Arsip Kategori: Nasional

Reshuffle Kabinet Merah Putih: 4 Menteri Dilantik dan 1 Kementerian Baru Dibentuk

KABARCEPU.ID – Dalam rangka memperkuat sinergi pemerintahan serta menanggapi dinamika kebijakan nasional dan tantangan sektor strategis, Presiden Prabowo Subianto melakukan reshuffle Kabinet Merah Putih.

Reshuffle Kabinet Merah Putih itu ditandai dengan pelantikan empat menteri baru dan satu wakil menteri serta pembentukan satu kementerian baru yaitu Kementerian Haji dan Umrah.

Presiden Prabowo Subianto resmi melantik empat menteri dan satu wakil menteri Kabinet Merah Putih sisa masa jabatan periode 2024–2029 di Istana Negara, Jakarta, Senin (08/09/2025).

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa, pada pelantikan tersebut Budi Gunawan sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) serta Dito Ariotedjo sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) telah menyelesaikan tugasnya sebagai menteri.

Namun demikian, lanjutnya dikatakan, pelantikan untuk mengisi kedua jabatan tersebut belum dilakukan, dan untuk jabatan Menko Polkam sementara akan diisi oleh pejabat ad interim.

“Berkenaan dengan posisi Menteri Koordinator Politik dan Keamanan untuk sementara waktu memang Bapak Presiden belum menunjuk secara definitif siapa yang akan beliau tugaskan menjadi Menko Polkam. Sehingga untuk sementara waktu beliau akan menunjuk ad interim untuk menjabat sebagai Menko Polkam,” ucap Mensesneg dalam keterangannya usai acara pelantikan.

Lebih lanjut, Mensesneg menyampaikan bahwa pengumuman resmi pejabat ad interim Menko Polkam akan disampaikan setelah penetapan ditandatangani. Sementara itu, untuk posisi Menpora, Mensesneg mengatakan bahwa pengganti Dito Ariotedjo tersebut berhalangan hadir dalam pelantikan hari ini.

“Jadi pengganti Menteri Pemuda dan Olahraga kebetulan posisi sedang di luar kota, sehingga tidak bisa mengikuti pelantikan pada sore hari. Akan dijadwalkan kembali di prosesi pelantikan yang berikutnya,” ujarnya.

Para menteri dilantik berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 86/P Tahun 2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih Periode Tahun 2024-2029.

Keempat menteri dan satu wakil menteri yang dilantik yaitu:
1. Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan.
2. Mukhtarudin sebagai Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia;
3. Ferry Joko Yuliantono sebagai Menteri Koperasi.
4. Mochamad Irfan Yusuf sebagai Menteri Haji dan Umrah.
5. Dahnil Anzar Simanjuntak sebagai Wakil Menteri Haji dan Umrah.

Terkait perubahan formasi di Kabinet Merah Putih, Mensesneg menuturkan bahwa hal tersebut merupakan hak prerogatif dari Presiden Prabowo. Keputusan reshuffle kabinet ini, menurutnya juga diambil setelah dilakukan evaluasi secara menyeluruh.***

Prabowo Reshuffle Kabinet, Menteri Keuangan Sri Mulyani Diganti

KABARCEPU.ID – Dalam langkah politik yang menandai babak baru pemerintahan Republik Indonesia, Presiden Prabowo Subianto melakukan reshuffle kabinet yang cukup signifikan dengan melantik empat menteri baru beserta satu wakil menteri.

Keputusan Presiden Prabowo melakukan reshuffle kabinet ini diharapkan mampu memperkuat efektivitas koordinasi pemerintahan dan percepatan pelaksanaan program prioritas nasional.

Reshuffle kabinet ini sebagai upaya memperbaiki kinerja di sektor-sektor kunci, menutup celah administratif, serta mengoptimalkan sinergi antar-kementerian untuk merespons tantangan ekonomi, keamanan, dan pembangunan infrastruktur, sehingga memberikan sinyal politik baik kepada publik maupun kalangan legislatif tentang komitmen pemerintah terhadap akuntabilitas, profesionalisme, dan stabilitas kebijakan.

