Arsip Tag: Bojonegoro

Masjid Darul Muttaqin Padangan, Perpaduan Harmonis Arsitektur Islam-Jawa

KABARCEPU.ID – Padangan terkenal sebagai sentra pembuatan ledre yang sangat terkenal di Kabupaten Bojonegoro.

Dari Kecamatan Padangan hingga Kecamatan Kasiman, banyak terdapat plang bertuliskan “ledre”, menunjukkan bahwa pemilik rumah dengan plang tersebut adalah pembuat ledre.

Selain dijuluki sebagai kota ledre, kawasan di dekat Sungai Bengawan Solo ini masih banyak memiliki bangunan lama peninggalan zaman kolonial.

Hal ini terkait dengan adanya bangunan-bangunan tua di Padangan, yang secara tidak langsung dapat mencerminkan pertumbuhan dan perkembangan sosial budaya, termasuk seni bangunan di lingkungan tersebut.

Di sekitar wilayah Padangan, masih berdiri bangunan-bangunan tua bersejarah, seperti kantor Polsek Padangan, bangunan berarsitektur Belanda, bangunan kompleks Cina, hingga gapura pada bangunan peribadatan, yakni masjid.

Salah satu masjid besar yang ada di Padangan dan kental akan sejarah Islam adalah Masjid Darul Muttaqim.

Sekilas, jika dilihat dari jalan raya, masjid ini tampak seperti masjid pada umumnya. Namun, yang membedakannya adalah adanya gapura masuk yang menarik.

Terdapat gapura dengan model bangunan tua bertuliskan lambang bintang dan bulan, di bawahnya ada tahun 1931 dan di bawahnya lagi ada tulisan “SANGGAR PAMEODJA ENG ALAH”.

Gapura tersebut merupakan bukti adanya perpaduan budaya antara seni bangunan Islam dan Cina yang kental dengan adat Jawa.

Hal ini menunjukkan betapa beragamnya masyarakat Padangan pada masa itu, namun tampak sekali kondisi beragama yang sangat rukun.

Awalnya, masjid ini dibangun dengan nuansa lokal Jawa dengan atapnya yang berbentuk tumpang bertingkat, menyerupai atap rumah joglo.

Selain itu, bentuk simbol bulan bintang pada puncak atas tumpang masjid sebelumnya berbentuk kolok (semacam mahkota raja).

Kini, bangunan masjid ini telah mengalami pemugaran secara total, tetapi masih mempertahankan peninggalan sejarah di beberapa bagian, seperti atap tumpang masjid, ornamen pintu masuk ruang utama salat, sokoguru, dan gapura masjid.

Masjid Besar Darul Muttaqin merefleksikan gaya arsitektur yang sama dengan Masjid Agung Demak, yaitu mempertahankan bentuk atap tumpang pada bagian atas masjid.

Ornamen kayu bercorak ragam hias flora juga menghiasi bagian interior pintu bangunan masjid.

Adapun bagian eksterior Masjid Besar Darul Muttaqin yang terkenal akan keunikan gapuranya memiliki unsur seni bangunan Jawa/keraton.

Kekhasan yang dimiliki Masjid Besar Darul Muttaqin ini terwujud berkat adanya perpaduan unsur budaya dalam konsep-konsep dan terapan gaya bangunan arsitektural Islam-Jawa pada masa itu.

Kawasan Pecinan dan Bekas Rumah Sakit Peniggalan Belanda di Padangan

KABARCEPU.ID – Padangan merupakan salah satu wilayah tertua di Kabupaten Bojonegoro.

Ini dibuktikan dengan keberadaan bangunan-bangunan tua yang masih berdiri kokoh.

Padangan juga menjadi pusat sejarah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Selain menjadi titik awal berdirinya Bojonegoro, Padangan juga menyimpan sisa-sisa sejarah berupa bangunan tua.

Bangunan-bangunan tua di sini menjadi saksi bisu berdirinya Kabupaten Bojonegoro.

Rumah-rumah kuno masih banyak berdiri di Padangan. Selain itu, tanda dan simbol sebagai kota tua pun sudah tampak.

Hingga saat ini, bangunan dan pertokoan tua masih berdiri kokoh di sepanjang Desa Padangan.

Salah satu bangunan tua yang terkenal adalah milik keluarga Tan King Liong.

