Arsip Tag: Bojonegoro

Uniknya Nasi Flambe: Kuliner Khas Bojonegoro yang Dibakar Tapi Bukan Nasi Bakar

KABARCEPU.ID – Nasi Flambe adalah salah satu kuliner khas Bojonegoro yang unik dan ikonik serta sedang menarik perhatian banyak orang.

Nasi Flambe menawarkan pengalaman kuliner khas dari Bojonegoro yang sangat berbeda dan menjadi kebanggaan bagi masyarakat setempat.

Kabupaten Bojonegoro tidak hanya dikenal dengan kekayaan adat dan budayanya, tetapi juga dengan ragam kuliner uniknya yang menggugah selera.

Nasi Flambe adalah hidangan nasi yang disajikan dengan cara dibakar, namun bukan dalam arti dipanggang dalam bungkusan seperti nasi bakar.

Proses pembakarannya melibatkan penggunaan api dengan teknik flambé, yang secara harfiah berarti “terbakar” dalam bahasa Prancis.

Teknik ini biasanya digunakan dalam memasak untuk meningkatkan cita rasa dan memberikan efek visual yang menarik.

Dalam konteks Nasi Flambe, proses pembakaran ini menciptakan aroma khas yang menggugah selera dan memberi nuansa ekstra pada hidangan yang disajikan.

Salah satu daya tarik utama dari Nasi Flambe adalah komposisi bahan-bahannya. Biasanya, hidangan ini terbuat dari nasi putih yang dimasak dengan bumbu rempah yang kaya, sehingga memberikan rasa yang lebih mendalam.

Nikmatnya Nasi Flambe Kuliner Bojonegoro yang Ikonik dengan Rasa dan Penyajian yang Unik

Beberapa penjual Nasi Flambe juga menambahkan lauk, seperti suwiran ayam, telur orak-arik, topping udang, hingga sayuran, yang dimasak secara terpisah dan kemudian dicampurkan ke dalam nasi sebelum dimasak dengan teknik flambe.

Ketika nasi dan lauk ini dibakar, semua rasa akan terintegrasi dan menghasilkan kombinasi yang harmonis. Tak jarang, ditambahkan sambal terasi, saus atau bumbu spesial di atasnya, menambah kedalaman rasa yang semakin menggugah selera.

Para pecinta kuliner pasti akan menemukan bahwa setiap suapan Nasi Flambe adalah petualangan rasa yang tak terlupakan.

Salah satu momen menarik ketika menikmati Nasi Flambe adalah saat proses pembakaran itu sendiri. Tak jarang para penjual akan melakukan aksi flambé di depan pengunjung, dengan menggelontorkan alkohol untuk menyalakan api di atas nasi.

Pertunjukan ini tidak hanya menarik perhatian, tetapi juga menambah nilai estetika pada pengalaman bersantap. Melihat api yang berkobar-kobar sambil menikmati aroma yang menguap sudah tentu menjadi momen yang diingat oleh siapa saja yang hadir.

Nasi Flambe bukan hanya sekadar hidangan, melainkan juga bagian dari warisan budaya Bojonegoro. Masyarakat setempat menjadikan Nasi Flambe sebagai salah satu makanan khas yang sering dijadikan pilihan saat acara-acara tertentu atau perayaan.

Keberadaannya menunjukkan bagaimana kreativitas kuliner Bojonegoro dapat berkembang dari warisan tradisional yang ada, tanpa menghilangkan identitas budaya daerah.

Nasi Flambe adalah contoh sempurna dari kekayaan kuliner Indonesia, khususnya yang dimiliki oleh Bojonegoro. Dengan teknik penyajian yang unik, perpaduan rasa yang menggoda, dan pengalaman yang menarik, Nasi Flambe layak untuk dicicipi bagi siapa saja yang mencintai eksplorasi kuliner.

Jika Anda berkesempatan mengunjungi Bojonegoro, jangan lewatkan kesempatan untuk menikmati hidangan ini yang membakar tidak hanya nasi, tetapi juga semangat kuliner lokal.***

Nikmatnya Nasi Flambe: Kuliner Bojonegoro yang Ikonik dengan Rasa dan Penyajian yang Unik

KABARCEPU.ID – Salah satu kuliner Bojonegoro yang kini tengah mencuri perhatian adalah Nasi Flambe, hidangan yang hampir mirip dengan nasi campur.

Nasi Flambe bukan hanya sekadar makanan, tetapi juga sebuah pengalaman yang memadukan kelezatan rasa dan keunikan dalam penyajiannya.

