Arsip Kategori: Cepu Raya

Mewujudkan Cepu Raya Sebagai Pusat Vokasi Energi

KABARCEPU.ID – Sebuah langkah berani untuk mewujudkan visi besar Cepu Raya sebagai pusat vokasi energi, Menteri Sekretariat Negara (Mensesneg), Pratikno, telah menggulirkan gagasan ini dengan keyakinan dan tekad kuat.

Dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar baru-baru ini di Gedung KESDM, para pemangku kepentingan dari berbagai sektor berkumpul untuk merumuskan rencana aksi yang konkret.

Gagasan monumental ini berawal dari konsep pembentukan kawasan ekonomi khusus yang meliputi Blora, Bojonegoro, Ngawi, dan Tuban, dengan pusatnya berada di Kota Cepu.

FGD ini menjadi wadah bagi para pemimpin dan perwakilan lembaga-lembaga terkemuka. Termasuk Menteri Sekretariat Negara, BPSDM ESDM, dan para pemangku kepentingan lainnya. Untuk membahas langkah-langkah strategis yang diperlukan guna mencapai tujuan bersama.

Salah satu poin penting yang disampaikan Kepala BPSDM ESDM, Prahoro Yulijanto Nurtjahyo, adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Dalam era pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, perhatian terhadap keseimbangan alam, dan persiapan tenaga kerja yang berkompeten dalam berbagai bidang energi, menjadi fokus utama.

Disampaikan oleh Direktur PEM Akamigas, Erdila Indriani, yang berharap dapat meningkatkan jumlah mahasiswa hingga mencapai 5000 orang melalui pembentukan program studi Energi Baru Terbarukan (EBT).

Bupati Blora, Arief Rohman, turut aktif membenahi infrastruktur dasar di Cepu. Langkah-langkah seperti perbaikan saluran pembuangan air telah dimulai untuk mengatasi masalah banjir yang kerap melanda wilayah tersebut.

Bupati juga mengungkapkan bahwa beberapa perguruan tinggi ternama, termasuk Universitas Pertamina, ISI Solo, dan Poltekbang, telah mengajukan izin untuk membuka cabang di Kabupaten Blora. Ini menunjukkan minat besar dari lembaga-lembaga pendidikan untuk turut serta dalam pembangunan.

Pentingnya memperkuat sinergi antarlembaga juga menjadi sorotan utama dalam FGD ini.

Staf Khusus Menteri Sekretariat Negara Bidang Transformasi Kelembagaan dan Sumber Daya Manusia, Widya Priyahita Pudjibudojo, menekankan perlunya merumuskan tujuan bersama dan menjalankan program-program yang saling mendukung.

Widya Priyahita Pudjibudojo berharap, bahwa Cepu Raya dapat menjadi pusat vokasi yang sah secara hukum dan memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat.

Dalam pertemuan ini, keberagaman pemangku kepentingan dari berbagai sektor tercermin dengan kehadiran perwakilan dari Pertamina, Perhutani, Pemkab Blora, dan SKK Migas.

Semua pihak sepakat bahwa upaya bersama dalam membangun Cepu Raya sebagai pusat vokasi energi memerlukan kerjasama yang erat dan kolaborasi yang berkesinambungan.

FGD ini menandai langkah awal yang kuat menuju mewujudkan impian besar Cepu Raya. Sebagai pusat vokasi energi yang akan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, ekonomi, dan lingkungan sekitar.

Dengan semangat kolaborasi yang tinggi, para pemangku kepentingan siap menghadapi tantangan dan merintis masa depan yang lebih cerah melalui pendidikan vokasi energi yang berkualitas dan berdaya saing.

Dalam sinergi ini, diharapkan Cepu Raya akan menjadi contoh keberhasilan pembangunan berkelanjutan dan inklusif di Indonesia.***

Ngobrol Bareng Mensesneg, Pacu Terwujudnya Kawasan Cepu Raya

KABARCEPU.ID – Kawasan Cepu Raya, terus dipacu supaya segera terwujud. Sehingga bisa bermpak baik pada pertumbuhan ekonomi.

Untuk diketahui, Kawasan Cepu Raya adalah suatu Kawasan ekonomi khusus yang meliputi Blora (Jawa Tengah), Bojonegoro, Ngawi, dan Tuban (Jawa Timur) dengan segala potensi perekonomian yang rencananya berpusat di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora.