Kawasan Pecinan dan Bekas Rumah Sakit Peniggalan Belanda di Padangan
Bangunan ini menunut sebagian warga, bekas rumah sakit

Rumah tua yang megah ini terletak tidak jauh dari Sungai Bengawan Solo.

Dulunya, bangunan ini juga pernah dijadikan rumah sakit dari tahun 1950 hingga 1980-an.

Setelah itu, rumah sakit yang berdiri megah dan kokoh ini menjadi sarang burung walet.

Pada bangunan tersebut, masih terlihat bentuk dan ukiran yang masih jelas di sisi luar bangunan.

Ornamen yang terlihat di sisi luar bangunan itu benar-benar khas arsitektur Belanda dan sangat menakjubkan.

Selain itu, Padangan masih menyimpan banyak bukti peradaban dalam bidang ekonomi pada masa Kolonial Belanda.

Bukti keberadaan Padangan sebagai pusat ekonomi dibuktikan dengan adanya nama Dukuh Bandar di sebelah utara Sungai Bengawan Solo (perbatasan Padangan-Kasiman).

Serta pasar tradisional yang sudah ada sejak zaman kolonial, tepatnya di Desa Kuncen.

Setelah pusat pemerintahan dipindahkan ke Bojonegoro pada tahun 1825, wilayah Padangan masih ramai aktivitas perekonomian dan semakin padat pemukiman.

Hal tersebut dibuktikan dengan adanya beberapa bangunan kuno berarsitektur Belanda yang masih dapat kita jumpai hingga sekarang.

Beberapa dari bangunan tersebut masih difungsikan, seperti kantor Polsek Padangan, kantor Pegadaian, dan tempat peribadatan.

Sebagian lagi dibiarkan tidak berfungsi, seperti bekas klinik (rumah sakit) dan kompleks pecinan.

Sisa-sisa bangunan tersebut menjadi saksi bahwa Padangan menyimpan sejarah perpindahan kekuasaan pada masa kolonial.

Selain itu, di Padangan terdapat sebuah tempat bernama Pecinan.

Sejarah panjang Kawasan Pecinan di Padangan dimulai jauh sebelum kemerdekaan.

Menurut Sastrawan asal Padangan, JFX Hoery, keberadaan kawasan Pecinan tidak lepas dari status Padangan saat itu sebagai pusat Kadipaten Jipang.

Selain itu, letaknya yang strategis di jalur perdagangan Sungai Bengawan Solo juga menjadi faktor penentu.

Menelusuri Jejak Sejarah, Keajaiban Arsitektur Kolonial di Padangan Bojonegoro

KABARCEPU.ID – Padangan adalah sebuah kecamatan kecil yang terletak di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Wilayah Padangan kaya akan bangunan-bangunan tua, termasuk rumah, gedung, makam, dan struktur bersejarah lainnya, yang sebagian besar bergaya arsitektur Belanda.

Salah satunya adalah Museum Heritage. Sebuah bangunan yang menonjol di tengah Kecamatan Padangan.

Zaman dulu, dikenal sebagai Rumah Tua eks Rumah Haji Ali Rasyad, yang kini telah diubah menjadi museum. Dibuka setiap hari mulai pukul 8 pagi hingga 4 sore.

Rumah ini memiliki keunikan tersendiri, terbagi menjadi tiga bagian: Bangunan Utama, Bangunan Menara, dan Bangunan Servis.

Bangunan utamanya memiliki delapan ruang, dengan dinding dicat putih dan dihiasi dengan motif flora.

Bangunan Menara memiliki dua teras, sementara Bangunan Servis mencakup ruang terbuka dan kamar mandi.

Latar belakang historis Kecamatan Padangan membuatnya menjadi tempat yang memiliki banyak bangunan kolonial, termasuk Museum Padangan Heritage yang dikelola oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bojonegoro.

Museum ini merupakan bekas rumah tinggal H. Ali Rasyad, seorang pengusaha tembakau lokal, yang dibangun pada tahun 1911.

Selain sebagai tempat tinggal, rumah ini juga memiliki ruang penyimpanan tembakau dan menara pantau untuk memantau pengiriman tembakau dari Bengawan Solo.

Padangan juga memiliki sejarah yang kaya, terkait dengan masa Kerajaan Mataram dan VOC, di mana Padangan pernah menjadi Ibukota Kadipaten Jipang.

Letaknya yang strategis di sekitar aliran Bengawan Solo. Menjadikannya pusat perdagangan yang ramai, dengan dermaga sebagai tempat pemberhentian dan aktivitas kapal dagang. Hal ini menarik banyak pedagang dari Eropa dan Cina ke wilayah ini.

