Arsip Tag: ziarah

Wujud Penghormatan: Pemkab Blora Ziarah ke Makam Bupati Blora Terdahulu di Semarang Hingga Surakarta

KABARCEPU.ID – Ziarah dan tabur bunga di makam Bupati Blora terdahulu yang dilakukan rombongan Pemkab Blora di Yogyakarta dan Surakarta disambut baik oleh putra-putri serta keluarga almarhum Bupati Blora Kolonel Inf. Purn. Soepadhi Joedodarmo dan Kolonel Inf. Purn. Srinardi, Jumat (21/11/2025).

Wakil Bupati Blora Hj. Sri Setyorini yang turut ziarah bersama Ketua TP PKK Blora Ania Shalichah Arief Rohman, menyampaikan apresiasi dan bangga bisa turut ziarah ke makam Bupati Blora terdahulu yang disambut dengan hangat oleh keluarga.

“Mewakili Bapak Bupati dan atas nama Pemkab Blora, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi, bahwa mantan Bupati Blora dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusumanegara Yogyakarta, yaitu Kolonel Inf. Purn. Soepadhi Joedodarmo,” ucap Wabup Sri Setyorini.

Wabup Sri Setyorini lantas mengenang sosok almarhum Soepadhi Joedodarmo. “Beliau sosok pemimpin yang tegas dan berwibawa, namun sederhana, kesederhanaan beliau juga ada pada putra-putrinya, itulah luar biasanya Pak Joedodarmo,” kata Wakil Bupati Blora Sri Setyorini.

Sementara itu Ketua TP PKK Kabupaten Blora Hj. Ainia Shalichah menyampaikan meski baru pertama kali berziarah, tapi sangat menghargai dan menghormati.

“Memang ini, kami baru pertama, tapi ini menjadi pengetahuan bagi kami, beliau memberikan kepemimpinan dan kebangsaan di masanya, kami meneruskan saja, apa-apa yang beliau sampaikan,” tuturnya.

Putra-putri almarhum Bupati Blora ke-22, Kolonel Infanteri Purnawirawan Soepadhi Joedodarmo memberi apresiasi kegiatan tahunan menjelang peringatan hari jadi Kabupaten Blora.

Apresiasi disampaikan setelah dilaksanakan ziarah dan tabur di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Negara (Semaki) Yogyakarta.

“Terus terang saja saya merasa bahagia dengan kedatangan Bu Wakil Bupati dan Ibu Bupati, berada disini. Penghargaan luar biasa untuk kami, keluarga Pak Soepadhi Joedodarmo,” ungkap Herlambang didampingi adiknya Wuri Utami, putra dan putri Soepadhi Joedodarmo.

Dirinya juga berterima kasih, Pemerintah Kabupaten Blora masih memperhatikan pemimpin yang terdahulu yang pernah menjabat di Blora. Pihaknya berharap tradisi semacam ini kedepannya tetap terus berlangsung, menghargai pemimpin terdahulu.

“Semoga Blora semakin maju dan berjaya. Tentunya itu juga harapan dari Bapak saya ketika menjadi Bupati di Blora, pembangunan tetap terus berjalan, siapapun pemimpinnya nanti,” kata Herlambang.

“Selamat Hari Jadi Kabupaten Blora yang ke-276 semoga semakin maju dan semakin jaya, semakin sejahtera rakyatnya,” sambung Wuri Utami.

Wujud Penghormatan Pemkab Blora Ziarah ke Makam Bupati Blora Terdahulu di Semarang Hingga Surakarta 2

Kebetulan sekali, tambahnya, tanggal lahir almarhum Bupati Soepadi Joedodarmo adalah 11 Desember 1923. “Tanggal 11 Desember itulah yang menjadi momen penting bagi kami, karena bertepatan juga dengan hari jadi Kabupaten Blora,” jelasnya.

Almarhum Bupati Soepadi Joedodarmo menjabat sebagai Bupati Blora tahun 1973 hingga 1979. Lahir 11 Desember 1923 dan Wafat tanggal 13 Juni 1998.

