Arsip Tag: Kawasan Cepu Raya

Mewujudkan Cepu Raya Sebagai Pusat Vokasi Energi

KABARCEPU.ID – Sebuah langkah berani untuk mewujudkan visi besar Cepu Raya sebagai pusat vokasi energi, Menteri Sekretariat Negara (Mensesneg), Pratikno, telah menggulirkan gagasan ini dengan keyakinan dan tekad kuat.

Dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar baru-baru ini di Gedung KESDM, para pemangku kepentingan dari berbagai sektor berkumpul untuk merumuskan rencana aksi yang konkret.

Gagasan monumental ini berawal dari konsep pembentukan kawasan ekonomi khusus yang meliputi Blora, Bojonegoro, Ngawi, dan Tuban, dengan pusatnya berada di Kota Cepu.

FGD ini menjadi wadah bagi para pemimpin dan perwakilan lembaga-lembaga terkemuka. Termasuk Menteri Sekretariat Negara, BPSDM ESDM, dan para pemangku kepentingan lainnya. Untuk membahas langkah-langkah strategis yang diperlukan guna mencapai tujuan bersama.

Salah satu poin penting yang disampaikan Kepala BPSDM ESDM, Prahoro Yulijanto Nurtjahyo, adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Dalam era pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, perhatian terhadap keseimbangan alam, dan persiapan tenaga kerja yang berkompeten dalam berbagai bidang energi, menjadi fokus utama.

Disampaikan oleh Direktur PEM Akamigas, Erdila Indriani, yang berharap dapat meningkatkan jumlah mahasiswa hingga mencapai 5000 orang melalui pembentukan program studi Energi Baru Terbarukan (EBT).

Bupati Blora, Arief Rohman, turut aktif membenahi infrastruktur dasar di Cepu. Langkah-langkah seperti perbaikan saluran pembuangan air telah dimulai untuk mengatasi masalah banjir yang kerap melanda wilayah tersebut.

Bupati juga mengungkapkan bahwa beberapa perguruan tinggi ternama, termasuk Universitas Pertamina, ISI Solo, dan Poltekbang, telah mengajukan izin untuk membuka cabang di Kabupaten Blora. Ini menunjukkan minat besar dari lembaga-lembaga pendidikan untuk turut serta dalam pembangunan.

Pentingnya memperkuat sinergi antarlembaga juga menjadi sorotan utama dalam FGD ini.

Staf Khusus Menteri Sekretariat Negara Bidang Transformasi Kelembagaan dan Sumber Daya Manusia, Widya Priyahita Pudjibudojo, menekankan perlunya merumuskan tujuan bersama dan menjalankan program-program yang saling mendukung.

Widya Priyahita Pudjibudojo berharap, bahwa Cepu Raya dapat menjadi pusat vokasi yang sah secara hukum dan memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat.

Dalam pertemuan ini, keberagaman pemangku kepentingan dari berbagai sektor tercermin dengan kehadiran perwakilan dari Pertamina, Perhutani, Pemkab Blora, dan SKK Migas.

Semua pihak sepakat bahwa upaya bersama dalam membangun Cepu Raya sebagai pusat vokasi energi memerlukan kerjasama yang erat dan kolaborasi yang berkesinambungan.

FGD ini menandai langkah awal yang kuat menuju mewujudkan impian besar Cepu Raya. Sebagai pusat vokasi energi yang akan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, ekonomi, dan lingkungan sekitar.

Dengan semangat kolaborasi yang tinggi, para pemangku kepentingan siap menghadapi tantangan dan merintis masa depan yang lebih cerah melalui pendidikan vokasi energi yang berkualitas dan berdaya saing.

Dalam sinergi ini, diharapkan Cepu Raya akan menjadi contoh keberhasilan pembangunan berkelanjutan dan inklusif di Indonesia.***

Ngobrol Bareng Mensesneg, Pacu Terwujudnya Kawasan Cepu Raya

KABARCEPU.ID – Kawasan Cepu Raya, terus dipacu supaya segera terwujud. Sehingga bisa bermpak baik pada pertumbuhan ekonomi.

Untuk diketahui, Kawasan Cepu Raya adalah suatu Kawasan ekonomi khusus yang meliputi Blora (Jawa Tengah), Bojonegoro, Ngawi, dan Tuban (Jawa Timur) dengan segala potensi perekonomian yang rencananya berpusat di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora.

