Arsip Tag: BMKG

Prediksi BMKG: Puncak Musim Bediding 2025 Bakal Berakhir Pada Bulan Berikut

KABARCEPU.ID – Musim Bediding atau fenomena cuaca di awal musim kemarau yang identik dengan suhu udara yang terasa lebih dingin dari biasanya menjadi perhatian khusus bagi masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.

Musim Bediding adalah istilah yang cukup familier di kalangan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia, khususnya di area pulau Jawa dan sekitarnya.

Fenomena ini biasanya terjadi pada awal musim kemarau, ketika cuaca tiba-tiba berubah menjadi lebih dingin dan berangin dibandingkan dengan kondisi normal pada periode tersebut.

Suhu udara di pagi dan malam hari yang lebih rendah ini sering menimbulkan kesan dingin yang menusuk hingga ke tulang sekaligus memunculkan tantangan bagi aktivitas sehari-hari dan sektor pertanian.

Prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)
Secara meteorologis, musim Bediding muncul akibat perpindahan massa udara dingin dari wilayah yang lebih tinggi atau dari belahan bumi yang berbeda, yang bertemu dengan massa udara hangat tropis.

Kondisi ini menimbulkan perubahan tekanan atmosfer yang menyebabkan penurunan suhu secara signifikan. BMKG mencatat bahwa masa puncak musim Bediding biasanya terjadi antara bulan Juli hingga Agustus 2025, bertepatan dengan rentang awal musim kemarau.

Data observasi dan analisis cuaca dari BMKG menunjukkan peningkatan suhu udara secara bertahap mulai memasuki pertengahan bulan Juli hingga Agustus 2025, menandai kembalinya suasana musim kemarau yang lebih normal.

Massa udara dingin yang selama ini memengaruhi suhu udara akan mulai berkurang intensitasnya dan bergeser, sehingga udara hangat akan kembali mendominasi kondisi atmosfer di berbagai wilayah terdampak.

Puncak musim kemarau secara umum tetap diprediksikan berkisar antara Juli hingga Agustus 2025. Di Jawa dan Papua, puncak musim kemarau cenderung lebih awal dibandingkan prediksi sebelumnya. Sebaliknya, di Sulawesi dan Sumatera, puncak musim bergeser menjadi lebih lambat.

Sebagian besar wilayah mengalami puncak musim kemarau yang sama dengan normalnya. Puncak lebih awal dibandingkan normalnya diprediksikan terjadi di Jawa dan Papua.

Durasi Musim kemarau diprediksikan menjadi lebih pendek di sebagian besar wilayah khususnya di Jawa, Sulawesi, dan Bali Nusa Tenggara. Namun, sebagian kecil di Sumatera, Jawa, Sulawesi dan Papua menunjukan durasi yang lebih panjang.

Kondisi ini mempengaruhi berbagai aspek kehidupan masyarakat. Selain menimbulkan rasa dingin yang tidak biasa, musim Bediding juga berpotensi mengganggu pertumbuhan tanaman, terutama bagi tanaman yang sensitif terhadap suhu rendah di awal musim kemarau.

Oleh sebab itu, informasi dan prediksi atau prakiraan cuaca dari BMKG sangat diperlukan sebagai bahan perencanaan dan mitigasi risiko, khususnya bagi petani dan sektor agribisnis.

Dampak Positif dari Berakhirnya Musim Bediding
Berakhirnya musim Bediding membawa sejumlah kabar positif, terutama bagi aktivitas pertanian dan kesehatan masyarakat. Dengan suhu yang mulai kembali ke kondisi normal musim kemarau, petani dapat lebih percaya diri dalam melakukan berbagai tahapan penanaman dan perawatan tanaman, tanpa terpengaruh suhu udara yang terlalu dingin yang selama ini menjadi kendala.

Selain itu, kesehatan masyarakat juga dapat terbantu, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia yang lebih sensitif terhadap perubahan suhu ekstrem. Risiko gangguan pernapasan dan penyakit yang terkait dengan suhu dingin dapat berkurang seiring membaiknya kondisi cuaca.

