SMA umum dalam rangka memeriahkan HUT ke-80 Kemerdekaan RI yang dihelat pada Minggu (24/8/2025) ini menjadi medium efektif bagi generasi muda untuk mengekspresikan identitas budaya dan aspirasi sosial mereka.

Antusiasme masyarakat tertangkap jelas melalui padatnya barisan penonton yang memenuhi ruas jalan, sorak sorai yang bergema, serta dokumentasi luas di media sosial yang turut memperpanjang dampak positif acara Karnaval Blora 2025 tingkat SMA, Perguruan Tinggi, Instansi, dan Umum ini.

Pawai dibuka secara resmi oleh Bupati Blora Arief Rohman dengan ditandai pelepasan balon udara dan pengibaran bendera start di depan kantor Bupati Blora. Turut mendampingi jajaran Forkopimda Blora dan organisasi wanita.

Kepala Dinporabudpar Blora Iwan Setiyarso, menyampaikan, pawai pembangunan (karnaval) dalam rangka HUT ke-80 RI dilaksanakan dua hari, yakni Sabtu 23 Agustus 2022 untuk KelompokPAUD/TK, SD dan SMP dan Minggu 24 Agustus 2025, untuk Kelompok SMA / Sederajat, Perguruan Tinggi, OPD dan Umum.

“Pawai pembangunan tahun ini mengambil tema Nguri-uri Budaya, Sesarengan Mbangun Blora, Maju dan Berkelanjutan,” terangnya.

Pawai pembangunan dimulai dengan pasukan pengibar bendera, kemudian drum band PEM Akamigas Cepu.

Karnaval Blora 2025 Tingkat SMA Umum Makin Seru Memikat Antusias Ribuan Masyarakat 2

Mengawali arak-arakan Karnaval Blora 2025 tingkat SMA dan Umum, Dinkominfo Blora tampil perdana sambil menyampaikan informasi kepada masyarakat berkaitan adanya acara tersebut.

Urutan Peserta Pawai Pembangunan Kabupaten Blora Tahun 2025, Hari ke- 2, Minggu 24 Agustus 2025 Kelompok SMA/Sederajat, Perguruan Tinggi, OPD dan Umum:

Kelompok A = SMA / Sederajat
1. A1 SMK Ma’arif Tunjungan, Tema Provinsi Jawa Barat.
2. A2 SMA Negeri 2 Blora, Tema Provinsi Jawa Timur.
3. A3 SMK Muhammadiyah 1 Blora, Tema Provinsi Sulawesi Utara.
4. A4 POLTEKKES Blora, Tema Provinsi DKI Jakarta.
5. A5 SMK Negeri 1 Blora, Tema Provinsi Riau.
6. A6 SMA Negeri 1 Blora, Tema Provinsi Riau.

Kelompok B = OPD
Tim Eksibisi SETDA Kab. Blora, Tema Provinsi Kalimantan Tengah
1. B1 Inspektorat, Tema Provinsi Sumatera Utara.
2. B2 Dindagkop dan UKM, Tema Provinsi Jawa Barat.
3. B3 Dinkominfo, Tema Provinsi Jawa Tengah.
4. B4 Dinas Pendidikan, Tema Provinsi Papua.
5. B5 Paguyuban Camat se – Kab. Blora, Tema Provinsi Nusa Tenggara Timur.
6. B6 BPPKAD, Tema Provinsi Jawa Timur.
7. B7 Dinas PMD Tema Provinsi Jawa Timur.
8. B8 SETWAN Kab. Blora, Tema Provinsi Kalimantan Timur.
9. B9 Dinsos P3A, Tema Provinsi Yogyakarta.
10. B10 Dindukcapil, Tema Provinsi Bali.

11. B11 Dinas DALDUK KB, Tema Provinsi DKI Jakarta.
12. B12 Dinas Kesehatan Daerah, Tema Provinsi Kepulauan Riau.
13. B13 Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Tema Provinsi DKI Jakarta.
14. B14 BAPPERIDA Tema Provinsi Nusa Tenggara Timur.
15. B15 BKPSDM, Tema Provinsi Jawa Tengah.
16. B16 Dinas PUPR Tema ProvinsiYogyakarta.
17. B17 Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Tema Provinsi Jawa Tengah.
18. B18 DP4, Tema Provinsi Riau.
19. B19 Diperinaker, Tema Provinsi Bali.
20. B20 DPMPTSP, Tema Provinsi Jawa Barat. B21 BPBD Tema Provinsi Bali.