Senin 21 Agustus 2023, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno bersama beberapa pejabat tinggi di Blora dan Bojonegoro, Jawa Timur berdiskusi untuk menindaklanjuti gagasan Kawasan Cepu Raya tersebut di PEM Akamigas

Pratikno menyampaikan, gagasan membentuk Kawasan Cepu Raya ini adalah untuk mengoptimalisasi PEM Akamigas dan Perhutani. Sebagai institusi pemerintah yang menjadi Engine of Growth.

Jika pilot project Cepu Raya berhasil, kata Pratikno, tentu diharapkan mampu memberikan dampak langsung terhadap peningkatan pembangunan daerah dan ekonomi rakyat.

“Seperti di PEM Akamigas ini, jika mahasiswa tahun pertama bisa di asrama, tapi tahun berikutnya non asrama. Kemudian mereka tinggal di homestay atau kost tentu akan sangat membantu,” imbuhnya.

Jika hal ini terlaksana Mensesneg yakin, akan membantu membuka peluang usaha baru bagi masyarakat. Mulai homestay hingga makanan dan lain sebagainya.

“PEM Akamigas juga perlu membuka program studi baru terkait energi secara lebih luas, karena energi saat ini kan bukan hanya migas saja. Tapi ada biodiesel, bioethanol dan sebagainya,” imbuh Pratikno.

Direktur Jenderal Migas, Tutuka Ariadji, memyampaikan, jika membuka program studi baru selain ilmu kemigasan bagi PEM Akamigas memang diperlukan.

“Seperti Ilmu kehutanan pertanian dan sebagainya, bekerjasama dengan Perhutani dan pihak terkait.Banyak hal yang harus diperbaiki dan dikembangkan untuk mewujudkan Cepu sebagai Kawasan Cepu Raya,” tuturnya.

Sementara itu, Bupati Blora, Arief Rohman, kedepan beban Cepu akan semakin berat, namun potensi yang ada di Cepu bisa dimaksimalkan hingga Kawasan Cepu Raya bisa terwujud.

Menurutnya, Cepu Raya akan menjadi model kawasan pembangunan bersama antar daerah / antar Kabupaten di tingkat nasional, yang melibatkan lintas Kementerian dan lintas BUMN.

Dengan kebersamaan itu, semoga kedepan dapat memberikan pembangunan yang lebih bermanfaat untuk masyarakat kawasan Cepu Raya.

“Insyha Allah Blora dan Bojonegoro maju bersama. Sesarengan mBangun Blora Berkelanjutan,” ujarnya.

Dikatakan, Keberadaan PEM Akamigas yang dikenal sebagai sekolah elit, kiranya perlu juga menambah jurusan baru seperti pertambangan yang relevan dengan daerah Cepu Raya.

Usai diskusi bersama dilanjutkan dengan menanam pohon Matoa oleh Mensesneg di Taman Sirius PEM Akamigas.

Hadir pula dalam pertemuan ini adalah Sekretaris Kemensesneg Setya Utama, Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah, Sekretaris BPSDM ESDM Wahid Hasyim, Manager Cepu Field PT. Pertamina EP Agung Wibowo, Direktur Perencanaan dan Pengembangan Perhutani Cepu Endung Trihartaka, Komandan Kodim dan Kapolres Blora, Kepala PPSDM Migas, Wakil Direktur 1, 2, dan 3 PEM Akamigas. ***

Upaya Menyambut Kawasan Cepu Raya, Penanganan Banjir Cepu Dimulai

KABARCEPU.ID – Pemkab Blora telah memulai kegiatan penanganan banjir di Cepu setelah melalui proses lelang.

Dinas PUPR Kabupaten Blora telah melakukan sosialisasi penanganan banjir dengan masyarakat di Kelurahan Balun dan Kelurahan Cepu yang berada di sepanjang aliran sungai.

Upaya ini diharapkan dapat mengatasi masalah banjir yang sering mengganggu.

Pada kesempatan itu, warga bantaran sungai juga diingatkan akan dampak normalisasi sungai pada lingkungan mereka.

Kasi Pembangunan Kecamatan Cepu, Slamet, meminta dukungan dari masyarakat dalam upaya ini dan berkomitmen untuk berdiskusi secara kekeluargaan jika terdapat hambatan.

Proyek penanganan banjir ini sendiri, menuriut Slamet, sudah direncanakan sejak tahun 2016 oleh pihak PUPR Kabupaten Blora.

Kepala Dinas PUPR, Samgautama Karnajaya, menegaskan bahwa persetujuan dari masyarakat yang berpotensi terdampak telah didapatkan sebelum melaksanakan lelang pekerjaan.