Musim Bediding memang menjadi tantangan tersendiri dalam menghadapi awal musim kemarau. Namun, dengan adanya prakiraan cuaca dari BMKG, masyarakat dapat tetap waspada namun optimis menjalankan aktivitasnya di tengah perubahan iklim dan fenomena cuaca ekstrim yang kerap terjadi.***

Perayaan Natal di Cepu: Berikut Prakiraan Cuaca Natal 2024 di Cepu Blora Berdasarkan Data Resmi BMKG

KABARCEPU.ID – Menjelang perayaan Natal 2024, masyarakat Cepu Blora dan sekitarnya tentu berharap cuaca yang mendukung untuk merayakan hari raya dengan khidmat.

Salah satu faktor dalam merayakan Natal 2024 di wilayah Cepu Blora dan sekitarnya agar berjalan dengan lancar, adalah mengetahui informasi terkait kondisi atau prakiraan cuaca pada hari tersebut.

Mengenai kondisi cuaca di wilayah Cepu dan sekitarnya saat perayaan Natal 2024, telah disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui situs resminya.

1. Kondisi Umum
Berdasarkan analisis cuaca dari BMKG, pada bulan Desember 2024, wilayah Kecamatan Cepu diprediksikan akan mengalami curah hujan, yang ditandai dengan curah hujan yang tinggi dan potensi terjadinya cuaca ekstrem, seperti hujan lebat dan angin kencang. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk selalu mengikuti informasi terbaru dari BMKG.

2. Prakiraan Hujan Harian
Saat perayaan Natal pada tanggal 24 hingga 25 Desember 2024, prakiraan cuaca menunjukkan adanya potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Hasil proyeksi BMKG memperkirakan bahwa curah hujan dapat mencapai 50-100 mm per hari di sebagian besar wilayah Kota Cepu. Hal ini tentunya dapat mempengaruhi berbagai kegiatan masyarakat, termasuk perayaan Natal.

3. Suhu dan Kelembapan
Suhu udara di Kecamatan Cepu Kabupaten Blora pada saat Natal diperkirakan berada dalam rentang 24-30 derajat Celsius. Meskipun suhunya terbilang nyaman, kelembapan akan cukup tinggi, berkisar antara 80-97%. Tingginya kelembapan ini sangat berpengaruh pada kenyamanan, di mana masyarakat diimbau untuk menyiapkan tempat perayaan yang memadai agar tetap nyaman meskipun dalam kondisi hujan.

Prakiraan Cuaca Natal 2024 di Cepu Blora Berdasarkan Data Resmi Bmkg

Menyusul perkiraan cuaca tersebut, untuk mempersiapkan perayaan Natal dengan mempertimbangkan cuaca, berikut beberapa tips yang bisa diikuti:

– Siapkan Tempat yang Aman: Pastikan lokasi perayaan terlindungi dari hujan, seperti di dalam ruangan atau tenda yang sudah dipastikan kokoh.

– Rencanakan Transportasi: Dengan potensi hujan lebat, gunakan transportasi yang aman dan perhatikan kondisi jalan agar terhindar dari genangan air atau banjir.

– Periksa Rutin Prakiraan Cuaca: Selalu cek informasi terbaru dari BMKG menjelang hari-H untuk memastikan tidak ada perubahan signifikan dalam prakiraan cuaca.

Melihat prakiraan cuaca Natal 2024 di Kecamatan Cepu dan sekitarnya, BMKG memperingatkan agar warga tetap waspada dan mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang.

Dengan pemahaman cuaca yang baik, diharapkan perayaan Natal dapat berlangsung dengan aman, nyaman, dan penuh berkat walaupun dalam kondisi hujan.***

Prakiraan Cuaca Nataru 2024 di Wilayah Kabupaten Blora dan Sekitarnya Menurut BMKG

KABARCEPU.ID – Menghadapi perayaan Nataru 2024, masyarakat Kabupaten Blora dan sekitarnya tentu bersemangat untuk merencanakan berbagai aktivitas.

Dari berkumpul dengan keluarga, mengadakan acara silaturahmi, hingga menyusun agenda liburan, kondisi cuaca saat Nataru 2024 di wilayah Kabupaten Blora menjadi salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan.

