Ngadi Kembali Pimpin Jipang

KABARCEPU.ID – Dalam perhitungan surat suara pada Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Jipang yang digelar Sabtu (29/7/2017), sempat membuat masyarakat merasa tegang karena terjadi persaingan ketat antara calon nomor urut 1 dengan nomor urut 2.

Terutama pada sesi perhitungan terakhir karena terjadi selisih suara yang sangat tipis.Perolehan suara antara kedua calon tersebut sempat saling susul. Namun, pertarungan akhir dimenangkan oleh Ngadi, Calon nomor urut 1.

Tiga kandidat masing-masing Ngadi (1), Herdaru Budhy Wibowo (2), dan Hariyono (3) bersaing meraih simpati masyarakat. Sebelumnya, masing-masing kandidat merasa optimis bisa memenangkan pertarungan.

Setelah melalui proses penghitungan suara, panitia Pilkades Jipang mengumumkan hasil akhir perolehan suara, Ngadi meraih 565 suara, Herdaru Budhy Wibowo meraup 541 suara, sedangkan Hariyono mendapatkan 149 suara. Dengan demikian, Ngadi dinyatakan sebagai pemenang.

Dengan perolehan 565 suara tersebut, sekaligus mengukuhkan pria berjenggot itu berhak memimpin Desa Jipang untuk enam tahun kedepan.

Mengetahui hasil perolehan suara tersebut, Ngadi mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Desa Jipang yang mempercayai dirinya untuk memimpin desa di pinggir Sungai Bengawan Solo tersebut kedepannya.

“Terima kasih atas kepercayaan ini, dan mari kita bersama-sama membangun Jipang menjadi lebih baik,” ucapnya kalem.***

Penghitungan Suara Pilkades Jipang Tersendat Satu Jam

KABARCEPU.ID – Sempat terjadi kendala dalam penyesuaian jumlah surat suara Pilkades Jipang yang masuk dengan jumlah undangan sehingga memaksa panitia melakukan penghitungan ulang surat undangan dengan surat suara.

Sehingga penghitungan suara harus mengalami keterlambatan lebih dari satu jam, dari jadwal yang telah ditentukan. Seharusnya penghitungan bisa dilaksanakan pada pukul 13.30, namun sampai pukul 14.40 WIB belum dilaksanakan.

Pejabat Semantara (Pjs) Kepala Desa Jipang, Suryadi, menjelaskan, bahwa antara panitia sempat terjadi perdebatan lantaran ada selisih jumlah undangan dengan surat suara.

“Setelah dicek bersama dan dihitung ulang, ternyata permasalahannya pada pemilih yang menggunakan E-KTP sebagai pengganti undangan ataupun karena belum terdaftar dalam DPT (Daftar Pemilih Tetap),” ujarnya.

Namun, lanjut dia, perhitungan bisa dilanjutkan kembali pada pukul 14.45 WIB. “Semoga berjalan lancar dan tidak ada kendala,” terangnya.

Pada pilkades Jipang, disediakan dua kotak suara. “Sesuai dengan Peratuarab Bupati, bahwa bagi desa yang lebih dari satu pedukuhan harus menggunkan dua buah kotak suara. Kebetulan, di Jipang terdapat dua pedukuhan, Jipang dan Judan,” jelas Tri Gunawan, Tim Pengawas Kecamatan Cepu.***

Sebelum Penghitungan Suara, Cakades Tinggalkan TPS

KABARCEPU.ID – Sebelum dilaksanakan penghitungan suara dimulai, calon kepala desa (Cakades) meninggalkan Tempat Pemungutan Suara (TPS). Secara bergantian para calon meninggalkan ruang balai desa untuk menuju kediamannya masing-masing.

Diawali dari nomor urut 2, Herdaru Budhi Wibowo mendahului keluar dari ruangan dan langsung disambut oleh pendukungnya untuk diantar ke kediamannya dengan berjalan kaki.

Disusul Ngadi, nomor urut 1 meninggalkan ruangan yang juga disambut pendukungnya dan langsung menaiki mobil untuk diantar ke rumahnya.

Terakhir, Hariyono, nomor urut 3 yang juga menyusul meninggalkan TPS.”Calon kades boleh meninggalkan keluar meninggalkan lokasi. Tapi, saksi nanti menandatangani berita acara,” terang Dahlan Rosidi, anggota Tim Pengawas Kecamatan Cepu.

Proses pemungutan suara, dititup pada pukul 13.00 WIB. Selanjutnya dilakukan pencocokan jumlah surat suara kemudian laksanakan penghitungan suara.

Untuk diketahui, pelaksanaan pemungutan suara di Desa Jipang berjalan lancar. Warga tampak antusias untuk menggukan hak pilihnya dalam pilkades, pada (29/7/2017).