Ia berharap adanya kerjasama dari masyarakat dan kontraktor. Dalam proses pembangunan embung juga, sebagai salah satu langkah untuk mengendalikan banjir.

Anggota DPRD Blora dari Komisi C, Darwanto, menambahkan bahwa meskipun awalnya diajukan sebesar Rp6 miliar, anggaran yang disetujui untuk penanganan banjir adalah Rp5,5 miliar.

Proyek ini sangat dinanti oleh masyarakat dan diharapkan dapat selesai sebelum musim hujan tiba.

Ketua RW 08 Kawasan Tukbuntung Kelurahan Cepu, Nugroho, berharap desain proyek bisa diperhatikan dengan baik untuk mencegah dampak yang merugikan warga dan lingkungan.

Pemerhatian atas pelaksanaan proyek dan kualitas pembangunan menjadi hal yang sangat penting. Mengingat pengalaman masalah saluran air yang pernah terjadi sebelumnya.

Selain untuk penanganan banjir, proyek ini juga disiapkan sebagai bagian menyambut adanya Kawasan Cepu Raya.

Semoga penanganan banjir ini sukses dan memberikan manfaat bagi warga serta lingkungan di sekitar Cepu.

Jadi Kota Barometer Perekonomian di Blora, Gagasan Cepu Raya Terus Digaungkan

KABARCEPU.ID – Pemkab Blora komitmen untuk upayakan penataan wilayah Kecamatan Cepu dalam rangka wujudkan Gagasan Cepu Raya yang terus bergulir.

Penataan wilayah di kecamatan tersebut, merupakan komitmen Pemkab dalam rangka mewujudkan Gagasan Cepu Raya sebagai Kota Barometer Perekonomian di Blora.

Sebagai Barometer Perekonomian di Blora, upaya penataan wilayah di Kota tersebut perlu dilakukan guna mewujudkan Gagasan Cepu Raya yang selama ini terus digaungkan.

Hal tersebut, diungkap Bupati Blora di sela-sela melaksanakan shalat Tarawih berjamaah bersama dengan masyarakat di Masjid Baitun Najah Desa Sumberpitu Kecamatan Cepu, Jumat 31 Maret 2023.

Bupati Blora, Arief Rohman, menandaskan, upaya penataan wilayah Kecamatan Cepu sekaligus dalam rangka wilayah itu akan diproyeksikan menjadi Barometer Perekonomian di perbatasan Jawa Tengah bagian Timur.

Diketahui, pelaksanaan Blora Menyapa edisi Ramadhan di Sumberpitu,  desa paling pojok Timur Blora, merupakan lokasi ketujuh yang disambangi oleh Bupati Arief.

“Alhamdulillah, saya sangat berbahagia sekali bisa hadir di Kecamatan Cepu tepatnya di Desa yang terletak paling pojok timur Blora, yakni Desa Sumberpitu. Ini merupakan titik ketujuh,” ujar Bupati Blora.

“Perlu saya sampaikan bahwa kecamatan Cepu ini kami ingin menjadi Barometer Perekonomian di Blora karena letaknya yang strategis,” imbuh Bupati.

Dikatakan, untuk mendukung hal tersebut penataan kecamatan Cepu dan dukungan dari berbagai pihak terus diupayakan.

“Penataan Cepu dalam segala bidang terus kami upayakan. Tak terkecuali pembangunan infrastruktur terus dilakukan dan kami berkomitmen untuk melanjutkannya dengan harapan Cepu menjadi kecamatan yang maju dan unggul,” terang Bupati.

“Maka dari itu, kami juga minta dukungan dan doa dari masyarakat Cepu terkhusus Sumberpitu,” lanjut Bupati yang akrab disapa Mas Arief itu.

Selain bidang infrastruktur, lanjutnya, pembangunan dalam bidang pendidikan, kesehatan dan keagamaan juga terus dilakukan.

Untuk pembangunan  bidang keagamaan Perda Pesantren  juga sudah disahkan.

Seperti  di pelaksanaan Blora Menyapa di wilayah lain, dalam acara tersebut, Bupati Arief bersama Baznas Blora menyerahkan bantuan untuk masyarakat Desa Sumberpitu yang berhak dan masjid Baitunnajah.***

GENJOT Konsep Cepu Raya, BPSDM ESDM Bakal Beri Dukungan

KABARCEPU.ID – Untuk mewujudkan Konsep Cepu Raya sebagai pusat ekonomi Jawa Tengah bagian Timur, Bupati Blora, H. Arief Rohman dan jajaran, meminta dukungan dari BPSDM ESDM.

