Semua tulisan dari SAM

BPBD Blora Bersama Puluhan Relawan Bongkar Rumah Korban Tanah Ambles di Cepu

KABARCEPU.ID – Pasca bencana tanah ambles yang merusak bangunan warga di Lingkungan Nglajo, Kelurahan Cepu, Puluhan personel gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blora bersama instansi terkait dan relawan dikerahkan untuk melakukan pembongkaran rumah terdampak, Kamis 12 Februari 2026.

Kegiatan kerja bakti yang berlangsung sejak siang hingga sore hari itu dilakukan sesuai denga surat permintaan bantuan dari Kelurahan Cepu. Rekomendasi pembongkaran dikeluarkan menyusul kondisi bangunan yang dinilai membahayakan keselamatan penghuni serta bangunan lain di sekitarnya.

Blora melalui Operator Pusdalops-PB BPBD Kabupaten Blora, Agung Triyono, melaporkan bahwa rumah milik Supadmi dan Nimas Lusiana menjadi fokus utama dalam pembongkaran kali ini.

“Kegiatan berjalan lancar tanpa kendala apapun. Prioritas utama kami adalah menyelamatkan perabotan dan material bangunan yang masih bisa digunakan, sekaligus mencegah potensi reruntuhan susulan,” tulisa laporan Agungtri dalam laporan resmi yang diterima redaksi, pukul 15.58 WIB.

Tak hanya melakukan pembongkaran, BPBD Blora juga mengirimkan bahan bangunan ke Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro. Hal tersebut merupakan bagian dari upaya dukungan logistik bagi warga yang terdampak.

Koordinasi lintas sektor pun terus digencarkan guna menyusun rencana tindak lanjut pascabencana, termasuk kemungkinan relokasi atau bantuan rekonstruksi rumah warga.

Dalam operasi ini, TRC BPBD Blora bersinergi dengan berbagai unsur, antara lain SAR MTA, SAR PAM Blora, TAGANA, KMC, PMI, Relawan Baznas, Squad Nusantara, Satpol PP Kecamatan Cepu, serta personel dari Polsek dan Koramil Cepu.

Lurah Cepu beserta jajaran perangkat kelurahan dan masyarakat sekitar turun langsung bergotong-royong di lokasi.

BPBD Kabupaten Blora masih melakukan asesmen lanjutan untuk mengantisipasi potensi gerakan tanah susulan di wilayah tersebut.***

Peringatan HPN 2026, Wartawan Blora Menanam dan Berbagi

KABARCEPU.ID – Memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2026, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Blora menggelar rangkaian kegiatan sosial dan lingkungan di Wisata Banyu Bening, Desa Tinapan, Kecamatan Todanan, Kamis 12 Februari 2026.

Acara ini diisi dengan tasyakuran, penanaman pohon, penebaran benih ikan, hingga pembagian bantuan sosial (bansos).

Edukasi Lingkungan dan Kepedulian Sosial
Ketua PWI Blora, Heri Purnomo, menegaskan bahwa momentum HPN tahun ini menjadi bukti bahwa jurnalis tidak hanya fokus pada aktivitas menulis berita, tetapi juga memiliki kepedulian nyata terhadap kelestarian alam.

“Jadi acara HPN di Blora ini adalah menanam. Wartawan bukan hanya menanam tulisan saja, tapi peduli dengan lingkungan,” ujar Heri Purnomo.

Ia menambahkan bahwa aksi menanam pohon ini merupakan langkah edukasi sekaligus respons terhadap maraknya bencana alam akibat kerusakan lingkungan belakangan ini.

Selain aksi lingkungan, PWI Blora juga menyalurkan bantuan sosial berupa alat tulis bagi anak-anak yang membutuhkan. Kegiatan ini ditutup dengan tasyakuran sebagai wujud syukur atas sinergi yang terjalin selama ini.