Tim Eksibisi Bank Jateng bersama dengan Barongan Risang Guntur Seto Blora.
Tim Eksibisi PD. BPR BKK Blora bersama dengan BUMD se – Kab. Blora.

Kelompok C = Umum
C1 Pemuda Seloganthi Kelurahan Tegalgunung, Tema Provinsi Yogyakarta.

Karnaval Blora 2025 tidak sekadar perayaan seremonial HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, melainkan juga perwujudan nyata kolaborasi lintas sektor dalam membangun semangat kebangsaan, menguatkan identitas lokal, dan memberi ruang bagi pelajar SMA untuk tampil sebagai agen perubahan yang kreatif dan berdaya saing.***

Pawai Karnaval Blora 2025 Digelar Meriah, Ribuan Orang Padati Jalan

KABARCEPU.ID – Pawai Karnaval Blora 2025 digelar dengan suasana yang sangat meriah, menghadirkan ribuan warga yang antusias memadati sepanjang jalan untuk menyemarakkan peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Acara ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga sarana penting untuk memperkuat kebersamaan sosial, menampilkan keberagaman budaya lokal, serta mempromosikan kreativitas masyarakat setempat melalui ragam peserta yang terdiri dari sekolah, komunitas seni, organisasi kemasyarakatan, dan instansi pemerintahan.

Dengan rangkaian arak-arakan yang menampilkan kostum tradisional, mobil hias bertema kemerdekaan, pertunjukan tari kolosal, dan iringan drum band yang kompak, Pawai Karnaval Blora 2025 berhasil mencuri perhatian berbagai kalangan mulai dari anak-anak hingga lansia.

Panitia pelaksana menampilkan koordinasi yang matang ditunjang oleh pengamanan dari petugas kepolisian dan relawan sehingga kegiatan Pawai Karnaval Blora 2025 tingkat PAUD, TK, SD, dan SMP yang dihelat pada Sabtu (23/8/2025) ini berlangsung aman, tertib, dan nyaman.

Pawai Karnaval Blora 2025 tingkat PAUD, TK, SD, hingga SMP tersebut dilepas langsung oleh Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, , di depan Kantor Bupati Kabupaten Blora, dengan garis finish di depan Kantor DPRD Blora.

Dalam sambutannya, Bupati Arief Rohman menyampaikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan tahunan yang selalu dinanti masyarakat.

“Alhamdulillah, kita hari ini bisa hadir menyaksikan acara pelepasan karnaval tingkat PAUD, TK, SD, dan SMP dalam rangka memperingati HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia dalam keadaan sehat walafiat. Semoga kegiatan ini mampu menumbuhkan rasa patriotisme sekaligus nguri-uri kebudayaan bangsa,” ucap Bupati.

Bupati juga menyampaikan terima kasih kepada panitia, tim penyelenggara, serta seluruh petugas keamanan dari Kepolisian, TNI, Satpol PP, dan Dishub yang telah mendukung jalannya acara hingga berjalan aman, lancar, dan bisa dinikmati masyarakat baik secara langsung maupun melalui siaran live streaming YouTube.

Pawai Karnaval Blora 2025 Digelar Meriah Ribuan Orang Padati Jalan

Menurutnya, karnaval ini menjadi salah satu wadah bagi para pelajar tingkat dasar untuk menampilkan keberagaman budaya Nusantara.

“Ini adalah momen penting untuk merefleksikan iktikad dan semangat bangsa dalam memperjuangkan serta menjunjung nilai-nilai perjuangan 1945, melalui atraksi keragaman budaya, program, dan hasil pembangunan Blora tercinta menuju cita-cita proklamasi: keadilan dan kesejahteraan rakyat Indonesia,” imbuhnya.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Kebudayaan Kabupaten Blora, Iwan Setiyarso, dalam laporannya menyampaikan bahwa karnaval tahun ini mengusung tema “Nguri-uri Budaya, Sesarengan Mbangun Blora Maju dan Berkelanjutan.”