Hujan seringkali menjadi perhatian utama masyarakat saat memasuki musim liburan, terutama pada saat Natal dan Tahun Baru (Nataru), tak terkecuali di wilayah Kabupaten Blora dan sekitarnya termasuk mencakup wilayah Kecamatan Cepu.

Pada tahun 2024, Kabupaten Blora dan sekitarnya diprediksi akan mengalami variasi cuaca yang menarik untuk dipantau.

Oleh karena itu, penting untuk mengetahui informasi prakiraan cuaca Nataru 2024 di wilayah Blora agar dapat merencanakan aktivitas dengan lebih baik.

1. Kondisi Umum Cuaca
Melansir data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Kabupaten Blora dan sekitarnya, diperkirakan akan berlangsung hingga awal tahun 2024. Di bulan Desember, curah hujan cenderung meningkat, dan kondisi ini mungkin akan berlanjut hingga awal Januari. Masyarakat diharapkan untuk memperhatikan prakiraan harian untuk perencanaan yang lebih tepat.

Selama periode Nataru 2024, diprediksi bahwa cuaca di Blora akan didominasi oleh hujan ringan hingga sedang. Suhu udara diperkirakan berkisar antara 24 hingga 30 derajat Celsius. Kelembapan udara juga akan tinggi, sehingga udara terasa lebih lembap dan memungkinkan terjadinya embun di pagi hari.

2. Prakiraan Cuaca Harian
Minggu Pertama Nataru (23-30 Desember 2023): Pada minggu pertama Nataru, diperkirakan hujan ringan hingga sedang akan melanda Kabupaten Blora, terutama pada sore dan malam hari. Suhu udara diprediksi berkisar antara 24°C hingga 30°C. Masyarakat disarankan untuk mempersiapkan kegiatan indoor, terutama pada hari-hari yang diperkirakan akan hujan lebat.

Minggu Kedua Nataru (31 Desember 2023 – 2 Januari 2024): Memasuki tahun baru, cuaca di wilayah ini akan cenderung stabil dengan hujan yang mungkin terjadi secara sporadis. Tanggal 31 Desember dan 1 Januari diperkirakan akan ada hujan ringan, tetapi tidak mengganggu perayaan tahun baru yang biasanya berlangsung di malam hari. Suhu udara tetap nyaman dalam rentang 24°C hingga 28°C.

Tips Menghadapi Cuaca Nataru
1. Perencanaan Acara: Jika Anda merencanakan acara luar ruangan, pertimbangkan untuk memilih waktu di pagi atau siang hari ketika cuaca cenderung lebih cerah dan kemungkinan hujan lebih kecil.

2. Persiapan Perlengkapan: Siapkan payung atau jas hujan untuk mencegah basah saat hujan tiba-tiba. Memiliki perlengkapan cadangan juga penting agar acara tetap berjalan lancar.

3. Monitor Prakiraan Cuaca: Selalu ikuti perkembangan prakiraan cuaca terkini dari BMKG atau sumber terpercaya lainnya. Perubahan cuaca bisa terjadi dengan cepat, terutama di musim hujan.

4. Menjaga Kesehatan: Dengan cuaca yang lembap, risiko penyakit seperti flu bisa meningkat. Jaga kesehatan dengan berolahraga, makan makanan bergizi, dan cukup tidur.

5. Rencanakan Kegiatan Indoor: Manfaatkan cuaca hujan dengan merencanakan aktivitas di dalam ruangan bersama keluarga, kerabat maupun teman dengan menonton film atau memasak hidangan ringan.

Cuaca Nataru 2024 di Kabupaten Blora dan sekitarnya diperkirakan akan hujan, dengan suhu yang cukup sejuk. Masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan informasi cuaca ini untuk merencanakan kegiatan Nataru dengan lebih baik serta selalu siapkan rencana cadangan dan tetap pantau prakiraan cuaca agar suasana perayaan dapat berlangsung dengan aman dan menyenangkan.***

WASPADA! Cuaca Ekstrem Ancam Jawa Tengah Tiga Hari Ke Depan

KABARCEPU.ID – Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang mengeluarkan peringatan dini, potensi cuaca ekstrem yang akan melanda wilayah Jawa Tengah dalam tiga hari ke depan, yakni pada tanggal 30 November 2024 hingga 2 Desember 2024.

