Anak SD Bakal Jadi Incaran Percasi

CATUR2B24102017

Cepu – Anak-anak usia Sekolah Dasar (SD) bakal menjadai incaran Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) ranting Cepu Kabupaten Blora Jawa Tengah. Mengingat anak seusia tersebut lebih mudah diarahkan dibanding usia dewasa.

Purwindarta, ketua Percasi Ranting Cepu, menyatakan, jika pihaknya akan memberikan perhatian penuh pada siswa SD maupun SMP dalam melakukan pembinaan. “Kalau sudah dewasa agak sulit untuk diarahkan,” terangnya.

Dirinya melihat, dari pecatur yang ada saat ini, utamanya usia dewasa, kemampuan itu mereka peroleh secara otodidak. “Kemampuan mereka dari alam. Itu bisa dilihat dari langkah memainkan buah catur,” jelas Mbah Pur, sapaan akrabnya disela-sela kompetisi Catur Cepat di Pendapa Kecamatan Cepu, Minggu (24/9/2017).

Untuk diketahui, para peserta dari Kabupaten Blora Jawa Tengah dan Bojonegoro Jawa Timur tampak antusias mengukuti kompetisi Catur cepat yang dilaksanakan Percasi ranting Cepu.

Sebanyak 60 orang ikut dalam pertandingan perdana yang diselenggarakan oleh Percasi. “Ini adalah kompetisi pertama yang dilaksanakan. Karena memang baru hari ini kami dilantik,” ujarnya.

Sebelumnya, kata dia, hanya sebatas komunitas Persatuan Catur Cepu (Percapu) yang jauh dari perhatian. Pihaknya berharap, dengan adanya Pecasi tersebut bisa memunculkan bibit-bibit unggul pemain catur.

Peduli Dhuafa, Warung Sodaqoh Dibuka Tiap Minggu

IMG 20170924 WA0023

Cepu – Warung Sodaqoh dibuka setiap hari Minggu pagi di pelataran depan Patung Djati Kusumo Kota Cepu. Warung yang digagas oleh beberapa komunitas di Cepu ini sebagai bentuk kepedulian kepada kaum dhuafa.

“Kami telah membuka Warung Sodaqoh ini selama empat tahun,” ungkap Rudi Hartono, panitia penyelenggara.

Kepada KabarCepu.com, Rudi menceritakan aktivitas yang dilakukan bersama rekan-rekannya yang tergabung dalam beberapa komunitas.

“Ini sebagai bentuk kepedulian kami kepada warga yang membutuhkan, khususnya kaum dhuafa yang berangkat kerja tapi belum sarapan,” jelasnya.

Penyelenggara yang tergabung diantaranya RAPI (Radio Antar Penduduk Indonesia),Jeep Cepu Community (JCC), Datsun Go Community Indonesia (DGCI), Komunitas Facebook Sedulur Cepu, dan Paguyuban Komunitas Cepu (PKY).

Setiap Minggu pagi, minimal 200 bungkus nasi dibagikan kepada kaum miskin yang melewati tempat Warung Sodaqoh beraktivitas. “Ada tukang becak, pemulung, serta mereka yang kebetulan lewat sini.
Dengan senang hati kami berbagi nasi bungkus kepada mereka,” ujar Rudi. (*)

Selesaikan Estetika Patung Arjuna Wiwaha

11 9 arjuna2Bwiwaha

Cepu – Penataan estetika patung Arjuna Wiwaha, telah selesai dikerjakan. Hanya saja, untuk patungya sendiri saat ini masih dalam tahap penyelesaian.

Namun, dalam pekerjaan tersebut ada persoalan yang perlu mendapat serius. Yakni kabel Listrik milik PLN yang melintang tepat diatas bangunan tersebut.

“Karena bahan dari patung berasal dari logam, ada kekhawatiran jika terjadi sengatan listrik saat baik saat pemasangan maupun usai dipasang,” kata Supardi, pelaksana kegiatan, dari CV Ganda Artha, , Jum’at (22/9/2017).