“Kegiatan ini dimaksudkan untuk mewadahi kreativitas masyarakat sekaligus memberikan hiburan. Tahun ini diikuti 50 tim dari kelompok PAUD, TK, SD, dan SMP. Untuk karnaval kategori SMA, instansi, dan umum akan dilaksanakan pada Minggu (24/8/2025),” jelasnya.

Pelepasan ribuan peserta pawai turut dihadiri Wakil Bupati Hj. Sri Setyorini, Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto, Dandim 0721/Blora Letkol Inf Agung Cahyono, Ketua PN Blora Nunung Kristiyani, Sekda Blora Komang Gede Irawadi, serta Ketua TP-PKK Blora Ny. Ainy Shalehah.

Para peserta tampil mengenakan beragam busana adat dari seluruh Nusantara. Bahkan, seragam dinas seperti ASN, TNI, dan Polri juga turut mewarnai jalannya karnaval, sehingga menambah daya tarik tersendiri.

Antusiasme masyarakat terlihat luar biasa. Ribuan warga memadati sepanjang Jalan Pemuda hingga Jalan Ahmad Yani untuk menyaksikan kemeriahan pawai karnaval tahunan ini.

Karnaval HUT Kemerdekaan RI ini telah menjadi agenda tahunan yang selalu dinanti masyarakat Blora, sebagai wujud rasa cinta tanah air sekaligus penghormatan terhadap kekayaan budaya bangsa.

Keberhasilan Pawai Karnaval Blora 2025 mencerminkan komitmen bersama antara Pemkab Blora, komunitas, dan masyarakat luas dalam melestarikan tradisi perayaan kemerdekaan yang inklusif serta membangun citra Blora sebagai kota yang dinamis dan penuh kreativitas sekaligus mempertegas bahwa perayaan kemerdekaan tetap relevan sebagai perekat identitas nasional di tengah dinamika perkembangan zaman.***

Dimeriahkan Ragam Pentas Seni, Ini Dia Juara Lomba Kirab Budaya Gunungan 2025 Desa Kentong

KABARCEPU.IDKirab Budaya Gunungan 2025 Desa Kentong, Kecamatan Cepu, Blora yang dihelat pada Minggu (24/8/2025) berhasil menarik perhatian ratusan warga, baik dari dalam desa maupun luar desa.

Acara ini dihelat dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, dengan mengusung tema “Kirab Budaya Gunungan 2025 Desa Kentong”.

Semarak kemerdekaan, ditunjukkan warga Desa Kentong Cepu melalui tradisi, seni, dan gotong royong yang memupuk rasa kebersamaan dan persatuan.

Dalam perayaan tersebut, 12 gunungan hasil bumi yang mewakili 12 Rukun Tetangga (RT) Desa Kentong diarak keliling desa menuju lapangan sebagai pusat kegiatan, yang kemudian diikutsertakan dalam lomba.

Gunungan yang melambangkan rasa syukur atas hasil bumi dan rezeki merupakan hasil pertanian, buah-buahan, sayuran, serta olahan pangan lokal yang disusun menyerupai gunung, kemudian diarak dalam kirab sebagai bentuk persembahan dan doa. Tradisi ini menjadi wadah untuk menghidupkan kembali nilai-nilai kekerabatan, gotong royong, dan menjaga keberlanjutan budaya lokal.

Warga dari berbagai RT, kelompok tani, ibu-ibu PKK, pemuda, dan pelaku UMKM Desa Kentong berkumpul untuk merancang, menata, dan mempromosikan hasil bumi desa.

Kompetisi yang melibatkan 12 gunungan ini menjadi momen kompetitif yang sehat sekaligus media edukasi tentang diversifikasi produk lokal, teknik pelestarian pangan, dan kreativitas dalam presentasi budaya.

Kepala Desa (Kades) Kentong, Muntahar, mengemukakan bahwa kirab gunungan menjadi ajang pelestarian budaya sekaligus simbol kerukunan warga.

Kebersamaan dan gotong royong warga, lanjutnya dikatakan, adalah kekekayaan terbesar di Desa Kentong ini. Ia juga berharap bahwa tradisi ini terus lestari dari generasi ke generasi.