Bupati Blora beserta jajaran, datangi kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Energi dan Sumber Daya Mineral atau BPSDM ESDM di Jakarta, pada Kamis 9 Februari 2023.

Ditemui Kepala BPSDM ESDM, Prahoro Yulijanto Nurtjahyo dan sekretaris Wahid Hasyim, bersama Bupati Blora mendiskusikan banyak hal, termasuk minta dukungan dalam upaya membangun Cepu Raya.

“Di Cepu ada PPSDM, PEM Akamigas. Kami mohon dukungan untuk pengembangan cepu,’’ ungkap Bupati Blora yang akrab disapa mas Arief.

Ditandaskan, konsep Cepu Raya ini terus dibangun, dimana Cepu akan menjadi pusat ekonomi Jawa Tengah bagian Timur.

Sehingga nanti perlu penataan dari sektor migas, budaya, kerajinan dan sebagiannya yang dipusatkan di Cepu.

“Salah satu penopangnya PPSDM BPSDM Migas ini, jadi nanti secara konprehensip bisa mengembangkan cepu,” tandas Mas Arief.

Bupati Blora juga ingin wisata migas yang ada Cepu bisa ditata sehingga bisa menarik untuk dikunjungi.

“Ada sumur angguk, sumur tua, bagi sebagian orang yang belum tahu pasti akan menarik, tinggal nanti konsepnya seperti apa,” terang Bupati.

“Jadi kita bayangkan, anak- anak sekolah internasional di Jakarta diundang ke Cepu untuk lihat kilang minyak, dengan di paket wisata migas tentu akan menarik. Mereka tidak harus jauh jauh ke Petronas, melainkan cukup ke Cepu,” imbuhnya.

Selain minta dukungan untuk Cepu Raya, Bupati yang gemar nasi pecel itu juga mengajukan alokasi tambahan untuk jaringan Gas Rumah tangga.

“Blora ini penghasil gas yang sangat banyak yang setiap hari di alirkan ke Tambak Lorok, dari Gundih kurang lebih 50 MM/day. Kita belum pernah minta alokasi, sementara ini baru dikasih alokasi 0,00 sekian untuk jargas rumah tangga sekitaran lapangan Gundih di Sumber,” jelasnya.

Bupati Arief menyampaikan bahwa pihaknya mengaku sudah lapor ke Dirjen, terkait manfaat penggunaan jaringan gas rumah tangga d Blora.

Dikatakannya, dulu masyarakat takut menggunakan jaringan gas rumah tangga, namun sekarang setelah testimoni,mereka sangat senang.

Warga merasa jargas tidak ribet, tidak khawatir malam harus mencari gas saat habis. Selain itu harganya terjangkau sehingga sangat dirasa manfaatnya oleh pelaku UKM dan warung warung yang menggunakannya.

Disisi lain, Mas Arief juga ingin memanfaatkan gas untuk membantu para petani ketika musim panen raya tiba.

“Kita itu juga penghasil jagung, padi,jadi mungkin ada teknologi pengering yang bisa dihasilkan dari gas yang bisa dimanfaatkan tentu akan sangat membantu para petani di musim panen tiba,” jelasnya.

Tidak ketinggalan, saat mengunjungi di BPSDM ESDM, Bupati mohon dukungan terkait sudah aktifnya kembali Bandara Ngloram.

Keberadaan Bandara Ngloram dapat menjadi alternatif perjalanan bagi PPSDM, dengan pelatihan-pelatihan yang bisa di arahkan ke Cepu atau sebaliknya melalui bandara tersebut.

Kepala BPSDM ESDM, Prahoro Yulijanto Nurtjahyo menyatakan siap untuk bersinergi dengan Pemkab Blora.

“Apa yang nanti bisa disinkronkan dengan Pemkab Blora, kami siap. Terlebih di Blora juga kita ketahui penghasil Minyak dan Gas, serta di Cepu juga ada PPSDM, PEM Akamigas, jadi sangat mungkin banyak hal yang bisa disinkronkan,” terangnya.

Senada dengan hal itu, Sekretaris BPSDM ESDM, Wahid Hasyim mengaku kesiapannya untuk membantu Pemkab Blora dalam pembangunan Cepu Raya.