Sebanyak 1.553 pemilih menggunakan hak suaranya untuk memilih calon kepala desa yang akan memimpin Desa Jipang untuk periode enam tahun kedepan.***

Pemilih Dihimbau Tak Bawa HP di Bilik Suara

KABARCEPU.ID – Warga Desa Jipang dalam menggunakan hak pilihnya pada pemilihan kepala desa (Pilkades) yang dilaksanakan hari ini, Sabtu (29/7/2017), dilarang membawa Handphone (HP) saat berada di bilik suara.

Hal itu dilakukan untuk untuk menjaga kondusifitas proses pemungutan suara.

Pejabat Semantara (Pjs) Kepala Desa Jipang, Suryadi, menjelaskan, didalam bilik suara tidak membutuhkan waktu lama.

Kalau mereka bawa HP, menurut dia, terlebih dilengkapi dengan kamera, dikhawatirkan butuh waktu lebih lama di dalam bilik suara. Hanya untuk memotret hasil pencoblosan mereka sebagai bukti kepada salah satu calon kepala desa (Cakades).

“Kami tidak melarang. Hanya menghimbau supaya warga tidak membawa HP di dalam bilik suara,” terangnya.

Saat disinggung apakah jika terdapat warga yang membawa HP harus ditinggal, pihaknya mengaku tidak melarang.

“Silahkan saja, kami tidak melarang. Tapi warga disini sudah saling paham dan mengerti,” ungkapnya.

Akan tetapi, kata dia, khusus panitia dan cakades, dilarang membawa HP. “Supaya tidak terjadi intervensi dan menjaga kondusifitas pemilihan,” terangnya.***

Warga Antusias Datangi TPS

KABARCEPU.ID – Antusiasme warga Desa Jipang-Cepu tampak antusias datangi Tempat pemungutan suara (TPS) yang berada di balai desa. Terlihat antrian panjang serta hilir mudik warga secara bergantian menggunakan hak pilihnya.

“Berbeda dengan pikada maupun pemilihan lain,” kata Pejabat Semantara (Pjs) Kepala Desa Jipang, Suryadi, Sabtu (29/7/2017), di kantor Desa Jipang.

Pemungutan suara yang dimulai pukul 07.00 WIB tersebut, hingga pukul 09.50 diperkirakan telah mencapai 500 orang pemilih. “Berdasarkan kesepakatan, pemungutan suara ditutup pukul 13.00 WIB,” ujarnya.

Dia menjelaskan, pemilih yang tidak belum terdaftar dalam daftar pemilih, bisa menggunakan hak pilihnya setelah pukul 12.00 WIB. “Bisa menggunakan E-KTP,” terangnya.

Antusiasme warga tersebut diakui oleh tim pengawas Kecamatan Cepu. “Tidak ada warga yang berduyun-duyun seperti ini, baik pileg maupun pilkada seperti ini,” ujar Tri Gunawan, Tim Pengawas Kecamatan Cepu.

Seperti diketahui, sebanyak 1.553 pemilih menggunakan hak suaranya untuk memilih calon kepala desa yang akan memimpin Desa Jipang untuk periode enam tahun kedepan.***

Silmi, Juara MTQ yang Ingin Jadi Pengusaha Restoran

KABARCEPU.ID – Mewakili Kabupaten Blora maju ke Tingkat Propinsi Jawa Tengah, sama sekali tidak tampak rasa grogi pada diri Silmi.

Gadis kecil yang baru saja dinobatkan sebagai Juara I Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) tersebut mengaku siap bersaing dengan perwakilan dari kabupaten lain. “Aku ingin menjadi juara pertama,” ujarnya ringan.

Pemilik nama lengkap Silmi Rislatul Isqiyah ini tampak tenang dan santai meskipun tanggal 4 Agustus 2017 nanti harus bersaing dengan peserta lain dari beberapa kabupaten yang ada di Jawa Tengah. “Semoga besok bisa menang lagi,” ujarnya manja di pelukan ayahnya.

Anak pasangan Hasanudin Mustofa dengan Rofiqoh Alawiah ini tampak malu-malu ketika ditanya cita-citanya. “Saya pengen jadi pengusaha restoran, selain jadi Bu Nyai,” ungkap penggemar bakso ini masih dengan suara manja.

Setelah memenangi lomba MTQ dalam acara Hubul Wathan yang digelar Kementerian Agama Kabupaten Blora minggu lalu, santriwati Madrasah Diniyah Al-Istighfar Tambakwatu, Karangboyo, Cepu ini semakin percaya diri atas kemampuan yang dimilikinya.