Dimeriahkan Ragam Pentas Seni Ini Dia Juara Lomba Kirab Budaya Gunungan 2025 Desa Kentong 2

Pada penyelenggaraan 2025, panitia desa menetapkan beberapa kriteria penilaian untuk memastikan lomba berjalan adil dan bernilai seni tinggi:

– Kreativitas dan estetika: Susunan hasil bumi dinilai dari segi komposisi, warna, keseimbangan, dan daya tarik visual.
– Keberagaman produk lokal: Semakin banyak jenis hasil bumi lokal yang terlibat — seperti padi, jagung, tempe, buah lokal, umbi-umbian, serta produk olahan — semakin tinggi skor.
– Nilai simbolik dan cerita: Keberhasilan menyampaikan pesan atau kisah tentang desa, sejarah tani, atau harapan komunitas.
– Partisipasi masyarakat: Sejauh mana kekompakan komunitas terlibat dalam proses pembuatan gunungan.

Dengan kriteria tersebut, lomba menjadi indikator seberapa kuat RT/kelompok/komunitas Desa Kentong mempertahankan tradisi sambil mendorong inovasi lokal.

Panitia melibatkan dewan juri yang terdiri dari tokoh adat, perwakilan dinas kebudayaan, akademisi, serta praktisi seni. Penjurian dilakukan pada dua tahap: penilaian teknis di lokasi pembuatan (melihat keterlibatan komunitas dan proses pembuatan) dan penilaian akhir saat kirab berlangsung.

Kirab dimulai di balai desa, dilanjutkan dengan arak-arakan melintasi jalan utama Desa Kentong, dan diakhiri di lapangan terbuka tempat pengumuman pemenang dan pameran hasil bumi.

Ribuan warga menyaksikan acara ini, termasuk pelajar, lansia, dan tamu undangan. Acara juga dimeriahkan oleh tarian tradisional, musik gamelan, serta stan kuliner lokal yang menonjolkan olahan dari bahan yang serupa dengan isi gunungan.

Daftar Juara Lomba Kirab Budaya Gunungan 2025 Desa Kentong
Panitia resmi mengumumkan pemenang Lomba Kirab Budaya Gunungan 2025 Desa Kentong. Berikut daftar juara yang berhasil meraih penghargaan berdasarkan penilaian para juri:

– Juara I : Kontingen Nomor Urut 11 Gunungan RT 02/RW 02.
– Juara II : Kontingen Nomor Urut 8 Gunungan RT 06/RW 01.
– Juara III : Kontingen Nomor Urut 12 Gunungan RT 03/RW 02.

Panitia juga memberikan beberapa penghargaan partisipatif kepada semua peserta sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan semangat kebersamaan dalam Kirab Budaya Gunungan 2025 Desa Kentong.

Usai penilaian, gunungan-gunungan hasil bumi tersebut diperebutkan warga dengan penuh semangat. Momen rebutan gunungan hasil bumi ini selalu menjadi bagian yang paling dinanti, karena dipercaya membawa berkah bagi siapa pun yang mendapatkannya.

Perayaan HUT ke-80 Kemerdekaan RI di Desa Kentong melalui Kirab Budaya Gunungan 2025 bukan sekadar perayaan simbolis. Acara ini meneguhkan bahwa kemerdekaan berakar pada identitas budaya, kerja bersama, dan kemampuan masyarakat untuk memelihara tradisi sambil berinovasi yang memperkaya khazanah budaya Desa Kentong.***

Desa Kentong Bikin Karnaval Desa Terpadat 2025, Ratusan Warga Tumplek Blek

KABARCEPU.ID – Karnaval Desa Kentong, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora yang dihelat pada Minggu, 24 Agustus 2025 berhasil menarik ratusan warga desa untuk berpartisipasi dalam memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Seluruh elemen masyarakat Desa Kentong bergotong-royong menyusun rangkaian kegiatan Karnaval Desa yang tidak sekadar meriah secara visual, tetapi juga kaya muatan budaya dan nilai kebersamaan dalam merayakan HUT RI tahun 2025 di tingkat desa.

Mengurung tema “Kirab Budaya Gunungan 2025 Desa Kentong”, acara yang dihelat mulai pagi hari ini berhasil menarik ratusan warga sehingga ruas-ruas jalan utama desa dipenuhi warga untuk menyaksikan kirab gunungan, pawai budaya, dan pentas seni dari berbagai kelompok usia.