Kondisi atmosfer saat ini menunjukkan adanya beberapa faktor yang berpotensi meningkatkan terjadinya cuaca ekstrem di Jawa Tengah.

Di antaranya adalah keberadaan Siklon Tropis Robyn di Samudera Hindia, aktifnya MJO (Madden-Julian Oscillation), kelembapan udara yang tinggi, kondisi labilitas udara yang kuat, serta suhu permukaan air laut yang hangat di Laut Jawa dan Samudera Hindia selatan Jawa.

Kondisi-kondisi tersebut di atas berpotensi menyebabkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang di sebagian besar wilayah Jawa Tengah.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, puting beliung, pohon tumbang, dan sambaran petir, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah rawan bencana.

Prakiraan cuaca ekstrem selama tiga hari ke depan diperkirakan akan melanda hampir seluruh wilayah Jawa Tengah, termasuk kota-kota besar seperti Semarang, Surakarta, dan Yogyakarta. Masyarakat diimbau untuk selalu memantau perkembangan informasi cuaca terkini.

Kepala Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Yoga Sambodo, mengimbau masyarakat agar selalu waspada dan berhati-hati. “Kami mengimbau masyarakat untuk selalu memperhatikan informasi cuaca terkini yang dikeluarkan oleh BMKG. Persiapkan diri dan lingkungan sekitar untuk menghadapi potensi cuaca ekstrem,” ujarnya.

Berikut wilayah terdampak cuaca ekstrem selama tiga hari kedepan:

Tanggal 30 NOVEMBER 2024

Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Purworejo, Wonosobo, Temanggung, Wonogiri, Karanganyar, Sragen, Grobogan, Blora, Rembang, Pati, Kudus, Jepara, Demak, Kendal, Batang, Kabupaten Pekalongan, Pemalang, Kabupaten Tegal, Brebes dan sekitarnya.

Tanggal 1 DESEMBER 2024

Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Purworejo, Wonosobo, Kabupaten./Kota Magelang, Temanggung, Kabupaten Semarang, Kota Salatiga, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Surakarta, Wonogiri, Karanganyar, Sragen, Grobogan, Blora, Rembang, Pati, Kudus, Jepara, Demak, Kendal, Batang, Kabupaten Pekalongan, Pemalang, Kabupaten Tegal, Brebes dan sekitarnya.

Tanggal 2 DESEMBER 2024

Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Purworejo, Wonosobo, Kabupaten /Kota Magelang, Temanggung, Kabupaten /Kota Semarang, Kota Salatiga, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Surakarta, Wonogiri, Karanganyar, Sragen, Grobogan, Blora Rembang, Pati, Kudus, Jepara, Demak, Kendal, Batang, Kabupaten Pekalongan, Pemalang, Kabupaten Tegal, Brebes dan sekitarnya.***

Imbas Gempa 6,0 Magnitudo di Timur Laut Tuban, Sejumlah Bangunan di Gresik dan Tuban Rusak Berat

KABARCEPU.ID – Gempa berkekuatan 6,0 magnitudo yang tejadi di Timur Laut Tuban pada Jumat, 22 Maret 2024 sekira pukul 11.22 WIB berdampak pada rusaknya sejumlah bangunan di wilayah Gresik dan Tuban.

Berdasarkan analisis Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa berlokasi pada koordinat 5,79° Lintang Selatan, 112,32° Bujur Timur, atau tepatnya pada jarak 126 Km arah Timur Laut Tuban, Jawa Timur pada kedalaman 10 km.

Kepala Bidang Mitigasi Gempa dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan, gempa susulan berkekuatan 3,2 magnitudo dan 5,3 magnitudo terjadi sebanyak 8 kali hingga pukul 13.10 WIB.

Pada pukul 15.52 WIB, gempa berkekuatan 6,5 magnitudo kembali mengguncang Timur Laut Tuban, Jawa Timur.

Episenter gempa terletak pada koordinat 5,76° Lintang Selatan, 112,33° Bujur Timur, atau pada jarak 130 Km arah Timur Laut Tuban, Jawa Timur pada kedalaman 10 Km.

