Arsip Tag: Bupati Blora

Bupati Blora Tinjau Korban Kebakaran Pasar Darurat Ngawen, dan Serahkan Bantuan

KABARCEPU.ID – Usai terjadinya musibah kebakaran yang menimpa sejumlah kios dan rumah warga yang difungsikan sebagai Pasar Darurat Ngawen beberapa waktu lalu, Bupati Blora Arief Rohman, mendatangi langsung para korban, Rabu 11 Maret 2026.

Didampingi Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini, Ketua Baznas Blora, Kepala Dinsos PPPA, BPBD,PMI, serta Forkopimcam Ngawen, Bupati Arief menyerahkan bantuan mulai dari uang tunai dari Baznas sejumlah Rp33.500.000 untuk 9 korban kebakaran, bantuan sembako, hingga perlengkapan darurat.

“Mohon bersabar nggih bapak ibu semuanya, turut prihatin atas musibah kebakaran yang menimpa rumah dan pasar darurat ini, ini ada sedikit bantuan dari kami semoga bisa sedikit meringankan beban bapak ibu,” ungkap Bupati Arief

Untuk penyebab dari kebakaran tersebut diduga karena hubungan pendek arus listrik pada salah satu kios. Meski tidak ada korban jiwa, namun kerugian diperkirakan mencapai hingga miliaran rupiah.

Musibah kebakaran tersebut terjadi pada rumah hingga kios-kios pasar darurat milik Suwadi, Suparman, Bagus Rahman, Sutikno, Bayu Ari, Nihayatun Ni’mah, Sutimah, Rumiyati, dan Anik Dwi.

Setelah meninjau dan menyerahkan bantuan kepada korban kebakaran tersebut, Bupati Arief meninjau dan mengecek progress pembangunan Pasar Ngawen yang tengah berlangsung. Pasar ini tengah dibangun dengan anggaran APBN sekitar Rp30 Miliar.

Saat ditinjau, nampak para pekerja proyek tengah sibuk melakukan pengerjaan. Saat ini progress pembangunan pasar sudah mencapai 26 persen dan diperkirakan akan selesai pada bulan Juni mendatang.

“Semoga proses pembangunan berjalan lancar dan segera selesai nanti sehingga bisa segera dimanfaatkan oleh para pedagang pasar,” harap Bupati.***

Bupati Blora Resmikan Jalan Brabowan – Giyanti Senilai Rp6,9 Miliar

KABARCEPU.IDBupati Blora Arief Rohman, meresmikan jalan Brabowan – Giyanti yang dibangun tahun 2025 dengan anggaran Rp 6,9 M, pada Rabu 11 Maret 2026, bersamaan dengan kegiatan Blora Menyapa Ramadan 1447 H/2026 M, di Desa Brabowan, Kecamatan Sambong.

Peresmian pembangunan jalan diawali dengan pemotongan pita dan tumpeng di depan Balai Desa Brabowan oleh Bupati bersama Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini, disaksikan Forkopimda, seluruh Kepala OPD, serta Forkopimcam Sambong.

Bupati beserta rombongan juga menyempatkan berjalan kaki menuju Masjid Amanu sambil menyapa warga dan melihat hasil pembangunan jalan.

Bupati Arief, berharap jalan kabupaten ruas Brabowan–Giyanti hingga batas Kabupaten Bojonegoro tersebut bisa menjadi akses alternatif penghubung Jawa Tengah–Jawa Timur.

Kepala Desa Brabowan, Indarsih menyampaikan terima kasih atas pembangunan jalan tersebut. Ia menekankan manfaatnya bagi mobilitas warga dan aktivitas ekonomi,

“Kami mewakili masyarakat desa Brabowan mengucapkan terima kasih, kami juga berharap pembangunan dilanjutkan hingga Biting, dan Giyanti,” ungkapnya.

Menanggapi keinginan Kades, Bupati Arief Rohman menjelaskan, jika tahun depan anggaran APBD mencukupi, pembangunan jalan Brabowan menuju Biting arah Ngroto akan dilanjutkan.

“Semoga jalan ini bermanfaat bagi masyarakat dan menjadi akses alternatif penghubung Jawa Tengah–Jawa Timur,” ungkapnya.

Sebagai informasi, Jalan yang diresmikan tersebut memiliki panjang 2,7 kilometer dengan lebar 4,5 meter, dibangun dengan anggaran Rp6,9 miliar dari APBD Kabupaten Blora Tahun 2025.