Penyelenggaraan Karnaval Desa Kentong bukan sekadar hiburan; ia adalah medium untuk memperkuat nilai gotong-royong, melestarikan seni tradisi, dan menumbuhkan rasa cinta tanah air serta memberi ruang bagi RT/RW, karang taruna, serta kelompok ibu-ibu PKK untuk berkontribusi dalam memeriahkan HUT Kemerdekaan RI.

Partisipasi warga sangat tinggi pada Karnaval Desa ini. Mulai dari anak-anak, remaja, hingga lansia baik dari dalam desa maupun luar desa hadir untuk menyaksikan Kirab Budaya Gunungan 2025 Desa Kentong, menjadi bukti bahwa acara ini benar-benar menjadi milik bersama.

Rangkaian karnaval dimulai sejak pukul 07.00 WIB dan berlangsung selama beberapa jam dengan prosesi utama yaitu gunungan yang dihias rapi dibawa mengelilingi badan desa oleh barisan warga berpakaian tradisional. Setiap sisi gunungan dihiasi hasil panen, beras, buah, sayuran, dan hasil kerajinan.

Kirab Budaya Gunungan Desa Kentong ini merupakan simbol kesuburan dan rasa syukur atas berkah hasil bumi serta wujud solidaritas sosial; pada akhir acara, sebagian isi gunungan menjadi rebutan warga yang hadir sebagai berkah.

Desa Kentong Bikin Karnaval Desa Terpadat 2025 Ratusan Warga Tumplek Blek 2

Ratusan peserta dari berbagai kelompok (RT/RW, sekolah dasar, karang taruna, kelompok seni) menampilkan kostum tematik di antaranya ada yang menonjolkan cerita lokal, ada pula yang mengangkat tema nasional seperti pahlawan dan perjuangan kemerdekaan.

Selain itu, kolaborasi musik tradisional (gamelan, kentongan) dengan alat musik modern menambah warna pawai sehingga generasi muda dapat lebih mudah mengapresiasi tradisi.

Di panggung utama, di lapangan Desa Kentong sebagai pusat kegiatan, tampil berbagai seni: tari tradisional, musik rakyat, monolog bertema sejarah kemerdekaan, dan pentas drama anak-anak, menambah suasana menjadi meriah untuk berbagai usia.

Di akhir acara, gunungan hasil bumi yang diikutsertakan dalam lomba dan telah dinilai oleh dewan juri, menjadi rebutan para warga dari dalam desa maupun luar desa, karena dipercaya membawa berkah bagi mendapatkannya.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Desa (Kades) Kentong, Muntahar, mengemukakan bahwa kirab gunungan menjadi ajang pelestarian budaya sekaligus simbol kerukunan warga.

Dikatakan, kebersamaan dan gotong royong warga adalah kekekayaan terbesar di Desa Kentong ini. Ia juga berharap bahwa tradisi ini terus lestari dari generasi ke generasi.

“Kekayaan terbesar desa ini adalah kebersamaan dan gotong royong warganya. Semoga tradisi ini teru lestari dari generasi ke generasi,” tandas Kades Kentong, Muntahar.

Kendati menghadapi tantangan manajemen kerumunan dan keterbatasan infrastruktur, keberhasilan acara ini terukur dari partisipasi warga dan kesinambungan nilai-nilai yang diturunkan yang memperkuat akar budaya dan kebersamaan dalam merayakan semangat kemerdekaan.***

12 Gunungan Ludes Diserbu Warga, Kirab Budaya Gunungan 2025 Desa Kentong Berlangsung Meriah

KABARCEPU.IDKirab Budaya Gunungan 2025 yang dihelat Desa Kentong, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora menjadi saksi perayaan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia yang memadukan semangat nasionalisme dengan kearifan lokal, Minggu (24/8/2025).

Kirab Budaya Gunungan 2025 di desa ini sukses menyita perhatian ribuan warga dan tamu undangan yang hadir. Puncak acara yaitu 12 gunungan hasil bumi yang disusun rapi sebagai simbol kemakmuran dan rasa syukur, ludes diserbu warga yang antusias, baik oleh warga desa setempat maupun luar desa.