Di sisi barat Padangan, terdapat distrik Plunturan yang dikenal karena sumur minyaknya, menarik kedatangan orang-orang Eropa dan Cina.

Pada tahun 1941, Padangan juga merupakan tempat berkembangnya berbagai perusahaan, terutama di bidang tekstil seperti pabrik tenun “Balai Kambang”, “Djwa Sien Hwa”, “Gunung Mas”, dan “Gunung Ringgit”.

LENGKAP! Daftar Harga Beras, Telur, Cabai dan Bahan Pokok Lain di Bojonegoro Per Minggu Kedua Ramadhan 2024

KABARCEPU.ID – Harga beras, telur, cabai dan bahan pokok lainnya di Bojonegoro Jawa Timur cukup stabil selama Ramadhan 2024.

Selama bulan Ramadhan 2024, harga beras, telur, cabai dan bahan pokok lainnya di Bojonegoro Jawa Timur cukup stabil.

Di Bojonegoro Jawa Timur, cukup stabil fluktuasi untuk harga beras, telur, cabai dan bahan pokok lainnya.

Pada bulan suci Ramadhan tahun 2024, masyarakat Bojonegoro tentu ingin mengetahui perkembangan harga bahan pokok seperti beras, telur, cabai, dan bahan pokok lainnya.

Harga beras di Bojonegoro cenderung stabil pada minggu kedua Ramadhan 2024. Meskipun demikian, tetap diperlukan kewaspadaan agar harga beras tetap terjangkau bagi masyarakat.

Sedangkan untuk harga telur di wilayah Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur juga relatif stabil pada periode ini.

Telur merupakan sumber protein penting bagi masyarakat, sehingga penting untuk menjaga stabilitas harga telur agar tetap terjangkau.

Sementara harga cabai di Bojonegoro sedikit mengalami penurunan pada minggu kedua Ramadhan 2024.

Penurunan harga ini dapat dipengaruhi oleh faktor cuaca dan pasokan cabai di pasaran.

Selain beras, telur, dan cabai, harga bahan pokok lain seperti minyak goreng, gula pasir, dan daging ayam juga perlu diperhatikan.

Stabilitas harga bahan pokok ini juga penting untuk menjaga daya beli masyarakat Bojonegoro.

Berikut daftar harga bahan pokok di Bojonegoro per minggu kedua Ramadhan 2024.

1. Beras:
– Beras Medium: Rp13.443 per kilogram.
– Beras Premium: Rp15.332 per kilogram.

2. Telur:
– Telur Ayam Kampung: Rp44.270 per kilogram.
– Telur Ayam Ras: Rp29.513 per kilogram.

3. Cabai:
– Cabai Merah Besar: Rp57.945 per kilogram.
– Cabai Merah Keriting: Rp51.675 per kilogram.
– Cabai Rawit Merah: Rp51.283 per kilogram.

4. Minyak Goreng:
– Minyak Goreng Kemasan Sederhana: Rp15.572 per liter.
– Minyak Goreng Kemasan Premium: Rp16.332 per liter.
– Minyak Goreng Curah: Rp15.516 per liter.
– Minyak Goreng MINYAKITA: Rp15.129 per liter.

5. Bahan Pokok Lain:
– Gula Pasir Dalam Negeri: Rp16.675 per kilogram.
– Tepung Terigu Protein Sedang: Rp11.697 per kilogram.

6. Bawang:
– Bawang Merah: Rp25.224 per kilogram.
– Bawang Putih Sinco/Honan: Rp35.097 per kilogram.

7. Daging:
– Daging Ayam Ras: Rp36.567 per kilogram.
– Daging Ayam Kampung: Rp59.243 per kilogram.
– Daging Sapi Paha Belakang: Rp117.445 per kilogram.

8. Ikan:
– Ikan Tongkol: Rp37.100 per kilogram.
– Ikan Kembung: Rp36.700 per kilogram.
– Ikan Bandeng: Rp35.372 per kilogram.

Harga beras, telur, cabai dan bahan pokok lainnya tersebut merupakan data yang dirilis oleh Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Bojonegoro per Kamis, 21 Maret 2024.

Dalam menghadapi fluktuasi harga bahan pokok, penting bagi pemerintah daerah dan stakeholders terkait untuk terus memantau dan mengendalikan harga bahan pokok agar tetap terjangkau bagi masyarakat.