Di kesempatan itu, Bupati Arief mendoakan masyarakat Desa Brabowan agar senantiasa diberi kesehatan, keselamatan, dan keberkahan. Ia juga memohon doa agar dirinya beserta jajaran pemerintah daerah dapat menjalankan amanah dengan baik.

Sebelum buka puasa bersama, Bupati dan Wakil Bupati menyerahkan santunan kepada anak yatim dan warga kurang mampu yang bersumber dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Blora. Kegiatan ditutup dengan buka puasa bersama masyarakat dan salat Magrib berjamaah di Masjid Amanu.***

Petani Milenial Desa Sumber Sukses Produksi Beras Organik Mentik Susu, Bupati Blora Terpikat

KABARCEPU.IDPetani milenial Desa Sumber, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora menunjukkan bahwa transformasi pertanian berbasis inovasi dan keberlanjutan mampu menghasilkan produk bernilai tinggi ketika mereka berhasil memproduksi beras organik varietas Mentik Susu dengan standar kualitas yang konsisten.

Keberhasilan ini tidak hanya meningkatkan pendapatan rumah tangga petani lokal melalui penetapan harga yang lebih baik dan akses pasar yang semakin terbuka, tetapi juga menarik perhatian Bupati Blora H. Arief Rohman yang melihat potensi penggerak ekonomi desa dan pelestarian lingkungan sebagai prioritas pembangunan daerah.

Sabtu (7/3/2026), orang nomor satu di Blora itu, menerima kiriman beras organik varietas Mentik Susu dari petani milenial Desa Sumber yang tergabung dalam Asosiasi Petani Organik Selaras Alam Sejahtera di Desa Sumber, Kradenan, Blora.

Beras tersebut merupakan hasil budidaya pertanian organik yang dikembangkan secara berkelanjutan oleh para petani muda setempat.

“Alhamdulillah, saya mendapat kiriman istimewa berupa beras organik varietas Mentik Susu dari petani milenial di Desa Sumber. Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas semangat dan dedikasi mereka dalam mengembangkan pertanian organik di desa,” ujar Arief Rohman.

Menurutnya, produk pangan yang diproduksi secara organik memiliki sejumlah keunggulan, diantaranya umur simpan yang lebih lama dibandingkan tanaman yang diproduksi secara konvensional. Selain itu, praktik pertanian organik juga dinilai mampu menjaga kesehatan dan kesuburan tanah.

Ia menambahkan, kesehatan tanah dan kesuburan tanah menjadi dua faktor utama yang mendorong banyak petani mulai beralih ke sistem pertanian organik dan praktik pertanian berkelanjutan.

“Bertani secara organik juga mampu menekan biaya produksi, sehingga dapat memberikan keuntungan lebih bagi petani dalam jangka panjang,” jelasnya.

Arief Rohman juga mengaku telah mencoba beras tersebut setelah dimasak menjadi nasi. Ia menilai kualitasnya sangat baik.

“Setelah dimasak, nasinya terasa pulen dan enak. Saya selalu mendukung program padi organik seperti ini. Keren sekali petani milenial Desa Sumber,” ungkapnya.

Salah satu petani organik Desa Sumber, Rakam, mengaku semakin bersemangat mengembangkan budidaya padi organik. Menurutnya, dukungan dari pemerintah daerah menjadi motivasi besar bagi para petani, khususnya generasi muda.

“Kami merasa lebih semangat menanam padi organik, apalagi Pak Bupati sangat mendukung program ini dan siap membantu jika ada kendala saat musim tanam maupun panen,” ujar Rakam.

Ia menjelaskan, pada awalnya biaya bertani secara konvensional memang terlihat lebih murah dibandingkan pertanian organik. Hal tersebut karena dalam praktik pertanian organik membutuhkan tenaga kerja yang lebih banyak.

“Sebenarnya biaya bertani secara konvensional saat ini memang terlihat lebih murah dibandingkan dengan pertanian organik. Pada pertanian organik, biaya sering terasa lebih mahal karena kebutuhan tenaga kerja yang lebih banyak,” jelasnya.

Namun demikian, jika dilihat dari bahan bakunya, menurut Rakam pertanian organik justru lebih hemat karena memanfaatkan bahan alami yang tersedia di lingkungan sekitar.