Perayaan yang menggabungkan upacara adat, atraksi seni, dan partisipasi masyarakat ini mengusung tema “Kirab Budaya Gunungan 2025”, dengan 12 gunungan yaitu tumpukan hasil bumi berbentuk kerucut atau tajug yang melambangkan rasa syukur atas panen, kesejahteraan, dan harapan akan kelanggengan berkah diarak keliling desa.

Setiap gunungan dihias dengan sentuhan estetika lokal sepeti daun pisang, anyaman bambu, bunga-bunga, dan hiasan kain batik atau lurik maupun ornamen lainnya. Kekompakan panitia dan antusiasme warga terlihat jelas dalam proses pemasangan ornamen hingga penataan arak-arakan.

Partisipasi lintas generasi menjadi salah satu kekuatan acara ini. Anak-anak hingga remaja bergotong royong mengarak gunungan sambil menampilkan tari-tarian tradisional, sementara para orang tua dan lansia berperan sebagai pengawal adat dan pencerita. Kehadiran kelompok kesenian menambah semarak suasana.

Hasil bumi yang diarak mencakup aneka ragam komoditas lokal seperti padi, jagung, singkong, ketela, buah-buahan musiman, sayuran, rempah, serta olahan tradisional seperti rengginang, kerupuk, dan aneka jajanan pasar. Diiringi musik tradisional, 12 gunungan tersebut diarak menuju lapangan desa sebagai titik akhir perayaan untuk dinilai oleh dewan juri.

Puncak acara terjadi ketika keduabelas gunungan yang diletakkan di lapangan, kemudian dibuka untuk dibagikan kepada warga. Tradisi “serbuan” gunungan merupakan momen yang paling dinanti, warga berkumpul rapi namun penuh semangat, berebut memperoleh hasil bumi sebagai berkah dan kenang-kenangan. Dalam hitungan menit, gunungan-gunungan tersebut ludes oleh warga yang berebut berkah hasil bumi.

Gunungan yang penuh hasil bumi tersebut menegaskan ketergantungan dan penghargaan terhadap pangan lokal. Momen ini juga menjadi sarana refleksi atas pentingnya kedaulatan pangan desa. Pembagian hasil gunungan secara kolektif memperkuat rasa kebersamaan. Warga yang menerima bagian merasa diikutsertakan dalam berkah hasil kerja bersama.

12 Gunungan Ludes Diserbu Warga Kirab Budaya Gunungan 2025 Desa Kentong Berlangsung Meriah 2

Menurut Kepala Desa (Kades) Kentong, Muntahar, Kirab Budaya Gunungan 2025 ini sebagai simbol kerukunan warga sekaligus ajang pelestarian budaya dalam memeriahkan momen HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Selain arak-arakan gunungan, lanjutnya dikatakan, tiap RT juga menampilkan pentas seni, mulai dari seni tradisional hingga musik, yang menunjukkan bakat sekaligus kebersamaan warga Desa Kentong.

Dikatakan, tidak hanya warga desa, acara Kirab Budaya Gunungan 2025 Desa Kentong ini juga menarik perhatian masyarakat dari luar desa yang ingin menyaksikan langsung keunikan tradisi di Desa Kentong ini.

“Kekayaan terbesar Desa Kentong adalah kebersamaan dan gotong royong warganya. Semoga tradisi ini terus lestari dari generasi ke generasi,” pungkas Kades Kentong, Muntahar.

12 gunungan hasil bumi dalam Kirab Budaya Desa Kentong bukan sekadar tontonan, ia adalah manifestasi dari tradisi yang hidup, yang mampu menanggapi tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri. Dengan menggabungkan upacara adat, seni pertunjukan, dan semangat peringatan kemerdekaan, warga Desa Kentong menunjukkan bahwa budaya lokal dan identitas nasional bisa berjalan beriringan.

Kemeriahan Kirab Budaya Gunungan 2025 Desa Kentong menjadi pengingat bahwa perayaan kemerdekaan dapat dirayakan dalam wujud yang lebih kaya makna yaitu menghubungkan rasa syukur atas alam, kerja keras masyarakat, dan kebanggaan kolektif sebagai bagian dari bangsa Indonesia sekaligus pelestarian tradisi sebagai sumber identitas dan modal sosial.