Bojonegoro tidak hanya dikenal akan kekayaan sumber daya alam dan budayanya, tetapi juga memiliki ragam kuliner khas Bojonegoro yang menarik untuk dijelajahi, salah satunya yakni Nasi Flambe.

Nasi Flambe merupakan inovasi kuliner yang muncul dari kreatifitas para penggiat kuliner di Bojonegoro. Meskipun terinspirasi oleh cara penyajian makanan Flambe yang berasal dari budaya Barat, Nasi Flambe diolah dengan sentuhan lokal yang kental.

Hidangan ini terdiri dari nasi yang dimasak dengan bumbu rempah yang khas, kemudian disajikan dengan berbagai topping, seperti ayam suwir, telur orak-arik, seafood atau udang goreng, yang dipadukan dengan saus spesial atau sambal terasi kemudian dibakar dengan teknik flambé.

Proses pembakaran ini memberikan cita rasa yang berbeda, serta aroma yang menggoda selera. Flambe merupakan sebuah teknik memasak dengan menyalakan api di atas panci atau wajan hingga terdapat kobaran api besar yang digunakan untuk membantu proses mematangkan hidangan.

Satu hal yang membuat Nasi Flambe begitu istimewa adalah komposisi rasanya yang kaya dan bervariasi. Rasa gurih dari nasi yang dimasak dengan rempah-rempah khas Indonesia berpadu sempurna dengan topping yang dibakar.

Proses flambé menambah dimensi rasa yang baru, memberikan sentuhan hangat yang meningkatkan kenikmatan hidangan.

Tiap suap Nasi Flambe bukan hanya terasa lezat, tetapi juga membangkitkan rasa penasaran akan perpaduan cita rasa yang dihadirkan.

Penyajian Nasi Flambe juga menjadi salah satu daya tarik yang utama. Saat tiba di meja, hidangan ini biasanya disajikan dalam keadaan menyala, menciptakan suasana yang dramatis.

Pertunjukan ini tidak hanya memanjakan mata, tetapi juga menjadi momen menarik bagi para pengunjung yang menyaksikan prosesnya.

Pengalaman ini menambah nuansa spesial saat menikmati hidangan, terlebih ketika disajikan dalam suasana santai bersama teman atau keluarga.

Di Bojonegoro, Nasi Flambe sudah mulai mendapatkan tempat di hati para pecinta kuliner. Beberapa rumah makan dan restoran mulai menyajikan hidangan ini sebagai menu andalan mereka.

Keberadaan Nasi Flambe menunjukkan bahwa kuliner dari daerah ini bisa berinovasi tanpa kehilangan akar tradisionalnya. Ini juga menjadi salah satu cara untuk melestarikan dan mengenalkan kuliner lokal kepada generasi muda dan pengunjung luar daerah.

Nasi Flambe bukan hanya memperkaya khazanah kuliner Bojonegoro, tetapi juga mengajak kita untuk menikmati pengalaman gastronomi yang unik.

Dengan rasa yang menggugah selera dan penyajian yang menawan, hidangan ini layak untuk dicoba dan siap memanjakan lidah.

Bagi para pecinta kuliner, tidak ada salahnya meluangkan waktu untuk mencicipi Nasi Flambe ketika berkunjung ke Bojonegoro.***

LEZAT dan MANTUL! 10 Kuliner Bojonegoro yang Wajib Anda Coba

KABARCEPU.ID – Bojonegoro, sebuah kabupaten di Jawa Timur, bukan hanya dikenal dengan keindahan alamnya, tetapi juga dengan kekayaan kuliner Bojonegoro yang menggugah selera.

Dari makanan tradisional yang kaya rempah hingga camilan khas yang unik, Kuliner Bojonegoro memiliki banyak pilihan yang sayang untuk dilewatkan.

Berikut adalah 10 kuliner Bojonegoro yang wajib Anda coba ketika berkunjung ke kabupaten di Provinsi Jawa Timur ini.

1. Sego Mawut
Sego Mawut merupakan perpaduan nasi yang dicampur dengan berbagai bahan seperti sayuran, telur, dan bumbu spesial yang membuatnya terasa gurih dan kaya rasa.

Nama “Mawut” sendiri dalam bahasa Jawa berarti “campur aduk,” yang menggambarkan cara penyajiannya. Hidangan ini biasanya disajikan dalam porsi yang cukup besar, cocok untuk teman makan keluarga.