Senin 21 Agustus 2023, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno bersama beberapa pejabat tinggi di Blora dan Bojonegoro, Jawa Timur berdiskusi untuk menindaklanjuti gagasan Kawasan Cepu Raya tersebut di PEM Akamigas

Pratikno menyampaikan, gagasan membentuk Kawasan Cepu Raya ini adalah untuk mengoptimalisasi PEM Akamigas dan Perhutani. Sebagai institusi pemerintah yang menjadi Engine of Growth.

Jika pilot project Cepu Raya berhasil, kata Pratikno, tentu diharapkan mampu memberikan dampak langsung terhadap peningkatan pembangunan daerah dan ekonomi rakyat.

“Seperti di PEM Akamigas ini, jika mahasiswa tahun pertama bisa di asrama, tapi tahun berikutnya non asrama. Kemudian mereka tinggal di homestay atau kost tentu akan sangat membantu,” imbuhnya.

Jika hal ini terlaksana Mensesneg yakin, akan membantu membuka peluang usaha baru bagi masyarakat. Mulai homestay hingga makanan dan lain sebagainya.

“PEM Akamigas juga perlu membuka program studi baru terkait energi secara lebih luas, karena energi saat ini kan bukan hanya migas saja. Tapi ada biodiesel, bioethanol dan sebagainya,” imbuh Pratikno.

Direktur Jenderal Migas, Tutuka Ariadji, memyampaikan, jika membuka program studi baru selain ilmu kemigasan bagi PEM Akamigas memang diperlukan.

“Seperti Ilmu kehutanan pertanian dan sebagainya, bekerjasama dengan Perhutani dan pihak terkait.Banyak hal yang harus diperbaiki dan dikembangkan untuk mewujudkan Cepu sebagai Kawasan Cepu Raya,” tuturnya.

Sementara itu, Bupati Blora, Arief Rohman, kedepan beban Cepu akan semakin berat, namun potensi yang ada di Cepu bisa dimaksimalkan hingga Kawasan Cepu Raya bisa terwujud.

Menurutnya, Cepu Raya akan menjadi model kawasan pembangunan bersama antar daerah / antar Kabupaten di tingkat nasional, yang melibatkan lintas Kementerian dan lintas BUMN.

Dengan kebersamaan itu, semoga kedepan dapat memberikan pembangunan yang lebih bermanfaat untuk masyarakat kawasan Cepu Raya.

“Insyha Allah Blora dan Bojonegoro maju bersama. Sesarengan mBangun Blora Berkelanjutan,” ujarnya.

Dikatakan, Keberadaan PEM Akamigas yang dikenal sebagai sekolah elit, kiranya perlu juga menambah jurusan baru seperti pertambangan yang relevan dengan daerah Cepu Raya.

Usai diskusi bersama dilanjutkan dengan menanam pohon Matoa oleh Mensesneg di Taman Sirius PEM Akamigas.

Hadir pula dalam pertemuan ini adalah Sekretaris Kemensesneg Setya Utama, Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah, Sekretaris BPSDM ESDM Wahid Hasyim, Manager Cepu Field PT. Pertamina EP Agung Wibowo, Direktur Perencanaan dan Pengembangan Perhutani Cepu Endung Trihartaka, Komandan Kodim dan Kapolres Blora, Kepala PPSDM Migas, Wakil Direktur 1, 2, dan 3 PEM Akamigas. ***

Upaya Menyambut Kawasan Cepu Raya, Penanganan Banjir Cepu Dimulai

KABARCEPU.ID – Pemkab Blora telah memulai kegiatan penanganan banjir di Cepu setelah melalui proses lelang.

Dinas PUPR Kabupaten Blora telah melakukan sosialisasi penanganan banjir dengan masyarakat di Kelurahan Balun dan Kelurahan Cepu yang berada di sepanjang aliran sungai.

Upaya ini diharapkan dapat mengatasi masalah banjir yang sering mengganggu.

Pada kesempatan itu, warga bantaran sungai juga diingatkan akan dampak normalisasi sungai pada lingkungan mereka.

Kasi Pembangunan Kecamatan Cepu, Slamet, meminta dukungan dari masyarakat dalam upaya ini dan berkomitmen untuk berdiskusi secara kekeluargaan jika terdapat hambatan.

Proyek penanganan banjir ini sendiri, menuriut Slamet, sudah direncanakan sejak tahun 2016 oleh pihak PUPR Kabupaten Blora.

Kepala Dinas PUPR, Samgautama Karnajaya, menegaskan bahwa persetujuan dari masyarakat yang berpotensi terdampak telah didapatkan sebelum melaksanakan lelang pekerjaan.