Dalam kesempatan tersebut, Heri Purnomo juga memberikan apresiasi atas pencapaian Bupati Blora yang berhasil meraih Anugerah Kebudayaan dari PWI Pusat sebagai salah satu dari 10 kepala daerah terbaik di Indonesia.

Penghargaan ini diberikan atas komitmen pemerintah daerah dalam membangun kebudayaan berkelanjutan berbasis media.

“Kita dukung, kita berikan support, kita bantu memberikan narasi sehingga beliau dapat penghargaan yang luar biasa. Kita sebagai mitra pemerintah, mitra perusahaan, dan masyarakat,” imbuhnya.

Harapan untuk Profesionalisme Pers
Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini, yang hadir secara langsung menyampaikan ucapan selamat Hari Pers Nasional kepada seluruh insan pers di Blora.

Ia berharap para jurnalis dapat terus meningkatkan kinerja sesuai strukturnya dan memberikan pencerahan kepada masyarakat.

“Semoga pers dapat meningkatkan kinerjanya dengan baik, memberikan pencerahan kepada masyarakat, serta menjadi mitra yang baik dalam membenahi hal-hal yang perlu diperbaiki,” tutur Sri Setyorini.

Acara ini turut dihadiri oleh perwakilan forkopimda, forkopimcam Todanan, perwakilan BPJS Kesehatan, dan para mitra PWI Blora, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.

Meski sempat terkendala waktu, rangkaian kegiatan tetap berlangsung khidmat dan ditutup dengan pemotongan tumpeng dan makan bersama.***

Kemen PU Bakal Bangun Stadion Sepakbola di Blora

KABARCEPU.ID – Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) mulai melakukan verifikasi lokasi pembanguanan Stadion Sepakbola di Kabupaten Blora.

Tim dari Ditjen Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) dipimpin oleh Kasubdit Wilayah II Direktorat Infrastruktur Dukungan Perekonomian, Peribadatan, Kesehatan, Olahraga dan Sosial Budaya (IDPPKOSB), Dendy Kurniadi, pada Rabu 11 Februari 2026.

Terdapat tiga lokasi calon lokasi pembangunan stadion sepakbola yang dikunjungi langsung. Yang pertama yakni Lapangan Kridaloka, Kecamatan Jepon yang bulan lalu dijadikan sebagai homebase klub sepakbola Persikaba Blora.

Kedua adalah lahan areal persawahan Kelurahan Kedungjenar di tepi Jalan Cendana Beran arah Pakis. Serta yang ketiga, adalah lahan terbuka eks lapangan golf di Jl. Agil Kusumadya Kelurahan Kunden.

Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini, mengawal langsung oleh acara itu. Ikut mendampingi, Asisten Sekda Bidang Pemerintahan dan Kesra, Agus Puji Mulyono, sejumlah Kepala OPD terkait, seperti Kepala Dinporabudpar, Iwan Setiyarso, dan Plt. Kepala DPUPR, Nidzamudin Al Huda.

Usai meninjau ketiga lokasi tersebut, Dendy Kurniadi, menyampaikan pendapatnya supaya pembangunan stadion sepakbola di Kabupaten Blora bisa dilaksanakan.

Daei tiga lokasi tersebut, ternyata ada plus minusnya.Untuk lokasi pertama di Lapangan Kridaloka Jepon, lahannya terlalu sempit, dan akses jalannya hanya satu arah. Sehingga jika dipaksakan untuk membangun stadion sesuai standar nasional yang dipedomani Kementerian PU, tidak dimungkinkan.

”Lapangan itu cocoknya hanya untuk pusat pelatihan sepakbola saja, untuk pembinaan generasi muda. Kurang cocok untuk stadion pertandingan liga,” ucap Dendy.

Untuk lokasi kedua yang ada di Jl. Cendana Kelurahan Kedungjenar (sebelah timur Beran) , ternyata masih berupa sawah hijau. Meskipun luas dan status lahannya milik Pemkab, namun butuh biaya pengurugan tanah yang cukup besar, prosesnya lebih lama lagi.

