KPYC Santuni 246 Anak Yatim

KABARCEPU.ID – Komunitas Peduli Yatim Cepu (KPYC) memberikan santunan kepada ratusan anak yatim, Minggu (01/10/2017).

Santunan tersebut untuk mengisi kegiatan di Bulan Muharram ini diselenggarakan di Aula SD Negeri 2 Cepu.

“Alhamdulillah, kali ini ada 246 anak yatim,” ungkap Dewan Pembina dan Penasihat KPYC, Rudi Hartono.

Ratusan anak yatim itu berasal dari 36 sekolah dasar (SD) yang tersebar di wilayah Cepu.

“Ada peningkatan jumlah dari tahun ke tahun. Kali inipun ada peningkatan jumlah anak yatim setelah pemberian santunan bulan puasa yang lalu,” terang pria yang biasa disapa Kang Bahar ini.

Bertajuk “Indahnya Berbagi”, komunitas yang bersekretariat di Jalan Pramuka Nomor 9 Cepu ini berencana menambah frekuensi pemberian santunan. “Bulan Ramadhan lalu kami menggelar tiga kali. Untuk Bulan Muharram selalu ada pemberian santunan,” terang Kang Bahar ketika ditemui KabarCepu.com.

Menurut Kang Bahar, saat ini semakin banyak pihak yang peduli dengan anak yatim.

“Kami bersyukur sekaligus terharu, karena semakin banyak pihak yang peduli pada anak yatim. Alhamdulillah, kegiatan ini bisa berjalan lancar berkat doa dan dukungan semuanya,” beber pria yang aktif di beberapa organisasi tersebut. ***

Ajarkan Pendidikan Politik Sejak Dini

30 9 KA2BSMAN2B12BCepu

Cepu – Pendidikan politik telah diberikan sejak dini kepada siswa di SMA Negeri 1 Cepu, dengan membentuk miniatur pemerintahan di lingkungan sekolah.

Kepala SMA Negeri 1 Cepu, Diana Johan Nusanto, menjelaskan, pendidikan itu dikemas dalam Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) yang bertindak sebagai eksekutif. Serta Majelis Permusyawaratan Kelas (MPK) yang angotanya perwakilan dari masing-masing kelas, bertindak sebagai legislatif.

Menurut dia, segala sesuatu kegiatan yang akan dilakukan oleh OSIS harus melaui pertimbangan dari MPK. Layakya eksekutif koordinasi dengan legislatif atas segala program kerjanya. “Segala aspirasi siswa ini, juga bisa disampaikan melalui MPK ini,” kata dia.

Lebih lanjut, dirinya menjelaskan, dalam supaya bisa menjabat di OSIS maupun MPK, para calon juga diminta memaparkan program kerjanya melalui kampanye. “Setiap siswa calon anggota MPK maupun OSIS diarahakan untuk berkampanye kepada siswa lainnya yng tersebar di kelas-kelas,” terangnya.

Dalam pemilihannya pun, kata dia, dilakukan dengan cara voting. “Dalam hal ini dilakukan voting secara online dengan peralatan yang telah kami siapkan,” ujarnya.

“Ini semua bagian dari pendidikan politik dan pemerintahan yang kami berikan kepada siswa sejak dini,” pungkasnya. (*)

SMAN 1 Cepu Putar Film G30S/PKI

30 9 Nobar2BpKI

Cepu –  Tepat di tanggal (30/9/2017), SMA Negeri 1 Cepu Kabupaten Blora mengajak siswanya nonton bareng (nobar) pemutaran film sejah pemberontakan Gerakan 30 September (G30S)/ PKI (Partai Komunis Indonesia). Hal itu sebagai upaya sekolah mengenalkan sejarah pemberontakan  yang terjadi pada masa lalu kepada para siswa.

Diana Johan Nusanto, Kepala SMAN  1 Cepu, menuturkan, saat ini banyak anak-anak SMA yang belum mengetahui tentang film yang menceritakan tentang pemberontakan PKI pada masa itu.  “Ini bagian dari usaha kita untuk menanamkan pengertian kepada anak-anak, bahwa di Negeri kita pernah ada pemberontakan PKI,” terangya, Sabtu (30/9/2017).

Mengingat, saat ini pendidikan yang mengupas tentang pemberontakan sudah tidak ada lagi. Sekarang ini, kata dia, PKN atau Pendidikan Kewarga Negaraan perlahan mulai kabur.

“Kalau tidak begitu, banyak yang tidak tahu. Karena pada umumnya anak-anak SMA belum tahu bagaimana PKI itu,” kata dia.

Mungkin saja, lanjut dia, ada sebagian anak yang tertarik untuk mencari tahu sendiri dengan mengunduh film dari internet atau referensi lain. “Sejak santer beredar informasi kebangkitan PKI yang mengancam Negara ini,” ujar mantan pengajar SMA Negeri 2 Cepu ini. 

Terkait adanya adegan kekerasan pada film berdurasi lebih dari tiga jam itu, pihaknya berkeyakinan tidak akan berpengaruh pada anak-anak. “Saya yakin tidak, karena kami sertakan guru untuk mendampingi para siswa saat menonton,” katanya sembari berharap pemberontakan semacam itu tidak akan terulang kembali.