Ia berharap adanya kerjasama dari masyarakat dan kontraktor. Dalam proses pembangunan embung juga, sebagai salah satu langkah untuk mengendalikan banjir.

Anggota DPRD Blora dari Komisi C, Darwanto, menambahkan bahwa meskipun awalnya diajukan sebesar Rp6 miliar, anggaran yang disetujui untuk penanganan banjir adalah Rp5,5 miliar.

Proyek ini sangat dinanti oleh masyarakat dan diharapkan dapat selesai sebelum musim hujan tiba.

Ketua RW 08 Kawasan Tukbuntung Kelurahan Cepu, Nugroho, berharap desain proyek bisa diperhatikan dengan baik untuk mencegah dampak yang merugikan warga dan lingkungan.

Pemerhatian atas pelaksanaan proyek dan kualitas pembangunan menjadi hal yang sangat penting. Mengingat pengalaman masalah saluran air yang pernah terjadi sebelumnya.

Selain untuk penanganan banjir, proyek ini juga disiapkan sebagai bagian menyambut adanya Kawasan Cepu Raya.

Semoga penanganan banjir ini sukses dan memberikan manfaat bagi warga serta lingkungan di sekitar Cepu.

Hari Ke 2 Lebaran! Situasi Arus Lalu Lintas Arah Cepu Bojonegoro Masih Lancar

KABARCEPU.ID – Situasi arus lalu lintas dari arah Cepu Bojonegoro di hari kedua Lebaran tahun 2023 masih dalam kondisi stabil.

Hari kedua Lebaran, arus lalu lintas dari arah Kota Cepu menuju Bojonegoro ataupun sebaliknya terpantau lancar.

Kepadatan arus lalu lintas dari arah Kota Cepu menuju Bojonegoro maupun sebaliknya belum nampak signifikan.

Tepatnya di jembatan Bengawan Solo perbatasan antara Jawa Tengah dan Jawa Timur, kondisi arus lalu lintas terlihat tertib tanpa adanya penumpukan kendaraan.

Arus lalu lintas lebih di dominasi oleh kendaraan bermotor roda dua dari wilayah seputaran Kota Cepu dan Bojonegoro maupun sebaliknya.

Hal tersebut dikarenakan masyarakat sekitar wilayah Cepu dan Bojonegoro masih dalam rangka suasana silaturahmi merayakan momen Lebaran atau Idul Fitri.

kondisi arus lalu lintas di seputaran kota cepu
Kondisi arus lalu lintas di perempatan Tugu 20 Mei Kota Cepu, Jawa Tengah (foto: Lolo)

Sementara penumpukan kendaraan sebagian kecil terjadi di seputaran perempatan Tugu 20 Mei Kota Cepu, namun masih tetap kondusif dan lancar.

Dikutip dari dephub.go.id, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menganjurkan masyarakat melakukan perjalanan balik sebelum atau sesudah Senin 24 April dan Selasa 25 April 2023 untuk menghindari kemacetan.

Menurut Menhub, diprediksi dua hari tersebut adalah puncak dari arus balik Lebaran atau Idul Fitri tahun ini.

“Sebaiknya lakukan perjalanan mudik sebelumnya atau sesudahnya, yaitu di tanggal 26 sampai dengan 29 April 2023. Karena di tanggal 30 April dan 1 Mei diprediksi akan ada puncak arus balik kedua,” ujar Menhub.

Menhub mengungkapkan telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk menggencarkan sosialisasi anjuran untuk perjalanan balik pada arus balik nanti.

Hal tersebut seperti yang dilakukan secara masif di arus mudik untuk menganjurkan masyarakat mudik lebih awal, yang berhasil memecah kepadatan puncak arus mudik.

arus lalu lintas di perbatasan kota cepu bojonegoro
Situasi arus lalu lintas di perbatasan Kota Cepu Jawa Tengah menuju Bojonegoro Jawa Timur (foto: Lolo)

“Di Jawa Tengah, saya minta kepada Pemda Jateng, Polda Ditlantas Jateng untuk mengumumkan informasi ini secara masif menggunakan berbagai kanal media,” tutur Menhub.

“Saya juga minta tolong rekan-rekan media mengumumkan ini. Karena akan berpotensi terjadi kemacetan panjang jika kita tidak informasikan,” imbuh Menhub Budi Karya Sumadi.

Lebih lanjut, Menhub mewanti-wanti pergerakan penumpang dan kendaraan yang akan kembali terjadi pada arus balik, yang puncaknya diprediksi akan terjadi pada Senin dan Selasa atau 24 dan 25 April 2023.