Keberagaman bahan yang digunakan dalam Sego Mawut juga mencerminkan budaya kuliner Bojonegoro yang kaya akan sumber daya alam.

2. Nasi Flambe
Nasi Flambe menjadi salah satu inovasi kuliner menarik yang bisa ditemui di Bojonegoro. Proses penyajiannya yang unik (nasi yang dibakar dengan api) menawarkan pengalaman kuliner yang tidak hanya lezat tetapi juga spektakuler.

Aroma nasi yang dibakar memberikan kenikmatan tersendiri, sementara berbagai topping yang beragam menambah cita rasa.

Nasi Flambe seringkali disajikan dengan lauk pauk seperti ayam, udang, atau sayuran, sehingga menciptakan harmoni rasa yang sempurna.

3. Ender-Ender
Hidangan lainnya yang tak kalah menggugah selera adalah Ender-Ender. Makanan ini terbuat dari adonan tepung beras yang diberi isi, kemudian digoreng hingga kecokelatan.

Rasanya yang renyah di luar dan lembut di dalam membuat Ender-Ender menjadi camilan favorit banyak orang. Biasanya, Ender-Ender disajikan dengan sambal atau saus cabai, memberikan sensasi pedas yang pas bagi pecinta kuliner daring.

4. Ledre
Ledre atau yang sering disebut sebagai kue pisang ini adalah kudapan manis yang terbuat dari pisang yang diolah dengan adonan tepung terigu dan kelapa parut.

Kue ini memiliki rasa yang manis dan tekstur yang lembut. Ledre sering kali dihidangkan sebagai teman minum kopi atau teh, memanjakan lidah dengan cita rasa alami dari pisang dan kelapa. Dalam acara-acara tertentu, Ledre menjadi sajian yang tak boleh terlewatkan.

5. Sego Buwuhan
Sego Buwuhan adalah hidangan khas yang mengombinasikan nasi dengan berbagai sayuran segar dan bumbu rempah. Sajian ini tidak hanya lezat, tetapi juga kaya akan nutrisi, menjadikannya pilihan yang sehat bagi masyarakat Bojonegoro.

Rasa pedas dan segar yang dihadirkan oleh sayuran, dipadukan dengan kelembutan nasi, menjadikan Sego Buwuhan sebagai hidangan yang menyenangkan untuk dinikmati bersama keluarga.

6. Balung Kuwuk
Balung Kuwuk adalah hidangan khas Bojonegoro yang berbahan utama daging ayam atau bebek. Proses pembuatannya melibatkan teknik memasak tradisional dengan bumbu rempah yang kaya, memberikan cita rasa yang mendalam dan aromatik.

Kuliner ini sering disajikan pada acara-acara spesial, dan bisa dinikmati dengan nasi hangat serta sambal. Kenikmatan Balung Kuwuk terletak pada kelembutan dagingnya yang dipadukan dengan bumbu yang meresap sempurna.

7. Wader Kali
Salah satu hidangan yang tidak boleh dilewatkan saat berkunjung ke Bojonegoro adalah Wader Kali. Ikan wader yang diambil dari sungai-sungai di sekitar Bojonegoro diolah dengan cara penggorengan yang membuatnya renyah dan gurih.

Disajikan dengan sambal terasi dan nasi, Wader Kali menjadi hidangan favorit warga lokal. Kelezatan ikan wader ini tidak hanya terletak pada rasanya, tetapi juga pada cara penyajiannya yang mengedepankan kesegaran hasil laut.

8. Klepon
Klepon adalah jajanan tradisional yang pasti pernah kita dengar. Dalam konteks Bojonegoro, klepon dibuat dengan resep yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Bola ketan berisi gula merah ini dibalut dengan kelapa parut yang gurih, memberikan kombinasi rasa manis dan asin yang sempurna. Klepon sering dijadikan camilan saat bersantai, serta menjadi teman yang pas dalam berbagai acara.

9. Getuk Lindri
Getuk Lindri adalah kue yang terbuat dari singkong yang dihaluskan dan dicampur dengan gula. Sajian ini memiliki tekstur yang kenyal dan lembut, sering kali disajikan dalam beberapa warna menarik berkat penggunaan pewarna alami.

Getuk Lindri menjadi pilihan yang populer sebagai camilan sore dan sering dijumpai di pasar tradisional. Hidangan ini tidak hanya enak, tetapi juga mengandung nilai gizi yang baik dari bahan dasar singkong.

