Arsip Kategori: Ragam

Rahasia Kulit Cerah dan Sehat Alami ada di Sabun Pepaya, Begini Cara Membuatnya

KABARCEPU.ID – Sabun merupakan kebutuhan pokok manusia yang digunakan untuk membersihkan tubuh.

Selain itu, sabun juga dapat digunakan sebagai obat kulit yang disebabkan oleh jamur dan bakteri.

Sekarang, semakin banyak inovasi pembuatan sabun dari bahan alami yang ramah lingkungan dan aman untuk kulit, salah satunya adalah sabun pepaya.

Pepaya merupakan buah yang mudah ditemukan dan memiliki harga yang terjangkau.

Dari berbagai sumber, buah ini kaya akan vitamin A, C, dan E yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan kulit.

Selain itu, pepaya juga mengandung enzim papain yang dapat membantu mencerahkan kulit dan mengurangi munculnya bintik hitam.

Sabun pepaya dapat dibuat sendiri di rumah dengan bahan-bahan alami yang mudah didapat.

Berikut adalah cara membuat sabun pepaya:

Bahan-bahan:

  • 500 gram buah pepaya, dicincang halus
  • 500 gram soap base
  • Minyak kelapa secukupnya
  • 5 tetes minyak esensial lavender (opsional)

Cara Membuat:

1. Kupas buah pepaya dan bersihkan dari kulit dan bijinya.

2. Setelah bersih dan dicuci, potong halus dan masukkan ke dalam blender. Haluskan buah pepaya menjadi jus pepaya.

3. Potong kecil-kecil soap base dan cairkan.

4. Masukkan jus pepaya dan tambahkan lima tetes minyak esensial.

5. Aduk bahan tersebut hingga tercampur rata.

6. Tuangkan sabun pada cetakan yang sudah dioleskan coconut oil.

7. Diamkan kurang lebih empat jam hingga sabun mengeras.

8. Lepaskan sabun dari cetakan dan simpan pada tempat kering.

9. Sabun pepaya siap digunakan.

Sabun pepaya dapat digunakan untuk mandi dan wajah.
Selain buahnya, kulit dan biji pepaya juga bermanfaat untuk kulit.

Kulit pepaya dapat dibuat menjadi masker wajah yang dapat mengeluarkan kotoran kulit dan mengurangi munculnya bintik hitam.

Selamat mencoba membuat sabun pepaya di rumah dan rasakan manfaatnya untuk kulit Anda! ***

Putri Malu, Tanaman Liar Dibandrol dengan Harga Rp150.000 di Swiss

KABARCEPU.ID – Tanaman putri malu (Mimosa pudica) yang sering kita jumpai di Indonesia ternyata memiliki nilai jual yang tinggi di Swiss.

Di negara tersebut, tanaman putri malu dijual seharga Rp150.000 per pot.

Putri malu merupakan tanaman liar yang tumbuh subur di daerah tropis seperti Indonesia.

Tanaman putri malu memiliki kemampuan unik, yaitu daunnya akan menguncup ketika disentuh.

Gerakan ini berfungsi untuk melindungi diri dari serangan hewan herbivora.

Di Swiss, putri malu dianggap sebagai tanaman hias yang langka dan unik.

Hal ini karena tanaman ini tidak dapat tumbuh subur di daerah beriklim dingin seperti Swiss.

Oleh karena itu, tanaman putri malu yang dijual di Swiss biasanya didatangkan dari negara-negara tropis seperti Indonesia dan Brasil.

Dari sejumlah sumber, tingginya harga putri malu di Swiss disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:

Permintaan yang tinggi dari masyarakat Swiss terhadap tanaman hias yang unik dan langka.

Keterbatasan pasokan tanaman putri malu dari negara-negara tropis.

Biaya transportasi yang tinggi untuk mendatangkan tanaman putri malu dari negara-negara tropis ke Swiss.

Meski harganya mahal, tanaman putri malu tetap diminati oleh masyarakat Swiss.