Presiden Prabowo Subianto secara resmi telah melantik empat jabatan menteri dan satu wakil menteri Kabinet Merah Putih sisa masa jabatan 2024-2029 di Istana Negara, Jakarta, Senin (08/09/2025).

Para menteri dilantik berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 86/P Tahun 2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih Periode Tahun 2024-2029.

Melansir dari Kementerian Sekretariat Negara RI, keempat menteri dan satu wakil menteri yang dilantik yaitu:
1. Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan.
2. Mukhtarudin sebagai Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia;
3. Ferry Joko Yuliantono sebagai Menteri Koperasi.
4. Mochamad Irfan Yusuf sebagai Menteri Haji dan Umrah.
5. Dahnil Anzar Simanjuntak sebagai Wakil Menteri Haji dan Umrah.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo mengambil sumpah jabatan para menteri dan wakil menteri yang dilantik.

“Bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darmabakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya, dengan penuh rasa tanggung jawab,” ucap Presiden mendiktekan sumpah jabatan.

Acara pelantikan pun diakhiri dengan pemberian ucapan selamat oleh Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming untuk selanjutnya diikuti para tamu undangan lainnya.

Tampak hadir dalam pelantikan yakni para pimpinan lembaga negara, para menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Keluarnya Sri Mulyani dari Kabinet
Keluarnya Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dari Kabinet Merah Putih memicu beragam reaksi dari kalangan politisi, pelaku usaha, dan pengamat ekonomi baik di kancah nasional maupun internasional.

Beberapa pihak mengungkapkan, pergantian tokoh sentral di sektor fiskal tersebut sebagai upaya Presiden untuk merumuskan kembali arah kebijakan ekonomi nasional yang lebih selaras dengan visi pemerintahan saat ini.

Namun, sejumlah pihak mengkhawatirkan potensi ketidakpastian pasar dan dampaknya terhadap prospek investasi serta kredibilitas fiskal Indonesia, mengingat reputasi Sri Mulyani yang selama ini kuat terkait pengelolaan anggaran dan hubungan dengan lembaga internasional.

Melansir dari Associated Press (APNews) melaporkan, setelah Presiden Prabowo mengeluarkan Sri Mulyani dari Kabinetnya, pasar saham terbesar di Asia Tenggara anjlok pada hari Senin, ditutup turun 1,28% pada 7.766,85 (turun 100,5 poin), sementara nilai tukar rupiah merosot tajam menjadi 16.583 per dolar, turun 1,1% dan terlemah sejak Mei 2025.

Lebih lanjut, APNews menulis, Indonesia sangat menarik bagi investor, sebagian karena kredibilitas Sri Mulyani yang kuat telah diakui baik di dalam negeri maupun internasional karena berhasil mempertahankan kebijakan fiskal yang stabil, bijaksana, dan berkelanjutan.

Namun, pemerintah memastikan bahwa reshuffle kabinet ini telah direncanakan secara matang dan akan diikuti dengan langkah-langkah konkret untuk memastikan stabilitas makroekonomi, kelanjutan reformasi perpajakan, serta perlindungan terhadap program-program sosial yang menjadi prioritas.

Diharapkan, Menteri Keuangan dalam reshuffle kabinet Merah Putih ini mampu mempertahankan kepercayaan investor domestik dan asing melalui komunikasi kebijakan yang transparan serta komitmen terhadap disiplin anggaran untuk menunjukkan kesiapan mengimplementasikan kebijakan fiskal yang stabil dan inklusif.***

Kurikulum Berbasis Cinta dari Kemenag: Upaya Wujudkan 5 Dimensi Religiusitas Pendidikan Keagamaan

KABARCEPU.ID – Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang digagas oleh Kementerian Agama merupakan sebuah inisiatif strategis dan komprehensif yang bertujuan mengintegrasikan dimensi religiusitas secara holistik dalam seluruh aspek penyelenggaraan pendidikan keagamaan di Indonesia.