10. Kue Putu
Kue Putu adalah salah satu kuliner manis yang banyak digemari oleh masyarakat Bojonegoro. Terbuat dari tepung beras yang diisi dengan gula merah, Kue Putu dikukus dalam cetakan daun pisang memberi aroma khas yang membuatnya semakin menggoda.

Kue ini disajikan dengan parutan kelapa yang gurih, menciptakan rasa yang harmonis antara manis dan asin. Kue Putu sering dijadikan hidangan penutup atau cemilan santai di sore hari.

Bojonegoro menawarkan kekayaan kuliner yang menggugah selera, menjadikannya destinasi yang sempurna bagi para pecinta makanan.

Dari hidangan berat hingga camilan ringan, setiap cita rasa di daerah ini mencerminkan kekayaan budaya dan tradisi yang telah diwariskan turun-temurun.

Saat Anda berkunjung ke Bojonegoro, pastikan untuk mencicipi semua kuliner tersebut, dan rasakan pengalaman kuliner yang tiada duanya.***

Wedang Pokak Susu, Minuman Tradisional Andalan Kedai Mbah Yi Bojonegoro

KABARCEPU.ID – Bojonegoro tidak hanya terkenal dengan kekayaan sumber daya alamnya saja, tetapi juga dengan kelezatan kuliner tradisionalnya.

Salah satu menu andalan yang wajib dicoba saat mengunjungi Kota Bojonegoro, adalah Wedang pokak susu dari Kedai Mbah Yi.

Minuman yang kaya akan rempah-rempah ala Kedai Mbah Yi Bojonegoro ini, menawarkan cita rasa yang unik dan menyegarkan, cocok untuk dinikmati di segala suasana.

Apa Itu Wedang Pokak Susu?
Wedang pokak susu adalah minuman tradisional khas yang terbuat dari campuran susu dan rempah-rempah pilihan.
Minuman ini memiliki rasa yang manis dan hangat, dengan aroma rempah yang khas.

Beberapa bahan utama yang digunakan dalam wedang pokak susu antara lain serai, kayu manis, jahe, dan cengkeh, yang memberikan sensasi hangat dan menyehatkan bagi tubuh.

Sensasi Rasa yang Unik
Satu cangkir wedang pokak susu menawarkan kombinasi rasa yang harmonis. Manisnya susu berpadu dengan keharuman dan sedikit kepedasan dari rempah-rempah, menciptakan minuman yang tidak hanya lezat, tetapi juga memberikan kenyamanan.

Potongan serai yang digunakan sebagai pengaduk menambah kesan alami dan tradisional pada penyajiannya.Kenikmatan dalam Setiap Seruput

Di Kedai Mbah Yi Bojonegoro, wedang pokak susu disajikan dalam cangkir yang terbuat dari batok kelapa, yang menambah kesan tradisional dan ramah lingkungan.

Setiap seruputannya membawa kita pada perjalanan rasa yang kaya akan budaya lokal. Di samping itu, minuman ini juga disajikan dengan piring kecil dan sendok, memastikan kenyamanan pengunjung saat menikmatinya.

Kedai Mbah Yi, Tempat yang Wajib Dikunjungi
Terletak di Bojonegoro, Kedai Mbah Yi adalah tempat yang sempurna untuk bersantai sambil menikmati berbagai hidangan tradisional.

Dengan suasana yang nyaman dan pelayanan yang ramah, kedai ini menjadi destinasi favorit bagi pengunjung. Selain wedang pokak susu, kafe ini juga menawarkan berbagai hidangan lainnya yang tidak kalah lezat.

Manfaat Kesehatan dari Wedang Pokak Susu
Selain rasanya yang enak, wedang pokak susu juga memiliki berbagai manfaat kesehatan. Kandungan rempah-rempah seperti jahe dan cengkeh diketahui memiliki sifat anti-inflamasi dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Minuman ini juga dapat membantu meredakan perut kembung dan menghangatkan tubuh, terutama saat cuaca dingin.

Jadi, jika Ansa berkunjung ke Bojonegoro, jangan lupa untuk mampir ke Kedai Mbah Yi dan mencoba wedang pokak susu mereka. Nikmati setiap tegukan minuman tradisional yang kaya akan cita rasa dan manfaat kesehatan ini.***

Sego Mawut, Kuliner Khas Bojonegoro yang Menggugah Selera

KABARCEPU.ID – Sego Mawut adalah khuliner khas Bojonegoro berupa nasi campur khas Bojonegoro yang sangat populer di kalangan masyarakat Jawa Timur.

Kata “mawut” dalam bahasa Jawa berarti “berantakan” dalam kuliner khas Bojonegoro ini.

