Desa Mulyorejo Maksimalkan DD Untuk Infrastruktur Desa

KABARCEPU.ID – Pemanfaatan Dana Desa (DD) di Desa Mulyoreno Kecamatan Cepu, untuk tahun 2017 ini masih memprioritaskan untuk pembangunan infrastruktur desa.

Terutama perbaikan jalan lingkungan dengan melakukan pavingisasi. Hal itu dilakukan untuk mempermudah akses transportasi warga setempat.

Kepala Desa Mulyorejo, Joko Purwanto, menjelaskan, selama ini warganya mengalami kendala untuk akses transportasi lantaran kondisi  jalan memprihatinkan.

“Akses transportasi baik mobilitas jalan kaki , kendaraan untuk kegiatan perekonomian warga terkendala. Terlebih saat musim hujan, jalan menjadi becek dan licin. Semoga dengan pembangunan infrastruktur lewat DD ini memberi maanfaat yang luar biasa bagi warga kami ,” ungkapnya, Rabu (9/8/2017).

Sekadar diketahui, dari DD yang digelontorkan pemerintah kepada Desa Mulyorejo sebesar Rp768,5 juta.

Dana tersebut sebagian besar digunakan untuk melakukan pavingisasi jalan lingkungan. Dia merinci, untuk Paving Rp373,5 juta, untuk pembangunan gorong-gorong Rp35,526 juta, dan drainase sebesar Rp327,479 juta

Meski demikian, pihaknya masih merasa risau paska dibangunnya jalan lingkungan di desanya. Pasalnya, untuk perbaikan jalan ketika nanti mengalami kerusakan, membutuhkan biaya besar.

“Apakah nanti masih ada perhatian revitalisasi perbaikan melalui DD ini,” ujarnya.

Pihaknya mengaku ragu bisa melakukan perawatan hasil pembangunan dengan DD tersebut. Sebab, menurut dia, tingkat perekonomian masyarkat di desanya tergolong rendah.

“Perekonomian masyarakat kami yang pas-pasan tidaklah mungkin untuk swadaya perbaikan,” akunya.

Jika mengandalkan Pendapatan Asli Desa (PADes), lanjut dia, juga masih tidak memungkinkan. “Selama ini PADes dari Bondo Deso dua perangkat desa yang kosong, sangat kecil. Hanya Rp20 juta,” terangnya. Sebab, sewa lahan pertanian di desa tersebut tergolong murah untuk setiap tahunnya. “Kalau perangkat sudah terisi dari mana PADes?. Selama ini kami mengandalkan sewa ruko yang telah disewakan selama 8 sampai dengan 10 tahun,” tuturnya.

Untuk itu, pihaknya mengambil langkah untuk mengajukan permohonan dikembalikannya Pasar Mulyorejo  kepada desa, yang saat ini dibawah pengelolaan Pemerintah Daerah (Pemda) Blora.

“Sudah saya tindak lanjuti dengan mengajukan proposal kepada dinas terkait.  Hal ini saya lakukan demi kemaslahatan warga kami. Semoga Pemda tahu akan kondisi desa kami untuk mengsegerakan permohonan kami,” ujarnya.***

Korban Penggusuran Bertahan Di Dalam Tenda

KABARCEPU.ID – Sebanyak 7 orang dari 4 keluarga korban penggusuran bantaran Kali Balun masih berhan di lokasi dengan mendirikan tenda. Hal itu dilakukan sampai tuntutan ganti rugi dan lahan penganti, dipenuhi oleh Pemerintah.

“Kami menuntut untuk diberikan ganti rugi atas kerusakan rumah dan lahan untuk mendirikan bangunan. Hanya itu tuntutan dari warga,” kata Agus Kristanto, koordinator warga korban penggusuran, saat berada di Posko bencana korban penggusuran, Selasa (8/8/2017).

Pihaknya mengaku, 4 keluarga tersebut akn terus bertahan sampai tuntutan dipenuhi. “Kami tidak akan pindah,” tegasnya.

Pihaknya mengancam, jika warga yang berada di lokasi dipaksa untuk pindah dari lokasi, para warga akan melakukan aksi lebih nekat. “Kita akan dirikan posko di luar. Di lokasi taman arya jipang. Karena ada tanda-tanda kami bakal diusir kembali,” katanya.

“Kami berharap, bisa mendapat ganti rugi,” terangnya.

Untuk diketahui, pada tanggal (27/7/2017) lalu, pemukiman warga di bantaran Kali Balun, dibongkar paksa oleh Pemerintah Kabupaten Blora.