Melalui pendekatan yang menempatkan nilai kasih sayang, penghormatan terhadap martabat manusia, serta penanaman etika keagamaan sebagai inti pembelajaran, Kurikulum Berbasis Cinta ini tidak hanya menekankan penguasaan pengetahuan tekstual semata tetapi juga pembentukan karakter spiritual dan sosial peserta didik, sehingga mereka mampu menerjemahkan ajaran agama ke dalam praktik kehidupan sehari-hari yang inklusif dan bertoleransi.

Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta menuntut perubahan metodologis di tingkat madrasah dan lembaga keagamaan, melibatkan penguatan kapasitas guru melalui pelatihan pedagogis dan spiritual, revisi materi ajar agar lebih kontekstual serta pengembangan evaluasi autentik yang mengukur aspek afektif dan religiusitas selain kognitif.

Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI, Nyayu Khodijah, menjelaskan terdapat lima dimensi dalam Kurikulum Berbasis Cinta tersebut meliputi keimanan, pengetahuan, penghayatan, peribadatan, dan pengamalan.

“Selama ini yang kita lihat guru agama kita dari kelima hal ini yang masih sedikit sekali tersentuh adalah aspek penghayatan,” ujar Nyayu dalam Dialog dari Hati: Kurikulum Berbasis Cinta, di Ciputat, Minggu malam (7/9/2025).

Menurut Nyayu, dimensi penghayatan sangat penting dan tidak bisa diabaikan. Tidak optimalnya pendalaman aspek ini menyebabkan pembelajaran agama belum berhasil secara maksimal. “Nah, KBC ini fokusnya ke semua dimensi,” ungkapnya.

Ditinjau dari Taksonomi Bloom, Nyayu menilai kurikulum nasional saat ini masih terbatas pada aspek kognitif. Sampai saat ini, aspek afektif belum banyak tersentuh.

“Kegagalan dunia pendidikan itu karena memang tidak menyentuh aspek afektif. Padahal itu aspek yang sangat penting,” ucapnya.

Presiden Direktur Mizan Group, Haidar Bagir, mengungkapkan inisiatif Kemenag memperkenalkan KBC akan menciptakan revolusi yang luar biasa.Haidar mengingatkan bahwa cinta bukan persoalan kognitif, melainkan afektif. Cinta bukan benda material, bahkan bukan sekadar pengetahuan kognitif.

“Cinta adalah pengalaman, yang hanya bisa dialami dengan rasa,” ungkapnya.

Kurikulum Berbasis Cinta dari Kemenag Upaya Wujudkan 5 Dimensi Religiusitas Pendidikan Keagamaan 2
Dialog dari Hati: Kurikulum Berbasis Cinta, di Ciputat, Minggu (7/9/2025).

Untuk mengetahui cinta, lanjut Haidar, seseorang harus merasakan cinta itu sendiri. Karenanya, dalam mengimplementasikan cinta dalam pendidikan perlu adanya keteladanan oleh semua pihak.

Dalam aspek teknis kurikulum, menurut Haidar, perlu menggunakan project-based learning yang menggabungkan beragam pengalaman belajar.

“Itulah cara yang paling tepat dalam mengajarkan persoalan cinta. Jadi, cinta bukanlah mata pelajaran khusus, melainkan harus merembes ke seluruh aspek pendidikan,” jelasnya.