Sedangkan untuk alternatif lokasi ketiga di eks Lapangan Golf Kelurahan Kunden, kondisinya lebih memungkinkan, apalagi ini tercatat penggunaannya sebagai tempat olahraga. Luasannya juga memenuhi syarat minimal kebutuhan pembangunan stadion sepakbola.

”Tinggal nanti diajukan saja izinnya ke Kemenpora untuk digunakan sebagai stadion, pembangunannya baru dari Kementerian PU. Seharusnya dari kemarin disini saja, bisa langsung kami eksekusi,” tambah Dendy Kurniadi.

Kemen PU Bakal Bangun Stadion Sepakbola di Blora

Wakil Bupati Sri Setyorini, menyatakan kesiapannya untuk menindaklanjuti rekomendasi dari tim Kementerian PU agar pembangunan stadion bisa benar benar dilaksanakan di Kabupaten Blora.

“Akan kami laporkan kepada Bapak Bupati. Apa saja hasil tinjauan lapangan hari ini. Pesan beliau, apapun masukan dari Kementerian PU, akan diikuti agar pembangunan stadion yang sudah lama dinantikan masyarakat bisa terwujud,” kata Wabub.

Kalau perlu nanti konsultan pembangunan, kata dia, bisa memakai konsultan dari Kementerian PU langsung. Yang sudah terbiasa membangun stadion sesuai standar kompetisi liga di Indonesia.

Sementara itu, tentang pengajuan izin penggunaan lahan eks lapangan golf menjadi lokasi pembangunan stadion sepakbola ke Kemenpora, Kepala Dinporabudpar, Iwan Setiyarso menyatakan akan segera memprosesnya.

“Kebetulan ada Diaspora Blora yang bekerja di Kemenpora. Yakni Surono, yang kini menjabat sebagai Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga di Kemenpora. Akan kami usahakan lewat beliau. Kampung halaman beliau juga tidak jauh dari eks Lapangan Golf ini,” ucap Iwan Setiyarso.

“Oh iya saya kenal Pak Surono. Harusnya aman itu kalau lewat Pak Surono bisa langsung teken, cepat itu jalur langit,” sahut Dendy dengan semangat.

Adapun Plt. Kepala DPUPR Blora, Nizamudin Al Huda, menyatakan bahwa secara amdal untuk Kridaloka Jepon memang tidak memungkinkan dijadikan sebuah stadion, termasuk uji andalalinnya.

“Kalau di eks Bengkok Jenar yang di timur Beran itu kita butuh anggaran banyak untuk pengurugan lahannya. Karena kondisinya masih berupa persawahan produktif,” ujarnya.

Paling memungkinkan, kata dia, di eks Lapangan Golf ini, hanya butuh diratakan dan dilakukan pengurusan izin ke Kemenpora. “Letaknya juga strategis dekat dengan kota, di tepi jalan provinsi,” ungkapnya.

Lahan ini lanjut dia, sempat akan dihibahkan ke Korlantas Polri untuk pusat pelatihan lalu lintas, namun izinnya tidak turun dari Kemenpora. “Namun jika digunakan untuk stadion saya rasa akan diizinkan karena memang sama peruntukannya untuk olahraga,” jelasnya.

Tinjauan dilaksanakan hingga pukul 17:55 WIB mendekati waktu Adzan Maghrib. Tim dari Kementerian PU pun menunggu langkah selanjutnya dari Pemkab Blora untuk tindak lanjut hasil kunjungan lapangan kali ini.***

Pembangunan Pasar Ngawen Ditarget Selesai Juli 2026

KABARCEPU.ID – Pembangunan Pasar Ngawen Kabupaten Blora, saat ini masih berjalan. Kementerian PUPR menargetkan, pada Juli 2026 mendatang bisa rampung.