Untuk itu sebelum melakukan pemasangan, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pihak PLN.

Senada dengan Supardi, Langgeng Warsito, Kepala Bidang Pertamanan dan Kelistrikan, Dinas Perumahan Permukiman dan Perhubungan (Dinrumkimhub), dalam pelaksanaan pemasangan patung tersebut akan berkoordinasi dengan PLN. “Supaya dalam pemasangannya nanti tidak terjadi kkondisi yang berbahaya,” kata dia.

Dia menambahka, untuk landasan sudah diselesaikan. “Pekerjaan duah finish, tinggal kuda serta perlengkapannya,” katanya saat berada di Cepu.

Menurutnya, semua bahan dari logam, baik kereta kuda maupun patung Arjuna. “Kereta kencana tinggal moles, untuk ornemen keretanya yang agak berat,” kata dia.

Sehingga, kata dia, pemasangan patung tidak bisa dilaknsanakan pada akhir bulan September ini.

Dia juga menambahkan, untuk pekerjaan Taman Tukbuntung  telah mencaoai 75%. Bersamaan dengan itu, ditata pula bundaran Simpang 7 Cepu  yang dimulai pertangan bulan September ini. 

Beauty Class di Hotel Arra Amandaru Digelar Minggu

2

Memenuhi permintaan masyarakat akan pentingnya pengetahuan tentang make up dan tata cara merias diri yang benar, Hotel Arra Amandaru Cepu bekerja sama dengan produsen kosmetik akan menggelar event Beauty Class, Minggu (01/10/2017). Acara pembelajaran dan berbagi pengetahuan seputar merias diri akan dimulai pukul 11.00 WIB.

Pentingnya pemahaman tentang produk-produk kosmetik serta cara penggunaan yang benar inilah yang membuat event seperti Beauty Class ini banyak diminati masyarakat. “Nanti akan diajari bagaimana berias yang benar. Karena merias diri itu sudah menjadi kebutuhan utama kaum hawa,” ungkap panitia acara, Wiwin.

Kepada kabarcepu.com wanita yang selalu menjaga penampilan ini mengatakan lebih jauh tentang pentingnya merias diri. “Bagi kaum perempuan, keluar rumah tanpa make up, jelas tidak percaya diri,” jelasnya memberi contoh. “Untuk itulah kami akan mengajari, minimal untuk riasan sehari-hari,” imbuh wanita asal Solo ini.

Dalam Beauty Class yang akan digelar di resto hotel tersebut, panitia telah menyediakan beberapa fasilitas menarik. “Selain mendapat Sertifikat Beauty Class, peserta juga akan mendapat voucher belanja produk Wardah senilai 50 ribu,” ujar penyuka warna putih ini. “Ada pula goodiebag untuk the best make up,” tambah Wiwin.

Pemilik nama lengkap Erwin Susilowati ini menambahkan, panitia penyelenggara berusaha memanjakan peserta. “Peserta tinggal datang aja, properti dan make up sudah disediakan panitia. Bila perlu tidak bermake up tidak apa-apa, kami akan dandani secantik mungkin,” kata Wiwin yang mengaku baru mengenal kosmetik setelah lulus SMA.

Dia mengatakan, acara Beauty Class ini akan diadakan rutin untuk menambah wawasan mengenai kosmetik dengan segala perkembangannya. “Apalagi di Cepu ini pemakai kosmetik semakin meningkat. Terlihat dari produk-produk kosmetik yang semakin banyak di pasaran,” pungkas wanita cantik ini. (*)

Virda, Bidan yang Jadi Guru TK

KABARCEPU.ID – Tingkah anak-anak yang lucu, nakal, dan menggemaskan ternyata mampu menarik minat Virda untuk terjun lebih jauh menghadapinya.

Menghadapi anak-anak dengan berbagai karakter unik, kini dilakoninya tiap hari. Meskipun tak pernah terbersit sebelumnya untuk menjadi pendidik anak-anak usia dini tersebut.