Usai menonton film tersebut, pihak sekolah memberikan tugas kepada siswa untuk meriview kembali film itu dengan membuat resensi. “Kami berikan waktu satu minggu. Dan kami juga melibatkan para wali kelas dan guru bersangkutan untuk mengkondisikannya,” terangnya.

Untuk diketahui, ratusan siswa SMA N 1 Cepu tampak antusias ikut nobar yang diputar di sekolah tersebut. Para siswa tampak serius memperhatikan film yang diproduksi pada masa orde baru tersebut. (*)

Kibarkan Bendera Setengah Tiang

30 9 bendera2Bsetengah2Btiang

Cepu – Dalam rangka peringatan Hari Kesaktian Pancasila (HKP) tahun 2017, seluruh lapisan masyarakat memasang bendera setengah tiang pada tanggal (30/9/2017) yang dimulai pukul 06.00 WIB. Serta memasang bendera satu tiang penuh selama dua hari, pada tanggal (1-2/10/2017).
Pemasangan dilakukan di kantor pemerintah dan swasta, lembaga-lembaga pendidikan dan rumah-rumah penduduk. (*)

SMK Musa Cepu Giatkan Bebas Baca Al Qur’an

28 9 SMK2BMusa

Cepu – SMK Muhammadiyah 1 (Musa) Cepu sedang giat-giatnya melaksanakan gerakan Bebas Baca Al Qur’an. Gerakan ini merupakan program unggulan lembaga pendidikan yang dulu bernama SMEA Muhammadiyah Cepu.

“Gerakan yang jadi program unggulan,” ungkap Kepala SMK Musa Cepu, Ngaliadi, mengawali perbincangan.

Kepada KabarCepu.com Ngaliadi menjelaskan gerakan Bebas Baca Al Qur’an yang baru diluncurkan awal tahun pelajaran.

“Saya ingin nantinya semua lulusan SMK Musa Cepu harus bisa membaca Al Qur’an. Ini bekal bagi mereka,” ujar pria yang menjadi kepala sekolah sejak Februari 2017.

SMK Musa yang saat ini memiliki 368 anak didik, diharapkan bisa mencetak insan yang berkarakter. Itulah sebabnya sebagai pengelola, Ngaliadi berusaha keras mewujudkan visi misi yang telah dicanangkannya.
“Anak didik kami harus memiliki skill yang disertai keunggulan,” tegasnya.

Bebas Baca Al Qur’an juga menjadi sarana untuk mencetak pribadi berkarakter. “Kami memotivasi anak didik jangan sampai minder. Mental mereka harus kuat,” jelasnya ketika ditemui di kantornya.

“Kami optimis 95 persen harapan kami bisa terwujud,” imbuh Ngaliadi optimis.

Memiliki empat program studi yakni Akuntansi, Pemasaran, Busana Butik, dan Teknik Kendaraan Ringan (TKR), Ngaliadi yakin kelak SMK Musa akan menjadi kebanggaan masyarakat Cepu. “Kami siap untuk itu,” ujarnya mantap. (*)

Bulan Suro, Hanya Satu Pasangan Menikah

28 9 KUA2BCepu

Cepu – Bulan Suro tahun ini, di Cepu hanya ada satu pasangan yang menikah. Pernikahan warga asal Kelurahan Cepu ini akan dilangsungkan tanggal 7 Oktober 2017 yang akan datang. Demikian disampaikan Penghulu Kantor Urusan Agama (KUA) Cepu Ahmad Imam Syaifuddin Zuhri, Rabu (27/09/2017).

Ketika ditemui di kantornya, penghulu yang sudah menikahkan 3.000 lebih pasangan pengantin ini mengatakan, masyarakat Cepu bersikap menjaga adat istiadat. “Ya, masyarakat tidak memilih Bulan Suro untuk melangsungkan pernikahan karena melestarikan adat,” ujarnya. “Bulan Suro lebih banyak introspeksi diri,” tambah Imam.

Kepada KabarCepu.com, pria yang menjadi penghulu selama 15 tahun ini mengatakan, justru Suro atau Muharram ini sesungguhnya adalah bulan yang penuh kemuliaan. “Seharusnya masyarakat tidak perlu khawatir melakukan kegiatan apapun di bulan ini. Termasuk melangsungkan prosesi pernikahan,” pesannya.

Imam menambahkan, kekhawatiran yang berlebihan untuk melangsungkan pernikahan pada Bulan Muharram itu tidak perlu terjadi. “Peristiwa-peristiwa kemenangan nabi banyak terjadi di Bulan Muharram. Lalu, mengapa masyarakat itu takut dengan bulan yang penuh nilai-nilai kemuliaan ini?” ujarnya dengan penuh tanya.

