KABARCEPU.ID – Pendidikan agama dan kesehatan merupakan dua pilar utama dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat. Menyadari hal tersebut, Yatim Mandiri Bojonegoro secara resmi meluncurkan Program Bimbingan Belajar Al-Qur’an Gratis bagi anak-anak yatim dan dhuafa.
Peresmian Sanggar Al-Qur’an ini dilaksanakan di Mushola AR-RIDHO, Sitimulyo Cepu, pada Selasa, 28 Juli 2026. Kegiatan ini tidak hanya menjadi simbol dimulainya bimbingan keagamaan bagi anak-anak kurang mampu, tetapi juga dirangkaikan dengan aksi sosial berupa layanan cek kesehatan gratis bagi masyarakat di lingkungan sekitar mushola.
Sanggar Al-Qur’an yang diinisiasi oleh Yatim Mandiri Bojonegoro bertujuan untuk memberikan akses pendidikan agama yang berkualitas tanpa beban biaya bagi keluarga yatim dan dhuafa. Melalui program ini, anak-anak akan dibimbing secara intensif dalam membaca, menghafal, dan memahami nilai-nilai Al-Quran.
Dalam sambutannya, Kepala Cabang Yatim Mandiri Bojonegoro, Eko Setyo Budi, menyampaikan bahwa pendirian Sanggar Al-Qur’an ini bukan sekadar tempat belajar mengaji, melainkan sebuah wadah pembinaan akhlak. Program ini diberikan secara gratis bagi anak-anak yatim dan dhuafa agar mereka memiliki kesempatan yang sama dalam mendalami ilmu agama tanpa terbebani biaya pendidikan.
“Kami ingin memastikan bahwa keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi anak-anak yatim untuk menjadi generasi yang religius dan berakhlakul karimah. Sanggar ini diharapkan menjadi wadah yang nyaman bagi mereka untuk bertumbuh bersama Al-Qur’an,” ujarnya.
Meskipun prioritas utama program ini adalah anak-anak yatim dan dhuafa, lanjutnya dikatakan, manfaatnya dapat dirasakan lebih luas. Ia menegaskan bahwa anak-anak di lingkungan sekitar Mushola AR-RIDHO juga diperbolehkan bergabung dalam bimbingan ini, dengan catatan kuota untuk anak yatim dan dhuafa telah terpenuhi terlebih dahulu.
Kebijakan ini diambil untuk memastikan bahwa keberadaan Sanggar Al-Qur’an mampu menghidupkan syiar Islam di lingkungan sekitar serta menciptakan inklusivitas dalam belajar. Yatim Mandiri berharap kolaborasi dengan pengurus Mushola AR-RIDHO ini dapat terus berkelanjutan dan melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia berdasarkan nilai-nilai Al-Qur’an.
Dikatakan, Yatim Mandiri Bojonegoro menegaskan bahwa Sanggar Al-Qur’an Cepu adalah bagian dari komitmen berkelanjutan untuk memandirikan anak-anak yatim dan dhuafa melalui jalur pendidikan. Program ini dirancang sedemikian rupa agar menyenangkan bagi anak-anak, namun tetap menjaga kedalaman materi pembelajaran.

Sementara itu, Pimpinan Takmir Mushola AR-RIDHO, Hari, menyambut baik inisiatif ini. Ia menyampaikan apresiasi mendalam atas kepercayaan Yatim Mandiri menjadikan Mushola AR-RIDHO sebagai pusat kegiatan belajar. Sinergi antara lembaga sosial dan tempat ibadah diharapkan dapat menghidupkan syiar Islam di lingkungan Cepu dan sekitarnya.
Menurutnya, kegiatan belajar setelah jam sekolah merupakan momentum krusial untuk mengalihkan perhatian anak-anak dari layar ponsel. Program ini dinilai mampu mengisi waktu luang anak-anak dengan kegiatan positif yang akan membentengi mentalitas mereka di masa depan.
“Harapan kami sangat besar agar kegiatan ini dapat membentengi anak-anak kita. Sepulang sekolah, biasanya mereka langsung mencari gadget dan terhanyut dalam teknologi yang jika tidak diawasi bisa berdampak negatif. Dengan adanya Sanggar Al-Qur’an, waktu mereka menjadi lebih produktif dan terarah pada nilai-nilai spiritual,” ujar Hari.
Ia meyakini bahwa benteng terbaik bagi anak di era modern adalah Al-Qur’an. Selain memberikan pemahaman agama, interaksi sosial yang terjalin antar sesama santri di mushola juga diharapkan dapat mengasah empati dan keterampilan komunikasi mereka secara langsung, hal yang sering kali hilang dalam interaksi di dunia maya.
Dengan hadirnya Sanggar Al-Qur’an, kini anak-anak yatim dan dhuafa di Cepu memiliki tempat yang hangat untuk belajar, bertumbuh, dan mengukir masa depan yang lebih baik, masa depan di mana teknologi digunakan secara bijak, sementara nilai-nilai Al-Qur’an tetap menjadi pedoman hidup yang utama.

Layanan Kesehatan Gratis bagi Masyarakat
Selain fokus pada pendidikan, Yatim Mandiri juga menunjukkan komitmennya dalam bidang kemanusiaan dengan menyelenggarakan cek kesehatan gratis. Lebih dari 40 orang dari warga sekitar Mushola AR-RIDHO memanfaatkan kesempatan ini untuk memeriksakan kondisi fisik mereka, mulai dari pengecekan tekanan darah, gula darah, hingga konsultasi kesehatan ringan dengan tenaga medis yang dihadirkan dari SMK Muhammadiyah 2 Cepu.
Puncak acara ditandai dengan pembacaan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat. Suasana haru dan penuh harapan menyelimuti momen saat seluruh hadirin memohon keberkahan untuk keberlangsungan sanggar ini agar mampu mencetak generasi penghafal Al-Qur’an yang berbakti pada bangsa.
Sebagai simbol resmi dibukanya Sanggar Al-Qur’an Cepu, dilakukan prosesi pemotongan tumpeng oleh Kepala Cabang Yatim Mandiri yang diserahkan kepada perwakilan Takmir Mushola AR-RIDHO. Potongan tumpeng ini menjadi simbol rasa syukur sekaligus dimulainya babak baru perjuangan dalam memberantas buta aksara Al-Qur’an di kalangan yatim dan dhuafa.
Melalui program ini, Yatim Mandiri berharap dapat terus menebar manfaat dan menjadi jembatan kebaikan bagi para donatur untuk membantu mewujudkan masa depan anak-anak yatim yang lebih mandiri dan religius.***







