Wisata

Dear Pendaki Gunung, Ini Gejala dan Pencegahan Hipotermia

KABARCEPU.IDMendaki gunung kini bukan lagi aktivitas berat yang hanya digemari segelintir orang.

Semakin banyak anak muda menjadikannya hobi untuk melepas penat dan mencari pengalaman baru. Pemandangan indah, udara segar, hingga sensasi menantang diri sendiri tentu jadi daya tariknya.

Namun, di balik keseruannya, mendaki juga membawa risiko yang tak bisa disepelekan.

Salah satu bahaya paling umum dan sering muncul tanpa disadari adalah hipotermia.

Kondisi ini bisa menyerang siapa saja, bahkan pendaki berpengalaman sekalipun, apalagi ketika cuaca tak menentu seperti sekarang.

Karena itu, memahami apa itu hipotermia, gejalanya, dan cara mencegahnya jadi hal yang wajib diketahui sebelum naik gunung. Yuk simak ulasan di bawah ini yang dikutip dari laman Halo Doc:

KONTEN MENARIK UNTUK ANDA

Apa Itu Hipotermia?

  • Hipotermia terjadi ketika suhu tubuh turun drastis hingga di bawah 35°C. Padahal suhu tubuh normal ada di kisaran 37°C.
  • Jika terlalu dingin, fungsi saraf dan organ bisa terganggu, bahkan berujung pada kondisi fatal seperti gagal jantung atau henti napas.

Gejala Hipotermia

Tingkat keparahan hipotermia bisa berbeda-beda. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain:

  • Menggigil kuat dan anggota tubuh terasa mati rasa.
  • Kulit pucat dan sangat dingin saat disentuh.
  • Tubuh mulai kaku dan sulit bergerak.
  • Denyut jantung tidak stabil, dari cepat hingga melambat.
  • Respons tubuh menurun, termasuk koordinasi.
  • Gangguan bicara, seperti cadel mendadak.
  • Penurunan kesadaran hingga berhalusinasi.

Pada tahap lanjut, halusinasi menjadi sangat berbahaya karena penderitanya bisa salah menilai situasi dan membuat keputusan berisiko.

Kenapa Hipotermia Bisa Terjadi?

  • Beberapa kondisi yang memicu hilangnya panas tubuh antara lain:
  • Menggunakan pakaian basah terlalu lama.
  • Terpapar cuaca dingin dalam waktu panjang.
  • Tidak mengenakan pakaian tebal saat berada di dataran tinggi.
  • Terlalu lama berada di dalam air atau hujan.
  • Aktivitas mendaki gunung sangat rentan menimbulkan hipotermia karena suhu yang turun drastis, angin kencang, serta tubuh yang cepat lelah.

Cara Mencegah Hipotermia Saat Mendaki

  • Gunakan pakaian hangat berlapis, terutama jaket tahan angin dan air.
  • Selalu bawa pakaian cadangan.
  • Hindari keringat berlebihan.
  • Bergeraklah seperlunya agar pakaian tidak basah oleh keringat.
  • Saat angin mulai kencang, segera kenakan lapisan tambahan seperti sarung tangan atau buff.
  • Sediakan minuman dan makanan hangat, hindari kafein dan alkohol.
  • Perbanyak camilan manis untuk mengganti energi yang cepat terpakai selama perjalanan.
  • Itulah rangkuman penting soal bahaya hipotermia saat mendaki. Semoga bermanfaat!
KONTEN UNIK DARI SPONSOR UNTUK ANDA

POSTINGAN TERKAIT