Dengan terlaksananya proses pembongkaran itu, proyek normalisasi kali aliran anak sungai Bengawan Solo bisa  dilaksanakan. Total anggarannya sebesar Rp 454 juta dengan masa kontrak 4 Juli hingga 30 November 2017.***

BPSDM Kunjungi Lapter Ngloram

KABARCEPU.ID – Badan Pengelola Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), mengunjungi Lapangan terbang atau Lapter Ngloram Kecamatan Cepu.

Kunjungan BPSDM Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral ke Lapter Ngloram itu menyusul rencana reaktivasi lapter menjadi bandara.

I Gusti Nyoman Wiratmaja Puja, Kepala BPSDM Kementerian ESDM, menyatakan jika asset lapter tersebut dimiliki oleh kementrian ESDM. Karena kewenangan bandara ada pada kementerian Perhubungan, menurut dia, pengelolaannya juga pada kementrian tersebut.

“Jika bandara ini aktif, tentunya akan membangun perekonomian daerah. Sehingga daerah tanggung jawab pemerintah daerah  akan berat, untuk itu perlu sinergi antara pemerintah daerah, kementerian ESDM dan Kementerian Perhubungan,” terangnya, Selasa (8/8/2017).

Lebih lanjut dia menjelaskan, bahwa saat ini masih dikaji konsep pengeloaan yang terbaik untuk melakukan pengembangan terkait lapangan terbang di wilayah Kabupaten Blora ini.

“Apakah diserahkan kepada kementerian Perhubungan itu yang terbaik, atau mungkin dioptimalisasi dengan asset tetap pada kementerian ESDM dan Kementerian Perhubungan yang memanfaatkan itu menjadi lebih baik dan lebih cepat, maka itu yang akan dilakukan,” kata dia.

Dalam minggu ini, lanjut dia, kementerian ESDM akan melakukan koordinasi lebih lanjut dengan Kementerian Perhubungan terkait reaktivasi Lapter Ngloram tersebut.***

Korban Penggusuran Tuntut Ganti Rugi

KABARCEPU.ID – Korban penggusuran RT 01 dan 03/ RW 13 Kelurahan Balun Kecamatan Cepu yang menempati bantaran Kali Balun  menuntut pemerintah memberikan ganti rugi atas tindakan penggusuran pemukiman warga yang dilakukan pada tanggal (27/7/2017) lalu. Selain menuntut ganti rugi dan meminta lahan baru untuk didirikan bangunan.

10 orang lawyer berasal dari Jawa Tengan, Jawa Timur, DIY, serta Jawa Barat yang tergabung dalam tim advokasi korban penggusuran rakyat Balun-Cepu, ditambah dengan organisasi masyarakat (ormas) Lidah Tani dari Kecamatan Randublatung, akan mendampingi perjuangan warga dalam mengawal tuntutanya.

“Kami menuntut untuk diberikan ganti rugi atas kerusakan rumah dan lahan untuk mendirikan bangunan. Hanya itu tuntutan dari warga,” kata Agus Kristanto, koordinator warga korban penggusuran, saat berada di Posko bencana korban penggusuran, Selasa (8/8/2017).

Menurutnya, rusunawa yang ditawarkan oleh pemerintah dianggap tidak layak. Disamping sempit, pihaknya juga merasa berat jika harus mengeluarkan biaya setiap bulannya. “Kalau tanah sendiri, kita bisa mendirikan bangunan dan untuk ditinggalkan kepada anak cucu kita,” ungkapnya.

Sementara, Darda Syahrizal, Ketua Tim advokasi korban penggusuran rakyat Balun-Cepu, menyatakan akan mendampingi warga sampai nanti pada tuntutan di pengadilan.

“Untuk awal ini, kami akan melakukan pendampingan warga melakukan audiensi dengan DPRD Blora serta ke Bupati Blora untuk menyempaikan tuntutannya serta kami akan  meminta kejelasan dasar hukum penggusuran rumah-rumah warga,” terangnya.

Setelah nanti mendapat kejelasan, dia mengaku, akan melakukan langkah selanjutnya untuk mengkaji dan memilah materi untuk melakukan gugatan. “Mana yang digugat di PTUN, mana yang hanya dilaporkan ke polisi, mana yang akan dibawa ke Komnasham dan mana yang hanya ditangani ombusmen. Nanti setelah mengkaji materiny, kita akan melanjutkan pada tahapan berikutnya,” terang Darda

Dia menganggap dalam peristiwa penggusuran yang dilakukan itu ada indikasi prosedur hukum yang dilanggar. “Kalau dalam penggusuran ini tidak ada dasar hukumnya, ini bahaya. Kami sampai sekarang masih mencari dasar hukum itu, tapi belum mendapatkannya,” terangnya.