Kurikulum ini diharapkan mampu merespons tantangan pluralitas dan dinamika sosial kontemporer dengan menanamkan nilai-nilai cinta yang menjembatani perbedaan, meminimalkan ekstremisme, dan mendorong kontribusi aktif peserta didik dalam kehidupan bermasyarakat, sehingga pendidikan keagamaan tidak hanya menghasilkan individu yang religius secara ritual tetapi juga warga negara yang beretika, responsif terhadap kemanusiaan, dan berkomitmen pada perdamaian serta kesejahteraan bersama.***

Persiapan Seleksi CASN 2025: Kemenag Ajukan Formasi JF Guru Madrasah dan Pendidikan Agama, Segini Totalnya

KABARCEPU.ID – Menjelang Seleksi CASN 2025, Kementerian Agama (Kemenag) telah mengambil langkah proaktif dengan mengajukan formasi yang signifikan untuk Jabatan Fungsional (JF) Guru Madrasah dan Pendidikan Agama, sebuah inisiatif yang mencerminkan komitmen berkelanjutan pemerintah terhadap peningkatan kualitas pendidikan keagamaan dan pembentukan karakter generasi muda.

Pengajuan formasi JF Guru Madrasah dan Pendidikan Agama ini tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan kuantitatif akibat pensiun dan pemenuhan rasio guru terhadap peserta didik, tetapi juga menitikberatkan pada peningkatan kompetensi profesionalisme melalui perekrutan calon ASN yang kompeten, berintegritas, serta memiliki pemahaman mendalam mengenai kurikulum madrasah dan dinamika pembelajaran agama yang inklusif dan kontekstual.

Proses penyusunan formasi JF Guru Madrasah dan Pendidikan Agama ini melibatkan analisis kebutuhan kelembagaan di berbagai jenjang pendidikan madrasah, dari MI, MTs hingga MA, serta koordinasi lintas unit di lingkungan Kemenag untuk memastikan distribusi alokasi tenaga pendidik sesuai dengan daerah yang paling membutuhkan, termasuk wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal.

Usulan Kemenag terkait formasi JF Guru Madrasah serta Guru Pendidikan Agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Khonghucu telah mendapat persetujuan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB). Total ada 191.296 formasi guru yang telah disetujui.

Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah, Fesal Musaad, mengatakan, usulan formasi ini sebagai bagian upaya meningkatan profesionalisme dan pengembangan karier guru madrasah dan guru pendidikan agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Khonghucu di seluruh Indonesia.

Usulan formasi JF Guru Madrasah dan Pendidikan Agama yang telah disetujui Kementerian PAN-RB terdiri atas: 78.480 formasi guru untuk jenjang Ahli Pertama, 56.701 untuk Ahli Muda, dan 56.115 untuk Ahli Madya.

“Alhamdulillah, usulan tersebut sudah mendapatkan persetujuan melalui surat Menteri PANRB Nomor: B/2992/M.SM.01.00/2025 tanggal 7 Juli 2025,” ungkap Fesal di Jakarta, Sabtu (6/9/2025).

Persiapan Seleksi CASN 2025 Kemenag Ajukan Formasi JF Guru Madrasah dan Pendidikan Agama Segini Totalnya 2
Fesal Musaad, Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Kementerian Agama RI.

Dijelaskan Fesal, usulan formasi ini berawal dari proses penyusunan peta kebutuhan guru Kementerian Agama di seluruh Indonesia. Data tersebut kemudian diajukan ke Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Ditjen Dikdasmen) Kemendikbudristek untuk mendapatkan rekomendasi. Setelah memperoleh rekomendasi resmi, usulan diteruskan melalui Biro SDM Kemenag ke Kementerian PAN-RB.

Lebih lanjut, Fesal menekankan bahwa formasi dari Kementerian PAN-RB masih bersifat gelondongan. Artinya, Kementerian Agama perlu melakukan pemetaan ulang agar distribusi formasi sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

“Formasi ini harus dirinci kembali, mulai dari tingkat Kanwil, Kemenag Kabupaten/Kota, hingga ke satuan lembaga pendidikan bahkan per mata pelajaran. Proses perincian ini sedang kita lakukan secara bertahap agar tepat sasaran,” jelasnya.