Penyuka mata pelajaran Bahasa Indonesia ini sekarang sedang mempersiapkan diri untuk berkompetisi di tingkat propinsi. “Persiapan biasa saja, saya belajar pada ayah yang selalu membimbing,” kata Silmi yang juga tercatat sebagai siswi Kelas III SD Negeri 2 Karangboyo, Cepu.

Sebagai pelajar yang berasal dari Cepu, dia bangga bisa mewakili daerah asalnya. “Saya senang dan bangga,” ujarnya singkat sambil mendengarkan lagu-lagu India kesukaannya.***

Tiga Kandidat Kades Desa Jipang Optimis Menangkan Pertarungan

KABARCEPU.ID – Perhelatan pesta demokrasi di Desa Jipang tinggal beberapa jam lagi. Sabtu (29/7/2017) akan menjadi hari penentu kandidat yang akan menjadi orang nomor satu di Desa Jipang.

Menjelang hari penentuan, ketiga calon kepala desa (cakades) mengaku optimis akan meraih simpati warga dan memenangkan pemilihan.

Cakades nomor urut 1, Ngadi, optimis akan bisa memenangkan pilkades untuk yang kedua kalinya. Rasa optimis ini cukup beralasan mengingat solidnya tim sukses yang dia bentuk.

“Saya optimis akan bisa memenangkan pemilihan. Ini semua karena tim sukses saya yang solid dalam bekerja sama meraih kemenangan,” ujarnya mantap ketika ditemui di rumahnya, Jumat (28/7/2017).

Di tempat terpisah, cakades nomor urut 2, Herdaru Budhi Wibowo, tampak percaya diri dan mengaku optimis bisa meraih suara terbanyak.

“Tim saya bekerja secara maksimal. Mereka bekerja sama saling mengisi untuk mewujudkan keinginan bersama. Yaitu meraih kemenangan dan membangun desa bersama,” ujarnya tenang.

Pria berpenampilan tenang ini mengatakan, dukungan masyarakat pada dirinya akan diwujudkan pada saat hari pencoblosan.

“Saya senang melihat kegigihan tim saya untuk mewujudkan kemenangan bersama. Mereka kompak dan kerja maksimal,” ungkap pria yang biasa disapa Hanung tersebut.

Sementara itu cakades nomor urut 3, Hariyono, mengungkapkan rasa optimisnya akan bisa meraih kemenangan pada Pilkades Jipang 2017 ini.

“Tim sukses saya bekerja luar biasa. Inilah yang membuat saya yakin bisa memperoleh suara terbanyak dibanding dua kandidat lainnya,” ujarnya mantap.

“Tentu saja hal ini tidak lepas dari kehendak Yang Di Atas,” imbuh Hariyono.

Seperti diketahui, sebanyak 1.553 pemilih pada Sabtu (29/7/2017) akan memberikan suaranya untuk memilih calon kepala desa yang akan memimpin Desa Jipang untuk periode enam tahun kedepan.***

Satu Pleton Dalmas Amankan Penggusuran

KABARCEPU.ID – Satu Pleton Dalmas yang terdiri dari puluhan personil Sat Shabara Polres Blora bersama Polsek Cepu, Koramil Cepu dan Sat Pol PP melakukan pengamanan pembongkaran bangunan rumah ilegal yang berada di Bantaran Sungai Bengawan Solo (Kali Balun), RT 03 RW 13 Kelurahan Balun Kecamatan Cepu.

Puluhan petugas gabungan bersiaga untuk mengantisipasi terjadinya kerusuhan akibat penggusuran tersebut.

“Sesuai surat permintaan, Polres Blora terjunkan 1 Pleton Dalamas untuk mengamankan eksekusi penggusuran rumah ilegal di bantaran Sungai Bengawan Solo ini,” ujar AKP Siswanto Kasat Shabara Polres Blora saat memimpin anggotanya.

Antisipasi ini dimaksudkan untuk mencegah terjadinya kerusuhan saat berlangsungnya penggusuran puluhan rumah warga yang berada dibantaran Kali Balun, dari warga yang tidak terima yang rumahnya digusur paksa.

“Memang sudah pernah dapat surat perintah untuk membongkar. Tapi kami berat meninggalkan tempat yang sudah bertahun-tahun dihuni. Selain itu bingung harus pindah kemana kareana keterbatasan biaya,” ungkap salah satu warga yang rumahnya tergusur. Warga berharap Pemerintah menyediakan lahan untuk dipakai tempat berteduh.

“Kebanyakan warga tidak siap kalau sekarang digusur,” tambah AKP Siswanto. Sementara penggusuran kali ini berlangsung lancar tidak sampai ada perlawanan atau kerusuhan.***

Informasi Kuliner, Wisata, Zodiak dan Gaya Hidup