Sebagaimana diketahui, usai terbakar pada 9 Januari 2024 lalu, pasar tersebut mendapat kucuran dana dari APBN sebesar Rp30 Miliar. Pembangunan dimulai sejak November 2025 lalu.

Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini, pada Rabu 11 Februari 2026 lalu, meninjau secara langsung proses pembangunan Pasar Ngawen. Itu dilakukan untuk memastikan pekerjaan berjalan aman, lancar, dan sesuai target waktu yang telah ditetapkan.

Dalam kunjungan yang didampingi Asisten Sekda Blora, jajaran OPD terkait itu, hadir perwakilan Ditjen Prasarana Strategis Kementerian PUPR, yang dipimpin Kasubdit Wilayah II Direktorat IDPPKOSB Ditjen Prasarana Strategis, Dendy Kurniadi.

Kesempatan itu, Kasubdit Wilayah II Direktorat IDPPKOSB Ditjen Prasarana Strategis Kementerian PUPR, Dendy Kurniadi menyampaikan, bahwa progres pembangunan terus dikebut agar dapat selesai lebih cepat dari jadwal kontrak.

“Kami menargetkan saat libur Hari Raya atap bangunan sudah terpasang, dan pembangunan pasar dapat selesai pada Juli 2026. Bahkan kami upayakan bisa selesai pada Juni agar masyarakat dapat segera memanfaatkan pasar saat musim libur sekolah,” ujar Dendy.

Pembangunan Pasar Ngawen Ditarget Selesai Juli 2026 2

Dia menyampaikan, selain pembangunan gedung pasar, proyek juga mencakup penanganan persoalan genangan air di permukiman sekitar pasar.

Nantinya akan dibangun saluran pembuangan yang langsung terhubung ke sungai guna mengurangi risiko banjir saat musim hujan.

“Ternyata saat musim hujan kampung sebelah pasar sering tergenang air, kita buatkan saluran pembuangan yang langsung terhubung ke sungai”, ungkapnya.

Sementara itu saat melakukan kunjungan langsung di lapangan, Budhe Rini sapaan akrab Wabup Sri Setyorini, menegaskan, pentingnya koordinasi antar pihak agar setiap kendala di lapangan dapat segera diselesaikan tanpa menghambat progres pembangunan.

“Kami berharap seluruh pekerjaan dapat berjalan baik dan lancar. Jika ada kendala, segera dikomunikasikan dan disinkronkan agar target pembangunan dapat tercapai tepat waktu,” pesannya kepada pelaksana proyek.

Saat ini, pekerjaan difokuskan pada pemadatan tanah, pendirian tiang struktur utama bangunan, pengecoran lantai, serta pembangunan saluran air bersih dan saluran pembuangan.

Pembangunan kembali pasar tersebut menjadi prioritas pemerintah guna menghidupkan kembali aktivitas ekonomi masyarakat setempat.

Sebelumnya, pada akhir Desember 2025, progres pembangunan Pasar Ngawen juga telah ditinjau langsung oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Rachmad Pambudy, bersama Bupati Blora Arief Rohman.

Pemerintah berharap pasar baru nantinya mampu menjadi pusat perdagangan yang lebih aman, nyaman, dan mendukung pemulihan ekonomi para pedagang.***

Unik! Pemkab Blora dan BTN Teken MoU di Dalam Goa Terawang

KABARCEPU.ID – Bertempat di Goa Terawang Eco Park, pemerintah Kabupaten Blora (Pemkab Blora) resmi menjalin kerja sama dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Kantor Cabang Kudus melalui penandatanganan Kesepakatan Bersama tentang Jasa Layanan Perbankan di Kabupaten Blora, Selasa 10 Februari 2026.

Penandatanganan tersebut dihadiri langsung Bupati Blora Arief Rohman, Wakil Bupati Blora Sri Setyorini, jajaran manajemen BTN, Sekretaris Daerah, kepala perangkat daerah, para camat, serta tamu undangan lainnya.