Kini, pemilik nama lengkap Virda Dwi Nurfiati ini merasa telah menemukan dunianya.

Profesi guru telah menjadi pilihannya meskipun dia sebenarnya adalah seorang bidan.

“Saya ini seorang bidan alumni STIKES Bahrul Ulum Jombang. Tetapi saya lebih enjoy menjadi Guru TK,” ungkap Virda kepada kabarcepu.com membuka jati dirinya.

Ketika ditemui di tempat mengajarnya, TK Aisyiyah Bustanul Athfal 1 Cepu, anak pasangan Saeran dan Sukasih ini blak-blakan tentang dirinya.

“Meskipun tidak menjalani profesi bidan, namun banyak ilmu yang saya dapatkan di Jurusan Kebidanan yang bisa diterapkan pada anak-anak,” beber gadis kelahiran 18 Nopember 1994 ini.

Bahkan, lanjut Virda, dirinya bisa menerapkan ilmu psikologi anak. “Jadi, nggak ada yang sia-sia. Ilmu Kebidanan itu kan mempelajari mulai dari janin, balita, batita, ibu-ibu, bahkan sampai nenek-nenek,” katanya menjelaskan.

“Inilah seninya mengajar anak-anak TK dengan berbagai karakter yang ada,” imbuh dara cantik ini.

Dulu bercita-cita menjadi seorang penari, sekarang cita-cita itu sedikit terabaikan. “Tapi saya masih bersedia menari jika ada yang menawari,” ujar bidan yang kini semakin mantap bergelut di dunia pendidikan.

“Saya juga masih sering diminta orang untuk memandikan bayi,” pungkas Virda.***

Grapari, Layani 650 Ganti Kartu dalam Sebulan

3

Cepu – Grapari Telkomsel Cepu bisa melayani pelanggan untuk ganti kartu hingga 650 kartu. Kantor pelayanan Telkomsel ini setiap hari kerja selalu dipenuhi pelanggan. “Mereka yang datang ke Grapari biasanya menyampaikan masalah kartu hilang, kartu rusak, dan keinginan untuk up grade ke 4G,” ungkap Supervisor Grapari Telkomsel Cepu, Fike Ferina Febrianti.

Ketika ditemui kabarcepu.com di kantornya, Fike mengatakan, 90 persen pelanggan Telkomsel yang datang mengharapkan pelayanan penggantian kartu baru. “Mayoritas minta ganti kartu karena hilang. Yang seperti ini bisa mencapai 90 persen lebih,” ujar wanita asli Cepu ini seraya menambahkan Senin adalah hari yang paling ramai.

Menurut Fike, dalam Bulan Agustus 2017 saja, pihaknya memberikan pelayanan penggantian kartu hingga mencapai 650 unit. “Dalam sehari saja, kalau pas lagi ramai, bisa mencapai 40 ganti kartu,” kata wanita yang memiliki hobby travelling tersebut. “Bagi yang kartunya hilang, sebaiknya sesegera mungkin ganti kartu,” pesan Fike.

Alumnus Universitas Semarang (USM) ini menjelaskan, masyarakat perlu mengetahui tindakan apa yang harus dilakukan jika mengalami permasalahan seperti itu. “Kalau kartunya sudah rusak atau jelek, jangan terlalu lama didiamkan. Sebaiknya langsung check di Grapari, kami akan melayani dan memberikan solusi,” ujarnya ramah.

Kantor pelayanan yang berada di Jalan Ronggolawe 67 Cepu ini senantiasa akan memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggannya. “Kami berpesan kepada pemilik kartu Telkomsel, jangan potong kartu sendiri, sebaiknya dibawa ke Grapari,” pesan Fike. “Lagi pula, ganti kartu itu gratis,”
ujar ibu satu anak ini mengakhiri perbincangan. (*)

Polsek Cepu Ringkus Pemain Judi di Nglebok

12 9 tersangka2Bjudi

Cepu – Tiga orang yang sedang asik main judi di Lokalisasi Nglebok Kelurahan Tambakromo kecamatan Cepu, dibekuk Jajaran Polsek Cepu, Senin (11/09/2017) malam, sekira pukul 23:45 WIB, di rumah salah satu tersangka.

