KABARCEPU.ID – Tumis bayam khas Jepang (ohitashi) menawarkan keseimbangan cita rasa yang bersih, ringan, dan umami, karakteristik masakan Jepang yang memadukan bahan segar dengan bumbu sederhana namun berlapis rasa.
Dalam versi nusantara, tumis bayam khas Jepang memanfaatkan dashi untuk memberi dasar rasa gurih alami dan menambahkan katsuobushi (irisan tipis ikan cakalang) sebagai finishing untuk aroma asap dan tekstur halus yang meningkatkan keseluruhan hidangan.
Hidangan ini cocok sebagai lauk pendamping nasi hangat saat sahur, makanan sehat harian, atau bagian dari hidangan bergaya washoku (masakan rumah Jepang).
Bahan-bahan (untuk 2–3 porsi):
– 300–350 gram bayam segar (pilih daun muda, cuci bersih).
– 1 sdm minyak wijen atau minyak sayur ringan.
– 2 siung bawang putih, cincang halus (opsional, untuk aroma).
– 1–2 sdm kecap asin Jepang (shoyu) — sesuaikan selera.
– 1 sdm mirin (opsional, memberi sedikit manis dan kilau).
– 60–80 ml dashi cair (bisa dari bubuk dashi yang dilarutkan atau dashi homemade).
– 1 sdt gula pasir (opsional, untuk menyeimbangkan rasa).
– Sejumput garam dan lada putih (opsional).
– 1–2 sdm katsuobushi (bonito flakes) untuk taburan.
– Biji wijen panggang atau irisan kecil cabai merah kering sebagai hiasan (opsional).
Persiapan Dashi:
– Jika menggunakan bubuk dashi: larutkan sesuai takaran pada 60–80 ml air panas.
– Jika ingin versi tanpa bahan instan: rebus kombu (rumput laut) sebentar lalu tambahkan katsuobushi, saring — ini memberi rasa lebih autentik.
Cara Memasak Tumis Bayam Khas Jepang:
- 1. Persiapan bayam: tiriskan bayam yang telah dicuci. Jika batang terlalu panjang, potong-potong sekitar 5–6 cm agar mudah disantap.
- 2. Panaskan wajan: panaskan wajan datar di api sedang, tambahkan minyak wijen atau minyak sayur. Jika menggunakan bawang putih, tumis sebentar hingga harum (15–30 detik) tanpa sampai kecokelatan.
- 3. Masukkan bayam: tambahkan bayam sedikit demi sedikit sambil diaduk cepat agar layu merata. Tumis sekitar 1–2 menit sampai bayam hampir lunak.
- 4. Tambahkan dashi dan bumbu: tuang dashi, kecap asin, mirin, dan gula (jika dipakai). Aduk sampai semua daun terlapisi bumbu dan cairan agak menyusut — sekitar 1 menit. Cicipi dan sesuaikan garam atau kecap jika perlu.
- 5. Angkat: saat bayam sudah matang tetapi masih berwarna hijau cerah dan teksturnya lembut, angkat dari wajan. Jangan terlalu lama agar tidak kehilangan warna dan nutrisi.
- 6. Sajikan: tata di piring saji, taburi katsuobushi secara merata. Katsuobushi akan “bergerak” sedikit karena uap hangat dengan tampilan yang khas dan menggugah selera. Tambahkan biji wijen panggang atau irisan cabai untuk kontras jika suka.
Tips dan Variasi Tumis Bayam Khas Jepang:
- – Untuk rasa kedalaman lebih: tambahkan sedikit sake saat menumis sebelum memasukkan dashi, lalu biarkan alkohol menguap.
- – Versi vegetarian/vegan: gunakan dashi berbahan kombu (tanpa katsuobushi) dan ganti katsuobushi dengan serpihan rumput laut panggang atau taburan ragi nutrisi untuk umami berbasis tumbuhan.
- – Tekstur: jika suka tekstur lebih renyah, tumis batang bayam lebih dulu 30–45 detik sebelum menambahkan daunnya.
- – Penyajian dingin: hidangan ini juga enak disajikan dingin sebagai salad sayur ringan setelah didinginkan di kulkas sejenak.
Nilai Gizi Singkat
Bayam kaya akan vitamin A, vitamin C, zat besi, dan serat. Penggunaan dashi dan porsi minyak yang sedikit menjaga hidangan tetap rendah kalori namun kaya rasa. Penambahan katsuobushi menambah kandungan protein dan umami tanpa menambah lemak berlebih.
Tumis bayam khas Jepang ini cepat, sehat, dan mudah disesuaikan. Kombinasi dashi dan katsuobushi memberi dimensi rasa umami yang elegan, menjadikannya lauk pelengkap ideal untuk santapan sahur atau sajian bergaya Jepang di rumah.***