“Kalau dari bahan bakunya, pertanian organik sebenarnya lebih murah dibandingkan pertanian konvensional. Ke depannya biaya bertani organik juga akan semakin murah, karena bahan organik di dalam tanah atau di sawah sudah terakumulasi,” tambahnya.

Ia menuturkan, dalam jangka panjang petani tidak lagi membutuhkan banyak tambahan bahan organik dari luar lahan. Petani cukup memanfaatkan jerami sisa panen yang dikembalikan ke sawah sebagai sumber bahan organik alami.

“Dengan begitu, jerami hasil panen bisa dikembalikan ke lahan sehingga tanah semakin subur dan kebutuhan pupuk dari luar semakin berkurang,” kata Rakam.

Untuk pemupukan, lanjut Rakam, petani memasukkan kompos yang sudah diolah saat proses pengolahan lahan. Dengan bantuan traktor, kompos tersebut dapat tercampur dan merata di seluruh lahan sawah.

Pemupukan susulan juga dilakukan saat kegiatan osrok, yakni ketika petani melakukan penyiangan atau pembersihan gulma yang kedua. Dalam satu musim tanam, petani melakukan kegiatan osrok setidaknya sebanyak empat kali.

“Kami melakukan setidaknya empat kali osrok, yaitu membersihkan gulma sebanyak empat kali selama masa budidaya,” jelasnya.

Lebih lanjut, Rakam bersama kelompok petani organik Selaras Alam Sejahtera Desa Sumber berharap ke depan dapat memiliki fasilitas pascapanen sendiri, seperti alat pengering dan penggiling padi. Menurutnya, fasilitas tersebut penting agar kualitas beras organik tetap terjaga.

“Harapan kami setelah panen nanti bisa memiliki pengering dan penggiling padi sendiri. Selama ini kami masih menggunakan selepan umum yang juga digunakan untuk padi konvensional, sehingga kadang beras organik bisa tercampur dengan beras biasa,” ungkap Rakam.

Beras organik Mentik Susu yang diproduksi petani milenial Desa Sumber dijual dengan harga Rp20 ribu per kilogram dan dipasarkan dalam kemasan 2 kilogram. Produk tersebut juga dipasarkan secara daring melalui media sosial untuk menjangkau konsumen lebih luas.

Bupati berharap semakin banyak generasi muda yang tertarik menekuni sektor pertanian, khususnya pertanian organik.

“Harapan saya, kedepan akan semakin banyak anak-anak muda yang memiliki kesadaran, kemauan, dan kebanggaan untuk turun langsung bertani secara organik. Jangan pernah malu turun ke sawah, karena petani itu keren,” tegasnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk terus mendukung produk pertanian lokal sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian pangan daerah.

Dengan dukungan masyarakat, diharapkan produk beras organik dari petani lokal Blora dapat terus berkembang dan memiliki nilai ekonomi yang semakin tinggi.***

Lagi! Masih di Awal 2026, Bupati Blora Kembali Terima Penghargaan

KABARCEPU.ID – Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman kembali menerima penghargaan di kalender Januari 2026 yaitu sebagai Kepala Daerah Inovatif dalam pengembangan desa tematik ketahanan pangan padi organik dari Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal.

Sebelumnya, pada awal tahun 2026, Bupati Blora Arief Rohman menerima penghargaan sebagai Kepala Daerah Pro Kebudayaan dalam Anugerah Kebudayaan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat.

Penyerahan penghargaan Kepala Daerah Inovatif diserahkan oleh Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Kejagung RI, Prof. Dr. Reda Manthovani, bersama Menteri Desa, Yandri Susanto, Kamis (15/1/2026), saat acara puncak peringatan Hari Desa nasional 2026 di lapangan Kawasan Kebun Raya Indrokilo, Desa Butuh, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali.

Di awal acara, Menteri Desa Yandri Susanto bersama para jajaran menteri, wamen, dan undangan lainnya melepas sejumlah ekor merpati sebagai tanda puncak Deklarasi Boyolali.

Dalam sambutannya, Yandri mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menyatukan energi untuk membangun desa. Hal ini sejalan dengan Asta Cita ke-6, yaitu membangun dari desa dan dari bawah untuk pertumbuhan ekonomi, pemerataan ekonom dan pemberantasan kemiskinan.

