Pelajar SMP di Cepu Mulai Mengenal Salon

IMG 20171003 WA0004

Cepu – Sebagian pelajar putri Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Cepu sudah mulai mengenal salon kecantikan. Mereka mengenal dan berani datang ke salon kecantikan, biasanya mengikuti ajakan teman atau sekedar mengikuti tren yang ada saat ini. Sebagian lagi hanya mencoba untuk perawatan diri.

Demikian disampaikan salah seorang pengusaha salon di Cepu, Katrin. Menurutnya, pelajar SMP yang “nyalon” hanya ingin merasakan pelayanan yang ada di salon kecantikan tersebut. “Jadi belum menjadi kebutuhan. Mereka biasanya hanya ingin mengikuti tren gaya rambut terkini,” ujarnya ketika ditemui di salonnya.

Kepada KabarCepu.com, pemilik Salon Katrin ini mengatakan, pelajar SMP sebaiknya jangan dulu melakukan perawatan di salon. “Kalau hanya menata rambut untuk mengikuti tren, nggak masalah. Tapi kalau untuk perawatan kulit wajah, sebaiknya jangan. Karena belum saatnya membuka pori-pori,” jelas Katrin.

Dia menganjurkan sebaiknya remaja putri tersebut merawat kulit wajah atau menjalani facial diatas usia 18 tahun. “Dibawah 18 tahun itu kulitnya masih normal, jadi sebaiknya jangan dulu,” katanya berpesan. “Lebih baik menjaga kecantikan dengan menggunakan bedak padat diusap tipis-tipis,” imbuh Katrin.

Wanita yang juga seorang pengusaha kayu ini mengamati gaya hidup masyarakat Cepu yang mengalami perkembangan pesat. “Dilihat dari jumlah salon kecantikan serta jumlah customer yang merata dan meningkat. Sekarang hampir semua desa mempunyai salon kecantikan,” katanya.

Perkembangan ini, lanjutnya, tak lepas dari kebutuhan untuk mempercantik diri bagi setiap perempuan. “Pergi ke salon itu saat ini bukan hanya sekedar gaya hidup, tapi sudah menjadi kebutuhan,” ujar wanita yang membuka usahanya sejak Tahun 1992. “Perawatan itu juga penting,” tambah wanita murah senyum ini. (*)

KONTEN MENARIK UNTUK ANDA

KONTEN PILIHAN UNTUK ANDA