Mawut menggambarkan tampilan hidangan ini yang terdiri dari berbagai bahan yang dicampur menjadi satu di dalam kuliner khas Bojonegoro.

Hidangan ini memiliki cita rasa yang gurih dengan sedikit sentuhan manis, menjadikannya pilihan yang sempurna untuk sarapan maupun menu utama di acara-acara khusus.

Bahan-bahan Utama Sego Mawut, Kuliner Khas Bojonegoro

Sego Mawut biasanya terdiri dari nasi putih yang digoreng bersama berbagai lauk pauk seperti ayam suwir, telur dadar, tempe, tahu, serta sayuran seperti tauge.

Untuk memberikan tekstur dan rasa yang lebih kaya, kuah kental sering ditambahkan ke dalam hidangan ini.

Tidak ketinggalan, bawang goreng, kerupuk, dan acar disajikan sebagai pelengkap, memberikan kesegaran dan rasa renyah dalam setiap suapan.

Cita Rasa dan Penyajian

Sego Mawut memiliki cita rasa yang dominan gurih, hasil perpaduan dari nasi, telur, dan kecap yang diolah bersama bumbu rempah-rempah.

Beberapa variasi bahkan menambahkan mie goreng untuk memberikan tekstur yang lebih kaya.

Aroma khas dari kecap manis dan lada putih yang meresap ke dalam setiap butir nasi memberikan sensasi kehangatan yang sangat pas dinikmati di tengah musim hujan.

Hidangan ini tidak hanya enak tetapi juga mengenyangkan, menjadikannya pilihan ideal untuk makan malam.

Tempat Menemukan Sego Mawut

Sego Mawut bisa dengan mudah ditemukan di berbagai warung tenda kaki lima di Bojonegoro, terutama di sepanjang Jalan Panglima Sudirman.

Banyak pedagang kaki lima yang menjual hidangan ini pada malam hari.

Hal itu menjadikannya pilihan favorit bagi penduduk lokal maupun wisatawan.

Selain itu, hidangan ini juga kerap ditemukan di pasar-pasar tradisional pada pagi hari, sehingga memudahkan bagi siapa pun yang ingin mencicipi kuliner khas Bojonegoro ini.

Sego Mawut Bojonegoro bukan hanya sekadar makanan saja. Sebab, sajian tradisional ini juga bagian dari budaya kuliner lokal yang sudah melegenda di Bojonegoro. ***

Dukung Target Produksi Nasional 1 Juta Bph, Produksi Minyak Sumur Infill Clastic Banyu Urip Capai 13.300 Bph

KABARCEPU.ID – Kabar baik datang dari Lapangan Banyu Urip, yang dioperatori oleh ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) di Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur.

Sumur Infill Clastic Banyu Urip, yang baru saja mulai berproduksi, berhasil mencapai produksi minyak sebesar 13.300 bph

Dengan berproduksinya sumur Infill Clastic Banyu Urip tersebut, bisa mendukung target produksi minyak nasional sebesar 1 juta barel per hari (bph) pada tahun 2030.

Menteri Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif, meresmikan secara langsung produksi perdana sumur Infill Clastic Banyu Urip pada Jumat, Agustus 2024.

Sumur B-13 di Well Pad B Lapangan Minyak Banyu Urip ini, merupakan yang pertama dari tujuh sumur yang sebelumnya ditajak pada 1 Maret 2024 lalu.

Arifin Tasrif berharap, sumur-sumur yang lainnya juga bisa memberikan kontribusi yang signifikan.

“Ada momen, impact yang besar untuk bisa mendorong para pebisnis migas di Indonesia. Ya bahwa ada potensi untuk bisa kita tingkatkan produksi migas kita, di sektor minyak ini Indonesia ini defisit,” tuturnya.

Dirinya mengingatkan bahwa ada target produksi minyak yang harus dicapai sebesar 1 juta bph dan gas 12 BCF di 2030. Pada sektor gas pihaknya cukup optimis dengan penemuan sumur-sumur besar baru. Sebaliknya, tantangan pencapaian ini ada pada minyak.

“Selama ini pemerintah selalu terbuka untuk menerima masukan positif agar Indonesia membangun ketahanan energinya, dan kami selalu membuka kesempatan bisnis dengan prinsip berbagi untuk bersama, ini yang selalu kami komunikasikan,” bebernya.

Menghadapi tantangan itu, Arifin juga meminta upaya untuk peningkatan tidak hanya dari lapangan eksisting, tetapi juga adanya kegiatan seismik baru, eksplorasi baru yang bisa mempercepat pendeteksian sumur-sumur baru.