Selain ziarah ke makam Bupati Soepadhi Joedodarmo, Wabup Sri Setyorini dan Ketua TP PKK Blora Ania Shalichah bersama rombongan juga melakukan ziarah ke makam Jenderal Sudirman dan makam Adi Soemarmo serta sejumlah pahlawan lain yang dimakamkan di TMP Kusumanegara Yogyakarta.

Doa ziarah dan tabur bunga dilaksanakan dengan khidmat bersama tim tahlil Kemenag Blora. Setelah ziarah di makam almarhum Bupati Soepadi Joedodarmo dilanjutkan dengan agenda yang sama, yakni ziarah di makam Bupati Srinardi di TMP Kusuma Bhakti di Surakarta.

Setibanya di gapura TMP Kusuma Bhakti Surakarta, rombongan dari Blora diterima Sri Danujo (Nunung), putra alm. Bupati Blora Srinardi. Mewakili keluarga Srinardi, ia menyampaikan ucapan terimakasih kepada Pemkab Blora.

“Terima kasih atas kunjungan Pemkab Blora. Tentunya ini dalam rangka uri-uri semangat, upaya pemimpin daerah dahulu meningkatkan daerahnya, sosok Srinardi itu kan terkenalnya Daendels nya Blora,” ungkapnya.

Sri Danujo berharap mudah-mudahan kegiatan tahunan itu memberikan semangat kepada pimpinan daerah sekarang supaya Blora lebih makmur dengan semangat Sesarengan mBangun Blora Berkelanjutan hingga ke pelosok desa.

Nampak Wakil Bupati Blora Sri Setyorini sangat akrab dengan keluarga almarhum Bupati Blora Srinardi karena sudah saling kenal sebelumnya.

Sebelumnya, Kamis (20/11/2025) ziarah dan tabur bunga dilaksanakan dengan khidmat di makam almarhum Bupati Blora Soekardi Hardjoprawiro, MBA, yang menjabat bupati 1989-1999. Makamnya di TPU Salaman Moyo Kec. Semarang Barat.

Ziarah selanjutnya dilakukan ke makam almarhum Bupati Soekirno Sastro Dimejodi TPU Jangkang Kelurahan Jomblang Kec Candisari, Semarang. Soekirno menjabat Bupati Blora tahun 1960-1966.

Dari Semarang, kemudian dilanjutkan ziarah dan tabur bunga menuju kabupaten Temanggung. Yakni ke makam almarhum Bupati H. Soemarno Tjokro Saputro, SH yang menjabat Bupati Blora tahun 1979-1989.***

Berkah Hari Raya: Penghasilan Penjual Bunga Tabur untuk Ziarah di Cepu Meningkat

KABARCEPU.ID – Lebaran, atau Hari Raya Idul Fitri, bukan hanya sekadar momen untuk bersilaturahmi dan menikmati hidangan lezat. Lebih dari itu, Lebaran juga merupakan waktu yang sarat akan tradisi dan spiritualitas.

Salah satu tradisi yang masih kental dilakukan oleh masyarakat Indonesia adalah ziarah kubur (nyekar), mengunjungi makam keluarga dan kerabat yang telah berpulang.

Di balik tradisi nyekar ini, tersembunyi berkah bagi sebagian masyarakat, salah satunya Mbah Djini, seorang penjual bunga tabur di wilayah Pasar Mulyorejo Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah yang merasakan peningkatan pendapatan signifikan menjelang dan selama perayaan Lebaran.

Bunga tabur, yang umumnya terdiri dari mawar, melati, kenanga, dan kantil, memiliki makna simbolis yang mendalam. Aroma wangi bunga dipercaya sebagai representasi doa dan penghormatan kepada arwah leluhur.

Selain itu, warna-warna bunga juga memiliki arti tersendiri. Misalnya, mawar merah melambangkan cinta dan kasih sayang, sedangkan melati putih melambangkan kesucian dan kemurnian.

Menaburkan bunga di atas pusara bukan hanya sekadar ritual, tetapi juga wujud kasih sayang dan penghormatan dari keluarga yang ditinggalkan.