Fesal juga menegaskan bahwa pihaknya akan memprioritaskan penyelesaian pemberkasan bagi 11.339 guru madrasah yang sudah lulus Uji Kompetensi (UKOM) dan telah mendapatkan sertifikat kelulusan.

“Masa berlaku sertifikat ini hanya dua tahun, sehingga harus segera diproses agar tidak kedaluwarsa. Karena itu, kami mendorong percepatan agar para guru tersebut segera dapat menempati formasi yang tersedia,” tegasnya.

“Kemenag akan terus berupaya agar hak-hak mereka segera terpenuhi, baik dalam bentuk pengakuan profesional maupun administratif,” pungkas Fesal.

Pengajuan formasi ini diharapkan dapat memperkuat fondasi pendidikan karakter bangsa, meningkatkan akuntabilitas layanan pendidikan agama, serta membuka peluang bagi calon guru yang berkualitas untuk berkontribusi dalam transformasi pendidikan madrasah yang adaptif terhadap tantangan era digital dan pluralitas sosial serta demi terwujudnya akses pendidikan agama yang merata dan bermutu di seluruh pelosok negeri.***

Bantuan Operasional Perpustakaan Masjid 2025 Resmi Dibuka Kemenag, Berikut Syarat dan Cara Pengajuannya

KABARCEPU.IDKementerian Agama telah membuka Program Bantuan Operasional Perpustakaan Masjid 2025 sebagai bagian dari upaya strategis untuk memperkuat fungsi masjid bukan hanya sebagai tempat ibadah tetapi juga pusat pendidikan, literasi, dan pembinaan komunitas.

Melalui Program Bantuan Operasional Perpustakaan Masjid 2025 ini, Kemenag menyediakan dukungan dana, sumber daya perpustakaan, serta pelatihan pengelolaan bagi takmir dan pustakawan masjid agar koleksi bacaan, layanan pinjam-meminjam, serta kegiatan literasi masyarakat dapat terselenggara secara profesional dan berkelanjutan.

Inisiatif ini diharapkan mendorong peningkatan akses informasi keagamaan yang moderat dan kontekstual, menumbuhkan budaya membaca di kalangan jamaah dari berbagai usia, serta memperkuat peran masjid dalam membangun ketahanan sosial dan pendidikan informal yang inklusif, sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung transformasi ruang-ruang ibadah menjadi pusat pemberdayaan masyarakat yang adaptif terhadap perkembangan literasi digital dan kebutuhan pembelajaran sepanjang hayat.

Pendaftaran pengajuan Bantuan Operasional Perpustakaan Masjid 2025 Kementerian Agama ini dibuka dari tanggal 2 sampai dengan 30 September 2025 secara daring melalui platform Elektronik Literasi Pustaka Keagamaan Islam (ELIPSKI).

Bantuan operasional yang diberikan berupa dana tunai yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan perpustakaan masjid seperti penambahan koleksi buku, pembelian komputer, meubeuler, fasilitas internet, pendingin ruangan, dan berbagai sarana penunjang lainnya.

Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Arsad Hidayat, mengemukakan, perpustakaan masjid merupakan jantung pembelajaran di masjid. Karenanya, melalui bantuan ini, masjid diharapkan semakin berdaya sebagai pusat informasi dan edukasi.

“Perpustakaan masjid adalah jantung pembelajaran di lingkungan masjid. Dengan bantuan ini, kami ingin memperkuat fungsi masjid sebagai pusat informasi dan edukasi keagamaan yang dapat meningkatkan kualitas umat,” ujarnya di Jakarta, Kamis (4/9/2025).

