KABARCEPU.ID – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pelajar cantik asal Cepu, Annisa Putri. Siswi Kelas IX SMP Negeri 4 Cepu ini berhasil meraih Juara 1 Lomba Membaca Cerpen tingkat Kabupaten Blora dalam rangka Festival Bulan Bahasa Tahun 2025.
Dalam ajang lomba tersebut, gadis kelahiran 18 Juni 2011 ini tampil memukau dengan membacakan cerpen berjudul “Pulang”, yang ia sampaikan dengan penghayatan mendalam, artikulasi jelas, serta ekspresi yang kuat hingga mampu memikat perhatian dewan juri.
Nisa merupakan putri pasangan Karsih dengan Edy Mariana, warga Desa Mernung RT 02 RW 01 Kecamatan Cepu. Di balik prestasinya di bidang literasi, penyuka warna biru ini dikenal sebagai sosok pelajar yang sederhana dan pekerja keras. Setiap hari sepulang sekolah, ia membantu orang tuanya dengan memelihara sekitar 40 ekor kambing.
Meski berprestasi di bidang sastra, Nisa justru mengaku sangat menyukai mata pelajaran Matematika. Menurutnya, pelajaran tersebut terasa lebih menantang dan melatih cara berpikir logis. “Matematika itu lebih menantang,” tutur pelajar yang selalu menggondol peringkat satu di kelasnya tersebut.
Selain itu, Nisa juga memiliki kegemaran pada hal-hal yang bernuansa seni. Ia menyukai cerpen dan lagu-lagu yang puitis, serta mengidolakan penyanyi Nadin Amizah. “Aku mengidolakan Nadin Amizah karena lagu-lagunya puitis,” ujarnya ringan. Hal ini sejalan dengan ketertarikannya pada dunia sastra dan menulis.
Pelajar berusia 14 tahun ini bercita-cita ingin menjadi seorang dokter. Di sela kesibukannya sebagai pelajar, Nisa juga aktif menulis. Saat ini, ia sedang mengerjakan sebuah novel berjudul “Valle 1019” sebagai bentuk pengembangan bakat literasinya.
Atas prestasi yang diraihnya, Nisa mengaku senang dan termotivasi untuk terus berprestasi. Ia pun berharap dapat kembali mengikuti berbagai kompetisi jika ada kesempatan di masa mendatang. “Aku mau ikut lomba lagi jika ada kesempatan,” ujarnya.
Keberhasilan Annisa Putri menjadi kebanggaan bagi keluarga, sekolah, dan masyarakat sekitar. Kisah Nisa menunjukkan bahwa ketekunan, kerja keras, dan kecintaan pada ilmu pengetahuan mampu mengantarkan pelajar desa meraih prestasi di tingkat kabupaten.***













