KABARCEPU.ID – Kamar mandi dan WC adalah area rumah yang selalu lembap dan sering terpapar sabun, air keras, dan kotoran.
Jika tidak dirawat rutin, permukaan seperti keramik, shower, kloset, dan wastafel mudah ditumbuhi kerak dan noda yang sulit dihilangkan.
Dengan langkah sederhana dan kebiasaan baik, Anda bisa menjaga kebersihan dan estetika kamar mandi tanpa perlu bahan pembersih mahal atau usaha berlebihan.
1. Rutin Membersihkan Harian
– Lap permukaan yang sering terkena air setelah digunakan, misalnya dinding shower, pintu kaca, dan meja wastafel. Gunakan kain mikrofiber atau penghapus air (squeegee) untuk mengurangi sisa air yang menguap dan meninggalkan kerak.
– Buang rambut dan sisa sabun dari saluran pembuangan setiap hari agar aliran tetap lancar dan mencegah penumpukan kotoran.
2. Pembersihan Mingguan yang Terjadwal
– Tentukan satu hari setiap minggu untuk membersihkan seluruh kamar mandi: sikat toilet, lap keramik, bersihkan cermin, dan bersihkan keran.
– Gunakan sikat toilet yang baik dan larutan pembersih sesuai kebutuhan. Untuk lantai dan dinding, pembersih serbaguna atau campuran air dengan sedikit cuka efektif melarutkan sisa sabun dan minyak.
3. Pilih Produk dan Bahan yang Tepat
– Cuka putih: bahan alami yang efektif melarutkan kerak air (kalsium) jika digunakan secara teratur. Semprotkan campuran cuka dan air (1:1) pada area berkerak, diamkan beberapa menit, lalu gosok.
– Baking soda: berguna sebagai abrasif ringan untuk menghilangkan noda membandel. Taburkan sedikit baking soda pada permukaan yang basah, gosok, lalu bilas.
– Hindari mencampur cuka dengan pemutih (bleach) karena reaksi kimia berbahaya. Untuk noda sangat membandel pada toilet, gunakan produk pembersih khusus yang aman sesuai petunjuk.
– Gunakan spons non-abrasif atau sikat lembut pada permukaan yang mudah tergores seperti kaca atau lapisan enamel.
4. Menangani Kerak Membandel
– Untuk kerak di keramik atau shower head: rendam kain dengan cuka, bungkus area yang berkerak dan biarkan 30–60 menit sebelum digosok.
– Untuk keran berkerak: celupkan sikat gigi bekas ke cuka atau baking soda dan gosok celah-celahnya.
– Untuk toilet dengan garis-garis kuning atau kerak di pangkal flush, tuangkan cuka atau gunakan produk penghilang kerak, diamkan beberapa jam atau semalaman, lalu sikat dan bilas.
5. Pencegahan Lebih Baik Daripada Mengobati
– Ventilasi yang baik: pasang exhaust fan atau buka jendela setelah mandi untuk mengurangi kelembapan yang memicu pertumbuhan jamur dan kerak.
– Gunakan keset yang mudah dicuci dan jemur secara rutin agar tidak lembap.
– Periksa dan bersihkan filter shower serta pipa saluran secara berkala untuk mencegah penumpukan mineral.
6. Kebiasaan Kecil yang Efektif
– Segera lap tumpahan sabun atau sampo.
– Buang sampah kamar mandi setiap hari agar tidak menumpuk.
– Terapkan aturan “bersih setelah pakai” bagi semua penghuni rumah untuk menjaga konsistensi.
Merawat kamar mandi dan WC supaya bebas kerak tidak memerlukan waktu lama atau biaya besar, kuncinya adalah konsistensi dan pemilihan metode pembersihan yang tepat. Dengan rutinitas harian dan mingguan sederhana, penggunaan bahan yang aman, serta langkah pencegahan seperti ventilasi baik, kamar mandi Anda akan tetap bersih, higienis, dan nyaman digunakan.***