“Jumlah desa di Indonesia ada 75.266, ini tidak mungkin dikerjakan oleh hanya satu kementerian, satu lembaga atau satu sektor saja. Maka, saya mengajak di Hari Desa Nasional ini, ayo tumbuhkan dan bangkitkan energi positif. Hilangkan praduga yang tidak bermutu di tengah masyarakat. Mari kita gaungkan rasa kekompakan, rasa persatuan, dan rasa kemauan kita untuk maju,” ujar Yandri.

“Ini negeri kita yang sangat subur, sangat makmur, luar biasa. Tapi bilamana kita tidak bersatu, tidak kompak, tidak guyub, hati-hati. Untuk itu, mari kita jadikan Hari Desa Nasional untuk sama-sama menyatukan energi kita,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Yandri mengungkapkan Kementerian Desa saat ini telah memiliki program 12 Aksi Bangun Desa. Kementerian Desa juga menginisiasi Festival Bangun Desa yang diisi dengan berbagai kegiatan, mulai dari Festival Desa Ketahanan Pangan, Desa Bebas Stunting, Desa Ekspor, BUMDes Terbaik, hingga Pemuda-Pemudi Pelopor Desa.

“Kita punya 12 aksi bangun desa. Insyaallah jika aksi ini berjalan lancar maka Indonesia Emas 2024 akan kita nikmati untuk anak cucu kita,” paparnya.

Yandri pun menargetkan pembentukan 5.000 Desa Ekspor guna membangkitkan ekonomi desa sekaligus mendorong pemerataan ekonomi nasional.

“Kita punya program Desa Ekspor. Target kita insyaallah ada 5.000 Desa Ekspor. Di periode kepemimpinan sekarang, saya sudah banyak melepas ekspor perdana mulai dari kopi, kemiri, ikan, sampai kentang,” ucapnya.

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto mengatakan desa merupakan subjek pembangunan sebagaimana arahan Presiden Prabowo. Hari Desa Nasional merupakan momentum untuk menyatukan energi dalam membangun desa.

“Kita akan ciptakan supaya ekonomi desa bangkit dna tumbuh. Ini merupakan salah satu astacita Presiden Prabowo Subianto tentang pemerataan ekonomi sekaligus pemberantasan kemiskinan. Membangun desa sejatinya membangun Indonesia. Landasan besar itu harus kita sematkan,” katanya.

Sementara itu, Bupati Arief Rohman mengucapkan rasa syukur atas penghargaan yang diterimanya dari kementerian desa ini.

“Ya tentunya ini memacu kita untuk terus memberikan pengabdian kepada masyarakat terlebih disektor pertanian organik,” ucapnya.

Pihaknya berkomitmen untuk mendukung program ketahanan pangan khususnya pertanian organik. Ia juga meminta agar desa-desa mau berinovasi untuk mendukung program tersebut.

“Ini ada beberapa desa yang sudah menjadi contoh, nanti kami minta desa-desa yang lainnya, untuk menyiapkan bengkoknya, percontohan sekitar 1 Hektare per desa, untuk kita olah menjadi produk organik,” ungkapnya.

Termasuk dengan menggandeng Ormas dari NU, Muhammadiyah, dan LDII, untuk bisa berperan agar Blora menjadi kabupaten organik.

“Ini mohon dukungan dari Bapak Ibu kepala desa, agar kita menjadi daerah yang memang cinta terhadap lingkungan, dan pelestarian pertanian yang berbasis organik ini,” pungkasnya.

Tak hanya pertanian organik, kabupaten Blora, salah satu Desa di Kecamatan Jepon yaitu desa Geneng juga menerima penghargaan lomba inovasi desa ramah perempuan, peduli anak dan pendidikan dari Kementerian Desa.

“Tentunya ini juga memacu kita untuk terus memajukan segala sektor dari Desa,” ujarnya.

Di sisi lain, Kades Desa Sidorejo Kecamatan Kedungtuban, Agung Heri Susanto mengucapkan terima kasih dan apresiasi untuk semua warga desa semua desa-desa para petani yang saat ini bergerak di program pertanian organik.

“Alhamdulillah ini kami menerima penghargaan Desa inovatif Tematik pertanian organik dari Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, harapannya ini tentu menjadi pelecut semangat agar desa desa di blora khususnya bisa lebih mengembangkan pertanian organik hingga bisa menjadi ekspor,” ucapnya.