Sosialisasi mengenai pengelolaan keuangan dan pola konsumsi yang bijak juga perlu terus dilakukan agar masyarakat mampu menghadapi fluktuasi harga bahan pokok dengan lebih baik.***

Ramadhan 2024! Harga Cabai di Bojonegoro Jawa Timur Turun Drastis Hingga Rp6000an Per Kilo

KABARCEPU.ID – Harga cabai di Bojonegoro Jawa Timur selama Ramadhan tahun 2024 mengalami penurunan yang cukup signifikan.

Pada bulan suci Ramadhan tahun 2024, masyarakat disuguhkan dengan kabar gembira mengenai penurunan drastis harga cabai di Bojonegoro.

Harga cabai di Bojonegoro Jawa Timur ini turun hingga Rp6000an per kilogram selama Ramadhan tahun 2024.

Mengutip dari Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Bojonegoro, harga cabai sebelumnya mencapai Rp64.225 untuk jenis Cabai Merah Besar.

Sedangkan untuk Cabai Merah Keriting mencapai Rp65.581 per kilogram pada awal Maret 2024.

Sementara untuk harga Cabai Rawit Merah pada awal Maret 2024 mencapai Rp58.175 per kilogram.

Per 21 Maret 2024, harga cabai di Bojonegoro Jawa Timur, turun dengan harga sebagai berikut:

– Cabai Merah Besar: Rp57.945 per kilogram.
– Cabai Merah Keriting: Rp51.675 per kilogram.
– Cabai Rawit Merah: Rp51.283 per kilogram.

Penurunan harga cabai di Bojonogoro tersebut memberikan kelegaan bagi banyak konsumen yang selama ini mungkin merasa terbebani dengan harga cabai yang tinggi.

Kenaikan harga cabai merupakan salah satu isu yang seringkali menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat.

Terutama di Indonesia di mana cabai merupakan salah satu bahan makanan yang sangat populer dan sering digunakan dalam berbagai masakan tradisional.

Dengan turunnya harga cabai ini, diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan sehari-hari masyarakat, terutama dalam merencanakan belanja dan memasak selama bulan Ramadhan yang penuh berkah.

Penurunan harga cabai ini juga memberikan gambaran mengenai dinamika pasar dan fluktuasi harga komoditas pertanian di Indonesia.

Faktor-faktor seperti musim tanam, cuaca, dan pasokan cabai dari petani lokal maupun daerah lain dapat memengaruhi harga cabai secara signifikan.

Perubahan harga cabai yang drastis seperti ini menjadi momentum penting untuk dipelajari dan dipahami lebih dalam oleh para pelaku pasar, baik konsumen maupun produsen.

Selain itu, penurunan harga cabai juga dapat membuka peluang bagi para pelaku usaha kuliner dan industri makanan untuk mengembangkan berbagai produk baru atau menyesuaikan menu mereka dengan harga cabai yang lebih terjangkau.

Hal ini dapat menjadi kesempatan bagi para pengusaha untuk merancang strategi pemasaran yang lebih kreatif dan inovatif guna menarik minat konsumen dalam menghadapi persaingan pasar yang semakin ketat.

Harga cabai di Bojonegoro, Jawa Timur pada Ramadhan 2024 tidak hanya sekadar informasi mengenai perubahan harga komoditas.

Tetapi hal ini juga merupakan cerminan dari dinamika ekonomi lokal dan potensi kolaborasi antara berbagai pihak dalam menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.

Penurunan harga cabai ini dapat memberikan manfaat yang nyata bagi semua pihak dan menjadi bagian dari keberkahan Ramadhan yang selalu dinanti setiap tahunnya.***

MEROKET! Harga LPG 3 KG di Bojonegoro Jawa Timur Selama Ramadhan 2024 Naik Jadi Segini

KABARCEPU.ID – Harga LPG 3 Kg di Bojonegoro, Jawa Timur selama Ramadhan 2024 mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

Selama Ramadhan 2024 harga LPG 3 Kg terus naik signifikan di wilayah Bojonegoro, Jawa Timur.

DI Bojonegoro, Jawa Timur harga LPG 3 Kg cukup signifikan meningkat selama bulan suci Ramadhan 2024.

Sebagai salah satu komoditas yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, gas LPG 3 kg memiliki peran yang vital dalam memasak dan memenuhi kebutuhan energi di banyak rumah tangga di Indonesia.