Bupati Blora menyampaikan apresiasi kepada BTN atas komitmen kerja sama yang dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat tata kelola keuangan daerah sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat.

“Saya berharap setelah MoU ini segera ada tindak lanjut layanan perbankan yang lebih efektif dan efisien sekaligus mendukung berbagai program pembangunan daerah”, harapnya.

Selain itu, Bupati mendorong BTN turut membantu promosi produk UMKM Blora melalui kerja sama dengan Dekranasda serta memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha kecil dan menengah.

“Nanti jika BTN ada kegiatan atau pertemuan berskala regional Jawa Tengah, Blora juga siap jadi tuan rumah,” Pintanya.

Unik Pemkab Blora dan BTN Teken MoU di Dalam Goa Terawang 2

Penandatanganan kerja sama tersebut juga menjadi momen istimewa, karena menjadi MoU BTN pertama di Indonesia yang dilakukan di dalam kawasan goa wisata, yakni Goa Terawang, Blora.

Sementara itu, Regional Office Head BTN Jateng & DIY Fitri Novianty Ratna Kusuma menyatakan kesiapan pihaknya menjadi mitra strategis Pemerintah Kabupaten Blora dalam mendukung penguatan ekosistem ekonomi dan keuangan daerah.

Bu Novi sapaan Regional Office Head BTN Jateng & DIY Fitri Novianty Ratna Kusuma, juga mengungkapkan saat ini BTN memiliki platform digital kabupaten (DIGIKAB) yang dapat mendukung pengembangan ekonomi daerah, termasuk sektor perumahan, pembiayaan UMKM, kurasi produk, hingga digitalisasi pelaku usaha lokal.

Novi juga menyampaikan kekaguman terhadap kuliner khas Blora seperti sate dan lontong tahu yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para tamu.***

Mendapat Bantuan KKP RI, Unit Usaha Lele Bioflok KKMP Kunden Blora Diresmikan

KABARCEPU.ID – Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Kunden, Kecamatan Blora, telah memiliki unit usaha peternakan berupa ternak ikan lele bioflok atau sistem kolam bioflok, meski gedung belum selesai dibangun.

Unit usaha lele bioflok yang letaknya tidak jauh dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kunden, Jl. Agil Kusumadya Gang II Kunden Karkaran ini, diresmikan langsung oleh Bupati Blora, Arief Rohman, pada Selasa 10 Februari 2026.

Peresmian ditandai dengan pelepasan benih ikan lele, bersama perwakilan Dirjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta para tamu undangan dari unsur Forkopimda, Dinas Teknis dan pengelola KKMP Kunden.

Ketua KKMP Kunden, Rohmah Yuli Fridayanti, menyampaikan, unit usaha peternakan ikan lele bioflok ini merupakan bantuan dari program Budidaya Ikan Tematik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia.

“Pembangunan dilaksanakan sejak akhir 2025 lalu. Semuanya dibiayai KKP, mulai dari pendirian dan pembuatan kolam, pelatihan SDM, hingga bibitnya. Sehingga siap dioperasikan hari ini,” ujarya.

Dia berharap, bisa menjalankan budidaya lele ini dengan baik, dan bermanfaat untuk mendukung ketahanan pangan di Kelurahan Kunden, serta memberdayakan ekonomi masyarakat sekitar.

Dirinya juga meminta bantuan Bupati agar proses perizinan pembangunan gedung KKMP Kunden bisa ikut dikawal ke Kementerian Pemuda dan Olahraga, karena lahan yang digunakan merupakan asset dibawah naungan Kemenpora RI.

Perwakilan Dirjen Perikanan Budidaya KKP RI, Bayu Romadhona yang dari Balai Perikanan Jepara, menyampaikan, Kabupaten Blora menerima bantuan perikanan lele sistem bioflok paling banyak se wilayah eks Karesidenan Pati.