“Pemerintah sangat menghargai ExxonMobil terkait kegiatan eskplorasi baru di wilayah-wilayah lain. Juga kami ucapkan terima kasih kepada ExxonMobil yang telah memenuhi pemanfaatan sumber-sumber lokal atau TKDN,” tandasnya.(fin)

Sementara itu, Presiden ExxonMobil Indonesia, Carole J. Gall mengatakan, bahwa sejatinya ini merupakan suatu kehormatan baginya berdiri mempersembahkan babak baru kepada para hadirin sejak tajak sumur dilakukan pada 4 bulan lalu.

“Together we proudly witness the first oil production from the first well of the drilling program (Bersama-sama kita dengan bangga menyaksikan produksi minyak pertama dari sumur pertama program pengeboran (BUIC)),” kata Carole dalam sambutan.

Kegiatan pengeboran dari sumur baru ini dia katakan bakal berkontribusi pada perolehan total produksi minyak untuk mencapai target produksi nasional sebesar 1 juta barel per hari (bph) pada awal tahun 2030, demi menjaga ketahanan energi Indonesia.

“Hari ini bukan saja untuk menandai jumlah itu saja, tetapi juga merayakan bakat, teknologi, dan keunggulan di Indonesia,” ujarnya.

Carole juga menyebut, bahwa operasional pengeboran sumur B-13 ini menggunakan rig PDSI-40.3 yang merupakan muatan lokal. Komitmen untuk menggunakan konten lokal dalam industri hulu migas ini adalah sesuatu yang menurutnya harus dijunjung tinggi.

“Proyek ini melibatkan kontraktor lokal, tenaga kerja lokal, menambah nilai ekonomi bagi masyarakat dan operasi kami. Kami sangat bangga dapat berkontribusi dalam ketahanan energi nasional,” tegasnya.

Carole juga mengaku bangga dapat berkontribusi dalam mendukung pengembangan ekonomi, mendorong rantai positif di masyarakat sekitarnya melalui program pengembangan masyarakat, dan atas dampak positif dari kehadiran EMCL di Bojonegoro.

“Hari ini produksi pertama sukses, kita semua harus merayakannya. Hal ini dimungkinkan berkat kerja sama dan dukungan yang luar biasa. Program ini tak akan terwujud tanpa kepemimpinan dari Menteri Kita (ESDM/Arifin Tasrif),” ungkapnya.***

Batik Sambiloto: Kreasi Kreatif Seorang Guru TK di Bojonegoro Pertahankan Warisan Budaya Lokal di Era Milenial

KABARCEPU.ID – Batik Sambiloto merupakan karya seorang Guru TK di Bojonegoro yang memiliki kecintaan terhadap seni dan kultur Indonesia di tengah tren fashion ala Korean Style yang menggempur generasi milenial saat ini.

Dengan keahliannya dalam mengelola warna dan motif, Guru TK di Bojonegoro ini sukses menciptakan desain batik yang unik dan memikat yang diberi nama Batik Sambiloto.

Adalah Tatik, seorang Guru TK dari Desa Sambiroto, Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur yang telah menciptakan kreasi kreatif Batik Sambiloto yang unik dan menarik ini.

Nama Batik Sambiloto, kreasi kreatif Tatik seorang Guru TK di Bojonegoro ini terinspirasi dari Daun Sambiloto yang kaya akan manfaat untuk kesehatan, kecantikan hingga pengobatan.

Ide ini muncul dari keinginan Tatik pada tahun 2020 untuk memperkenalkan budaya lokal kepada anak-anak usia dini, agar mereka dapat menghargai dan melestarikan warisan nenek moyang.

Hal ini dikatakan oleh Tatik pada Senin, 3 Juni 2024 di Bandung saat mengisi acara Media Gathering 2024 Regional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina.

Ia menuturkan bahwa nama Batik Sambiloto terinsipirasi dari Daun Sambiroto dan juga plesetan dari Desa Sambiroto, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

“Saya memilih nama ini karena Daun Sambiloto lebih familiar di masyarakat Indonesia,” ungkap Tatik.

“Selain itu, motif dari kain batik ini juga dibuat sama persis seperti bentuk Daun Sambiloto agar terlihat unik dan khas,” imbuhnya.