Agung Heri menjelaskan saat ini di Desa sidorejo sudah ada 42 Hektare pertanian organik. hanya saja lanjutnya, yang bersertifikat organik baru 18 hektare.

“Setiap tahun kami dorong akan terus bertambah dalam sertifikat ini. Tentunya kami juga minta dukungan dari pemerintah daerah pemerintah provinsi maupun pusat agar pertanian organik ini terus bisa dikembangkan,” tandasnya.***

Jurus Langit Andalan Arief Rohman, Sukseskan Pembangunan di Blora

KABARCEPU.ID – Kabupaten Blora, di awal tahun, tepat pada tanggal 1 Januari 2026, Bupati Blora Arief Rohman mengajak seluruh elemen kepemimpinan mulai dari Forkopimda, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), hingga Camat se-Kabupaten Blora untuk melakukan ikhtiar spiritual melalui Sholat Subuh berjamaah di Masjid Agung Baitunnur.

Dirangkai dengan Khotmil Qur’an yang dipimpin oleh para Ustaz, serta pembacaan Sholawat Nariyah sebanyak 4.444 kali yang diikuti oleh 20 santri Ponpes Khozinatul Ulum beserta seluruh jamaah yang hadir.

Gus Arief, sapaan akrab Bupati Blora, menyampaikan, bahwa berbagai kemajuan pembangunan dan prestasi yang diraih Kabupaten Blora sepanjang tahun 2025 merupakan buah manis dari perpaduan kerja keras dan kekuatan doa.

“Segala kemajuan dan keberhasilan yang kita raih tentu tidak lepas dari pertolongan Allah SWT serta sinergi antara ulama dan umara. Kami berterima kasih atas doa dan dukungan seluruh elemen masyarakat yang telah berkolaborasi mewujudkan kemaslahatan di Blora,” ungkap Gus Arief.

Ia meyakini bahwa tradisi spiritual seperti subuh berjamaah, kepedulian pada anak yatim, dan lantunan sholawat merupakan “bahan bakar” batiniah yang menjaga kelancaran roda pemerintahan selama ini.

Memasuki tahun 2026, dirinya memberikan pesan khusus kepada jajaran birokrasi agar tidak kendor dalam melayani masyarakat. Ia menyadari tantangan tahun ini tidaklah mudah, namun optimisme harus tetap dijaga.

“Walaupun dihadapkan pada berbagai keterbatasan di tahun 2026, kita harus tetap optimis dan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik. Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain (khoirunnas anfauhum linnas),” tegasnya.

Menutup rangkaian acara, Bupati memohon restu dari para kiai dan tokoh agama agar seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Blora senantiasa diberikan kesehatan dan keselamatan dalam mengemban amanah.

Harapannya, Blora mampu bertransformasi menjadi kabupaten yang religius dan baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.

Sebagai bentuk kepedulian sosial, pada kesempatan tersebut juga diserahkan santunan kepada sembilan anak yatim melalui Baznas Kabupaten Blora.

Kebersamaan pagi itu diakhiri dengan sarapan bersama di teras masjid, mempererat silaturahmi antara pemimpin daerah dengan warga dan para jamaah. ***

Kado Tahun Baru, Bupati Blora Masuk 10 Kepala Daerah Pro Kebudayaan

KABARCEPU.ID – Bersamaan perayaan malam Tahun Baru 2026, 10 bupati/wali kota di berbagai provinsi, mendapat kado spesial dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, salah satunya Bupati Blora Arief Rohman.

Menurut Direktur Anugerah Seni dan Kebudayaan PWI Pusat Yusuf Susilo Hartono, kado itu berupa pengumuman babak presentasi, yang merupakan babak terakhir dari serangkaian proses untuk mendapatkan Anugerah Kebudayaan PWI Pusat, pada puncak perayaan Hari Pers Nasional, di Banten, 9 Februari 2026.

Kesepuluh kepala daerah tersebut dipilih oleh Dewan Juri, setelah menilai berkas proposal, dengan lampirannya yang banyak. Berupa video, PPKD, perda, link berita, foto-foto dokumentasi, dan lainnya.

“Keseluruhan berkas bisa puluhan sampai ratusan halaman. Dan untuk mendalami lebih lanjut kebenaran proposal dan lampirannya itu, masing-masing bupati/wali kota diundang presentasi secara langsung di PWI Pusat,” tutur Yusuf.