Mereka menganggap tanaman ini sebagai simbol keindahan dan keunikan alam tropis.

Bagi petani di negara-negara tropis, tingginya harga putri malu di Swiss merupakan peluang bisnis yang menguntungkan.

Mereka dapat membudidayakan tanaman putri malu dan menjualnya ke Swiss untuk mendapatkan keuntungan yang besar. ***

Unik! Durian Gundul: Satu-satunya Durian Tanpa Duri di Dunia

KABARCEPU.ID – Sebuah pohon durian gundul unik tumbuh di tepi hutan kawasan lindung Gunung Rinjani, tepatnya di Desa Batu Mekar, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat.

Pohon durian tersebut diperkirakan berusia tidak lebih dari 15 tahun dan memiliki tinggi sekitar 15 meter.

Pohon durian ini bercabang dan berdaun lebat, terkurung oleh pohon-pohon lain di sekitarnya.

Keunikan pohon durian ini terletak pada buahnya yang tidak memiliki duri seperti buah durian pada umumnya.

Bentuk buahnya sekilas seperti tempurung kelapa, dengan ukuran sebesar buah melon dan bobot 800-900 gram. Buah matang mengeluarkan aroma khas durian.

Daging buah durian gundul ini tebal, sekitar 0,5 cm, berwarna kuning terang, dan memiliki rasa yang enak dan manis dengan kandungan gula 14-15 derajat brix.

Produktivitas pohon durian gundul dapat mencapai 200-400 kg per pohon per tahun.

Tanaman ini mampu beradaptasi dengan baik di dataran rendah sampai sedang dengan ketinggian 250-700 meter di atas permukaan laut.

Durian gundul merupakan tanaman yang mengalami mutasi bentuk oleh alam, sehingga duri-duri di sekujur kulitnya tidak ada.

Reza, seorang peneliti durian, mengatakan bahwa durian gundul ini adalah satu-satunya di dunia dan hanya dapat ditemukan di hutan kawasan lindung Gunung Rinjani.

“Dari puluhan ribu pohon durian di Indonesia yang saya datangi selama 25 tahun, ya baru kali itu saya menemukan yang kulitnya tanpa duri. Itu bukan durian biasa, ada keanehan, unik, dan bukan karena terserang penyakit,” kata Reza.

Penampilan luar durian gundul mirip buah sukun dengan ukuran sebesar buah melon.

Kulitnya berwarna coklat dan keras seperti buah durian pada umumnya, begitu juga daging buah, aroma, dan rasanya.

Warga setempat telah beberapa kali melihat pohon dengan buahnya yang aneh itu.

Namun, mereka tidak berani memakannya karena dianggap aneh, takut beracun, atau bahkan dianggap mistis.

Mereka baru berani mencicipi durian gundul itu setelah Reza memakan 3 pongge dan tidak berefek apa pun.

Durian gundul Lombok memiliki prospek yang cukup bagus untuk bersaing dengan durian Malaysia.

Jika pernyataan Reza itu memang benar, maka durian gundul Lombok dapat menjadi primadona baru di dunia buah-buahan. ***

GAK RIBET KOK! Ini Cara Merawat Mesin Cuci Agar Awet dan Tahan Lama, Ada 6 Poin yang Wajib Disimak

KABARCEPU.ID – Cara merawat mesin cuci agar awet dan tahan lama adalah dengan menggunakannya secara bijak.

Bijak dalam penggunaan yang efisien merupakan salah satu cara merawat mesin cuci agar awet dan tahan lama.

Sangat penting untuk mengetahui cara merawat mesin cuci agar awet dan tahan lama sebelum Anda menyerahkannya kepada teknisi reparasi.

Mesin cuci adalah salah satu peralatan rumah tangga yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari.

Mesin cuci membantu kita untuk mencuci pakaian dengan lebih efisien dan efektif.