Bagi Desa Kentong, momen HUT ke-80 Kemerdekaan RI yang dirayakan melalui kirab budaya dan pembagian gunungan adalah bahwa tradisi dapat menjadi jembatan antar-generasi, sekaligus pendorong ekonomi lokal yang memberikan manfaat tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai fondasi kebersamaan dan kedaulatan budaya.***

Rayakan HUT RI, Warga Desa Kentong Tumplek Blek Padati Karnaval Budaya 2025

KABARCEPU.ID – Dalam semangat kebersamaan dan rasa cinta tanah air, warga Desa Kentong, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora menggelar perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan kemeriahan khas komunitas pedesaan.

Acara yang berlangsung pada Minggu, 24 Agustus 2025 di lapangan Desa Kentong ini menghadirkan karnaval budaya yang memukau yaitu 12 gunungan hasil bumi diarak keliling desa, dipadukan dengan beragam pentas seni dan hiburan yang menampilkan ragam kreativitas lokal.

Mengusung tema “Kirab Budaya Gunungan 2025“, perayaan ini bukan hanya sekadar seremonial, melainkan juga momentum penguatan identitas budaya, gotong-royong, dan kebanggaan kolektif terhadap usaha pertanian warga Desa Kentong.

Perayaan HUT Kemerdekaan RI di tingkat desa tak hanya menjadi ajang memperingati kemerdekaan negara, tetapi juga kesempatan meneguhkan nilai-nilai kebangsaan melalui budaya lokal, seperti perayaan Karnaval Budaya Desa Kentong dengan menampilkan arak-arakan hasil bumi dalam bentuk gunungan.

Di Desa Kentong, tradisi mengarak gunungan yaitu tumpukan hasil bumi berbentuk kerucut atau piramida maupun bentuk ornamen lainnya yang berisi sayuran dan buah-buahan yang dihias indah, menjadi simbol syukur masyarakat Desa Kentong atas berkah panen, sekaligus wujud persatuan antarwarga.

Pada momen HUT RI yang ke-80 ini, warga Desa Kentong dengan semangat nasionalisme dipadu dengan ekspresi kearifan lokal melalui “Kirab Budaya Gunungan 2025” menegaskan bahwa kemerdekaan dirayakan dari pusat hingga pelosok negeri.

Acara utama adalah prosesi pengarak 12 gunungan keliling desa. 12 gunungan diberangkatkan secara berurutan, masing-masing mewakili Rukun Tetangga (RT) Desa Kentong. Gunungan diarak oleh warga berpakaian tradisional, didampingi iringan musik dan atraksi seni jalanan.

Setiap gunungan menyimbolkan aspek kehidupan sosial-ekonomi desa yaitu dari sektor pertanian, peternakan, hingga usaha rumah tangga yang menggambarkan rasa syukur atas hasil bumi dan kerja keras petani.

Rayakan HUT RI Warga Desa Kentong Tumplek Blek Padati Karnaval Budaya 2025 2

Setelah prosesi arak-arakan gunungan, acara berlanjut di lapangan desa dengan ragam hiburan pentas seni, tari, drama, musik, serta penilaian lomba gunungan. Di akhir acara, hasil bahan pangan yang menghias gunungan menjadi rebutan para warga desa hingga masyarakat luar desa.

Dengan membagikan hasil gunungan kepada warga, acara menegaskan semangat saling berbagi serta menonjolkan betapa pentingnya kemandirian pangan desa di era modern.

Kepala Desa (Kades) Kentong, Muntahar, mengemukakan bahwa kirab budaya ini bagian dari upaya warga dalam memperingati sekaligus memeriahkan momen HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. “Gunungan ini sebagai simbol kerukunan warga,” ujarnya.

Lebih lanjut, Muntahar menegaskan bahwa Kirab Gunungan ini juga menjadi ajang pelestarian budaya warga Desa Kentong. “Kekayaan terbesar desa ini adalah kebersamaan dan gotong royong warganya. Semoga tradisi ini terus lestari dari generasi ke generasi,” tandasnya.

Perayaan HUT ke-80 Kemerdekaan RI di Desa Kentong Cepu memperlihatkan bagaimana simbol nasionalisme dapat diperkaya oleh praktik-praktik lokal. Dengan mengangkat gunungan hasil bumi sebagai pusat karnaval, warga menautkan makna kemerdekaan pada kemampuan komunitas mengelola sumber daya, menjaga tradisi, dan merawat hubungan sosial.***