Pemukiman Bantaran Kali Balun Dibongkar

KABARCEPU.ID – Setelah sempat dihentikan karena mendapatkan penolakan warga, Senin (24/7/2017) lalu, akhirnya aproses penggusuran pemukiman warga di bantaran anak sungai Bengawan Solo (Kali Balun)  RT 03 RW 13 Kelurahan Balun Kecamatan Cepu dilanjutknan hari ini , Kamis (27/7/2017).

Sebanyak 31 Kepala Keluarga (KK) harus meninggalkan lokasi. Puluhan petugas gabungan dari Satpol PP Kabupaten Blora, anggota TNI dan Kepolisian ikut membantu pembongkaran rumah dan pemindahan barang yang masih bisa digunakan.

Sejak pukul 08.00 WIB proses pembongkaran didahului dengan pemindahan barang milik warga sebelum dibongkar menggunakan excavator.

Seperti yang tampak di rumah Ragil (35) salah satu warga yang Senin lalu sempat menolak pindah, beberapa petugas membantu mengeluarkan barang miliknya secara gotong royong seperti kasur, tempat tidur, almari es, televisi, mesin cuci, sepeda, almari dan lainnya.

Saat dimintai keterangan mengaku pasrah dan belum tahu akan tinggal dimana. Untuk sementara barang-barangnya masih ditaruh di tepi sawah depan rumahnya.

“Belum tahu Mas, mau tidur dimana. Sementara kami akan bertahan disini menggunakan tenda bersama istri dan kedua anak saya,” ucapnya. Namun tak berselang lama kerabat Ragil datang bersama saudaranya untuk memberikan bantuan pemindahan barang dengan menggunakan pickup.

Sebagian besar pindah untuk menempati Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) yang ada di Kelurahan Tambakromo.  Tulus (40) warga lainnya menyadari bahwa dirinya menempati tanah milik negara yang merupakan lokasi normalisasi aliran kali anak sungai Bengawan Solo.

“Awalnya sempat terpengaruh untuk bertahan, namun saya sadar ini bukan tanah hak milik. Saya putuskan untuk mencari kontrakan lain,” ujarnya.

Meski cuara gerimis, proses pembongkaran berjalan lancar. Sempat terjadi kekhawatiran untuk pembongkaran karena arus listrik masih menyala. Namun akhirnya aliran listrik diputus oleh PLN.

“Hari ini sesuai kesepakatan Senin lalu kami lakukan pembongkaran dan pemindahan barang dengan dibantu para petugas gabungan. Mereka dipersilahkan menempati Rusunawa yang bisa menampung seluruh warga dengan layanan gratis listrik dan air selama tiga bulan pertama,” ucap Camat Cepu ketika dimintai keterangan di sela pembongkaran rumah.

Dengan terlaksananya proses pembongkaran ini, ia berharap proyek nnormalisasi kali aliran anak sungai Bengawan Solo bisa segera dilaksanakan sehingga potensi banjir genangan di wilayah Cepu bisa berkurang. Pasalnya saat ini lelang proyek normalisasi tersebut sudah selesai dan siap dilaksanakan. Total anggarannya sebesar Rp 454 juta dengan masa kontrak 4 Juli hingga 30 November 2017.***

Keberadaan Botoh Tak Ganggu Pilkades

KABARCEPU.ID – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Desa Jipang Kecamatn Cepu, tinggal beberapa saat lagi akan dilaksankan. Tidak bisa dipungkiri, jika kebaradaan botoh (petaruh) turut mewarnai dalam proses pemilihan.

Namun keberadaan mereka, tidak berpotensi menimbulkan keamanan dan mempengaruhi hasil pilkades. Sebagaimana diketahui, pilkades akan dilaksanakan pada (29/7/2017).

Kapolsek Cepu, AKP Slamet, menyatakan bahwa potensi gangguan keamanan dari para botoh tersebut sangat kecil. Bahkan, lanjut dia, tidak begitu berpengaruh terhadap proses maupun perolehan suara dalam pilkades.

“Selama ini, masyarakat dalam memilih masih meggunakan kedekatan Emosional,” jelasnya, Kamis (27/7/2017).

