KABARCEPU.ID – Menyukai olahraga tinju, awalnya bukan pilihan yang mendapat restu penuh dari orang tua Syfa Khusnul Khotimah. Kekhawatiran orang tua ini cukup beralasan, mengingat Syfa adalah gadis kecil nan lembut.
Orang tua tidak ingin terjadi apa-apa pada anak gadisnya, karena tinju termasuk katagori olahraga berat. Tetapi kini, siswi kelas XII-2 SMA Muhammadiyah Cepu itu justru membuktikan pilihannya dengan prestasi yang membanggakan.
“Bangga bisa mengikuti tinju sebagai olahraga pilihan saya. Tinju membuat saya semakin bernyali dan lebih percaya diri,” ungkap Syfa pada awak media saat ditemui di sekolah.
Syfa berhasil meraih juara III tingkat Provinsi Jawa Tengah pada cabang olahraga tinju dalam Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) 2026.
Turun di kategori berat badan 50-52 kilogram, Syfa mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya di tengah persaingan atlet pelajar dari berbagai daerah di Jawa Tengah.
Prestasi tersebut membuat Syfa semakin yakin untuk menekuni olahraga yang dipilihnya. Baginya, tinju bukan hanya soal bertanding dan mengejar medali, tetapi juga menjadi sarana membangun keberanian serta kepercayaan diri.
Perjalanan Syfa menekuni tinju tidak langsung mendapat dukungan penuh dari keluarga. Pada awalnya, orang tua tidak menyetujui dirinya memilih olahraga tersebut. Namun, Syfa tetap menunjukkan keseriusan melalui latihan dan pertandingan.
Kini, prestasi di POPDA 2026 justru menjadi kebanggaan bagi keluarga dan sekolah. Medali juara III tingkat Jawa Tengah menjadi pembuktian bahwa pilihan yang sempat diragukan tersebut mampu menghasilkan prestasi.
Kemampuan Syfa diasah secara rutin di Spider Boxing Camp Cepu. Ia mendapat bimbingan dari dua pelatih profesional, Sulistiyono dan Bismo, yang mendampingi Syfa dalam meningkatkan kemampuan bertinju.
Tak hanya mengandalkan latihan teknik di sasana, Syfa juga menjaga kebugaran dengan berlari keliling Kota Cepu minimal 5 kilometer setiap hari. Rutinitas tersebut menjadi bagian dari persiapannya menghadapi pertandingan.
Sebelum menekuni tinju, Syfa pernah menjadi atlet pencak silat. Pengalaman tersebut menjadi bekal ketika dirinya mulai serius menggeluti olahraga tinju.
Setelah berhasil naik podium POPDA Jateng, Syfa tidak ingin berhenti. Ia membidik kesempatan tampil di Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Jawa Tengah sebagai salah satu peluang untuk mengejar prestasi yang lebih tinggi.
Gadis berusia 17 tahun itu juga tetap fokus pada pendidikan. Syfa merupakan anak pertama dari dua bersaudara dan memiliki cita-cita menjadi psikolog.
Bagi Syfa, perjalanan di dunia tinju telah memberinya lebih dari sekadar prestasi. Latihan keras, pengalaman bertanding dan keberanian menghadapi lawan membuatnya semakin percaya diri untuk menatap tantangan berikutnya.***








