Arsip Tag: Berita Cepu

Kuliner Cepu, Serabi Bakar dan Serabi Gantol Cocok Dinikmati saat Musim Hujan

KABARCEPU.ID – Cepu terkenal dengan kekayaan kulinernya, termasuk jajanan tradisional yang masih eksis hingga saat ini.

Dua di antaranya adalah serabi bakar dan serabi gantol, sangat mudai ditemui di Cepu.

Serabi bakar dibuat dari tepung beras dan santan, lalu dipanggang di atas tungku dengan menggunakan kayu jati sebagai bahan bakarnya.

Proses pembakaran ini menghasilkan aroma yang khas dan membuat serabi bakar terasa lebih nikmat.

Sementara itu, serabi gantol juga terbuat dari tepung beras dan santan, tetapi proses pembuatannya berbeda.

Adonan serabi gantol dicetak menggunakan cetakan khusus, lalu dipanggang di atas tungku.

Serabi gantol memiliki tekstur yang lembut dan rasa yang manis-manis gurih.

Kedua jajanan tradisional ini sangat cocok dinikmati saat musim hujan.

Serabi bakar yang hangat dan gurih, serta serabi gantol yang lembut dan manis, akan membuat suasana musim hujan menjadi lebih menyenangkan.

Serabi bakar dan serabi gantol dapat dengan mudah ditemukan di berbagai sudut Kota Cepu.

Harganya pun sangat terjangkau, mulai dari Rp3.000 hingga Rp5.000 per porsi. ***

Kuliner Cepu, Jajanan Tradisional yang Cocok Dinikmati saat Musim Hujan

KABARCEPU.ID – Cepu adalah kota kecil di Kabupaten Blora, tetapi eksistensinya perihal macam-macam kuliner sangat kaya dan beragam.

Berbagai macam makanan tradisional di Cepu yang tak lekang oleh waktu sangat cocok dinikmati saat musim hujan.

Makanan tradisional yang selalu disajikan segar dari tungku, selain masih hangat, juga mengenyangkan.

Simak beberapa makanan tradisional yang tersebar di Kota Cepu yang masih mempertahankan eksistensinya.

1. Serabi Bakar

Serabi adalah makanan tradisional yang dibuat dari tepung beras dan santan.

Para penjual serabi ini menjajakan dagangannya dengan ‘live’.

Artinya, proses pembakaran serabi dilakukan terbuka di tepi-tepi jalan.

Di beberapa titik di Kota Cepu, ada penjual serabi ini.

Sang tukang pembuat serabi dengan santainya menuangkan adonan serabi yang terbuat dari tepung beras dan santan di depan banyak pembeli.

Sementara asap kayu jati yang menjadi bahan baku utama pembakaran, ditambah aroma serabi yang mulai matang, membuat suasana ‘demo masak’ serabi menjadi semakin seru.

Hanya dengan Rp3.000, para pembeli sudah bisa menikmati serabi hangat ini.

Penjual serabi sangat mudah ditemukan di beberapa titik Kota Cepu.

2. Serabi Gantol/ Kue Pancong

Serabi gantol sendiri terbuat dari tepung beras dan santan.

Hampir sama dengan serabi pada umumnya, hanya saja pembuatannya berbeda dengan cetakan seperti cetakan pukis dan dipanggang di atas tungku.

Kue ini sangat diminati di kalangan masyarakat karena memiliki tekstur yang lembut dan rasanya yang manis-manis gurih.

Serabi gantol di Cepu bisa ditemukan di samping Indomaret Kebun Kelapa Cepu. Dengan harga per porsi Rp5.000 saja.

3. Serabi Petolo

Serabi petolo adalah makanan tradisional yang unik dan memiliki warna yang cerah sehingga menggugah selera.

Serabi petolo adalah makanan tradisional yang tidak jauh beda dari serabi umumnya dengan bahan yang sama.

Yaitu tepung beras dan santan menjadi adonan utama pada makanan ini.

Cita rasa yang gurih disiram dengan santan yang manis begitu nikmat dimakan saat hujan.

Serabi petolo bisa ditemukan di Jl. Diponegoro, Cepu.