Dengan harga yang cenderung fluktuatif, informasi terkait harga gas LPG 3 kg selalu menjadi perhatian utama bagi masyarakat, terutama saat memasuki bulan suci Ramadhan.

Bojonegoro, sebuah kabupaten yang terletak di Jawa Timur, juga tidak luput dari perhatian terkait harga gas LPG 3 kg.

Selama bulan Ramadhan tahun 2024, harga gas LPG 3 kg di Bojonegoro menjadi topik hangat yang banyak dibicarakan oleh masyarakat setempat.

Kondisi harga yang stabil dan terjangkau sangat diharapkan oleh konsumen agar dapat menjalani ibadah puasa dengan tenang dan nyaman.

Dalam menyikapi hal ini, pemerintah daerah setempat perlu memberikan perhatian khusus terkait regulasi dan pengawasan harga gas LPG 3 kg agar tetap terjaga dan tidak merugikan konsumen.

Langkah-langkah preventif seperti pengawasan distribusi, penegakan harga yang wajar, serta kerjasama dengan pihak terkait seperti penyalur gas LPG perlu ditingkatkan guna mencegah terjadinya kenaikan harga yang tidak wajar selama bulan Ramadhan.

Peran serta dari pihak produsen gas LPG, distributor, dan pengecer juga sangat penting dalam menjaga stabilitas harga gas LPG 3 kg selama bulan Ramadhan.

Keterbukaan dalam menyampaikan informasi terkait harga, ketersediaan stok, serta kerjasama yang baik antar pihak akan sangat berdampak positif bagi konsumen dan stabilitas pasar secara keseluruhan.

Transparansi informasi harga gas LPG 3 kg di Bojonegoro selama bulan Ramadhan tahun 2024 menjadi kunci utama bagi konsumen untuk dapat merencanakan pengeluaran dan persiapan kebutuhan energi dengan lebih baik

Diharapkan pihak terkait dapat memberikan informasi yang jelas dan akurat terkait harga gas LPG 3 kg secara berkala sehingga konsumen dapat mengaksesnya dengan mudah.

Per tanggal 18 Maret 2024, harga LPG 3 Kg di Bojonegoro Jawa Timur mencapai Rp18.824,32.

Sementara pada kalender pertama atau awal Maret 2024, harga LPG 3 Kg di Bojonegoro berkisar Rp18.797,30.

Harga LPG 3 Kg tersebut berdasarkan data dari Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Di tengah semangat berbagi dan solidaritas selama bulan suci Ramadhan, stabilitas harga gas LPG 3 kg di Bojonegoro Jawa Timur menjadi cermin dari komitmen bersama untuk menjaga kesejahteraan masyarakat dan memastikan akses terhadap energi yang terjangkau dan aman.***

ALHAMDULILLAH Turun! Harga Beras di Bojonegoro Jawa Timur Per Minggu Kedua Ramadhan 2024 Turun Jadi Segini

KABARCEPU.ID – Harga beras di Bojonegoro, Jawa Timur, pada minggu kedua di bulan Ramadhan 2024 turun cukup signifikan.

Pada minggu kedua di bulan suci Ramadhan 2024, terjadi fluktuasi penurunan harga beras di Bojonegoro, Jawa Timur.

Harga beras di Bojonegoro, Jawa Timur pada minggu kedua di bulan Ramadhan 2024 ini menjadi perhatian masyarakat.

Sebagai salah satu komoditas pangan utama di Indonesia, beras memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

Ketersediaan dan harga beras menjadi perhatian utama bagi banyak orang, terutama saat memasuki bulan suci Ramadhan yang menjadi momen penting bagi umat Muslim di seluruh dunia.

Bojonegoro, sebuah kabupaten yang terletak di Jawa Timur, dikenal sebagai salah satu daerah penghasil beras yang cukup signifikan di Indonesia.

Kondisi geografis dan iklim yang mendukung membuat Bojonegoro menjadi salah satu lumbung padi yang potensial di Jawa Timur.

Sebagai kontributor utama dalam pasokan beras di daerah sekitarnya, pergerakan harga beras di Bojonegoro memiliki dampak yang cukup besar bagi stabilitas harga beras secara keseluruhan di wilayah tersebut.

Berdasarkan pantauan data yang diperoleh dari Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Bojonegoro, harga beras di wilayah ini mengalami penurunan per 18 Maret 2024.