Adapun tersangka berhasil diamankan adalah, Suyono (53) dengan alamat lokalisasi Nglebok, Tambakromo Kecamatan Cepu,  Joko Sudiro (55), warga Desa Padangan, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, selanjutnya Sutrisno warga Desa Batokan, Kecamatan Kasiman, Kabupaten Bojonegoro.

Polisi juga berhasil mengamankan barang bukti berupa satu set kartu remi sejumlah 52 lembar dan uang tunai Rp1.562.000.

Penangkapan itu bermula dari laporan masyarakat yang mengaku resah dengan keberadaan aktivitas perjudian tersebut. “Permainan judi jenis kartu remi yang sudah meresahkan masyarakat berhasil ditangkap, ketika para pelakunya sedang asyik bermain,” ujar Kapolsek Cepu AKP Selamet, Selasa (12/09/17).

Untuk sekarang ini, lanjutnya, ketiga pelaku perjudian beserta barang bukti telah diamankan ke Mapolsek Cepu untuk proses penyidikan lebih lanjut.

“Akibat perbuatanya, ketiga pelaku akan dijerat dengan pasal 303 KUHPidana tentang perjudian yang ancaman hukumannya 5 tahun penjara,” tandasnya.

“Perjudian dalam bentuk apapun dilarang, karena itu kami ingatkan masyarakat untuk tidak sekali-kali melakukan perjudian jika tak ingin di`penjara,” pungkas AKP Slamet. (*)

Penataan Estetika Patung Arjuna Wiwaha Capai 90%

11 9 arjuna2Bwiwaha 1

Cepu – Pembangunan ikon Kecamatan Cepu yang baru, berupa monumen patung Arjuna Wiwaha telah mencapai 90%, sebagai pengganti monumen Ronggolawe yang telah dihancurkan.

Seperti diketahui, pada Mei lalu, sejumlah warga melakukan aksi penolakan pembongkaran patung kuda monumen Ronggolawe. Karena dianggap, Monumen Ronggolawe adalah peninggalan bersejarah dari Devisi Ronggolawe pada masanya.

Meski demikian, penolakan tersebut ternyata tidak menyurutkan Pemkab Blora untuk melenyapkan monumen Ronggolawe dan digangti dengan patung Arjuna Wiwaha.

Untuk diketahui CV Ganda Arta Perdana dengan nilai kontrak Rp1,3 milyar. Jangka waktu pekerjaan 180 hari kalender, dimulai 17 Mei sampai dengan 26 November 2017.

Supardi, pelaksanan proyek dari perusahaan tersebut menyatakan, bahwa pekerjaan landasan serta penataan estetika lainnya telah mencapai 90%. “Kami bisa menyelesaikan sebelum batas waktu pada November nanti,” terangnya melalui sambungan telfon, Senin (11/9/2017).

Pihaknya, merasa optimis jika pada akhir bulan September ini, patung bisa dipasang. “Informasi dari pembuat di Jogja, juga sudah mencapai 90%,” kata Supardi. Untuk pembuatan patung sendiri, kata dia, terpisah dari pekerjaan estetika serta landasan meski dalam satu paket pekerjaan.

Sementara pernyataan berbeda disampaikan oleh Kepala Dinas Perumahan Pemukiman dan Perhubungan (Dinrumkimhub) Blora, Syamsul Arif. Menurut dia, bahwa bulan Oktober akan diupayakan patung bisa terpasang.

“Kalau fisik landasan sudah 80%, tinggal finishing. Sedangkan patung telah mencapai 70%,” terangnya. (*)

Informasi Kuliner, Wisata, Zodiak dan Gaya Hidup