Berikut syarat ajukan Bantuan Operasional Perpustakaan Masjid 2025:
1. Memiliki kepengurusan perpustakaan yang resmi ditetapkan ketua pengurus masjid/takmir.
2. ruangan perpustakaan yang aktif.
3. layanan yang berjalan.
4. rekening bank aktif atas nama perpustakaan masjid.
5. tidak mendapat bantuan dengan jenis yang sama dari Kementerian Agama selama dua tahun terakhir.
6. terdaftar di aplikasi ELIPSKI dan memiliki ID masjid di Sistem Informasi Masjid (SIMAS) Kemenag.

Pemohon juga harus menyiapkan proposal lengkap yang terdiri atas:
1. Surat permohonan kepada Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam.
2. Surat rekomendasi dari Kantor Wilayah atau Kantor Kemenag Kabupaten/Kota.
3. Surat Keputusan Pengurus Perpustakaan Masjid yang ditandatangani ketua pengurus masjid/takmir.
4. Rencana anggaran biaya; foto ruangan perpustakaan masjid.
5. Buku rekening aktif atas nama perpustakaan masjid.

Operator ELIPSKI di tingkat provinsi dan kabupaten/kota akan mendampingi pengurus masjid untuk memastikan proses berjalan lancar.***

TPG Guru Non PNS Tahun 2025 Resmi Naik, Per Bulan Guru Non PNS Dapat Segini

KABARCEPU.ID – Kenaikan Tunjangan Profesi Guru (TPG) bagi Guru Non PNS yang diumumkan untuk tahun 2025 menandai langkah penting dalam upaya pemerintah memperkuat penghargaan terhadap peran strategis pendidik di luar jalur pegawai negeri.

Dengan penyesuaian nominal yang diumumkan, setiap Guru Non PNS kini menerima besaran TPG bulanan yang lebih kompetitif yang diharapkan dapat mendorong kualitas pembelajaran, stabilitas kesejahteraan, serta insentif profesional bagi guru-guru yang selama ini mengabdi di sekolah negeri maupun swasta.

Peningkatan ini tidak hanya relevan dari sisi angka, tetapi juga memiliki implikasi kebijakan yang nyata, termasuk potensi peningkatan retensi guru berkualitas, pengakuan formal terhadap akreditasi dan sertifikasi pendidik, serta dorongan bagi peningkatan kompetensi melalui pelatihan berkelanjutan yang kerap mensyaratkan biaya dan waktu.

Kenaikan TPG bagi Guru Non PNS itu disampaikan oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam tausiyah kepada sekitar 7.000 peserta acara Doa Bersama Seluruh ASN Indonesia yang digelar secara daring, Kamis (4/9/2025).

Menag Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa, pada tahun 2025 ini, Tunjangan Profesi Guru (TPG) bagi guru Non PNS naik dari Rp1,5 juta per bulan menjadi Rp2 juta per bulan.

“Nasib para guru sudah mulai banyak diperhatikan. Di Kementerian Agama kami meningkatkan 700 persen sertifikasi (pendidikan profesi) guru yang selama ini susah. Dan kita tambah kesejahteraan guru (Non PNS), tadinya hanya 1,5 juta, sekarang menjadi 2 juta per bulan,” ujar Menteri Agama Nasaruddin Umar.

Menag menekankan pentingnya profesi guru. Ia menyebut bahwa guru adalah pelayan umat sekaligus pelayan bangsa. “Saya seorang guru. Bapak saya seorang guru. Saya sering mengatakan guru itu luar biasa. Guru-guru kita banyak.” kata Menag.

Menurutnya, profesi ASN, baik guru maupun pegawai di kementerian, adalah pekerjaan yang harus dijalani dengan penuh pengabdian.

“Semuanya kita harus menganggap profesi bagi wali negeri atau ASN itu adalah profesi yang sangat penting. Pelayan umat. Pelayan warga bangsa. Itu suatu yang paling tinggi,” tuturnya.