Per tanggal 18 Maret 2024, di Bojonegoro harga Beras Premium yakni Rp15.370 per kilogram.

Sementara untuk harga Beras Medium pada tanggal 18 Maret 2024 per kilogram yakni Rp13.510.

Pada tanggal sebelumya atau 17 Maret 2024, harga Beras Premium mencapai angka Rp15.451 per kilogram, dan Beras Medium Rp13.618 per kilogram.

Terdapat beberapa faktor yang memengaruhi pergerakan harga beras di wilayah Bojonegoro Jawa Timur ini pada periode tersebut.

Salah satu faktor utama yang mempengaruhi harga beras adalah ketersediaan stok beras di tingkat petani dan distributor.

Faktor cuaca juga turut berperan dalam menentukan harga beras di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur ini.

Musim hujan yang ekstrem dapat mempengaruhi produksi padi dan ketersediaan beras di pasaran, yang pada akhirnya akan berdampak pada harga jual beras.

Selain itu, faktor-faktor eksternal seperti kebijakan pemerintah terkait impor beras juga dapat memengaruhi harga beras di Bojonegoro.

Permintaan beras cenderung meningkat karena meningkatnya aktivitas memasak dan konsumsi masyarakat selama bulan puasa.

Hal ini juga dapat menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi pergerakan harga beras di Bojonegoro pada minggu kedua di bulan Ramadhan tahun 2024.

Para pedagang dan konsumen di Bojonegoro perlu memperhatikan dengan cermat perubahan harga beras dan melakukan strategi yang tepat dalam menghadapi fluktuasi harga tersebut.

Untuk mengantisipasi fluktuasi harga beras, para pelaku usaha dan konsumen di Bojonegoro disarankan untuk melakukan langkah-langkah yang dapat membantu menjaga stabilitas harga beras.

Langkah tersebut seperti diversifikasi sumber pasokan beras, menjaga kualitas dan keamanan beras, serta melakukan kerja sama yang baik antara petani, pedagang, dan konsumen.

Dengan demikian, diharapkan harga beras di Bojonegoro dapat tetap stabil dan terjangkau bagi masyarakat di tengah situasi yang dinamis.

Dengan pemahaman yang baik tentang faktor-faktor yang memengaruhi harga beras, para pelaku usaha dan konsumen dapat mengambil langkah-langkah yang tepat untuk menjaga stabilitas harga beras dan memastikan ketersediaan beras yang cukup bagi seluruh masyarakat.***

Rekomendasi Tempat Ngabuburit di Bojonegoro, Nongkrong Asyik di Taman Thamrin

KABARCEPU.ID – Di tengah Kota Bojonegoro, Jawa Timur, terdapat sebuah taman yang menjadi kebanggaan masyarakat setempat, Taman Thamrin.

Kawasan eks tanggul Jalan MH. Thamrin kini telah menjadi taman dan trotoar indah dan ramai dikunjungi masyarakat Bojonegoro.

Terutama ketika sore dan malam hari diterangi lampu dengan desain klasik yang mempercantik kawasan trotoar dan taman MH. Thamrin Bojonegoro.

Selain itu, juga dilengkapi dengan penerangan jalan umum (PJU) dan banyak tempat duduk di sisi timur dan barat Jalan MH Thamrin.

Juga dilengkapi puluhan tempat sampah di berbagai titik sepanjang Jalan MH Thamrin. Untuk parkir kendaraan bermotor terdapat 3 lokasi parkir.

Banyak lapisan masyarakat yang mengunjungi untuk meluangkan waktu bersama keluarga maupun hanya sekedar menikmati suasana Taman Thamrin.

Tak hanya itu, kawasan Thamrin juga menjadi ikon Kota Bojonegoro dan spot foto bagi remaja. Jalan juga dilapisi aspal sehingga lalu lintas lancar.

Taman Thamrin menjadi tempat santai santai bareng keluarga dan juga dijadikan tempat swafoto.

Taman ini mulai naik daun ini disebut-sebut Malioboro. Bahkan Taman Thamrin disebut sebagai Malioboronya Bojonegoro.

Suasana klasik Thamrin Park ada kemiripan dengan jalan Malioboro yang ada di Yogyakarta. Menjadi tempat ngabuburit asyik sambil menunggu waktu berbuka puasa.

Bahkan, tidak hanya itu, ornamen lampu dan bangku tempat istirahat itu juga mirip dengan Malioboro. ***