Tindakan ini juga menjadi pengingat akan kehidupan dan ajaran yang telah diwariskan oleh para leluhur. Keberadaan bunga tabur inilah yang menjadi fondasi bagi Mbah Djini dan para penjual bunga tabur lainnya untuk mencari nafkah.

Penghasilan Penjual Bunga Tabur untuk Ziarah di Cepu Meningkat
Mbah Djini, penjual bunga tabur di kawasan Pasar Mulyorejo Cepu, Blora (dok foto by Lolo).

Mbah Djini, seorang lansia berusia 72 tahun yang tinggal di Desa Mulyorejo, Kecamatan Cepu, Blora ini, telah lama berkecimpung dalam dunia penjualan bunga tabur untuk ziarah atau nyekar.

Ketika ditemui tim KabarCepu (Senin, 31 Maret 2025), menurut pengakuannya, ia telah menjajaki sebagai penjual bunga tabur untuk ziarah ini lebih kurang sekitar 30 tahun lamanya.

Mbah Djini memperoleh berbagai jenis bunga yang umum digunakan untuk tabur ini dari para penjual pasar-pasar tradisional di sekitar Cepu wilayah kota, kemudian ia menjualnya di sekitar area dekat tempat tinggalnya.

Peningkatan penghasilan Mbah Djini menjelang dan selama Lebaran terbilang signifikan. Menurut penuturannya, pendapatannya bisa meningkat hingga 10 kali lipat dibandingkan hari-hari biasa.

“Nek dino biasa mung cukup kanggo mangan (kalau hari normal, jualan bunga paling cuma cukup buat makan sehari-hari). Nek wayah bodo ngene iki yo kenek nggo tuku reno-reno batine karo iso dicelengi (kalau Lebaran, bisa dapat rezeki lebih buat kebutuhan lainnya dan juga bisa ditabung),” ujar Mbah Djini.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan di momen Lebaran penghasilannya sebagai penjual bunga tabur untuk ziarah berkisar dari Rp500 ribu hingga mencapai Rp700 ribu. Namun, jika hari biasa atau normal, penghasilan Mbah Djini tak lebih dari Rp30 ribu hingga Rp50 ribu.

“Iku yen rame sedinone ora pas bodo iso nganti 50 ewu (itu kalau ramai, penghasilan sehari di luar Lebaran bisa mencapai 50 ribu). Yen wayah sepi kadang 20 ewu kadang ora oleh opo-opo (kalau pas sepi pembeli, penghasilan sehari terkadang mencapai Rp20 ribu, ada kalanya tidak menghasilkan sama sekali),” ungkap Mbah Djini.

Mbah Djini Penjual Bunga Tabur Untuk Ziarah di Cepu
Mbah Djini, penjual bunga tabur di kawasan Pasar Mulyorejo Cepu, Blora (dok foto by Lolo).

Ia menambahkan, satu bungkus kecil bunga tabur berisi campuran bunga mawar, melati, dan kenanga serta daun pandan, kemenyan dan minyak kembang dijual dengan harga Rp2000. Sedangkan untuk ukurang satu kantong plastik (kresek), dibanderol hingga mencapai Rp20.000.

Selain itu, Mbah Djini juga menyediakan minyak kembang atau air bunga mawar dalam botol (ukuran 110 Ml) dengan harga per botol mencapai Rp15.000.

“Satu pincuk cilik regane 2 ewu, nek sak kresek 10 ewu tekan 20 ewu (satu bungkus kecil bunga tabur Rp2 ribu, sedangkan untuk satu kantong plastik ukuran sedang bisa mencapai Rp20 ribu),” tambahnya.

Diketahui, menurut penuturannya, ia menjajakan bunga tabur untuk ziarah, khususnya di momen Hari Raya Lebaran 2025 ini sejak pukul 05.00 WIB hingga sore hari menjelang pukul 17.00 WIB.

Kisah Mbah Djini penjual bunga tabur di Cepu ini mengingatkan kita akan pentingnya menjaga tradisi dan budaya lokal. Tradisi ziarah kubur, misalnya, bukan hanya sekadar ritual, tetapi juga bagian dari identitas budaya Indonesia.