Dewan Juri AK PWI – HPN 2026 terdiri 5 orang, berasal dari dalam dan luar PWI Pusat , yakni Dr. Nungki Kusumastuti (Dosen IKJ, penari dan artis film), Agus Dermawan T (pengamat dan penulis seni budaya, penerima Anugerah Kebudayaan RI), Sudjiwo Tejo (seniman, budayawan, mantan wartawan, anggota Tim Pakar PWI Pusat), Akhmad Munir (Dirut LKBN Antara, Ketua Umum PWI Pusat periode 2025-2030), dan Yusuf Susilo Hartono (Wartawan senior, pelukis dan penyair, Direktur Anugerah Seni dan Kebudayaan PWI Pusat).

Sepuluh kepala daerah tersebut, terdiri dari tiga wali kota, masing-masing Wali kota Malang Provinsi Jawa Timur Wahyu Hidayat, Wali kota Samarinda Kalimantan Timur Andi Harun, dan Wali kota Mataram NTB Mohan Roliskan.

Adapun tujuh yang lain para bupati, masing-masing Bupati Lampung Utara Provinsi Lampung Harmartoni Ahadis, Bupati Temanggung Jawa Tengah Agus Setiawan, Bupati Manggarai Heribertus Geradus Laju Nabit, Bupati Blora Jawa Tengah Arief Rohman, Bupati Labuhanbatu Sumatera Utara Maya Hasmita, Bupati Manokwari Papua Barat Hermus Indou, dan Bupati Padang Pariaman Sumatra Barat John Kenedy.

Yusuf menambahkan, waktu presentasi akan berlangsung tanggal 8-9 Januari 2026. Pada hari pertama, didahului dengan silaturahmi para bupati/wali kota dengan Pengurus PWI Pusat dan para tokoh pers, ditutup dengan pengundian nomer urut dan foto bersama untuk kepentingan buku acara. Kemudian pada hari kedua, presentasi berdasarkan nomor urut yang ada.

“Dalam presentasi itu nanti, Dewan Juri akan mendalami sesuai topik yang diajukan. Aspek penilaiannya meliputi penguasan materi, gaya dan tehnik presentasi, dan sarana atau peraga pendukung,” tuturnya.

Memang pada saat presentasi, bupati/walikota dibolehkan membawa rombongan, yang terdiri dari kepala dinas terkait, tokoh masyarakat, dan pengurus PWI Provinsi/Kota/Kabupaten.

“Akan tetapi mereka tidak boleh membantu bicara. Hanya sebagai saksi,” tambahnya.

AK PWI Pusat 2026 mengangkat tema “Pemajuan Kebudayaan daerah yang Inklusif dan Berkelanjutan, Berbasis Media dan Pers”. Dari tiga sub tema yang ditawarkan, kebanyakan buati/wali kota memilih sub-tema “Penguatan keragaman ekspresi budaya dan interaksi budaya inklusif”.

Melalui potensi budaya masing-masing, yang terkait dengan 10 Objek Pemajuan Kebudayaan, yang ada dalam Undang-undang Nomor 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

Dalam menilai, dewan juri, menyoroti aspek inovasinya apa, dan dampaknya sejauh mana pada masyarakat lokal, nasional dan global.

Lebih jauh Yusuf menjelaskan, AK PWI Pusat telah berlangsung sejak HPN 2016 di Lombok, NTB. Dari sekitar 50 bupati/walikota “alumni” Anugerah Kebudayaan PWI Pusat ini, antara lain Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi yang kini jadi Gubernur Jawa, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas kini mantan Menteri PANRB, Wali kota Surabaya Eri Cahyadi. Ada pula yang dianulir karena tertangkap KPK.

Pada tahun kesepuluh ini, selain kategori bupati/wali kota, ditambah satu kategori rintisan, yaitu “Wartawan dan Komunitas”. Kategori ini menitik beratkan pada kinerja jurnalistik dan kegiatan seni budaya yang digeluti paling kurang selama 10 tahun, dengan dampaknya nasional hingga internasional.

Mereka mendaftar dengan mengirim proposal, CV, copy kartu pers, bukti tulisan, foto/video kegiatan, dan piagam-piagam. Selain dari bebagai daerah di Pulau Jawa, pesertanya juga dari Pulau Sumatra.