Gempa ini berdampak dan dirasakan di daerah Tuban dengan skala intensitas IV-V MMI, Bawean dengan skala intensitas III-IV MMI, daerah Jepara, Lamongan, Bojonegoro, Surabaya, Kudus, Blora, Pekalongan, Nganjuk, Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Sidoarjo, Madiun, Pasuruan, Malang, Semarang, dan Yogyakarta dengan skala intensitas II-III MMI.

Daryomo mengungkapkan, hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa berkekuatan 6,5 magnitudo tersebut tidak berpotensi tsunami.

“Masyarakat diimbau tetap tenang, tetap beraktivitas seperti biasa gempa ini tidak berpotensi tsunami. Tetap beraktivitas seperti biasa di pantai dan laut,” ucap Daryomo.

Di wilayah Gresik, Jawa Timur, Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) mencatat sebanyak 5 Kepala Keluarga terdampak imbas gempa tersebut.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan di Kabupaten Gresik, 1 orang mengalami luka ringan imbas gempa tersebut.

“Di Kabupaten Gresik satu orang luka ringan, atas nama Ibu Hasi’ah P (71),” kata Abdul Muhari, seperti dikutip CNN Indonesia.

Abdul Muhari juga melaporkan, masih di wilayah Kabupaten Gresik, akibat gempa tersebut dua unit rumah rusak sedang, empat unit rumah rusak ringan, satu unit SMA 1 Sangkapura rusak ringan, dan satu unit SD Muhammadiyah rusak ringan.

Di Pulau Bawean, Desa Gunungteguh, Kecamatan Sangkapura, Kabupaten Gresik, Masjid Jami’ Al Muhajirin terlihat rusak berat akibat gempa tersebut.

Sementara itu, di Kecamatan Soko, Tuban, Jawa Timur, dua bangunan dilaporkan mengalami kerusakan akibat gempa yang terjadi pada pukul 11.22 WIB tersebut.

Mengutip dari Tubankab, Kalaksa BPBD Tuban Sudarmaji mengatakan, gempa dengan skala 6,0 magnitudo tersebut telah merusak satu rumah warga di Desa Glagahsari, Kecamatan Soko, dan Balai Desa Dagangan, Kecamatan Parengan yang tidak lagi terpakai.

“Yang rumah itu bagian dapur ambruk dan yang balai desa itu memang sudah tidak digunakan,” ujar Sudarmaji.

Imbas Gempa 6,0 Magnitudo di Timur Laut Tuban
Balai Desa Dagangan, Kecamatan Parengan, Tuban.

Darmaji menegaskan, tim BPBD terus menyisir kecamatan-kecamatan untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan akibat gempa yang dirasakan hampir di seluruh wilayah Jawa Timur ini.

Sudarmaji mengonfirmasi, total telah terjadi 17 kali gempa susulan dengan intensitas kekuatan gempa yang terus melemah.

Pihaknya terus melakukan koordinasi dengan BMKG Tuban dan BMKG Pasuruan terkait monitoring gempa susulan tersebut.

Ia juga mengimbau agar masyarakat tidak panik dan terus memantau informasi resmi dari BMKG Tuban dan DBPB Kabupaten Tuban.

“Jangan percaya berita hoax yang kemungkinan besar akan timbul nantinya,” pungkas Sudarmaji.***

Gempa Magnitudo 6,5 Kembali Guncang Laut Tuban Jawa Timur, Terasa Hingga Jakarta

KABARCEPU.ID – Gempa berkekuatan magnitudo 6,5 kembali mengguncang laut Tuban Jawa Timur pada Jumat 22 Maret 2024 pukul 15.52.58 WIB.

Hasil analisis Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo 6,5.

Episenter gempabumi terletak pada koordinat 5,76° LS ; 112,33° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 130 Km arah Timur Laut Tuban, Jawa Timur pada kedalaman 10 Km.

Kepala Bidang Mitigasi Gempa dan Tsunami BMKG Daryono menyebutkan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar aktif di laut Jawa.

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa memiliki mekanisme pergerakan geser (strike-slip),” terangnya.