Pria yang telah menyelesaikan Program S2 nya di UIN Walisongo Semarang ini berpesan, agar masyarakat tidak perlu menjadikan Bulan Suro ini sebagai beban dalam menjalani kehidupan. “Lagipula, tidak ada larangan untuk melangsungkan pernikahan di Bulan Suro. Ini perlu saya sampaikan,” tegas Imam. (*)

Razia Lalulintas Tertibkan Penunggak Pajak

27 9 Agus2BSupriyadi

Cepu –  Satuan lalulintas Polres Blora bersama  Kantor Unit Pelayanan Pendapatan dan Pemberdayaan Aset Daerah (UP3AD) Kabupaten Blora,  lakukan penertiban kepada para masyarakat yang menunggak pajak kendaraan bermotor di wilayah Kabupaten Blora. Hal itu dilakukan dalam rangka untuk meningkatkan Pendapat Asli Daerah (PAD) Provinsi Jawa Tengah. Selain itu juga untuk menciptakan kemanan dalam berlalulintas.

KBO Satlantas Polres Blora, Iptu Markus, menjelaskan, selain kerja sama untuk menertibkan penunggak pajak, operasi yang dilakukan di wilayah Cepu itu, juga bertujuan menciptkan kemanan dalam berlalulintas.

“Lebih utama, operasi rutin tersebut juga untuk menciptakan kamseltibcarlantas (keamanan, keselamatan, ketertiban, kelancaran berlalulintas). Kami menghimbau masyarakat untuk taat terhadap aturan berlalulintas. Karena pencegahan laka lantas didahului dengan tertib berlalulintas,” himbaunya.

Markus menambahkan, Bupati Blora, Djoko Nugoroho mengharapkan seluruh wilayah Kabupaten Blora dilakukan penertiban lalulintas. “Utamanya di wilayah Kecamatan Cepu ini yang dinilai masih semrawut,” kata dia.

Untuk itu, melihat intensitas laju kendaraan yang cukup tinggi untuk di wilayah Kecamatan Cepu, menurut Markus, razia harus dilakukan setiap hari. “Kalau melihat seperti ini perlu dilakukan setiap hari. Baik pagi, siang ataupun malam,” terangnya

Agus Supriyadi, Kepala UP3AD Blora, menyatakan, pihaknya bekerja sama dengan satlantas Polres Blora melakukan razia untuk ketertiban lalulintas sekaligus menertibkan kendaraan yang masih menunggak pajak. “Karena saat ini memang kalau masih menunggak pajak akan dikenakan tilang oleh petugas,” terangnya.

Pada kesempatan itu, pihaknya turut serta dalam mememeriksa Surat Tanda Nomor Kendaraan. “Jika diketemukan ada yang masih menunggak dalam razia ini, maka kami arahkan untuk langsung mengurus pajak  pada kantor samsat terdekat,” katanya disela-sela razia kendaraan bermotor.

Lebih lanjut dia menjelaskan, hal itu dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan PAD Jawa Tengah dari sector pajak kendaraan. Mengingat pendapatan pajak dari sector ini masih belum maksimal. “Untuk wilayah Kabupaten Blora masuk lima terendah di Provinsi Jawa Tengah, pendapatan sector pajak ini,” terangnya.

Agus menandaskan, bukan hanya di wilayah Kabupaten Blora saja sinergitas itu dilakukan. Akan tetapi juga di wilayah-wilayah lain dilakukan hal serupa. “Bekerja sama dengan satlantas untuk melakukan razia,” pungkas Agus. (*)

Latih Kesabaran, TK Gelar Manasik Haji

2017 09 24 22 03 54 116

Cepu – Untuk melatih kesabaran anak-anak dalam menghadapi permasalahan yang ada, beberapa Taman Kanak-kanak (TK) di daerah binaan (Dabin) III Cepu menggelar latihan manasik haji. Latihan manasik haji yang diadakan di Lapangan Bina Putra Kapuan tersebut diikuti 19 TK. “Ada 640 peserta anak TK yang ikut latihan manasik,” ujar ketua penyelenggara, Erna Damayanti.

Kepada KabarCepu.com, Erna mengatakan bahwa latihan manasik yang diselenggarakannya untuk memberikan pembelajaran bagi anak-anak TK. “Bukan hanya mendidik untuk menjadi umat yang berkarakter Islami, tetapi juga untuk melatih kesabaran mereka,” jelas Erna ketika ditemui di lapangan.

Latihan manasik haji ini menjadi agenda rutin tahunan. Kepala TK Nurul Iman Tambakromo ini berharap agenda yang digelarnya bisa memberikan bekal yang bermanfaat bagi anak didiknya. “Mereka menjadi lebih tahu apa saja yang harus dilakukan sebagai umat Islam. Kalau bukan sekarang, kapan lagi?” ujarnya setengah bertanya.

Erna menambahkan, sedini mungkin anak-anak harus diberi bekal yang bermanfaat demi masa depannya. Termasuk menjalankan Rukun Islam yang tengah diajarkannya. “Jika anak sudah tahu sejak kecil, dengan harapan jika kelak sudah dewasa tentu akan tahu apa yang sebaiknya dilakukan,” terangnya. (*)

Informasi Kuliner, Wisata, Zodiak dan Gaya Hidup