Bayu menjelaskan, ada empat lokasi yang disetujui Pusat. “Pertama di Kunden (Blora) ini, kemudian Kentong (Cepu), Kamolan (Blora), dan Sambongrejo (Sambong). Ternyata potensi di Kabupaten Blora ini luar biasa dan harus dikawal dengan baik,” ujarnya.

Dia mengatakan, bahwa kunci sukses dari budidaya ikan adalah air, bukan ikannya. Kabupaten Blora ini memiliki karakteristik air yang khas sehingga harus diberikan perlakuan khusus terlebih dahulu agar ikan bisa tumbuh dengan baik.

“Ibarat jika pertanian kunci suksesnya kesuburan tanah, maka jika perikanan maka kuncinya adalah airnya yang menjadi media hidup ikan. Jika airnya sehat dan baik, maka ikan akan tumbuh dengan baik. Jika ikan tidak mau makan, jangan salahkan ikannya, harus dikoreksi kondisi airnya,” ucap Bayu Romadhona.

Di Blora ini, lanjut Bayu, kondisi TDS airnya tinggi. TDS adalah Total Dissolved Solids atau total padatan terlarut dalam air. Air Blora TDS nya sampai 900 ppm, sedangkan ikan akan tumbuh sehat di TDS kurang dari 300 ppm.

“Sehingga dalam menyiapkan kolam untuk budidaya ikan, air di Blora ini harus diendapkan dulu beberapa hari baru nanti dialirkan ke kolam ikan,” lanjutnya.

Ia juga menyampaikan bahwa paket bantuan budidaya ikan tematik dari KKP ini untuk satu lokasi budidaya terdiri dari 24 kolam bak bioflok bulat, masing-masing diameter 4 meter. Ditambah sarana aerasi, sarana listrik, jaringan air, plus lantai dan atap peneduh kolam.

Termasuk benihnya sebanyak 60 ribu ekor juga ada dari KKP. Peralatan untuk perawatan kualitas airnya juga ada meskipun sederhana. Semuanya lengkap, dan tenaganya diikutkan bimtek di Banyuwangi.

“Sehingga diharapkan, budidaya ini tidak hanya membawa nama baik KKMP Kunden saja, namun juga membawa nama baik Blora. Program ini jangan sampai gagal agar Pak Bupati tidak malu saat ditanya KKP di Jakarta,” harapnya.

Agar budidaya ikan lele ini bisa berkembang dan berhasil, Bayu menekankan agar pengelola menerapkan 3M untuk keberlanjutan pengembangan peternakan kedepannya.

“Pengelola harus memegang teguh prinsip 3M, yakni Manajemen Air, Manajemen Pakan, dan Manajemen Sortir. Apalagi SDM nya sudah kami latih bersama di Banyuwangi. Kami berharap ini bisa menjadi contoh budidaya yang mandiri dan ramah lingkungan,” ungkapnya.

Saat ditanya nilai bantuan budidaya ikan lele bioflok ini, dirinya menjawab anggarannya sekitar Rp600 jutaan dari KKP RI untuk satu lokasi budidaya ikan lele, yang bersumber dari APBN 2025.

Mendapat Bantuan KKP RI Unit Usaha Lele Bioflok KKMP Kunden Blora Diresmikan 2

Sementara itu, Bupati Arief Rohman, usai menebar benih ikan lele, mengucapkan terimakasih kepada Presiden Prabowo Subianto dan Menteri KKP RI yang telah memberikan program budidaya ikan lele bioflok.

“Terimakasih kepada Pak Presiden dan Pak Menteri KKP yang telah memberikan empat lokasi budidaya lele sistem bioflok. Semoga nanti terus berkembang dan bisa dimanfaatkan hasilnya untuk mensupport pemenuhan kebutuhan MBG,” kata dia.