Namun, mesin cuci juga membutuhkan perawatan yang baik agar dapat bertahan lama dan tetap berfungsi dengan baik.

Berikut beberapa tips merawat mesin cuci agar awet dan tahan lama:

1. Bersihkan secara teratur
Salah satu cara terbaik untuk merawat mesin cuci adalah dengan membersihkannya secara teratur.

Pastikan untuk membersihkan bagian luar mesin cuci setidaknya sekali seminggu.

Anda juga perlu membersihkan bagian dalam mesin cuci, seperti bak pencuci dan filter, setidaknya sekali sebulan.

Dengan membersihkan mesin cuci secara teratur, Anda dapat mencegah penumpukan kotoran dan jamur yang dapat merusak mesin cuci.

2. Gunakan deterjen yang tepat
Pemilihan deterjen yang tepat juga sangat penting dalam merawat mesin cuci.

Pastikan untuk menggunakan deterjen yang dirancang khusus untuk mesin cuci.

Hindari menggunakan deterjen yang terlalu berbusa, karena dapat menyebabkan penumpukan busa yang dapat merusak mesin cuci.

Selain itu, jangan terlalu banyak menggunakan deterjen, karena hal ini juga dapat merusak mesin cuci.

3. Jaga beban cucian
Mesin cuci memiliki batasan beban cucian yang dapat dicuci dalam satu siklus.

Pastikan untuk tidak melebihi batasan beban cucian yang ditentukan oleh produsen mesin cuci.

Melebihi batasan beban cucian dapat menyebabkan mesin cuci bekerja terlalu keras dan mempercepat kerusakan mesin cuci.

4. Periksa selang air
Selang air adalah bagian yang sangat penting dalam mesin cuci. Pastikan untuk secara teratur memeriksa selang air untuk memastikan tidak ada kebocoran atau kerusakan lainnya.

Jika Anda menemukan kebocoran atau kerusakan, segera ganti selang air tersebut untuk mencegah kerusakan lebih lanjut pada mesin cuci.

5. Hindari overloading
Mengisi mesin cuci terlalu penuh dengan cucian juga dapat merusak mesin cuci.

Hindari overloading mesin cuci, karena hal ini dapat menyebabkan mesin cuci bekerja terlalu keras dan mempercepat kerusakan mesin cuci.

Pastikan untuk mengisi mesin cuci dengan beban cucian yang sesuai dengan kapasitas mesin cuci.

6. Lakukan maintenance rutin
Terakhir, pastikan untuk melakukan maintenance rutin pada mesin cuci.

Anda dapat memanggil teknisi untuk melakukan pemeriksaan dan perawatan mesin cuci secara berkala.

Dengan melakukan maintenance rutin, Anda dapat mencegah kerusakan yang lebih serius pada mesin cuci.

Dengan mengikuti tips di atas, Anda dapat merawat mesin cuci Anda agar awet dan tahan lama.

Jangan lupa untuk membaca panduan penggunaan yang disediakan oleh produsen mesin cuci, karena setiap mesin cuci memiliki karakteristik dan kebutuhan perawatan yang berbeda.***

Minyak Daun Bawang, Penyedap Alami Pengganti MSG

KABARCEPU.ID – Minyak daun bawang atau scallion oil merupakan bahan dapur serbaguna yang memiliki aroma khas.

Aromanya yang menggugah selera dapat menambah cita rasa masakan menjadi lebih gurih.

Tidak heran jika banyak hidangan China maupun Vietnam yang menggunakan minyak ini sebagai bahan tambahan.

Minyak daun bawang juga memiliki segudang khasiat, di antaranya kaya akan vitamin A, C, dan K serta mengandung banyak serat yang baik untuk pencernaan.

Selain itu, daun bawang juga mengandung senyawa bermanfaat yang dianggap dapat menurunkan risiko peradangan dan melindungi kesehatan jantung.