“Jangan lakukan perjalanan balik di hari Senin atau Selasa (24 dan 25 April 2023), tapi sebelum atau setelahnya di hari Rabu, Kamis atau Jumat,” ujar Menhub.

Untuk memecah kepadatan di hari puncak arus balik, Menhub mengatakan telah melakukan koordinasi dengan para pengelola jalan tol dan juga operator transportasi baik di udara maupun kereta api untuk memberikan diskon tarif di tanggal-tanggal tertentu setelah hari puncak.

Jasa Marga dan beberapa Badan Usaha Jalan Tol lainnya, menurut Menhub akan memberikan diskon tarif tol 20 persen pada tanggal 27 hingga 29 April 2023 di beberapa ruas tertentu.***

Arus Lalu Lintas Arah Cepu Bojonegoro Hari Pertama Lebaran, Terpantau Lancar

KABARCEPU.ID – Arus lalu lintas arah Cepu Bojonegoro di hari pertama Lebaran Sabtu, 22 April 2023 terpantau lancar.

Tepatnya di perbatasan jembatan Bengawan Solo dari arah kota Cepu Jawa Tengah menuju Bojonegoro Jawa Timur, kepadatan kendaraan belum nampak signifikan.

Hari pertama Lebaran, arus kendaraan pemudik jelang sore hingga petang belum terlihat begitu ramai di perbatasan kota Cepu menuju Bojonegoro.

Berdasarkan data dari Kementerian Perhubungan, pemudik pada tahun ini diprediksi mencapai 123,8 juta orang.

Jumlah tersebut hampir dua kali lipat dibandingkan dengan tahun 2022 yakni sebanyak 86 juta orang.

kondisi arus lalu lintas arah cepu bojonegoro
Kondisi arus lalu lintas arah Cepu Bojonegoro hari pertama Lebaran (Foto: Lolo)

Dari total prediksi 123,8 juta orang yang melakukan pergerakan di masa mudik Lebaran tahun 2023 ini, 62,5% nya atau 77,3 juta berasal dari pulau Jawa.

Provinsi Jawa Timur adalah daerah tertinggi yang menjadi daerah asal pemudik yakni sebesar 21,2 juta orang (17,1%).

Jawa Timur menjadi daerah tujuan mudik kedua tertinggi setelah Jawa Tengah yaitu sebesar 24,6 juta (19,87%).

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta seluruh jajaran Kemenhub berkoordinasi dengan Polri untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat selama perjalanan mudik.

Pengawasan kapal juga dilakukan dengan ketat untuk memastikan sarana transportasi seperti kapal, pesawat, bus dan kereta api, benar-benar dalam keadaan laik operasi.

arus lalu lintas arah cepu bojonegoro
Arus lalu lintas di perbatasan kota Cepu Bojonegoro hari pertama Lebaran (Foto: Lolo)

“Kita memang berkeinginan mudik tahun ini adalah Aman dan Berkesan. Untuk berkesan itu harus menomorsatukan keselamatan dengan memastikan sarana dan prasarana transportasi dalam keadaan laik operasi,” ujar Menhub.

“Aman adalah domain dari Pak Kapolri dan jajarannya untuk memastikan ketertiban dan keamanan,” imbuh Menhub Budi Karya Sumadi.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta para petugas lintas sektoral yang bertugas agar berkoordinasi dan bersinergi dengan baik, untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat di tengah peningkatan jumlah pemudik dibandingkan tahun lalu.

“Kami imbau kepada masyarakat untuk segera melapor kepada petugas jika terjadi keluhan, baik keluhan kesehatan, maupun ketertiban dan keamanan,” ungkap Kapolri.

Diperkirakan, puncak arus mudik yang melewati seputaran wilayah kota Cepu Jawa Tengah menuju Bojonegoro Jawa Timur akan mulai terlihat padat jelang malam di hari pertama Lebaran hingga hari kedua.***

Jadi Kota Barometer Perekonomian di Blora, Gagasan Cepu Raya Terus Digaungkan

KABARCEPU.ID – Pemkab Blora komitmen untuk upayakan penataan wilayah Kecamatan Cepu dalam rangka wujudkan Gagasan Cepu Raya yang terus bergulir.

Penataan wilayah di kecamatan tersebut, merupakan komitmen Pemkab dalam rangka mewujudkan Gagasan Cepu Raya sebagai Kota Barometer Perekonomian di Blora.