Jika nanti dalam audiensi dengan pemerintah tidak mendapatkan hasil, pihaknya berencana melakukan gugatan perdata terhadap pemerintah. “Kalau dalam usaha audiensi nanti tidak  mendapatkan hasil, kami akan melakukan gugatan perdata,” ujarnya.***

Joko Purboyo, Pertahankan Eksistensi Akik

KABARCEPU.ID – Ditengah meredupnya bisnis batu akik, Joko Purboyo (53), masih tetap mempertahankan eksistensi batu yang pernah menjadi primadona di tahun 2015 itu.

Terbukti, dirinya saat ini masih telaten menggeluti usahanya meski hanya sebatas untuk mengamankan dapur.

Dirinya mengakui, jika saat ini batu akik tidak lagi booming seperti dua tahun lalu. Namun, dia yakin  masih banyak masyarakat penggila akik, terutama para kolektor.

Menurut pria yang memiliki 4 anak dan 2 cucu ini, dengan sepinya pembeli akik, menjadi tanda bahwa banyak pecinta yang hanya ikut-ikutan atau abal-abal.

“Kalau orang yang asli suka akik, itu bisa dilihat dari cara dia memilih batu. Mereka pasti teliti dan hanya mencari yang dibutuhkan. Misalnya untuk melengkapi koleksinya,” katanya. Bahkan, untuk mengajak bicara saja dirinya harus berhati-hati.

Berbeda dengan peminat yang ikut-ikutan, lanjut dia, mereka masih bingung pilih batu mana dan jenis yang seperti apa. “Kalau membeli pasti ikut apa kata penjual,” ujar pria yang menjajakan dagangan di trotoar jalan Ronggolawe-Cepu itu.

Sempat merasakan panen, dengan boomingnya batu akik ditahun lalu. “Sekarang ekonomi sulit, pembeli sepi. Ini saya tetap bertahan meski hanya untuk mengamankan dapur. Karena saya yakin masih banyak masyarakat yang suka dengan batu akik,” terangnya.

Meski tidak jelas batu apa yang saat ini sedang booming, dia menjual batu dengan rata-rata harga sama. “Rata-rata hargany Rp50.0000,” ujar pria yang mengaku melakoni profesinya sudah bertahun-tahun.

Harga tersebut menurut dia, adalah harga dengan asas kepatutan. “Kalau kita dapat batunya mahal, kita jual dengan harga mahal. Kalau dapatnya murah, kita jualnya sepantasnya,” ungkapnya.

Untuk saat ini, jenis batu yang banyak diminati masyarakat adalah jenis batu jawa. Seperti batu soleman, Yaman, kolang kaling, serta pandan.

Jenis koleksi batu yang dia jual, diantaranya, black oval, kalimaya, safir,  kecubung, batu garut, dan jenis batu dari Pacitan.***

Renovasi Pasar Plasa Cepu Dianggarkan Rp1,3 M

KABARCEPU.ID – Pasar Plasa Cepu tidak lama lagi akan dilakukan renovasi. Pemerintah Kabupaten Blora telah  menganggarkan Rp1,3 untuk melakukan pekerjaan tersebut. Sehingga para pedagang harus direlokasi ke tempat lain selama dilakukannya renovasi.

Sekretaris Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM (Dindagkop & UMKM), Muhammad Soleh, menjelaskan, bangunan dua lantai yang saat ini ditempati pedagang, bakal menelan anggaran sebesar Rp1,3 milyar. “Sebisa mungkin, pedagang akan dilakukan relokasi dibagian belakan pasar,” katanya saat sosialisasi renovasi pasar plasa belum lama ini, di balai Kelurahan Cepu.

Relokasi harus dilakukan, dengan alasan keamanan bagi para pedagang dan pengunjung. “Karena pada saat mulai pekerjaan, akan ada pekerjaan penghancuran dinding. Dan otomatis akan ada pecahan batu yang terlempar,” ujarnya.

Solusinya, kata dia, mereka harus tutup atau sementara pindah tempat. “Paling lama pekerjaan dilakukan selama tiga bulan dan akan dimulai pada akhir bulan Agustus ini,” terangya.

Selama ini, menurut dia, lantai dua pada bangunan itu tidak dimanfaatkan dengan baik. Hanya digunakan untuk gudang penyimpanan. “Padahal itu tidak boleh,” kata dia.

Menurut rencana, lantai dua akan digunakan sebagai pusat Pujasera yang terbagai menjadi dua. “Bagian selatan untuk snek atau jajanan, sedangkan bagian utara untuk makanan berat atau kuliner,” jelasnya.

lebih lanjut, pihaknya menjelaskan, pekerjaan yang akan dilakukan lain adalah pavingisasi halaman, serta perobohan pagar untuk memperluas lahan parkir.***

Keraton Djipang Jadwalkan Gelar Budaya di Jakarta

KABARCEPU.ID – Yayasan Keraton Djipang bakal melaksakan gelar budaya untuk yang ke dua kalinya. Namun, pelaksanaannya akan ditempatkan di Anjungan Jawa Tengah Taman Mini Indonesia (TMII) Jakarta.