Cara Membuat minyak daun bawang :

Bahan-bahan:

* 250 gram daun bawang

* 5 butir bawang merah

* 750 ml minyak goreng

Cara membuat:

1. Cuci bersih daun bawang dan potong-potong sekitar 1 cm.

2. Kupas bawang merah dan cuci lalu potong besar-besar.

3. Panaskan minyak goreng hingga panas.

4. Masukkan daun bawang dan bawang merah. Aduk hingga merata.

5. Masak dengan api kecil sambil sesekali diaduk hingga daun bawang berwarna kecokelatan. Matikan api.

6. Biarkan minyak dingin. Pindahkan ke wadah (sebaiknya kaca) kedap udara.

7. Setelah 3 hari, minyak daun bawang siap digunakan untuk masakan. ***

 

Uniknya Buah Durian ini, Buahnya Tidak Muncul di Batang, Tapi di Sini

KABARCEPU.ID – Masyarakat Indonesia pasti sudah tidak asing lagi dengan buah durian.

Buah dengan kulit berduri tajam dan aromanya yang menyengat ini telah menjadi primadona karena rasa durian yang lezat dan khas.

Buah ini sering disebut sebagai “King of Fruit”, dengan tekstur daging buah yang lembut, legit, dan rasa yang manis.

Di Indonesia sendiri ada banyak jenis durian yang terkenal dan banyak diburu oleh masyarakat.

Selain itu, setiap jenis durian juga memiliki cita rasa yang berbeda-beda.

Namun, bagaimana jika ada durian yang tumbuh tak sewajarnya? Umumnya, buah durian tumbuh di batang pohon.

Durian tersebut biasanya bergelantungan di pohon. Jika sudah terlalu masak, durian bisa rontok dengan sendirinya.

Di wilayah Seruyan Hulu, Kalimantan Tengah, terdapat spesies durian unik.

Ya, karena buah durian ini tak lagi tumbuh di batang pohon, melainkan di akarnya.

Menurut sebuah video yang beredar di media sosial, durian unik tersebut bernama durian kura-kura.

Durian tersebut berjejer berwarna hijau layaknya seekor kura-kura. Namun jika sudah tua akan berwarna coklat.

Dalam video tersebut, tampak pohon durian berdiri tegak dan tinggi namun di bagian atasnya atau dahannya tidak ditemukan adanya buah durian.

Justru buah durian tersebut adanya di akar pohon, meski begitu bentuknya jauh lebih kecil dari durian umumnya, karena diameternya hanya sebesar genggaman tangan orang dewasa saja.

Di dalam video, ditunjukkan durian yang dibelah berisi durian seperti pada umumnya.

Hanya saja bentuknya yang sedikit lebih unik karena sangat kecil dan agak tipis, berbeda dengan durian yang besar dengan daging yang tebal.

Buah durian kura-kura muncul dari bagian batang yang berkembang.

Tidak perlu memanjat atau menunggu buah jatuh, petani hanya perlu menjaga durian kura-kura sampai masak dari serangan serangga maupun orang tak bertanggungjawab.

Dalam istilah botani, jenis tanaman ini disebut juga dengan cauliflory yang berarti berbunga dan berbuah dari bagian batang.

Hal ini cukup unik, lantaran varietas durian lainnya kebanyakan tumbuh di atas pohon.

Jika pada umumnya durian berbuah tiap sekali dalam setahun, berbeda halnya dengan durian kura-kura yang menunggu puluhan tahun untuk berbuah kembali.

Selain itu, uniknya lagi buah baru muncul setelah usia pohonnya mencapai 50 tahun.

Inilah yang membuat tumbuhan ini langka dan menjadi spesies yang dilindungi.

Sumber : Dari berbagai sumber

Ide Kreatif Membuat Lampion dari Tutup Botol Bekas

KABARCEPU.ID – Lampion adalah salah satu elemen dekoratif yang erat kaitannya dengan budaya Cina.

Meskipun demikian, cara membuat lampion ternyata cukup sederhana.