Batik Sambiloto Kreasi Kreatif Seorang Guru TK di Bojonegoro Pertahankan Warisan Budaya Lokal di Era Milenial
Tatik saat wawancara dengan wartawan usai menjadi narasumber di acara Media Gathering 2024 Regional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina (dok foto by Fahrir A/KabarCepu).

Dengan semangat kreatif dan innovative, Tatik seorang Guru TK di Bojonegoro ini berhasil menciptakan Batik Sambiloto yang unik dan menarik.

Proses pembuatan batik ini pun tidaklah mudah, mulai dari memilih kain yang berkualitas hingga teknik pewarnaan yang sesuai agar motif dan warna batik tetap terjaga.

Melalui kegiatan ini, anak-anak TK di Bojonegoro tidak hanya belajar tentang seni Batik, namun juga mengenal nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang harus dijaga.

Mereka diajarkan untuk menghargai proses dan hasil karya, serta mencintai warisan budaya yang ada di sekitar mereka.

Tidak hanya itu, Batik Sambiloto juga menjadi sarana untuk mengenalkan dan mempromosikan keunikan budaya Bojonegoro ke masyarakat luas, terutama generasi muda.

Dengan semangat kolaborasi dan kebersamaan, sang guru dan anak-anak TK berhasil menciptakan kreasi yang memukau dan menginspirasi.

Melalui kreasi-kreasi seperti Batik Sambiloto, Tatik membuktikan bahwa tradisi dan budaya lokal bisa tetap relevan dan menarik di tengah arus globalisasi yang kian tumbuh pesat dan cepat.

Tatik lantas memiliki ide untuk mengembangkan potensi Batik Sambiloto ini agar memiliki dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar selain mengenalkan warisan budaya lokal kepada peserta didiknya.

Ia menularkan ilmu dan keterampilan membatiknya kepada ibu rumah tangga di desanya agar memiliki nilai manfaat dan nilai ekonomi tambahan bagi masyarakat sekitar, khususnya di Desa Sambiroto, Bojonegoro.

Namun, kendala yang dihadapi Tatik dalam memproduksi dan mengolah Batik Sambiloto ini adalah terbatasnya modal untuk mengembangkan usaha batiknya.

Untungnya, Pertamina EP Cepu hadir sebagai mitra yang peduli terhadap perkembangan industri kreatif di Indonesia, khususnya di Bojonegoro dan sekitarnya.

Melalui program CSR yang dilaksanakan oleh Pertamina EP Cepu, Tatik, Guru TK ini mendapatkan bantuan modal untuk memperluas produksi Batik Sambiloto.

Selain itu, Tatik juga menerima pelatihan dan pendampingan dalam pengelolaan bisnis, pemasaran, dan manajemen produksi.

Dengan dukungan yang komprehensif dari Pertamina EP Cepu, Batik Sambiloto kini mampu bersaing di pasar lokal maupun nasional.

Keberhasilan Batik Sambiloto tidak hanya berdampak positif bagi sang guru TK sebagai pengusaha, tetapi juga bagi masyarakat Bojonegoro secara keseluruhan, khususnya di Desa Sambiroto.

Dengan semakin dikenalnya Batik Sambiloto, industri batik lokal semakin berkembang dan memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat sekitar.

Keberhasilan kreasi Batik Sambiloto dari Tatik ini juga menjadi inspirasi bagi para pelaku usaha kreatif lainnya untuk terus berinovasi dan berkolaborasi dengan pihak-pihak terkait.

Kreasi Kreatif Seorang Guru TK di Bojonegoro Pertahankan Warisan Budaya Lokal di Era Milenial
Proses pembuatan Batik Sambiloto oleh Tatik seorang Guru TK di Bojonegoro dan ibu-ibu rumah tangga Desa Sambiroto dengan dukungan dari Pertamina EP Cepu (dok foto by Pertamina EP Cepu).

Dengan adanya kerjasama antara pelaku usaha kreatif seperti Tatik Guru TK dari Bojonegoro dan perusahaan BUMN seperti Pertamina EP Cepu, potensi industri kreatif Indonesia semakin terbuka lebar.

Tatik, seorang Guru TK di Bojonegoro melalui contoh sukses Batik Sambiloto ini, kita semua dapat belajar betapa pentingnya kolaborasi antara sektor publik, swasta, dan masyarakat dalam memajukan industri kreatif di Indonesia.

Di masa depan, diharapkan semakin banyak pelaku usaha kreatif lokal yang mendapatkan dukungan seperti yang diterima oleh Tatik, seorang Guru TK di Bojonegoro ini dengan produk Batik Sambiloto-nya.