“Ada bandara tentu keuntungan ada akses transportasi lain, mungkin nanti ada kegiatan kegiatan yang sering dilakukan di Blora,” paparnya.***

Jadi KOTA HETEROGEN! Konsep CEPU RAYA Terus Dimatangkan, Ini Tanggapan Ketua DPRD Blora

KABARCEPU.ID – Ketua DPRD Blora, Dasum menyatakan, salah satu upaya pemerintah kabupaten Blora adalah mematangkan konsep Cepu Raya.

Salah satunya dengan jalan meningkatkan UMKM di daerah yang juga merupakan Kota Heterogen ini, melalui konsep Cepu Raya.

Konsep Cepu Raya tersebut, dibahas dalam acara Musrenbang  Kecamatan Cepu, Kamis 9 Februari 2023.

“Cepu ini kan merupakan kota yang heterogen, dari berbagai daerah masuk sini, dari Jawa Timur, dari Jawa Tengah sendiri. Kalau UMKM kita tingkatkan, insya Allah Cepu Raya bisa berjalan dengan baik,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dasum juga menyampaikan, pemerintah juga fokus menuntaskan permasalahan-permasalahan yang belum selesai, seperti banjir dan lain sebagainya.

“Insya Allah tahun depan sudah tidak banjir lagi, karena ini kita bangun embung. Embung yang di Karangnongko, juga embung di atas (Nglebok),” ucapnya.

Dia mengatakan, selain fokus pada sarana prasarana, pemerintah akan terus berupaya meningkatkan perekonomian, mengingat beberapa tahun sebelumnya sempat merosot tajam, bahkan lumpuh diakibatkan pandemi.

“Kasus stunting juga masih tinggi, dan ini kami kerjakan dengan dinas-dinas terkait untuk menangani masalah itu,” tambahnya.

Lebih lanjut Dasum berharap, ke depan Blora semakin maju, semakin baik dan masyarakatnya sejahtera.***

Gagasan Cepu Raya Terus Bergulir, Mahasiswa Al-Muhammad Diskusikan itu, Ada Apa?

KABARCEPU.ID – Kawasan Cepu Raya yang digagas Menteri Sekretaris Negara atau Mensesneg RI Prof. Dr. Pratikno dengan Bupati Blora H. Arief Rohman, S.IP., M.Si beberapa waktu lalu terus bergulir.

Dikemas dalam Seminar Akademik yang dirangkaikan dengan pelantikan SEMA-DEMA IAI Al-Muhammad Cepu pada Jum’at, 20 Januari 2023, para mahasiswa mendiskusikan persoalan tersebut.

Bupati Blora yang lebih akrab disapa mas Arief hadir secara langsung serta mengapresiasi mahasiswa IAI Al-Muhammad Cepu yang mendiskusikan tentang Gagasan Cepu Raya itu.

“Saya atas nama Pemkab Blora mengapresiasi kegiatan diskusi ini. Kegiatan seperti ini memang harus sering dilakukan. Terlebih  mendiskusikan bersama soal gagasan Mensesneg tentang Kawasan Cepu Raya,” ucap Bupati.

“Bentuk saja kelompok diskusi di tingkat perguruan tinggi nanti kita ajak untuk memberikan masukan secara konkrit, yang nantinya akan menjadi masukan Pemkab dalam ide gagasan Cepu Raya ini,” imbuh Bupati.

Menyoal Cepu Raya, Bupati Arief menegaskan bahwa kawasan Cepu Raya ini bukan menjadi pusat pemerintahan baru.

“Ini yang perlu dipahami kita semua. Gagasan Cepu Raya ini bukan untuk membuat kota pemerintahan. Jadi, kawasan Cepu Raya ini adalah sebatas untuk menjadikan Cepu sebagai pusat perekonomian di Jateng bagian timur dan Jatim bagian barat. Pusat pemerintahan tetap di Blora,” papar Bupati.

kawasan cepu raya di paparkan bupati blora arief rohman
Bupati Blora Arief Rohman saat diskusi Gagasan Cepu Raya dengan mahasiswa Al-Muhammad (foto: Tim Liputan Prokompim).

Dikemukakan, gagasan Cepu Raya sudah menjadi pembahasan sejak Desember 2021 lalu bersama Menteri Sekretaris Negara Prof. Pratikno, saat rapat rencana pembangunan Bendungan Gerak Karangnongko.

“Sekitar 1 tahun lalu, Desember 2021 kawasan ekonomi khusus Cepu Raya ini juga menjadi  pembahasan Pak Mensesneg saat rapat rencana pembangunan Bendungan Gerak Karangnongko,” terangnya.