Menag juga menegaskan bahwa peningkatan kesejahteraan guru melalui tunjangan dan sertifikasi adalah bentuk prioritas pemerintah dalam memperhatikan nasib tenaga pendidik. “Nah jadi inilah prioritas saya. Itu sedikit sekali, bahkan kadang tidak ada pengangkatan. Nah ini kemarin kita tambahkan sertifikasi (pendidikan profesi) guru itu 700 persen,” pungkasnya.

Kementerian Agama, terus berkomitmen menghadirkan langkah nyata untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas guru. Tahun ini, misalnya, sebanyak 227.147 Guru Non PNS menerima kenaikan TPG. Jika sebelumnya mereka memperoleh Rp1,5 juta per bulan, kini jumlahnya bertambah Rp500 ribu sehingga menjadi Rp2 juta per bulan.

Tak hanya itu, perhatian juga diberikan pada peningkatan kompetensi. Saat ini lebih dari 102 ribu guru madrasah dan guru pendidikan agama tengah mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) dalam jabatan.

Bila ditotal, sepanjang 2025 ada 206.411 guru yang menjalani program penting ini. Padahal, pada 2024 hanya 29.933 yang ikut PPG. Artinya ada kenaikan hingga 700% pada tahun ini. PPG bukan sekadar pelatihan, tetapi juga menjadi syarat utama bagi guru untuk mendapatkan Tunjangan Profesi Guru (TPG).

Dalam tiga tahun terakhir, Kementerian Agama juga telah membuka jalan lebih luas bagi para pendidik honorer. Sebanyak 52 ribu guru honorer berhasil diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Keputusan kenaikan tunjangan profesi ini diposisikan sebagai respons terhadap dinamika inflasi, kebutuhan profesionalisasi tenaga pendidik, dan perbandingan remunerasi yang selama ini memicu ketimpangan antara guru PNS dan Non PNS

Kenaikan TPG 2025 menghadirkan peluang signifikan bagi peningkatan moral dan profesionalisme guru Non PNS, sambil menuntut pelaksanaan administratif yang rapi agar tujuan peningkatan kualitas pendidikan nasional benar-benar tercapai.***

Prabowo Jenguk Korban Demo di RS Polri, Polisi Luka Dijanjikan Naik Pangkat

KABARCEPU.ID – Presiden Prabowo Subianto menjenguk polisi dan masyarakat yang menjadi korban aksi demonstrasi di Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat I R. Said Sukanto, Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (1/9/2025).

Diketahui ada 17 korban yang masih menjalani perawatan, terdiri dari 14 anggota kepolisian dan 3 masyarakat sipil. Sementara puluhan korban lain sudah diperbolehkan pulang.

“Saya hari ini merasa terpanggil, harus menengok petugas-petugas kita, prajurit-prajurit kepolisian yang cedera,” ujar Prabowo usai menjenguk.

43 Korban, 17 Masih Dirawat
Prabowo menjelaskan, total ada 43 orang yang cedera akibat aksi tersebut. Dari jumlah itu, sebagian besar sudah pulang, sedangkan 17 masih dirawat di RS Polri.

“Selama ini ada 43 yang cedera, sebagian besar sudah pulang, sekarang masih 17 ada di sini. 14 anggota dan 3 masyarakat,” ucapnya.

Presiden juga membeberkan kondisi korban yang ditemuinya. Ada yang menjalani operasi besar, mulai dari pemasangan tempurung kepala titanium, penyambungan tangan, hingga kerusakan ginjal akibat tindak kekerasan.

“Beliau sekarang harus dicuci darah. Kalau perlu kita cari transplantasi, kita transplantasi kalau tidak bisa diperbaiki, ginjal ini sangat berat,” kata Prabowo.

Janji Kenaikan Pangkat untuk Polisi yang Terluka
Dalam kesempatan itu, Prabowo menginstruksikan agar anggota Polri yang terluka diberi penghargaan berupa kenaikan pangkat luar biasa.