Dengan adanya bantuan modal, pelatihan, dan pendampingan, industri kreatif Indonesia dapat terus tumbuh dan berkembang menjadi lebih baik.

Dukungan dari perusahaan-perusahaan baik swasta maupun BUMN seperti melalui program CSR yang dilakukan oleh Pertamina EP Cepu adalah kunci keberhasilan dalam memajukan industri kreatif di tanah air.***

PECAH MERIAH! Festival Tongklek Desa Batokan Kasiman Bojonegoro Ramaikan Malam ke-27 Ramadhan 1445 Hijriah

KABARCEPU.ID – Festival Tongklek Desa Batokan, Kasiman, Bojonegoro menyemarakkan malam ke-27 bulan Ramadhan 1445 Hijriah.

Malam ke-27 bulan Ramadhan 1445 Hijriah atau 2024 Masehi, Dusun Bandar, Desa Batokan, Kecamatan Kasiman, Bojonegoro dimeriahkan dengan Festival Tongklek.

Digelar pada Sabtu, 6 April 2024 di Gedung Serbaguna Desa Batokan, Kecamatan Kasiman, Bojonegoro, Festival Tongklek Ramadhan 1445 Hijriah ini dimulai pada pukul 20.00 WIB.

Selepas shalat Isya dan shalat Tarawih, satu per satu warga mulai berdatangan memadati area sekitar panggung Festival Tongklek Desa Batokan, Kecamatan Kasiman, Kabupaten Bojonegoro ini.

Sejumlah peserta ikut memeriahkan Festival Tongklek Desa Batokan, Kasiman, Bojonegoro ini dengan membawakan beberapa lagu wajib yang telah ditetapkan oleh panitia.

Lagu wajib yang ditetapkan panitia dalam Festival Tongklek Ramadhan 2024 Desa Batokan, Kasiman, Bojonegoro tersebut antara lain yakni Alamat Anak Sholeh, Nasab e Kanjeng Nabi, dan Wali Songgo.

Festival Tongklek ini tidak hanya diikuti oleh peserta dari Kecamatan Kasiman, namun dari kecamatan tetangga pun turut hadir memeriahkan malam ke-27 bulan Ramadhan 1445 Hijriah yang digelar di Desa Batokan tersebut.

Peserta yang meramaikan Festival Tongklek Ramadhan 1445 Hijriah di Desa Batokan, Kasiman, Bojonegoro tersebut diantaranya yakni TPQ Al-Huda Brangkal, Garuda Muda Kedewan, Satrio Putro Mudo Desa Brenggolo Kalitidu, New Kalikening Trucuk, Cakra Srogo, dan Gemba Rimba Palangan.

Sedangkan untuk rute Festival Tongklek ini dimulai dari Gedung Serbaguna Desa Batokan dan berakhir di halaman Masjid Miftahul Huda Dusun Bandar, Desa Batokan, Kecamatan Kasiman, Bojonegoro.

Di seputar rute baik kanan maupun kiri, warga sangat antusias memadati area yang dilalui peserta untuk menyaksikan Festival Tongklek tersebut.

Kanan kiri jalan di penuhi oleh warga sekitar yang ingin menyaksikan festival tongklek yang hanya berlangsung setiap satu tahun sekali tersebut

Salah satu warga dari Kecamatan Cepu bernama Mualifah mengungkapkan, sangat terhibur dengan adanya festival yang digelar satu tahun sekali ini.

“Saya cukup terhibur dengan adanya Festival Tongklek ini, saya berharap acara festival Tongklek ini diadakan setiap tahun ketika bulan Ramadhan,” Ujar Mualifah.

Penonton lainnya bernama Ismi dari Desa Batokan, Kasiman mengatakan, kerlap-kerlip lampu yang terdapat pada kendaraan peserta Festival Tongklek tersebut menjadi daya tarik di masyarakat.

“Saya memang merencanakan datang kesini, bersama keluarga untuk menikmati suasana malam yang di hiasi kerlap-kerlip lampu dan keindahan musik perkusi tongklek yang hanya ada setahun sekali di bulan Ramadhan,” ucap Ismi warga Batokan.

Untuk diketahui, Festival Tongklek ini dimainkan dengan jumlah maksimal 20 orang per kelompok atau per grup, dengan setiap satu orang dari grup tersebut membawa dan memainkan alat musik masing-masing.

Festival Tongklek ini menjadi daya tarik yang ikonik bagi masyarakat dalam memberikan hiburan dan memeriahkan malam ke-27 di bulan Ramadhan.***