Dengan memanfaatkan barang bekas, kita dapat menciptakan lampion yang cantik dan unik, salah satunya menggunakan tutup botol bekas.

Tutup botol bekas merupakan jenis dekorasi yang sangat cocok untuk menciptakan tampilan cantik dan bersahabat dengan lingkungan.

Membuat lampion dari tutup botol bekas merupakan salah satu bentuk upcycle, yaitu mengubah barang bekas menjadi objek yang memiliki nilai lebih tinggi.

Langkah ini dapat membantu mengurangi jumlah sampah non-organik yang pada akhirnya berdampak positif bagi lingkungan.

Lampion dari tutup botol bekas dapat digunakan sebagai dekorasi menawan di berbagai tempat, seperti rumah, kantor, atau bahkan pada acara-acara spesial seperti pernikahan atau ulang tahun.

Cara membuat lampion ini tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memberikan nilai estetika pada lingkungan sekitar.

Berikut adalah langkah-langkah pembuatan lampion dari tutup botol bekas:

1. Lubangi semua tutup botol dan satukan dengan tali senar. Rekatkan semua tutup botol membentuk sebuah tabung tanpa tutup.

2. Potong sterofoam menjadi bentuk bulat sebagai penutup, lalu rekatkan lampu menggunakan lem tembak agar terpasang dengan kuat.

3. Sambungkan kabel penghubung di atas lampu yang sudah dipasang.

Dengan demikian, lampion yang terbuat dari tutup botol sudah siap untuk digunakan sebagai hiasan yang menarik dan ramah lingkungan.

Loofah, Spons Ramah Lingkungan dari Sabut Gambas

KABARCEPU.ID – Tanaman gambas biasanya dimanfaatkan untuk membuat makanan seperti sayur sop, sayur lodeh, dan berbagai hidangan lainnya.

Tahukah Anda bahwa gambas ini dapat diubah menjadi spons cuci piring.

Selain gambas bisa menjadi spons cuci piring yang ramah lingkungan, tentunya dapat digunakan untuk ide penghasilan.

Spons cuci piring yang umum digunakan sehari-hari adalah salah satu jenis produk yang terbuat dari bahan sintetis buatan.

Bahan sintetis sering digunakan sebagai bahan dasar untuk beberapa produk, menyerupai bahan organik dari hewan atau serat tumbuhan.

Contoh bahan sintetis yang sering kita temui dan gunakan adalah nilon, dacron, poliester, dan sebagainya.

Bahan sintetis terdiri dari zat kimia yang dapat membuat produk ini lebih tahan lama dibandingkan bahan organik.

Oleh karena itu, dalam pembuatan spons cuci piring, digunakan bahan-bahan yang mengandung zat kimia agar ketahanan produk lebih awet.

Gambas atau Luffa Acutangula, adalah salah satu tanaman yang dapat tumbuh di berbagai dataran, baik di dataran rendah maupun tinggi.

Tanaman ini dapat tumbuh baik meskipun ditanam pada musim kering atau musim hujan karena memiliki adaptasi yang tinggi terhadap lingkungan.

Meskipun ketahanan gambas kering hanya sebentar dan tidak sepanjang ketahanan produk spons cuci piring, tanaman ini tetap dapat dijadikan pupuk alami karena berasal dari tanaman.

Sebelum mengubah gambas menjadi spons, beberapa langkah perlu dilakukan:

1. Pilih gambas yang besar dan tua, bersihkan dari biji-bijian yang masih menempel pada dalam sayur gambas, lalu keringkan di bawah sinar matahari hingga benar-benar kering.

2. Setelah mengering, rendam dengan air bersih selama 2 minggu.

3. Bersihkan gambas dari kulit luar yang kering, lalu keringkan kembali di bawah sinar matahari selama 3 hari.

4. Setelah sabut kering, potong sesuai keinginan.

5. Loofah atau spons dari gambas sudah bisa dimanfaatkan untuk mencuci piring atau diolah menjadi bahan sabun mandi.