Sebagai Barometer Perekonomian di Blora, upaya penataan wilayah di Kota tersebut perlu dilakukan guna mewujudkan Gagasan Cepu Raya yang selama ini terus digaungkan.

Hal tersebut, diungkap Bupati Blora di sela-sela melaksanakan shalat Tarawih berjamaah bersama dengan masyarakat di Masjid Baitun Najah Desa Sumberpitu Kecamatan Cepu, Jumat 31 Maret 2023.

Bupati Blora, Arief Rohman, menandaskan, upaya penataan wilayah Kecamatan Cepu sekaligus dalam rangka wilayah itu akan diproyeksikan menjadi Barometer Perekonomian di perbatasan Jawa Tengah bagian Timur.

Diketahui, pelaksanaan Blora Menyapa edisi Ramadhan di Sumberpitu,  desa paling pojok Timur Blora, merupakan lokasi ketujuh yang disambangi oleh Bupati Arief.

“Alhamdulillah, saya sangat berbahagia sekali bisa hadir di Kecamatan Cepu tepatnya di Desa yang terletak paling pojok timur Blora, yakni Desa Sumberpitu. Ini merupakan titik ketujuh,” ujar Bupati Blora.

“Perlu saya sampaikan bahwa kecamatan Cepu ini kami ingin menjadi Barometer Perekonomian di Blora karena letaknya yang strategis,” imbuh Bupati.

Dikatakan, untuk mendukung hal tersebut penataan kecamatan Cepu dan dukungan dari berbagai pihak terus diupayakan.

“Penataan Cepu dalam segala bidang terus kami upayakan. Tak terkecuali pembangunan infrastruktur terus dilakukan dan kami berkomitmen untuk melanjutkannya dengan harapan Cepu menjadi kecamatan yang maju dan unggul,” terang Bupati.

“Maka dari itu, kami juga minta dukungan dan doa dari masyarakat Cepu terkhusus Sumberpitu,” lanjut Bupati yang akrab disapa Mas Arief itu.

Selain bidang infrastruktur, lanjutnya, pembangunan dalam bidang pendidikan, kesehatan dan keagamaan juga terus dilakukan.

Untuk pembangunan  bidang keagamaan Perda Pesantren  juga sudah disahkan.

Seperti  di pelaksanaan Blora Menyapa di wilayah lain, dalam acara tersebut, Bupati Arief bersama Baznas Blora menyerahkan bantuan untuk masyarakat Desa Sumberpitu yang berhak dan masjid Baitunnajah.***

GENJOT Konsep Cepu Raya, BPSDM ESDM Bakal Beri Dukungan

KABARCEPU.ID – Untuk mewujudkan Konsep Cepu Raya sebagai pusat ekonomi Jawa Tengah bagian Timur, Bupati Blora, H. Arief Rohman dan jajaran, meminta dukungan dari BPSDM ESDM.

Bupati Blora beserta jajaran, datangi kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Energi dan Sumber Daya Mineral atau BPSDM ESDM di Jakarta, pada Kamis 9 Februari 2023.

Ditemui Kepala BPSDM ESDM, Prahoro Yulijanto Nurtjahyo dan sekretaris Wahid Hasyim, bersama Bupati Blora mendiskusikan banyak hal, termasuk minta dukungan dalam upaya membangun Cepu Raya.

“Di Cepu ada PPSDM, PEM Akamigas. Kami mohon dukungan untuk pengembangan cepu,’’ ungkap Bupati Blora yang akrab disapa mas Arief.

Ditandaskan, konsep Cepu Raya ini terus dibangun, dimana Cepu akan menjadi pusat ekonomi Jawa Tengah bagian Timur.

Sehingga nanti perlu penataan dari sektor migas, budaya, kerajinan dan sebagiannya yang dipusatkan di Cepu.

“Salah satu penopangnya PPSDM BPSDM Migas ini, jadi nanti secara konprehensip bisa mengembangkan cepu,” tandas Mas Arief.

Bupati Blora juga ingin wisata migas yang ada Cepu bisa ditata sehingga bisa menarik untuk dikunjungi.

“Ada sumur angguk, sumur tua, bagi sebagian orang yang belum tahu pasti akan menarik, tinggal nanti konsepnya seperti apa,” terang Bupati.

“Jadi kita bayangkan, anak- anak sekolah internasional di Jakarta diundang ke Cepu untuk lihat kilang minyak, dengan di paket wisata migas tentu akan menarik. Mereka tidak harus jauh jauh ke Petronas, melainkan cukup ke Cepu,” imbuhnya.