Dengan menjaga tradisi ini, kita juga turut memberdayakan masyarakat yang bergantung pada tradisi tersebut, seperti Mbah Djini dan para penjual bunga tabur lainnya.

Lebaran bukan hanya tentang perayaan dan kebahagiaan, tetapi juga tentang berbagi rezeki dan membantu sesama. Dengan membeli bunga tabur dari Mbah Djini dan para penjual bunga lainnya, kita turut berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan mereka dan menjaga keberlangsungan tradisi ziarah kubur.***

Keluarga Mantan Bupati Srinardi Apresiasi Pembangunan Infrastruktur di Blora Era Arief Rohman

KABARCEPU.ID – Keluarga almarhum Bupati Blora Srinardi, yang memimpin pada era 1966-1973, memberikan apresiasi atas pembangunan infrastruktur di Kabupaten Blora saat ini, di bawah kepemimpinan Bupati Arief Rohman.

Dalam sebuah acara ziarah dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Bhakti, Surakarta, Sabtu 30 November 2024, Sri Danujo, anak Bupati Srinardi, menyampaikan kekagumannya terhadap perkembangan Blora.

“Blora sekarang semakin maju nggih, hebat. Di Hari Jadi ke -275, Blora semakin maju. Transportasi sekarang bagus apalagi setelah tersambung ke Ngawi, Jawa Timur,” ungkap Sri Danujo.

Sri Danujo mengaku memiliki kenangan tersendiri kala Ia masih kecil, saat bersama ayahnya kerap melewati wilayah Getas untuk menuju Ngawi.

“Kami dulu waktu kecil diajak bapak lewat Banjarejo-Sonde (Ngawi). Dari Randublatung ke Getas – Banjarejo, Sonde, terus ke Solo,” kenangnya

Dirinya mengapresiasi kinerja Bupati Blora, Arief Rohman, yang mana saat ini kondisi jalan di Kabupaten Blora semakin baik, termasuk jalan Randublatung-Getas.

“Saya sering ke Blora. Tentu saja dengan semangat sesarengan mbangun Blora berkelanjutan, langkah kedepannya di bawah pimpinan Mas Arief, Blora akan semakin sejahtera, maju dan religius, serta berprestasi. Selamat untuk Mas Arief,” ungkapnya.

“Blora transportasi semakin lancar sehingga masyarakat Blora semakin sejahtera, semoga Mas Arief membawa Blora semakin maju,” tandasnya

Berkaitan dengan kegiatan silaturahmi dan ziarah yang dilakukan Pemkab Blora, pihaknya menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan tersebut.

“Saya ucapkan terima kasih Pemerintah Kabupaten Blora selalu mengadakan ziarah ke makam eks Bupati Blora antara lain ayah saya Pak Srinardi, maturnuwun sekali semoga beliau mendapat tempat terbaik disisi-Nya, diampuni segala dosanya dan bagi kita yang masih bertugas di dinas ini bisa diberikan sehat,” ungkapnya

Senada dengan hal tersebut, mewakili Bupati Arief Rohman, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Dasiran, menuturkan, rombongan ziarah Pemkab Blora ingin mendoakan dan mengenang Bupati Blora terdahulu.

“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Blora sowan silaturahmi sekaligus memberikan doa kepada Pak Srinardi yang dulu juga banyak berjasa untuk masyarakat Kabupaten Blora,” ungkapnya

Disampaikan, Bupati Arief menyampaikan salam hormat kepada keluarga besar Bupati Srinardi. Juga minta maaf belum bisa membersamai sowan ke Solo.

Saat ziarah, setelah memanjatkan doa dan tahlil, rombongan dan pihak keluarga bersama-sama melakukan tabur bunga di makam Alm. Srinardi Bupati Blora terdahulu.

Ziarah dan tabur bunga diikuti oleh Staf Ahli Bupati Blora Bidang Sosial Budaya dan Kemasyarakatan, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Blora, Kepala Badan Kesbangpol Blora, Sekretaris Dinporabudpar Kabupaten Blora, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Sekda Blora, Kepala Bagian (Kabag) Umum Sekretariat Daerah (Setda) Blora, perwakilan Kantor Kemenag Blora dan perwakilan OPD terkait. ***