Harga per porsi serabi petolo adalah Rp5.000 yang berisi 2 petolo dan 2 buah serabi berukuran kecil, lengkap dengan kuah santan yang manis.

4. Kue Putu

Kue Putu Bambu merupakan jajanan tradisional Indonesia yang dulunya mudah ditemui.

Kini, penjaja Kue Putu Bambu sudah mulai berkurang sehingga panganan lembut ini pun jadi sulit untuk ditemui.

Kue putu bambu yang terbuat dari tepung beras, kelapa parut, dengan isian gula merah yang manis.

Percampuran rasa yang gurih dan manis sangat cocok dinikmati dengan secangkir teh ataupun kopi.

Jajanan ini bisa ditemukan di Jl. Blora-Cepu No. 12, Sidomulyo. Tepatnya di depan Pasar Plasa Cepu.

Kuliner Cepu, Warna-warni Serabi Petolo Cepu yang Menggugah Selera

KABARCEPU.ID – Kota Cepu menawarkan aneka cita rasa kuliner, mulai dari makanan berat hingga ringan, seperti kue tradisional atau jajanan pasar.

Cukup mudah untuk mencari penjual jajanan pasar di Cepu.

Saat pagi maupun malam hari, dari makanan tradisional hingga makanan modern dan viral, di Kota Cepu selalu ada penjual makanan dengan inovasi terbaru.

Namun, masih ada juga yang masih mempertahankan makanan tradisional hingga masih eksis sampai sekarang.

Salah satunya adalah makanan tradisional yang terbuat dari tepung beras, yaitu serabi petolo yang manis, gurih, dan bercita rasa tinggi.

Petolo adalah penganan atau jajanan yang terbuat dari tepung beras dan dicetak panjang spiral seperti mi.

Hampir sama strukturnya dengan mi, bedanya mi ada rasa gurihnya, sedangkan makanan ini rasanya manis dari kuahnya.

Sebagian masyarakat ada yang menyebutnya juga sebagai putu mayang.

Bentuknya spiral seperti mi, hanya saja pengolahannya dikukus setelah dibentuk.
Biasanya berwarna-warni, seperti hijau dan merah atau jingga.

Rasanya gurih dan kunyahannya lembut dan agak kenyal, itulah yang membuat gurih.
Dewasa ini, petolo atau putu mayang dipadukan dengan serabi dan kuah santan yang gurih dan hangat.

Serabi sendiri adalah kue tradisional Indonesia berukuran kecil.

Biasanya dibuat dari tepung beras dan santan kelapa atau kelapa parut. Di sinilah keunikan dari petolo serabi.

Rasa petolo yang gurih dipadukan dengan kue serabi yang nikmat, disiram dengan kuah santan panas manis, membuat penikmatnya merasakan sensasi makan yang kaya rasa.

Di Kota Cepu sendiri, ada satu penjual serabi petolo di samping Pegadaian tepatnya di Jl. Diponegoro, buka setiap hari pukul 17.00 hingga malam.

Petolo yang lembut dan segar ini dibuat setiap hari tanpa bahan pengawet apa pun, sehingga dijamin sehat dan mengenyangkan.

Harga satu porsi menu serabi petolo dengan isian 2 petolo warna hijau dan merah muda, serta 2 buah serabi berukuran kecil, lengkap dengan kuah santan yang hangat, dihargai sekitar Rp5.000.

“Serabi petolo yang biasanya saya temukan ketika pagi hari di pasar tradisional, kini bisa saya dapatkan saat malam. Rasanya yang gurih membuat saya ketagihan dan selalu membeli saat jalan-jalan di Kota Cepu,” kata Adissa, salah satu pembeli serabi petolo.

Berburu Wedang Ronde di Cepu, Minuman Hangat yang Menyehatkan

KABARCEPU.ID – Wedang ronde menjadi salah satu minuman berkhasiat dan menjadi favorit saat musim hujan. Cuaca yang menjadi lebih dingin, dapat membuat tubuh kita rentan terhadap penyakit. Untuk menjaga kesehatan, kita perlu menjaga daya tahan tubuh.

Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan mengonsumsi minuman hangat dan menyehatkan. Yakni dengan mengonsumsi minuman yang cocok untuk menghangatkan tubuh dan menjaga daya tahan tubuh, yaitu wedang ronde.

Wedang ronde adalah minuman khas Tionghoa yang terbuat dari ronde, kacang tanah, roti tawar, kolang-kaling, dan kuah jahe.

Wedang ronde terbuat dari bahan-bahan yang mudah didapatkan dan memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.

Ronde terbuat dari tepung ketan, yang kaya akan karbohidrat dan serat. Kacang tanah kaya akan protein dan lemak sehat. Roti tawar kaya akan karbohidrat dan serat. Kolang-kaling kaya akan serat dan mineral. Kuah jahe kaya akan antioksidan dan antiinflamasi.

Wedang ronde memiliki rasa manis dan hangat dari gula dan jahe. Rasanya yang lezat dan menghangatkan cocok untuk dinikmati di malam hari saat cuaca sedang dingin.

Di Cepu, wedang ronde dapat ditemukan di beberapa tempat, seperti di Jlan Stasiun Lama Cepu, Jalan Ronggolawe Cepu, Jalan Kandangdoro Cepu. Harga minuman ini berkisar antara Rp 5.000 hingga Rp 10.000 per porsi.

Wedang ronde sebenarnya makanan khas dari China, dengan nama tangyuan. Nama tangyuan merupakan metafora dari reuni keluarga. Ronde terbuat dari tepung ketan yang dicampur sedikit air dan dibentuk menjadi bola, direbus, dan disajikan dengan kuah manis.

Wedang ronde bisa sampai ke Indonesia karena dahulu banyak pedagang China yang datang ke Nusantara. Mereka pun memperkenalkan minuman ini ke masyarakat.

Pada dasarnya tangyuan memiliki kuah yang hangat dan manis saja. Namun penduduk Indonesia mencampurkan jahe sebagai rempah khas untuk memperkaya rasa dari tangyuan. Minuman ini memiliki rasa manis dari gula pasir atau gula merah, pedas dari jahe, dan gurih dari kacang tanah.

Banjir di Cepu, Ular Berbisa Menjadi Ancaman Warga

KABARCEPU.ID – Hujan deras diperparah dengan kondisi saluran air yang tidak memadai kerap menyebabkan sejumlah daerah mengalami bencana tahunan, yakni banjir.

Banjir terjadi saat suatu wilayah terendam oleh volume air yang besar. Meskipun kedatangan banjir bisa diprediksi melalui pola curah hujan dan aliran air, namun terkadang, banjir datang secara mendadak akibat intensitas hujan yang tak terduga.

Tak hanya itu, bahaya reptil berbisa seperti ular juga tidak bisa diabaikan karena mereka cenderung keluar dari sarangnya saat lingkungan tergenang air.

Saat badai membawa hujan deras, sarang ular yang berada di bawah tanah akan terisi air, memaksa ular untuk meninggalkan tempat itu dan mencari perlindungan yang kering dan aman.

Beberapa ular juga mungkin mencari tempat berlindung di bawah tumpukan besar dan lembab.

Baru-baru ini, akun Facebook @onemankamtiscepu melaporkan penemuan 2 ekor induk ular welang di Desa Suroh Kasiman yang melintas di jalan dekat balai desa.

Selain itu, ditemukan pula 2 ekor ular luwuk, satu di antaranya masih berukuran bayi (baru menetas), dan yang lainnya berukuran besar, melintas di dekat kuburan pahlawan Nglajo.

Informasi dari warga lain, Sri Sulistyorini, juga mengungkapkan penemuan ular sanca sepanjang sekitar 3 meter di sekitar rumahnya di Gang 3 Cepu.

Hal ini menunjukkan bahwa bahaya reptil seperti ular perlu diwaspadai, terutama saat musim hujan baru dimulai.

Ancaman lain selama musim hujan adalah banjir, terutama di sejumlah wilayah Kota Cepu, seperti Jalan Stasiun Cepu, Jalan RSU Cepu, Taman Seribu Lampu Cepu, dan Jalan Randu Blatung, Joho, Mulyorejo, di Kecamatan Cepu.

