Angin segar telah datang. Suasana pendidikan di Kabupaten Blora akan semakin berwarna. Program revitalisasi satuan pendidikan yang dijalankan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) kini benar-benar membawa angin segar dan menyejukkan bagi dunia pendidikan.
Tidak hanya bangunan yang diperbaiki, tapi juga semangat belajar yang ikut tumbuh. Guru makin kreatif, siswa makin bersemangat, dan masyarakat pun merasa bangga. Multiplayer Effect benar-benar terwujud. Lingkungan belajar menjadi lebih baik dan menyenangkan hasil dari kebersamaan sekolah dan masyarakat.
Kegembiraan makin terasa ketika Staf Ahli Bidang Manajemen Talenta Kemendikdasmen, Mariman Darto, berkunjung langsung ke beberapa sekolah penerima program revitalisasi di Blora pada Kamis 6 November 2025. Dalam kunjungan itu, Mariman menyampaikan pesan penting kepada para guru dan kepala sekolah.
“Revitalisasi sekolah bukan hanya soal bangunan yang bagus, tapi tentang menciptakan suasana belajar yang menggembirakan. Sekolah harus jadi tempat yang membuat anak-anak aman, nyaman, dan gembira. Revitalisasi sekolah memberi kesempatan pada warga sekitar, sungguh kebersamaan yang besar manfaatnya,” ujarnya penuh semangat.
Kehadirannya disambut hangat oleh para guru dan siswa. Banyak yang mengaku kunjungan ini menjadi energi baru untuk terus berinovasi dalam mengajar dan membangun sekolah yang ramah bagi peserta didik yang sedang belajar di 66 satuan pendidikan, dan tersebar di 16 kecamatan di Kabupaten Blora.
Anggaran sebesar 62,4 miliar rupiah dialokasikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI untuk merevitalisasi 66 satuan pendidikan di Kabupaten Blora. Sungguh nilai yang fantastis bagi kabupaten yang wilayahnya 50,6 persen adalah kawasan hutan ini.
Sebegitu pentingkah revitalisasi sekolah di Kabupaten Blora? Ada 66 satuan pendidikan yang mendapatkan bantuan revitalisasi terdiri dari 4 Taman Kanak-kanak (TK), 27 Sekolah Dasar (SD), 27 Sekolah Menengah Pertama (SMP), 3 Sekolah Menengah Atas (SMA), serta 5 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Gelontoran dana 62,4 miliar rupiah tersebut, tentu akan membuat wajah dunia pendidikan di Kabupaten Blora berubah lebih cerah. Guru semakin bersemangat dalam menyampaikan ilmu, dan murid semakin ceria dengan fasilitas baru yang lebih mentereng. Tentu saja bangga dengan tempatnya menimba ilmu.
Revitalisasi satuan pendidikan telah membuktikan bahwa perubahan bisa dimulai dari langkah nyata. Kunjungan Mariman Darto menjadi bukti bahwa pemerintah serius mengawal transformasi pendidikan hingga ke daerah. Blora kini punya harapan besar: sekolah makin hidup, menyenangkan, dan mencerahkan bagi generasi masa depan.***