“Kawasan Cepu Raya adalah sebuah kawasan ekonomi khusus yang terdiri dari Blora, Bojonegoro, Ngawi, dan Tuban dengan segala potensi perekonomian yang rencananya dipusatkan di Kota Cepu,” lanjut Bupati.

Selain Bupati Arief, hadir juga sebagai narasumber Direktur Ademos Indonesia Muhammad Kundori, Ketua Dewan Kebudayaan Blora, Dalhar Muhammadun.

Acara tersebut dihadiri juga oleh Rektor, Wakil Rektor III para  dosen IAI Al Muhammad Cepu, Forkompimcam Cepu serta para Lurah, Kepala Desa se-kecamatan Cepu, organisasi kemahasiswaan se-kabupaten Blora.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga mengucapkan selamat atas alih status kampus Al-Muhammad Cepu dari STAI menjadi IAI.

“Saya mengucapkan selamat ya untuk keluarga besar Al-Muhammad Cepu atas alih status dari STAI menjadi IAI. Jadikan momentum alih status ini untuk transformasi lembaga menjaga lebih baik lagi dan saya doakan segera juga menjadi universitas,” pungkas Bupati Arief.***

Temui Mensesneg, Bupati Blora Diminta Dorong Pembangunan Kawasan Cepu Raya

KABARCEPU.ID – Lobi-lobi ke Pemerintah Pusat terus dilakukan Bupati H. Arief Rohman, S.IP., M.Si., untuk mendapatkan dukungan percepatan pembangunan daerah, khususnya Kawasan Cepu Raya.

Terbaru, Bupati yang akrab disapa Mas Arief ini sowan ke Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prof. Dr. Pratikno, M.Soc, Sc, bersama Gus Miftah.

Saat dihubungi melalui sambungan telepon, Sabtu 31 Desember 2022, Mas Arief mengaku bahwa pertemuannya dengan Mensesneg dan Gus Miftah itu terjadi Jumat sore 30 Desember 2022 kemarin di Jakarta.

“Alhamdulillah kemarin sore berkesempatan diskusi bersama Pak Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno dan Gus Miftah. Kita dapat ilmu, wawasan, pencerahan, tentang pembangunan banyak hal. Salah satunya ide Prof Pratikno tentang Pembangunan Kawasan Cepu Raya, sinergi Dolokgede Bojonegoro dengan Cepu Blora, yang sangat briliant dan menarik sekali untuk ditindaklanjuti demi percepatan pembangunan kawasan perbatasan Jateng – Jatim,” ungkap Mas Arief.

Selain gagasan tersebut, pihaknya juga menyampaikan bahwa mereka bertiga juga sempat membahas kelanjutan tahapan pembangunan Bendung Gerak Karangnongko yang akan membendung Sungai Bengawan Solo di perbatasan Mendenrejo Blora dengan Ngelo Bojonegoro.

” Ya termasuk membahas kelanjutan tahapan pembangunan bendung gerak Karangnongko yang akan tetap dilanjutkan tahapannya. Serta perjuangan pembangunan Jalan Randublatung ke Getas sampe perbatasan Ngawi kawasan KHDTK UGM agar dapat dukungan dari Pemerintah Pusat. Semoga berhasil. Mohon doa nya dari warga masyarakat Blora,” lanjut Bupati.

Untuk diketahui pembangunan Bendung Karangnongko sudah lama direncanakan Pemerintah Pusat. Bupati Blora H. Arief Rohman, S.IP., M.Si., bersama Bupati Bojonegoro, Dr. Hj. Anna Muawanah pun sudah pernah meninjau bersama bakal lokasi pembangunannya tahun lalu. Bendung Karangnongko ini nantinya akan bermanfaat untuk pengendali banjir wilayah hilir dan untuk irigasi pertanian di 3 Kabupaten yakni Blora, Bojonegoro dan Ngawi.

Sedangkan pembangunan jalan tembus Randublatung – Getas hingga Ngawi yang melintasi kawasan KHDTK Getas UGM Yogyakarta juga terus Mas Arief upayakan agar dapat dibantu Pusat. Pasalnya saat ini kondisinya rusak parah. Jika dapat dibangun sinergi dengan pemerintah Pusat, jalan ini akan menjadi akses pertumbuhan ekonomi di Blora bagian Selatan yang saat ini menjadi kantong kemiskinan.***