Dewan Juri telah menetapkan tiga wartawan senior yang akan menerima penghargaan ini. Masing-masing Rahmi Hidayati (Tangsel) mantan wartawan Bisnis Indonesia,yang berkiprah sebagai Ketua Perempuan Berkebaya Indonesia (PBI) yang tutut perempuan mengangkat kebaya meraih warisan tak benda dunia UNESCO.

Seno Joko Suyono (Jakarta/Bekasi), mantan wartawan Tempo, dengan komunitas Borobudur Writers and Cultural Festival (BWCF), dan Henri Nurcahyo (Surabaya) penggerak komunitas Panji dengan jaringannya sampai Asia dan internasional, serta turut berjuang sehingga Panji meraih warisan dunia tak benda dunia UNESCO.***

Sulap Hutan Jadi Kebun Buah, Ratusan Alpukat dan Mangga Hijaukan Goa Terawang Blora

KABARCEPU.ID – Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, menegaskan pentingnya gerakan menanam pohon secara masif dan berkelanjutan yang melibatkan seluruh elemen, baik pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, hingga masyarakat.

Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan penanaman bersama yang digelar di kawasan RTH Jembangan, petak 54D, di belakang Goa Terawang, Kabupaten Blora, Selasa (30/12/2025).

‎Bupati Arief Rohman menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Administratur Perhutani (ADM) KPH Blora beserta jajaran, Kacab Dinas Kehutanan, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam gerakan pelestarian lingkungan tersebut.

‎“Ini adalah upaya bersama. Kita tidak bisa bekerja sendiri, harus melibatkan semua pihak. Beberapa waktu lalu kami berkunjung ke ITB, IPB, UGM, dan perguruan tinggi lainnya. Alhamdulillah, sudah ada komitmen dari beberapa kampus untuk ikut menyumbangkan pohon, termasuk pohon buah-buahan,” ungkap Bupati.

‎Bupati juga meminta Dinas Lingkungan Hidup untuk mengkoordinasikan pengumpulan dana CSR dari berbagai pihak guna mendukung gerakan penanaman pohon di Kabupaten Blora. Menurutnya, langkah ini sangat penting sebagai investasi lingkungan untuk generasi mendatang.

‎“Kita tidak ingin anak cucu kita nanti menghadapi bencana banjir seperti di daerah lain akibat hutan yang gundul. Gejala-gejala itu sudah mulai terlihat di beberapa tempat, sehingga harus kita antisipasi sejak sekarang,” tegasnya.

‎Lebih lanjut, Bupati meminta agar pada tahun depan seluruh camat bersama kepala desa di wilayah masing-masing menggerakkan penanaman pohon di kantor maupun lingkungan sekitarnya. Ia juga mengapresiasi Kementerian Agama yang telah mengawali gerakan ini, termasuk melalui program sedekah pohon bagi calon pengantin.

“Ini sangat bagus. Ke depan, sekolah-sekolah juga akan kita kaji karena masih banyak halaman sekolah yang terbuka dan bisa ditanami pohon yang bermanfaat. Saya minta OPD terkait merumuskan agar gerakan ini bisa berjalan sukses,” tambahnya.

Sulap Hutan Jadi Kebun Buah Ratusan Alpukat dan Mangga Hijaukan Goa Terawang Blora 2
‎Sementara itu, Administratur Perhutani KPH Blora, Yeni Ernawati, menjelaskan bahwa kegiatan penanaman dilakukan di kawasan perlindungan yang layak untuk penghijauan. Ia menyebutkan bahwa penanaman di wilayah bekas tebangan Perhutani sebenarnya telah selesai lebih awal karena musim hujan datang lebih cepat tahun ini.

‎“Untuk kegiatan kali ini dan kedepan, salah satunya kita fokuskan di kawasan perlindungan, yaitu di petak 54D RTH Jembangan. Kawasan ini berfungsi melindungi sungai serta Goa Macan, sehingga sangat tepat untuk dilakukan penanaman tanaman buah,” jelasnya.

‎Menurutnya, pemilihan tanaman buah bertujuan agar kawasan hutan dapat memberikan manfaat hasil hutan bukan kayu tanpa mengurangi fungsi lindungnya. Hal ini juga menjadi sarana edukasi bahwa pemanfaatan kawasan hutan dapat dilakukan secara bijak dan berkelanjutan.