Sebagus apapun calon itu memiliki program dan visi misi yang bagus, menurut dia, tidak mungkin bisa terpilih menjadi kepala desa. “Rasionalitas masih dikesampingkan,” terang dia.

Namun, dirinya berharap, masyarakat lebih dewasa dalam menyikapi pilkades. “Karena tingkat risiko saat pilkades lebih tinggi dibanding dengan pemilihan kepala daerah maupun pemilihan anggota legislatif,” ujarnya.

Hari ini memasuki masa tenang. Pihaknya menghimbau para timses bisa ikut menjaga keamanan dan ketertiban selama masa tenang.***

Warga Bantaran Kali Balun Tolak Penggusuran

KABARCEPU.ID – Sempat terjadi ketegangan antara warga dengan petugas dari Pemerintah Kecamatan Cepu, yang hendak membantu warga dalam melakukan pembongkaran rumah yang ada di bantaran kali Balun Kecamatan Cepu.

Kedatangan para petugas dari Satpol PP, TNI, Polri, serta relawan Tagana, disambut dengan histeris oleh warga. Teriakan penolakan dari warga yang akan digusur serta beragam poster penolakan penggusuran menempel di jalan pintu masuk serta dinding rumah, turut menyambut kedatangan petugas.

Adu mulut antara kedua belah sempat memanas hingga menggagalkan rencana perobohan rumah. Beberapa warga sempat jatuh pingsan karena terjadinya peristiwa tersebut. Warga Rt 01 dan 03 RW 13 Keluarahan Balun dengan tegas menyatakan penolakaannya dengan melakukan lakukan aksi menolak penggusuran.

Sebabagaimana diketahui, Pemkab Blora berencana melalukan normalisasi kali tersebut. Bahkan sebelumnya, pada tanggal (19/7/201)7 telah dilakukan sosialisasi rencana tersebut, yang kemudian disepakati oleh warga setempat dan akan dibantu dari aparat pemerintah di Cepu.

“Kami menolak penggusuran, dan kami menginginkan tetap tinggal disini,” kata Agus Kriswanto, koordinator aksi tersebut. Meski dilakukan normalisasi, pihaknya tetap ingin menempati lokasi tersebut.

Menurutnya, 31 warga di lokasi tersebut, sebagian telah bertempat tinggal lebih dari 20 tahun bahkan sampai 30 tahun. Pihaknya mengaku, warga juga membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Rekening listrik dan memiliki kartu keluarga.

Meskipun tanah itu diketahui adalah asset pemerintah, berupa Bengkok Kelurahan Balun. “Selama ini tidak terjadi apa-apa. Baru kali ini ada rencana penggusuran. Jelas kami menolak,” kata dia.

Dirinya mengaku, sangat menyayangkan sikap pemerintah yang akan melakukan penggusuran. “Terlebih, penggusuran itu terkesan terburu-buru tanpa terlebih dahulu melakukan kajian yang baik atas dampak sosial dari penggusuran tersebut. Kami hanya rakyat kecil yang memiliki keterbatasan ekonomi,” jelasya.

Sementara Camat Cepu, Djoko Sulistiyono, mengetahui situasai tidak kondusif, langsung mengajak warga untuk melakukan diskusi di Pendopo Kantor Kecamatan Cepu.***

Sampaikan Visi, Herdaru Tampil Gentleman

KABARCEPU.ID – Tahapan pelaksanaan Pilkades Jipang 2017 yang diisi dengan acara sosialisasi penyampaian visi misi ketiga calon kepala desa (Cakades) di Balai Desa Jipang, Senin (24/7/2017).

Ada moment yang sangat menarik dari ungkapan salah seorang Cakades nomor urut 2 yang menyita perhatian tamu yang hadir di Balai Desa Jipang.

Dengan gentleman, kandidat Cakades nomor urut 2 bernama lengkap Herdaru Budhi Wibowo yang akrab dipanggil Hanung ini tampil berani dengan memuji kinerja kepala desa sebelumnya.