Hal itu diungkapkan oleh Gusti Pangeran Raja Adipati (KGPRA) Arya Djipang II Barik Barliyan.

Pelaksanaan gelar budaya itu bakal dilaksanakan pada tanggal (10/8/2017) mendatang. “Ini kesempatan kita bisa masuk ke Jantung Ibu kota,” ujarnya saat berada di Desa Jipang belum lama ini.

Dia menyatakan, tidak akan ada kegiatan karnaval dalam pagelaran budaya yang akan dilaksanakan. “Kita ingin menunjukkan kebudayaan Djipang keppada masyarakat luas, terutama yang ada di Ibu kota,” ucapnya.

Pagelaran tersebut, menurut rencana hanya dilaksanakan dalam waktu satu hari. Banyak generasi muda Keraton Djipang yang akan terlibat dalam perhelatan budaya itu.

“Mereka berasal dari relawan  yang memang suka terhadap budaya, utama budaya Djipang,” tandasnya.

Dia menjelaskan, gelar budaya itu menjadi kesempatan bagi dirinya untuk mengumpulkan Raja dan Sultan se-Nusantara untuk ikut bergabung didalam pagelaran tersebut.

“Kesempatan nanti,  bisa menjadi ajang silaturrahim antara raja-raja yang ada di Nusantara ini,” terangnya.

Menurutnya, keberadaan Keraton Djipang sudah diakui Nasional. Meskipun masih sebatas komunitas raja dan sultan, yang tergabung dalam Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN).

Sejak berdirinya Yayasan Keraton Djipang pada tahun 2014 lalu, kebangkitannya ditandai dengan gelar budaya yang dilakasanakan pada 2016 lalu di Kecamatan cepu, juga menghadirkan rasa dan sultan se-Nusantara serta para pejabat di Kementrian maupun para pengusaha dari Malaysia.

Pada gelar budaya  juga dirangkai dengan pelantikan serta pemberian gelar pada warga Malaysia.

lebih lanjut dia menegaskan, bangkitnya kembali kerajaan yang pernah berjaya pada 15 abad lalu, menjadi catatan sejarah baru saat ini. Bukan berarti akan membuat sistem pemerintahan baru layaknya sebuah kerajaan.

Namun lebih pada pelestarian budaya peninggalan lelulur. Kearifan lokal berupa tradisi dan budaya yang selama ini telah diwarisi oleh masyarakat Cepu.

“Tidak ada unsur politik. Ini murni untuk budaya, karena saya cinta Cepu. Pada pagelaran yang akan kami laksanakan semata-mata ingin menumbuhkan rasa cinta saja,” tandasnya.

Pihaknya berharap, agar pemerintah tidak melarang pelaku budaya untuk masuk ke Jipang. “Tolong kepada penguasa, untuk tidak melarang kita masuk ke Jipang,” pungkasnya.***

Renovasi Taman Tuk Buntung Capai 60%

KABARCEPU.ID – Proyek pembangunan taman Tuk Buntung Cepu, saat ini telah mencapai 60%. Hal itu diungkapka oleh Lucky, pimpinan CV Mutiara Persada, pelaksana proyek tersebut.

Pembangunan tersebut diketahui memamakan anggaran dari APBD Blora tahu 2017 sebesar Rp1,5 milyar. Yang dikerjakan dari 17 Mei sampai 16 November 2017 mendatang.

“Saat ini tahapannya pada penyelesaian pekerjaan panggung sama pasang keramik untuk sepatu roda, serta jogging track,” terangnya, Rabu (2/7/2017).

Kepala Bidang Kelistrikan dan Pertamanan, Dinas Perumahan dan Pemukiman (Dinrumkimhub) Blora, Langgeng Warsito menambahkan, Taman Tuk Buntung akan tetap dipertahankan sebagai ruang terbuka hijau.

Hanya saja, taman yang menjadi salah satu ikon Cepu tersebut akan dipermak menjadi lebih indah dan nyaman. “Panggung terbuka akan ditata lebih bagus. Lokasinya tetap seperti semula, namun nantinya akan ada sentuhan lebih artistik,” tandasnya.

Taman Tuk Buntung selama ini menjadi salah satu lokasi favorit tempat berkumpulnya warga. Saat Sabtu malam Minggu taman tersebut kerap dijadikan tempat digelarnya pentas seni oleh sejumlah komunitas.***

Informasi Kuliner, Wisata, Zodiak dan Gaya Hidup