Banjir sering terjadi karena saluran air yang tidak bersih dan tersumbat, menyebabkan air tidak dapat mengalir dengan lancar dan meluap ke jalan serta rumah-rumah warga.

Untuk menghindari bencana banjir, sangat penting untuk menjaga kebersihan agar aliran air tetap lancar, terutama di musim hujan seperti ini.

Upaya pencegahan ini perlu diterapkan secara bersama-sama agar daerah Cepu dan sekitarnya dapat terhindar dari musibah banjir. ***

Banjir di Cepu: Memutus Jembatan Megalrejo-Perumahan BRI, Warga Minta Pemkab Blora Harus Segera Prioritaskan Pembangunannya

KABARCEPU.ID – Hujan deras yang terjadi pada Rabu 13 Desember 2023 sore hingga malam di wilayah Kecamatan Cepu kabupaten Blora menjadi penyebab jembatan yang menghubungkan Megalrejo dan Perumahan BRI kelurahan Balun putus.

Kendaraan roda dua maupun roda empat yeng hendak melintasi jembatan di Kecamatan Cepu itu, terpaksa harus putar balik.

“Kejadian setelah hujan reda. Hujannya memang deras dan arusnya deras sehingga menggerus sisi utara jembatan. Bahkan nyaris memakan korban, karena ada satu warga kami yang hampir jatuh akibat jembatan putus,” ujar Slamet ketua RT 01 RW 14 Megalrejo, Balun, Cepu, Kamis 14 Desember 2023.

Selain memutus jembatan selebar 2,5 meter dan panjang 8 meter, banjir juga merobohkan gapura jembatan perbatasan wilayah Megalrejo dengan perumahan BRI.

“Sejak sungainya dinormalisasi, memang arusnya kencang. Sebelumnya , jika hujan deras air meluber ke sawah,” imbuhnya.

Jembatan tersebut, merupakan jalur alternatif siswa berangkat sekolah, maupun menuju pasar Induk dan terminal bis Cepu. Namun karena putus, warga terpaksa harus memutar dan lewat jalan Bypass Cepu.

“Kami berharap tahun 2024 Pemkab Blora secepatnya menganggarkan perbaikan jembatan itu. Karena jembatan tersebut sangat dibutuhkan warga. Pemkab jangan hanya membangun fasilitas yang tidak menjadi prioritas warga. Jembatan ini sangat penting untuk menunjang perekonomian dan jalur pertanian,” ujar Wawan warga Megalrejo.

Hujan yang terjadi sejak pukul 18.30 sampai dengan pukul 21.00 wib juga menggenangi ratusan rumah di sejumlah wilayah di kecamatan Cepu. Diantaranya kelurahan Balun, Cepu dan Tambakromo.

” Banjir ini bencana tahunan. Meski sungai sudah dikeruk dan dibuatkan embung Nglebok, namun ternyata tidak maksimal mengurangi banjir di wilayah kami. Pemkab harus serius menangani banjir ini,” ujar Purwadi warga Balun Kesehatan gang 1.

Camat Cepu Budiman, bakal melakukan pengecekan lokasi bersama dinas terkait. “Ya mas, rencna dinas terkait akan ceklok lokasi,” kata dia. ***

Banjir di Cepu, Jalan Protokol dan Pemukiman Terendam

KABARCEPU.ID – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Rabu 13 Desember 2023sore, mengakibatkan banjir. Ketinggian air mencapai 30 sentimeter hingga 1 meter.

Akibat banjir tersebut, arus lalu lintas di beberapa ruas jalan di Cepu tersendat. Pengendara harus mencari jalur alternatif lain untuk mencapai tujuan.

Terutama kendaraan dari arah Blora maupun menuju arah Blora. Sejumlah pengendara motor yang terjebak hujan dan banjir harus berada di tempat yang aman. Supaya mesin tidak mengalami mesin mati karena terkena air.

Salah satu warga Cepu, Tyo, mengatakan, hujan deras mulai mengguyur wilayah Cepu sejak pukul 17.30 WIB. Banjir mulai terlihat sekitar pukul 18.30 WIB.