Selain minta dukungan untuk Cepu Raya, Bupati yang gemar nasi pecel itu juga mengajukan alokasi tambahan untuk jaringan Gas Rumah tangga.

“Blora ini penghasil gas yang sangat banyak yang setiap hari di alirkan ke Tambak Lorok, dari Gundih kurang lebih 50 MM/day. Kita belum pernah minta alokasi, sementara ini baru dikasih alokasi 0,00 sekian untuk jargas rumah tangga sekitaran lapangan Gundih di Sumber,” jelasnya.

Bupati Arief menyampaikan bahwa pihaknya mengaku sudah lapor ke Dirjen, terkait manfaat penggunaan jaringan gas rumah tangga d Blora.

Dikatakannya, dulu masyarakat takut menggunakan jaringan gas rumah tangga, namun sekarang setelah testimoni,mereka sangat senang.

Warga merasa jargas tidak ribet, tidak khawatir malam harus mencari gas saat habis. Selain itu harganya terjangkau sehingga sangat dirasa manfaatnya oleh pelaku UKM dan warung warung yang menggunakannya.

Disisi lain, Mas Arief juga ingin memanfaatkan gas untuk membantu para petani ketika musim panen raya tiba.

“Kita itu juga penghasil jagung, padi,jadi mungkin ada teknologi pengering yang bisa dihasilkan dari gas yang bisa dimanfaatkan tentu akan sangat membantu para petani di musim panen tiba,” jelasnya.

Tidak ketinggalan, saat mengunjungi di BPSDM ESDM, Bupati mohon dukungan terkait sudah aktifnya kembali Bandara Ngloram.

Keberadaan Bandara Ngloram dapat menjadi alternatif perjalanan bagi PPSDM, dengan pelatihan-pelatihan yang bisa di arahkan ke Cepu atau sebaliknya melalui bandara tersebut.

Kepala BPSDM ESDM, Prahoro Yulijanto Nurtjahyo menyatakan siap untuk bersinergi dengan Pemkab Blora.

“Apa yang nanti bisa disinkronkan dengan Pemkab Blora, kami siap. Terlebih di Blora juga kita ketahui penghasil Minyak dan Gas, serta di Cepu juga ada PPSDM, PEM Akamigas, jadi sangat mungkin banyak hal yang bisa disinkronkan,” terangnya.

Senada dengan hal itu, Sekretaris BPSDM ESDM, Wahid Hasyim mengaku kesiapannya untuk membantu Pemkab Blora dalam pembangunan Cepu Raya.

“Ada bandara tentu keuntungan ada akses transportasi lain, mungkin nanti ada kegiatan kegiatan yang sering dilakukan di Blora,” paparnya.***

Jadi KOTA HETEROGEN! Konsep CEPU RAYA Terus Dimatangkan, Ini Tanggapan Ketua DPRD Blora

KABARCEPU.ID – Ketua DPRD Blora, Dasum menyatakan, salah satu upaya pemerintah kabupaten Blora adalah mematangkan konsep Cepu Raya.

Salah satunya dengan jalan meningkatkan UMKM di daerah yang juga merupakan Kota Heterogen ini, melalui konsep Cepu Raya.

Konsep Cepu Raya tersebut, dibahas dalam acara Musrenbang  Kecamatan Cepu, Kamis 9 Februari 2023.

“Cepu ini kan merupakan kota yang heterogen, dari berbagai daerah masuk sini, dari Jawa Timur, dari Jawa Tengah sendiri. Kalau UMKM kita tingkatkan, insya Allah Cepu Raya bisa berjalan dengan baik,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dasum juga menyampaikan, pemerintah juga fokus menuntaskan permasalahan-permasalahan yang belum selesai, seperti banjir dan lain sebagainya.

“Insya Allah tahun depan sudah tidak banjir lagi, karena ini kita bangun embung. Embung yang di Karangnongko, juga embung di atas (Nglebok),” ucapnya.

Dia mengatakan, selain fokus pada sarana prasarana, pemerintah akan terus berupaya meningkatkan perekonomian, mengingat beberapa tahun sebelumnya sempat merosot tajam, bahkan lumpuh diakibatkan pandemi.

“Kasus stunting juga masih tinggi, dan ini kami kerjakan dengan dinas-dinas terkait untuk menangani masalah itu,” tambahnya.

Lebih lanjut Dasum berharap, ke depan Blora semakin maju, semakin baik dan masyarakatnya sejahtera.***