MATRA Blora Gelar Dialog Interaktif Bahas Tradisi Lebaran

KABARCEPU.ID – Masyarakat Adat Nusantara Kabupaten Blora (MATRA Blora) menggelar dialog interaktif yang membahas tradisi Lebaran dan halal bihalal di era milenial. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin, 9 Maret 2026 di Sekretariat MATRA Blora.
Dialog menghadirkan anggota Dewan Kehormatan Adat MATRA Blora, Kushariyadi, sebagai narasumber yang menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya menjaga tradisi Lebaran sebagai bagian dari kearifan lokal yang sarat nilai budaya dan sosial.
Dalam pemaparannya, Kushariyadi mengatakan bahwa tradisi Lebaran seperti halal bihalal, silaturahmi, hingga saling memaafkan merupakan warisan budaya yang memiliki makna mendalam bagi kehidupan masyarakat.
Menurutnya, perkembangan zaman dan kemajuan teknologi tidak seharusnya menghilangkan tradisi tersebut, melainkan justru menjadi tantangan bagi generasi milenial untuk tetap melestarikannya.
“Tradisi Lebaran seperti halal bihalal bukan hanya sekadar berkumpul, tetapi menjadi sarana mempererat silaturahmi, memperkuat persaudaraan, dan menumbuhkan sikap saling memaafkan di tengah masyarakat,” ujar Kushariyadi.
Dosen PEM Akamigas ini juga menambahkan bahwa tradisi Lebaran yang diisi dengan kegiatan saling berkunjung ke rumah keluarga, kerabat, maupun tetangga merupakan bentuk penguatan solidaritas sosial dalam masyarakat.
Menurut Kushariyadi, Lebaran juga menjadi momentum penting untuk melakukan rekonsiliasi sosial. Melalui tradisi saling memaafkan, masyarakat memiliki kesempatan untuk memperbaiki hubungan yang mungkin sempat renggang.
“Lebaran adalah momentum rekonsiliasi sosial. Masyarakat saling memaafkan, memperbaiki hubungan, dan mempererat kembali persaudaraan yang mungkin sempat renggang,” jelasnya.
Selain memiliki nilai sosial dan budaya, Kushariyadi juga menilai bahwa tradisi Lebaran memberikan dampak ekonomi yang cukup besar bagi masyarakat.
“Kita juga tidak boleh melupakan bahwa tradisi Lebaran memberikan efek perputaran ekonomi, baik pada tingkat makro maupun mikro. Banyak sektor usaha yang bergerak, mulai dari perdagangan, kuliner, transportasi hingga usaha kecil masyarakat,” katanya.
Dialog interaktif tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh diskusi. Para peserta yang hadir tampak antusias menyampaikan pandangan serta pengalaman mereka mengenai tradisi Lebaran di lingkungan masing-masing.
Melalui kegiatan ini, MATRA Blora berharap nilai-nilai budaya yang terkandung dalam tradisi Lebaran dan halal bihalal tetap dapat dipahami serta dilestarikan oleh generasi muda di tengah perkembangan zaman.*



