KABARCEPU.ID – Kebudayaan berperan sebagai ruang pembentuk budaya hidup yang bermuara pada pemuliaan harkat-martabat umat manusia. Maka, internalisasi akar budaya perlu kembali diperkuat di tengah pesatnya kemajuan teknologi informatika.
Demikian disampaikan Ketua Masyarakat Adat Nusantara (MATRA) Kabupaten Blora, Luhur Susilo, ketika bersilaturahmi ke Kantor Kepala Bidang Pelindungan Kebudayaan pada Dinas Kebudayaan Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Provinsi Jawa Tengah, Eris Yunianto, Selasa (3/2/2026).
Luhur menilai perkembangan teknologi turut memengaruhi pola hidup keseharian generasi Z dan generasi Alpha di masa mendatang. Oleh karena itu, seluruh aspek kebudayaan perlu ditinjau ulang untuk diperkuat dan dibiasakan.
Pemerhati budaya Jawa ini menegaskan, potensi lokal yang arif harus menjadi basis pengembangan ekonomi, sosial, dan budaya daerah. Penguatan tersebut diyakini mampu mendorong peningkatan potensi Blora secara sinergis.
Ia menambahkan, dukungan semua pihak serta keterhubungan antarpotensi budaya menjadi energi baru bagi pengembangan sosial budaya di Kabupaten Blora. Peluang tersebut dinilai sangat signifikan untuk pembenahan potensi daerah.
Sementara itu Eris Yunianto menjelaskan, kebutuhan dasar manusia; pangan, rasa aman, dan bahagia, merupakan fondasi utama pembentuk kebudayaan. Ketiganya terus berkembang mengikuti perubahan zaman dan dinamika generasi.
Menurutnya, generasi Z memiliki cara pandang berbeda dalam memaknai kebutuhan dasar tersebut. Kondisi ini perlu dipahami agar kebijakan kebudayaan tetap relevan dan adaptif.
Dalam bidang pangan, Eris menyoroti keragaman kuliner antar komunitas budaya yang unik dan spesifik. Kekayaan ini tidak hanya merepresentasikan identitas, tetapi juga berpotensi sebagai komoditas wisata luliner sekaligus penumbuhan ekonomi kreatif.
Kebutuhan rasa aman mendorong terbentuknya struktur pemerintahan dan sistem pertahanan. Identitas pemerintahan dibangun melalui tata kelola hukum, kolektivitas formal, dan ekosistem sosial yang berkelanjutan.
Pada saat yang bersamaan, Dewan Penasehat MATRA Kabupaten Blora, Gunawan Trihantoro, menegaskan komitmen membangun kolaborasi dengan seluruh komunitas budaya di Kabupaten Blora. Upaya tersebut diarahkan untuk menjaga dan melestarikan budaya, khususnya bagi generasi muda.
Menurutnya, kemitraan strategis dengan pemerintah dan komunitas menjadi kunci dalam pewarisan nilai-nilai budaya luhur. Kolaborasi ini dipandang penting untuk menjaga generasi muda tetap berakar pada budaya.*

