Gempa ini berdampak dan dirasakan di daerah Tuban dengan skala intensitas IV-V MMI, Bawean dengan skala intensitas III-IV MMI, daerah Jepara, Lamongan, Bojonegoro, Surabaya, Kudus, Blora, Pekalongan, Nganjuk, Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Sidoarjo, Madiun, Pasuruan, Malang, Semarang, dan Yogyakarta dengan skala intensitas II-III MMI.

“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa tidak berpotensi tsunami,” katanya.

Sebelumnya, gempa Magnitudo 6 dengan pemutakhiran M5,9 mengguncang wilayah Tuban Jawa Timur, Jumat (22/3/2024), pukul 11.22.45 WIB.

BMKG menyebutkan, gempa berlokasi pada koordinat 5,79° LS ; 112,32° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 126 Km arah TimurLaut Tuban, Jawa Timur pada kedalaman 10 km.

Daryono mengatakan, hingga pukul 13.10 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 8 kali aktivitas gempa susulan dengan magnitudo terbesar M5,3 dan terkecil M3,2.

Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

BMKG menghimbau agar masyarakat menghindari dari bangunan yang retak atau rusak yang diakibatkan oleh gempa.

Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun  tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah.

“Masyarakat diimbau tetap tenang, tetap beraktivitas seperti biasa gempa ini tidak berpotensi tsunami. Tetap beraktivitas seperti biasa di pantai dan laut,” pungkasnya.***

Gempabumi Tektonik M6,0 di Laut Jawa Tidak Berpotensi Tsunami

KABARCEPU.ID – Hari ini Jumat 22 Maret 2024 pukul 11.22.45 WIB wilayah laut Jawa tepatnya Pantai Barat Gresik, Jawa Timur diguncang gempabumi tektonik.

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M6,0.

Episenter gempabumi terletak pada koordinat 5,79° LS; 112,32° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 126 Km arah Timur Laut Tuban, Jawa Timur pada kedalaman 10 km.

Jenis dan Mekanisme Gempabumi:
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar aktif di laut Jawa.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan geser (strike-slip).

Dampak Gempabumi:
Gempabumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Tuban dengan skala intensitas IV-V MMI (Getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk), Bawean dengan skala intensitas III-IV MMI (Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah).

Daerah Jepara, Lamongan, Bojonegoro, Surabaya, Kudus, Blora, Pekalongan, Nganjuk, Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Sidoarjo, Madiun, Pasuruan, Malang, Semarang, dan Yogyakarta dengan skala intensitas II-III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu).

Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami.

Gempabumi Susulan:
Hingga pukul 11.50 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya satu aktivitas gempabumi susulan (aftershock) dengan M4,4.

Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun  tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah.

Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id), telegram channel (https://t.me/InaTEWS_BMKG) atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg atau infobmkg.***

Waspada Cuaca Ekstrem, BMKG Keluarkan Peringatan Dini untuk Jawa Tengah

KABARCEPU.ID – BMKG telah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah Jawa Tengah selama tiga hari ke depan, mulai 23 hingga 25 Januari 2024.

Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang berpotensi terjadi di beberapa wilayah Jawa Tengah, antara lain:

* 23 Januari 2024: Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Kab./Kota Magelang, Boyolali, Klaten, Karanganyar, Sragen, Kudus, Jepara, Demak, Kab. Semarang, Temanggung, Kab. Pekalongan, Kab. Tegal, Salatiga, Brebes, dan sekitarnya.

* 24 Januari 2024: Batang, Boyolali, Karanganyar, Kendal, Kab. Magelang, Kab. Pekalongan, Rembang, Kab. Semarang, Sragen, Temanggung, Wonosobo, dan sekitarnya.

* 25 Januari 2024: Banjarnegara, Banyumas, Batang, Blora, Boyolali, Brebes, Karanganyar, Kendal, Kab. Magelang, Pati, Kab. Pekalongan, Pemalang, Purbalingga, Salatiga, Kab. Semarang, Sragen, Kab. Tegal, Temanggung, Wonosobo, dan sekitarnya.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti perkembangan informasi cuaca terkini dari BMKG. Masyarakat juga dihimbau untuk menghindari aktivitas di luar ruangan saat terjadi cuaca ekstrem dan segera mencari tempat berlindung yang aman. ***