Bahkan, dengan tegas dia juga mengakui kesalahan sebelumnya dan meminta maaf di forum. “Saya mengakui telah mengakui kesalahan yang saya perbuat di masa lalu. Untuk itu, saya minta maaf kepada semua warga Jipang,” ucap Hanung dengan intonasi yang jelas.

Keberanian Hanung meminta maaf di muka umum ini menuai pujian banyak pihak. Tamu undangan pun bertepuk tangan atas sikap gentleman ini.

Dalam penyampaian visi misi, Hanung berencana akan membuat Desa Jipang lebih baik dengan memperhatikan tujuh indikator pembangunan.

“Saya juga akan menggali potensi seni dan budaya. Yang jelas kita harus saling mengingatkan dan bekerja sama demi masyarakat Jipang yang lebih baik,” ajaknya.***

Tiga Kandidat Pilkades Sepakat Jaga Ketertiban

KABARCEPU.ID – Bertempat di Balai Desa Jipang, Senin (24/7/2017) panitia pemilihan kepala desa (Pilkades) menyelenggarakan sosialisasi tata tertib pelaksanaan pilkades.

Sosialisasi juga diisi dengan penyampaian visi misi tiga kandidat yang akan berlaga dalam memperebutkan jabatan orang nomor satu di Desa Jipang.

Sosialisasi dihadiri para tokoh masyarakat, tiga kandidat beserta para pendukungnya berlangsung lancar.

Panitia pelaksanaan Pilkades Jipang 2017 menyambut baik calon kepala desa beserta pendukungnya yang sepakat melaksanakan tata tertib sebelum, selama, dan sesudah pelaksanaan pilkades.

Ketua panitia Pilkades Jipang, Sukardji, berharap perhelatan memilih pemimpin Jipang tersebut nantinya bisa berjalan lancar.

“Saya sangat berharap pada cakades dan timnya untuk menjaga kelancaran pelaksanaan pilkades agar tertib dan aman,” ujar Sukardji ketika memberikan sambutan.

Seperti diketahui, Sabtu (29/7/2017) akan dilaksanakan pesta demokrasi di Desa Jipang yang akan diikuti tiga kandidat yaitu Ngadi (nomor 1), Herdaru Budhi Wibowo (nomor 2), dan Hariyono (nomor 3). Ketiga kandidat telah sepakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama mengikuti pelaksanaan pilkades.***

Ngadi Akan Bangun Lapangan Futsal Desa Jipang

KABARCEPU.ID – Calon Kepala Desa Jipang nomor urut 1, Ngadi, mempunyai rencana akan membangun lapangan futsal.

Lapangan futsal senilai Rp 200 juta ini akan dibangun jika dirinya berhasil memenangkan Pilkades Jipang yang akan dihelat Sabtu 29 Juli 2017 yang akan datang.

“Itu menjadi salah satu misi saya,” ujarnya ketika ditemui KabarCepu di rumahnya, Senin (24/7/2017.

Ayah dua anak ini memberikan penjelasan tentang perlunya dibangun lapangan futsal.

“Pemuda Jipang banyak sekali yang memiliki hobby bermain futsal. Mereka itu mempunyai agenda rutin bermain futsal di desa tetangga. Maka nggak ada salahnya jika Desa Jipang memiliki lapangan sendiri,” beber Ngadi.

Mengenai lahan, lanjut Ngadi, tidak menjadi masalah karena tanah desa bisa dimanfaatkan.

“Rencana ini sesuai permintaan pemuda dan masyarakat. Mereka ingin sekali memiliki lapangan futsal yang sekaligus menjadi kebanggaan pemuda desa,” katanya.

“Gedung dan lapangan futsal nanti senilai Rp 200 juta,” kata Ngadi. Dia menambahkan, untuk membangun lapangan futsal pihaknya memerlukan lahan seluas setengah hektar. Lahan yang dimaksud saat ini sudah siap.