Bupati berharap tidak hanya 4 titik yang sudah ada, pihaknya juga akan mengajukan untuk wilayah Kecamatan lain model usaha seperti itu.

“Kemarin saya sudah meresmikan usaha ayam petelur di Banjarejo, ini giliran lele. Tentunya kalau cocok akan terus kita kembangkan ke desa-desa yang berpotensi budidaya lele,” ungkap bupati.

Agar hasil peternakan dan pertanian lokal Kabupaten Blora bisa terserap untuk pemenuhan kebutuhan MBG di masing-masing SPPG. Bupati akan segera mengeluarkan Peraturan Bupati atau Perbup tentang pemenuhan kebutuhan SPPG dari potensi lokal.

“Jadi nanti akan kita terbitkan Perbup tentang Pemenuhan Kebutuhan SPPG dari potensi lokal, agar hasil pertanian dan peternakan kitab isa terserap. Termasuk budidaya ikan lele bioflok ini,” tukasnya.

Khusus terkait lahan KKMP Kunden ini, kata dia, nanti akan dirapatkan kembali bersama dengan pihak pihak terkait.

Menurutnya, di Blora ini ada beberapa KKMP dan KDMP yang lahannya belum tuntas. Ada yang memakai tanah dibawah kelola Kementerian maupun aset BUMN seperti Perhutani maupun Pertamina.

:Sehingga akan kita koordinasikan lebih lanjut agar bisa bersama-sama mendukung KKMP dan KDMP program Bapak Presiden,” ujarnya.

Terpisah, Tenaga Teknis Budidaya Ikan Lele sistem Bioflok di KKMP Kunden, Aklis, menyampaikan bahwa untuk membuat kolam bioflok ini harus mengendapkan air selama satu minggu terlebih dahulu.

Satu kolam lele bioflok berdiameter 4 ini, harus diisi air yang sudah ditampung selama 7 hari. Agar TDS airnya pas untuk kolam lele. Satu kolam diisi 2.500 benih ikan lele berukuran 6-7 cm. Sehingga total dari 24 kolam diisi 60 ribu ekor.

“Untuk panen nanti menunggu perkembangan hingga usia tiga bulan kedepan. Selama 24 jam kolam diaerasi dengan gelembung udara menggunakan tenaga listrik,” jelas Aklis.***

TMMD Sengkuyung Tahap I 2026 Resmi Dibuka

KABARCEPU.ID – Komando Distrik Militer (Kodim) 0721/Blora menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemerataan pembangunan di wilayah teritorial melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I Tahun Anggaran 2026.

Program tersebut resmi dibuka melalui upacara pembukaan yang digelar di Lapangan Desa Sumber, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Selasa 10 Feburari 2026.

Upacara pembukaan dipimpin oleh oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) Sekretariat Daerah Kabupaten Blora, Agus Puji Mulyono.

Hadir dalam kegiatan tersebut Komandan Kodim 0721/Blora Letkol Kav Yudhi Agus Setiyanto, unsur Forkopimda Kabupaten Blora, para kepala perangkat daerah dan instansi vertikal, pejabat utama Kodim 0721/Blora, Forkopimcam Kradenan, Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XLII Dim 0721, Kepala Desa Sumber, serta tamu undangan lainnya.

Dalam amanat Bupati Blora yang dibacakan Agus Puji Mulyono, disampaikan ucapan selamat datang kepada Dandim 0721/Blora yang baru.

Ia berharap kemanunggalan TNI dan rakyat di Kabupaten Blora semakin kokoh di bawah kepemimpinan yang baru.

“TMMD merupakan potret nyata kolaborasi lintas sektoral dengan mengusung tema TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa. Program ini menjadi pengingat bahwa kemajuan Indonesia dimulai dari desa,” ujarnya.

Ia menegaskan, TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga menjadi sarana merawat semangat gotong royong sebagai jati diri bangsa.

