Kenang Jasa Pendiri Pesantren, Siswa SMK NU Kedungtuban Ziarah ke Makam KH Sulhan

Kenang Jasa Pendiri Pesantren Siswa SMK NU Kedungtuban Ziarah ke Makam KH Sulhan

KABARCEPU.ID – Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 menjadi momentum bagi keluarga besar Yayasan Pondok Pesantren Wali Songo untuk mengenang perjuangan para pendiri pesantren.

Salah satunya melalui kegiatan ziarah ke makam KH Sulhan, pendiri Pondok Pesantren Wali Songo yang berada di Desa Wado Kecamatan Kedungtuban Kabupaten Blora, Selasa lalu.

Kegiatan ziarah tersebut diikuti seluruh siswa dari lembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan Pondok Pesantren Wali Songo Wado, yakni SDIT, SMPIT, dan SMK NU Kedungtuban.

Kepada KabarCepu Kepala SMK NU Kedungtuban, Mundhofar, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2026.

Menurutnya, ziarah tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan juga bentuk penghormatan kepada sosok yang telah berjasa dalam merintis dan mengembangkan pendidikan Islam melalui pesantren.

Mundhofar menjelaskan, ziarah ke makam KH Sulhan menjadi bentuk penghormatan sekaligus wujud rasa syukur atas jasa-jasa dan perjuangan almarhum dalam membangun Pondok Pesantren Wali Songo. Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana untuk mendoakan agar amal ibadah KH Sulhan diterima di sisi Allah SWT.

KONTEN MENARIK UNTUK ANDA

Melalui kegiatan tersebut, para siswa diajak mengenang perjuangan pendiri pesantren sekaligus memahami pentingnya menghargai jasa para ulama yang telah memberikan kontribusi besar bagi perkembangan pendidikan Islam.

Keterlibatan siswa dari jenjang SDIT, SMPIT, hingga SMK NU Kedungtuban juga menjadi wujud kebersamaan seluruh keluarga besar Yayasan Pondok Pesantren Wali Songo dalam memperingati Hari Santri Nasional.

Momentum ziarah ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa cinta para siswa terhadap pesantren, memperkuat nilai-nilai keislaman, serta membentuk karakter generasi muda yang menghormati ulama dan menghargai perjuangan para pendahulu.

Dengan mengenang jasa KH Sulhan, para siswa diharapkan tidak hanya memahami sejarah berdirinya pesantren, tetapi juga mampu meneruskan semangat perjuangan dalam menuntut ilmu, menjaga akhlak, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Peringatan Hari Santri Nasional pun menjadi pengingat bahwa perjuangan para pendiri pesantren harus terus dilanjutkan oleh generasi penerus melalui pendidikan, pengabdian, dan pengamalan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.***

KONTEN UNIK DARI SPONSOR UNTUK ANDA