“Saya sebagai Kepala Negara, Kepala Pemerintahan, saya merasa harus nengok mereka, keluarga mereka, orang tua mereka, anak mereka ada di situ. Saya ucapkan terima kasih atas negara. Saya perintahkan mereka diberi penghargaan. Naik pangkat, masuk sekolah,” tegasnya.

Prabowo menekankan, aparat penegak hukum yang terbukti bersalah tetap akan diproses sesuai aturan. “Kalau ada korban yang benar-benar salah adalah yang buat kerusuhan sampai rakyat tidak berdosa, korban. Dan polisi sudah tegas menindak anggotanya yang mungkin keliru,” ujarnya.

“Ini sedang diselidiki. Kalau ada kesalahan, akan ditindak. Tapi jangan lupa, puluhan petugas yang berkorban,” tambah Presiden.

Kunjungan Prabowo ke RS Polri turut didampingi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.***

Prabowo Gelar Dialog dengan Tokoh Agama, Parpol, dan Serikat Buruh di Istana

KABARCEPU.ID – Presiden Prabowo Subianto mengundang tokoh lintas agama, pimpinan partai politik, serikat buruh, hingga organisasi pemuda lintas iman ke Istana Negara, Jakarta, Senin (1/9/2025).

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat. Beragam isu disampaikan langsung kepada Presiden, mulai dari aspirasi umat hingga kritik terhadap kebijakan.

Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf menyebut forum ini memberi ruang luas bagi tokoh agama dan ormas untuk berbicara langsung kepada kepala negara.

“Aspirasi-aspirasi, harapan-harapan telah disampaikan kepada Presiden dalam pertemuan yang cukup panjang tadi,” kata Yahya.

Menurut Yahya, Prabowo tidak hanya mendengar, tapi juga menunjukkan bahwa beberapa langkah sudah berjalan, baik di tingkat eksekutif maupun legislatif.

“Presiden juga rupanya sudah mendengar dan memahami sebagian besar dari aspirasi-aspirasi yang disampaikan itu,” uharnya.

“Bahkan beliau menunjukkan bahwa sudah ada langkah-langkah yang telah dilakukan, bukan hanya oleh Presiden tapi juga oleh lembaga-lembaga negara yang lain seperti DPR,” sambungnya.

Ia menambahkan, gagasan besar yang disampaikan Prabowo membuat para tokoh optimistis.

“Beliau menyampaikan gagasan-gagasan secara komprehensif, passion beliau terhadap bangsa dan negara, cita-cita beliau dan komitmen-komitmen beliau,” lanjutnya.

“Itu semua menggugah harapan dari hadirin. Yang kami harapkan selanjutnya adalah gestur pemenuhan keinginan rakyat itu semakin ditunjukkan lebih kuat lagi sehingga masyarakat menjadi lebih tenang,” ujarnya.

Dialog Guyub dan Egaliter
Ketua Umum PGI Jacky Manuputty yang turut hadir menilai pertemuan berjalan akrab dan terbuka.

“Kami sangat mengapresiasi undangan Presiden dan pertemuan ini berlangsung dalam suasana yang tidak formal, sangat guyub,” kata Jacky.

Ia berharap model dialog seperti ini bisa diterapkan hingga ke daerah untuk memperkuat kembali persaudaraan kebangsaan.

Dalam forum, sejumlah isu mengemuka, mulai dari pajak, korupsi, perilaku pejabat, hingga kenaikan tunjangan DPR.

Jacky menyebut Presiden menanggapi langsung masukan tersebut, termasuk janji serius memperjuangkan RUU Perampasan Aset bersama DPR.

“Beliau akan sungguh-sungguh mengerjakan dan memperjuangkan itu bersama Dewan. Saya kira itu,” tegasnya.

Sebagai informasi, pertemuan ini rencananya akan digelar secara rutin. Para tokoh menyatakan siap mendukung langkah pemerintah, menenangkan umat, sekaligus berdoa agar upaya bangsa mendapat lindungan Tuhan.***