TMMD Sengkuyung Tahap I 2026 Resmi Dibuka 2

Melalui TMMD, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat bersinergi dalam satu irama pembangunan.

Pada TMMD Sengkuyung Tahap I di Desa Sumber, sasaran utama meliputi pembangunan jalan rabat beton sepanjang 280 meter guna memperlancar akses dan mobilitas warga, serta rehabilitasi dua unit rumah tidak layak huni (RTLH) milik Ibu Kasri dan Bapak Tarmudji agar menjadi lebih layak dan sehat.

Selain sasaran fisik, TMMD juga menyasar kegiatan nonfisik berupa pembekalan wawasan kebangsaan, edukasi hukum dan kesehatan, serta pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian ekonomi masyarakat setempat.

Agus Puji Mulyono mengajak masyarakat Desa Sumber untuk berpartisipasi aktif dan menjadikan TMMD sebagai momentum membangkitkan kembali semangat kerja bakti.

“Kepada seluruh personil yang bertugas, laksanakan tugas dengan penuh dedikasi, perhatikan faktor keamanan, serta jalin komunikasi yang harmonis dengan masyarakat,” pungkasnya.***

HPN 2026 di Blora : Ketua DPRD Sebut Pemberitan Media Percepat Pembangunan

KABARCEPU.ID – Ketua DPRD Blora Mustofa menyebutkan, bahwa pemberitaan media dapat mendorong percepatan penyelesaian persoalan publik, termasuk infrastruktur jalan dan evaluasi program pemerintah.

“Ketika ada jalan jelek diviralkan, biar dianggarkan. Begitu viral secara nasional, langsung dianggarkan pemerintah pusat,” ujarnya saat acara sarasehan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Pendopo Bupati Blora, 4 Februari 2026.

Mustofa melanjutkan, selama ini, hubungan kerja sama antara DPRD, pemerintah daerah, dan wartawan di daerah itu selama ini terjalin harmonis, termasuk dalam mendukung fungsi pers sebagai kontrol sosial.

Sementara itu, Sekda Blora Komang Gede Irawadi mengatakan Pemkab Blora terus memperkuat transformasi layanan informasi publik dengan membangun sistem terintegrasi di bawah koordinasi Dinas Komunikasi dan Informatika.

Menurut dia, pemerintah daerah tidak hanya bekerja di balik meja, melainkan bergerak dalam ekosistem digital untuk merespons isu dan keluhan masyarakat secara cepat.

“Seluruh admin media sosial, pengelola website, dan PPID di tiap OPD kini berada dalam satu komando di Dinas Kominfo. Tidak ada lagi OPD yang berjalan sendiri-sendiri dalam merespons isu,” katanya.

Ia mengajak media menjaga ruang digital tetap sehat dan kondusif serta menjadi jangkar kebenaran dalam menangkal hoaks.

“Pers harus menjadi jangkar kebenaran. Mari membangun Blora dengan narasi positif, dan jadilah kontrol sosial yang konstruktif,” ujarnya.

Ketua PWI Kabupaten Blora Heri Purnomo mengatakan sarasehan tersebut menjadi ruang diskusi untuk memperkuat profesionalitas insan pers, sekaligus memperteguh peran pers sebagai penyampai informasi yang akurat dan bertanggung jawab di tengah derasnya arus informasi.

Ia berharap kegiatan itu dapat menjadi momentum untuk membahas berbagai persoalan pers di daerah, sekaligus mencari solusi bersama agar jurnalis semakin berdaya dalam menjalankan fungsi kontrol sosial.

“Harapan kami nanti kita berdiskusi tentang permasalahan-permasalahan pers yang ada di Blora dan mendapat pencerahan,” ujarnya.

Untuk diketahui, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Blora, Jawa Tengah, menggelar sarasehan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 dengan mengangkat tema “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat” dan subtema “Kontribusi Jurnalis dalam Menangkal Disinformasi Program Presiden”. ***