“Sebagian besar warga Jipang sangat mendukung rencana ini, apalagi nantinya juga akan dilengkapi fasilitas umum termasuk tempat bermain anak-anak,” ujar Ngadi bersemangat.***

Herdaru Prioritaskan Kesejahteraan Petani Jipang

KABARCEPU.ID – Bagi Herdaru, peningkatan kesejahteraan para petani di Desa Jipang itu harus diutamakan. Desa yang mayoritas penduduknya bertani ini perlu mendapat perhatian lebih.

“Menjadi prioritas saya untuk lebih mensejahterakan kaum petani,” ujarnya ketika membuka perbincangan dengan KabarCepu di rumahnya.

Pemilik nama lengkap Herdaru Budhi Wibowo ini menekankan pentingnya kesejahteraan petani di desanya.

“77 hektar lebih lahan pertanian di Desa Jipang. Lahan seluas itu subur dan selama ini bisa menghidupi petani. Tetapi kami masih punya banyak kesempatan untuk lebih memaksimalkan lahan,” ujar pria yang biasa disapa Hanung ini.

Menurut Hanung, tanah Jipang yang subur bisa ditanami beraneka macam tanaman.

“Jadi kedepannya petani tidak harus menanam padi. Karena sudah terbukti di Jipang ini bisa menghasilkan bawang merah, semangka, cabe, dan tomat,” katanya.

“Ini jadi pemikiran saya saat ini,” imbuh Hanung. Untuk menjadi lebih sejahtera, lanjut Hanung, perlu perhatian lebih dari pemerintah.

“Saya akan menjembatani petani, minimal pemerintah bisa menstabilkan harga gabah. Sehingga petani bisa menikmati hasil panen dan mereka merasakan ketenangan,” ujar anak kedua dari empat bersaudara tersebut.

Alumni SMA Negeri 2 Cepu ini berharap, kedepan kaum petani akan mendapat pelayanan yang lebih baik lagi.

“Apa yang menjadi kebutuhan petani, menjadi program kerja saya,” ujar calon kepala desa bernomor urut 2 tersebut. “Mereka mengandalkan hasil pertanian, itulah yang perlu diprioritaskan,” tambah Hanung.***

Hariyono Berencana Kembangkan Potensi Wisata Jipang

KABARCEPU.ID – Desa Jipang memiliki potensi wisata Jipang yang layak diunggulkan. Untuk itulah, calon Kepala Desa Jipang, Hariyono, bertekad akan mengembangkannya.

“Desa Jipang ini memiliki potensi pariwisata yang belum digarap secara optimal. Saya bertekad akan mengembangkan potensi yang ada di Jipang,” ujarnya ketika berbincang santai dengan KabarCEPU.com pada suatu sore.

Sebagai perangkat desa yang paham mengenai potensi desanya, pria 45 tahun ini optimis bisa mewujudkan keinginannya.

“Mengangkat dan mengembangkan Makam Gedhong Ageng Jipang itu bukan semata-mata keinginan pribadi. Tetapi saya didukung warga yang mempunyai keinginan yang sama,” kata Hariyono.

Calon kepala desa bernomor urut 3 ini yakin, jika Makam Gedhong Ageng Jipang dikelola dengan optimal, maka perputaran roda perekonomian di Desa Jipang semakin cepat.

“Secara otomatis banyak warga yang membuka lapak untuk berjualan. Di situlah terjadinya peningkatan pendapatan warga,” ujarnya optimis.

Berdirinya Pasar Kremyeng menjadi prioritas kandidat yang telah menjadi perangkat desa sejak Tahun 1993 tersebut.

“Itu keinginan saya yang sangat realistis. “Pasar Kremyeng nanti meskipun hanya sebulan sekali, akan kami kelola secara maksimal. Dengan demikian pendapatan desa juga akan meningkat,” tegas pria yang hobby berolah raga ini.

Menurut pria yang pernah bercita-cita menjadi polisi ini, pengembangan potensi pariwisata dengan pengelolaan Makam Jipang yang maksimal akan membuat nama Jipang semakin dikenal.

“Bukan hanya itu, penjualan souvenir dan makanan tradisional juga kami siapkan. Semua itu untuk menarik minat pengunjung,” ujar Hariyono.***

Informasi Kuliner, Wisata, Zodiak dan Gaya Hidup