“Banjir terjadi di beberapa titik, seperti di pertigaan Turibang, dekat pintu besar migas, taman, tambak romo cepu lokasi hotel Arra, lingkungan kandangdoro, Jalan Pemuda, dan Kawasan Pasar Mulyorejo,” ujar Tyo.

Menurut Tyo, ketinggian air di sekitaran Taman Seribu Lampu Cepu mencapai 10-20 sentimeter. Sementara itu, di gang sawahan ngareng kelurahan cepu, ketinggian air mencapai 20-30 sentimeter.

Di Tambakromo, ketinggian air di akses jalan lintas provinsi mencapai 10-20 sentimeter. Namun, di pemukiman warga, ketinggian air mencapai 1 meter.

“Di beberapa media sosial, banyak video yang memperlihatkan kondisi Cepu yang terendam banjir,” kata Tyo.

Selain karena hujan dengan intensitas tinggi, penyebab banjir tersebut diduga dikarenakan sistem drainase yang buruk.

Sehingga, air yang mengalir tidak lancar. Disini kesadaran masyarakat perlu di tingkatkan di karenakan bahaya nya banjir di karenakan sampah ataupun drainase yang tidak lancar karna tersumbat kotoran yang mengakibatkan banjir ketika musim penghujan tiba. ***

TK Islam Assalam Cepu Utamakan Pendidikan Karakter, Adab Itu Nomor Satu

KABARCEPU.ID – TAMAN Kanak-kanak (TK) Islam Assalam Cepu sejak berdiri Tahun 1962, perkembangannya sangat pesat.

Berada di tengah kota, lembaga pendidikan yang berada di Jalan Diponegoro Cepu ini menjadi banyak “diserbu” masyarakat untuk mendaftarkan putra-putrinya setiap tahunnya.

Menurut Kepala TK Islam Assalam Cepu Yuyun Ismiati, salah satu daya tarik lembaga pendidikan yang dipimpinnya ini disebabkan sering menjadi juara ketika ada kompetisi tingkat Kecamatan Cepu.

“Orang tua memilih TK Islam Assalam Cepu karena banyak prestasinya,” katanya.

Hingga kini TK yang memiliki tujuh pendidik tersebut mampu mempertahankan jumlah anak didik yang berkapasitas besar.

“Total anak didik berjumlah 131 anak yang terbagi menjadi empat kelas. Kami tetap membatasi jumlah anak didik, disesuaikan dengan kapasitas yang ada,” jelas wanita yang sejak kecil bercita-cita menjadi guru ini.

Bukan hanya dari Cepu, anak didik banyak pula yang berasal dari luar Cepu. Diantara anak didik berasal dari Desa Giyanti, Sambongrejo, Biting, Ngloram, dan Mernung.

“Bahkan ada yang berasal dari wilayah Jawa Timur, diantaranya Batokan, Kasiman, Padangan, Ngoken, dan Sekaran,” ujar Yuyun.

Yuyun mengatakan, untuk mengedepankan pendidikan karakter, dirinya beserta para pendidik di TK Islam Assalam Cepu akan selalu berusaha mewujudkan lembaga pendidikan yang berkualitas.

“Pendidikan karakter itu penting sekali. Menurut saya, adab itu nomor satu,” ujarnya mantap bersemangat.

Untuk mewujudkan hal tersebut, pihaknya berusaha maksimal setiap hari ada pembiasaan positif. Setiap anak diajarkan untuk selalu hormat kepada orang tua.

“Salim sama guru. Itu harus dilakukan, sebagai bukti tanda hormat pada orang tua. Karakter bagus ini harus diajarkan. Bagaimanapun adab itu penting,” jelasnya.

Namun, lanjut Yuyun, kebiasaan baik yang diajarkan di sekolah, seharusnya juga dibiasakan di rumah dan lingkungan tempat tinggal.

“Sekolah saja tidak cukup. Keluarga dan lingkungan juga harus saling mendukung,” katanya mengingatkan. Mengapa harus saling mendukung? “Biar nggak njomplang,” tegasnya. ***