‎“Kami berharap 47 persen wilayah Kabupaten Blora yang berupa kawasan hutan bukan menjadi hambatan pembangunan, tetapi justru menjadi peluang. Namun tentu harus sesuai fungsi kawasan, misalnya di kawasan perlindungan tidak ditanami palawija agar tidak memicu erosi dan pendangkalan sungai,” imbuhnya.

‎Dalam kegiatan penanaman tersebut, jenis tanaman yang ditanam meliputi 350 pohon alpukat, 50 pohon mangga, dan 50 pohon kedondong.

‎Acara ini turut dihadiri unsur Forkopimda, Ketua Pengadilan Negeri, perwakilan Dandim dan Kejaksaan, Forkopimcam, Kepala ADM KPH Cepu dan KPH Randublatung, serta para tamu undangan lainnya.***

Didampingi Bupati Blora, Menteri PPN Tinjau Sejumlah Proyek Strategis di Blora

KABARCEPU.ID – Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, dampingi Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas (Menteri PPN), Prof. Dr. Ir. Rachmad Pambudy, meninjau langsung progres sejumlah proyek strategis nasional di Kabupaten Blora pada Sabtu (29/11/2025).

Kunjungan kerja Menteri PPN ini dilakukan untuk memastikan realisasi pembangunan infrastruktur yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Salah satu lokasi yang ditinjau adalah ruas Jalan Inpres Keser–Nglangitan–Tunjungan. Hingga saat ini, progres pembangunan jalan tersebut telah mencapai hampir 70 persen. Ruas jalan dengan lebar 5,5 meter dan panjang 4,99 kilometer itu dikerjakan menggunakan anggaran sebesar Rp26,71 miliar dengan target selesai pada 31 Desember 2025.

Selain meninjau proyek jalan, Menteri PPN/Kepala Bappenas juga meninjau Pasar Ngawen, yang pada tahun ini mendapatkan alokasi anggaran rehabilitasi senilai Rp30 miliar. Tidak hanya itu, rombongan juga mengunjungi Proyek Bendungan Cabean, yang memiliki nilai anggaran sebesar Rp499 miliar dengan target pembangunan tahun 2023–2026.

Menteri Rachmad Pambudy menyampaikan bahwa seluruh proyek tersebut merupakan bagian dari program nasional yang bersumber dari APBN. Ia menegaskan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk melihat langsung realisasi penggunaan dana Inpres yang telah dialokasikan untuk infrastruktur, khususnya sektor jalan.

“Kami sudah mulai menghitung seluruh panjang jalan yang dibutuhkan di tanah air. Mana yang harus dikerjakan nasional, provinsi, maupun kabupaten/kota,” ungkap Menteri Rachmad.

Ia juga menjelaskan bahwa Bappenas telah menetapkan kriteria jalan yang akan dibiayai APBN. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan apresiasi kepada Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah–DI Yogyakarta yang telah bekerja sama dalam pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Blora.

Didampingi Bupati Blora Menteri PPN Tinjau Sejumlah Proyek Strategis di Blora 2

Sementara itu, Bupati Blora Arief Rohman mengungkapkan rasa terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto dan Menteri PPN/Kepala Bappenas atas dukungan pembangunan yang diberikan kepada Kabupaten Blora. Tahun ini, Blora mendapatkan alokasi Jalan Inpres hampir Rp100 miliar yang tersebar di empat wilayah.

“Semoga jalan yang dibangun ini memberi manfaat luas bagi masyarakat dan mampu mempercepat perputaran ekonomi. Kami juga akan terus mengusulkan pembangunan infrastruktur yang membutuhkan anggaran besar ke kementerian terkait,” ujar Bupati Arief.

Dalam kesempatan yang sama, Muhaji, warga Desa Kedungrejo, Kecamatan Tunjungan, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Presiden dan jajaran kementerian. Ia menyebut bahwa pembangunan jalan penghubung antara Tunjungan dan Keser yang telah lama dinantikan masyarakat akhirnya dapat terwujud pada tahun 2025.

Menurutnya, pembangunan jalan tersebut akan membawa dampak besar bagi perekonomian warga.

“Manfaatnya sangat terasa, apalagi sebagian besar masyarakat di wilayah ini adalah petani jagung. Selain itu, Desa Kedungrejo juga memiliki potensi eduwisata buah dan budidaya ikan air tawar,” jelas Muhaji.***